Aku Suka Makan Mumi

ASMM

by Keii

cr Pic : wallpaperskyline

.


Aku Suka Makan Mumi.

Harusnya aku sudah menduganya sejak awal ketika aku bertemu dengan pria satu ini. Seleranya benar-benar tidak beres. Pertama kali aku bertemu dengannya ia mengenakan kaus abu-abu berkerah rendah dipadu dengan celana jins compang-camping yang panjangnya tidak sama di sisi kanan dan kiri. Ikat pinggangnya ia sampirkan di bahu alih-alih dililitkan ke pinggang. Kausnya mungkin satu-satunya hal yang normal jika saja ia mau menghapus tulisan Aku Biang Onar, Mau Apa Kau? yang dibordir artistik di bagian depannya.

Yap, Bobby memang biang onar dan kebetulan aku selalu jatuh cinta pada pembuat keonaran.

Hari ini adalah bulan ketiga sejak aku memutuskan untuk menjerumuskan hidupku ke dalam lubang ranjau dengan mencintainya. Ia tak keberatan memiliki wanita sepertiku di sisinya. Maksudku, siapa sih yang akan keberatan dengan wanita cerdas yang berpakaian ala bintang kenamaan Hollywood dengan isi dompet yang selalu penuh. Kau tahu ‘kan maksudku?

Bobby rupanya tidak peduli pada hal-hal seperti itu. Kaus Aku Suka Makan Mumi-nya seakan menjadi pertanda bahwa mencintai seorang wanita tidak harus selalu dimulai dengan menyamarkan hobinya sendiri.

“Kemeja yang aku berikan kemarin, tidak kau pakai?” tanyaku padanya. Seingatku, kemarin aku meletakkan setas penuh kemeja dan baju-baju mahal di depan teras rumahnya sebagai kejutan. Tapi sekarang malah aku yang terkejut.

“Ada di lemari, baru disetrika. Kau ‘kan tidak suka yang tidak rapi.”

Ia memandangiku seolah ia baru saja mengatakan Nih, kaus dan celana compang-campingku bisa rapih tanpa disetrika lho.

“Kita akan pergi ke Mall, kautahu.”

“Apa di Mall semua orang memakai kemeja?”

Aku mengedikkan bahu. Percuma saja mencoba berargumen dengan pria yang bahkan tidak peduli di mana seharusnya mengikat sebuah ikat pinggang. Aku menenggelamkan perasaan kecewaku untuk kesekian kalinya. Memang semuanya salahku, siapa suruh jatuh cinta padanya.

Bobby adalah pria yang sama sekali tidak mengerti arti dari romantisme dalam hubungan. Ia tidak pernah melakukan hal-hal yang biasanya dilakukan mereka yang tengah dimabuk cinta. Dia tidak pernah memegang tanganku, mencium pipiku atau bahkan memelukku. Bobby juga tidak pernah mengatakan bahwa ia mencintaiku sejak hari di mana ia bersedia menjadi kekasihku.

Jika aku membiarkan satu tahun lagi seperti ini, mungkin lambat laun Bobby akan lupa bahwa aku adalah kekasihnya.

“Yo, Elodie,” ia memanggilku. Si Berengsek itu bahkan tak mau repot-repot membubuhkan kata sapaan sayang’ atau ‘honey’ saat memanggil namaku. Pernah suatu hari ia memanggilku dengan sebutan ‘dude’ sambil berjalan terpincang-pincang padaku. Belakangan Bobby menyebutnya Jalan ala Hip-Hop. Ia memang selalu sesinting itu.

“Hei El,” katanya lagi saat aku tak kunjung menjawabnya. Aku bahkan enggan menatap matanya seperti yang biasa aku lakukan. Rasanya hal-hal kecil yang menyebabkan kami berselisih paham sudah menguras energiku sampai nol sehingga aku tak sanggup bicara.

Aku menundukkan pandanganku pada aspal sembari memandangi celana jins Bobby yang sama sekali tidak keren. Aku tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya karena tahu-tahu mataku sudah menatap Aku Suka Makan Mumi-nya pria itu. Ia berdiri tepat di hadapanku dengan senyum yang merekah (percayalah, aku sudah beberapa kali melihat senyumannya dan itu bukan hal terindah yang wajib dilihat).

“Aku tahu kau selalu marah padaku karena penampilanku,” pria itu tiba-tiba bicara, membuatku refleks mendongak untuk menatap matanya. “Iya, aku tahu kau sesebal itu padaku. Tapi seperti sneakers biru muda atau tas Prada-mu itu, penampilan ini juga identitasku.”

Aku menyembunyikan Prada-ku dengan gerakan pelan. Entah kenapa tiba-tiba aku merasa seperti gadis paling egois di seluruh muka bumi. Bobby ada benarnya juga meski aku semakin benci saat menyadari bahwa yang kulakukan semuanya adalah kesalahan dan ia sama sekali tak menyalahkanku.

“Kau suka berpenampilan normal dan mahal, aku lebih suka gaya sinting,” Bobby terkekeh di hadapanku sembari menggaruk-garuk kulit kepalanya. Aku tidak tahu mengapa ia memilih menjadi agak berbeda dengan orang kebanyakan, tapi aku memutuskan menyimpan pertanyaan itu untuk nanti.

“Baiklah, aku mencoba mengerti,” kataku.

Kuraih tangan Bobby meski tahu ia mungkin tak setuju dengan tindakanku. “Tapi lain kali berikan aku kaus yang keren sepertimu,” tutupku sembari tersenyum.

Bobby menautkan kedua alisnya lekat-lekat, “Kau pasti sudah sinting.”

“Kau mengenal siapa pakarnya.”

“Maksudku, kau sudah pasti sinting saat memilihku sebagai pacar.”

Bobby bersiul sebentar kemudian tertawa ke arahku.

“Ayo jalan-jalan ke Mall. Mudah-mudahan mereka menyediakan kaus Aku Suka Makan Zombie untukmu.”

.

.

fin


Recycled-fic, enjoy 🙂

.

Keii

 

Advertisements

21 thoughts on “Aku Suka Makan Mumi

  1. one of my fav bapkyr fanfiction sih ini uhuhu first kan liat judulnya yang aga-aga serem tapi leh ugha trus oh gataunya tulisan di kausnya bobby bikoz bobby aga-aga hipster juga ya hahaha. tapi aku suka eksekusinya di mana bobby semacam heart to heart sama cewenya (akhirnya). nicey!

    Like

    1. sekarang jadi beralih ke Keii’s fiction dengan asumsi Bobby bukanlah idola koriya aha aha aha (iya Kak, w emang aneh)
      .
      Ini fiksi lame kak, apalah aku dibandingkan fiksi-fiksi oriental yang suka Kak Eci buat, tapi makasih lho udah baca untuk kedua kali he ehe ehe
      .
      luft
      Keii

      Like

  2. AKU SUKAAAAAAAAAAAAA!! dari plot, bahasa, cerita, tema, latar (lah jadi unsur intrinsik dong) pokoknya semua aku sukaaa! ❤ serius baca ini kayak makan permen nano-nano huhu ada bagian fluffnya, bagian pengen nonjok Bobby-nya, aih aih gak tau kenapa aku suka banget karakter Bobby huhu.
    (maaf ya writer-nim komentarku sangat tidak bermutu habis aku bingung apa yang mau dikomentarin selain aku suka-nya xD)

    Like

  3. haaai nyun! btw jujur tertariknya beneran dari judulnya hahaha. aku kira di sini tokoh utamanya suka makan mumi secara harfiah, eh gataunyaaaaaa ;))))) aduh suka suka suka sampe ratusan kali. yepyep bener kata nisa eccentrically romantic ehe. beneran yang bertolak belakang banget yha sifatnya. yang satu elegan banget, satunya belingsatan (as kakput said) xD

    Like

    1. Fik sebenere aku mampus banget kalau disuruh milih judul makanya cuma itu yang terlintas dan udah akhirnya dipake.
      glad orang-orang akhirnya terjaring ke sini berkat judul ehe eheh ehehe
      makasih FIK! akhirnya bisa bernaung dalam atap yang sama dengan fikeey

      Like

  4. Halo. aku kebetulan sedang blog walking dan tiba-tiba perjalananku terhenti di fiksimu yang punya judul yang unik.
    Aku tertarik membacanya karena memang judulnya sangat antimainstream.
    dan waw, tulisannya sederhana dan cantik. aku suka cara penyampaian kalimatnya yang sederhana tapi justru maksudnya jelas ke pembaca.
    yang pasti, aku ngga menyesal tersesat sampe kesini 🙂
    salam kenal ^^

    Like

    1. Halo Ila! salam kenal aku Keii atau nyun, atau terserah panggil siapa aja hehehe
      terima kasih banyak dan salam kenal 🙂

      Like

  5. haloo, kak nyun!

    awalnya kukira fic-nya bakalan horor. habis judulnya “Aku Suka Makan Mumi” sih. ternyata…HAHAHAH. bobby sama elodie beda banget 180 derajat. heran juga, kok ya bisa pacaran sih mereka wkwkwk x)) ini fresh banget kak. apalagi kemaren tuh aku baru ketemu sodara cowokku yang rambutnya dimohawk terus suka dengerin lagu SID, sementara adeknya suka pake kemeja-kemeja rapi ._.

    pinjem kata kak nisa, ini eccentrically romantic! x))

    nice fic, kak nyuunn! keep nulis-nulis ketjeh!

    Like

    1. ha to the looooo Hani.
      bisa pacaran kan opposite attract gitu he ehe he ((iya w anaknya suka aneh gitu))
      HAHAAH beda banget gila itu mah seru pasti! andai adek cewekku mau di mohawk juga :):):)
      makasihhhh
      Hani juga semoga tetep nulis-nulis kece.

      Like

  6. Wah asli aku kena zonk.
    Selamat, Ka Nyun, jebakan betmennya berhasil!!!

    Udah siap-siap wah angst nih wah kanibal nih wah
    wah
    wah
    wah ternyata sepasang kekasih yang ngeributin cara berpakaian, dan ini mind blowing sekali kumau kasih thumbs up empat sama jari kaki gpp yha Ka Nyun abise seru sangatttt!!
    Bobby sangat Bobby sekali di sini, free soul, nyentrik, tapi sweetnya aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah bikin pengsan indah di kasur~ ❤

    And Elodie/El sounds so beautiful!!!
    Ka Nyun Ailaviiiiiiiiit to the Mumi's home and back!

    Like

    1. KAKAK PANGSITTTT
      aku terharu menemukan ID “PANG” di lapakku. Sumpah ga nyangka w semalem mimpi apa ya.
      buset thumbs up empat yang bener aje, lalu harus kuberi berapa fic-mu? enam? tujuh? delapan?
      yaoda pokoknya semangat juga Ms. Pang semoga ke depannya bisa menelurkan karya-karya ilmiah…. eh… fiksi yang bagus.
      salam,
      Keii

      Liked by 1 person

    2. HAHAHAHAHAHAHAHA Kanyun betewe aku memang lagi garap karya ilmiah buat tugas akhir and it feels lyke aasgsyswnsfrsusnsvssuss #akusetrong #akupercayaitu

      Like

  7. opposite attract, Put. lagi zaman kan ciwei baek maunya cuma sama cowo badboy gitu :(:(:(
    anyway juga, HALO KANJENG NICE TO SEE YOU HERE AHIW

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s