Hook

hook

by fikeey

In Neverland, all grown-ups are pirates.

//

Wendy Darling membuka mata setelah beberapa saat yang lalu kesadaran direnggut paksa darinya.

Hal pertama yang menyambutnya adalah kerumunan pria-pria dewasa berbau apak dengan campuran bir, beberapa dengan selembar kain menutupi salah satu mata, dan beberapa lagi dengan luka beset memanjang di tulang pipi. Mulanya Wendy menebak akan ada jeratan entah di kaki atau tangannya, karena dia hafal betul dengan penampakan wajah-wajah ini―kru milik Hook. Mana mungkin dia lupa? Wendy pernah berkunjung ke sini, menceritakan beberapa dongeng untuk sang kapten serta awak kapal yang lain. Wendy bahkan ingat kalau pria itu sedikit tidak menyukai ceritanya tentang Peter Pan, karena di dalam cerita itu selalu Peter yang mendapat lampu sorot. Bahkan, Hook bilang dia sebenarnya hanya menggunakan Wendy untuk―

―oh tidak. Di mana Peter?

“Wendy?”

Gadis itu tidak memercayai penglihatannya begitu gerombolan awak kapal ini membuka jalan untuk kapten mereka, yang berdiri gagah tanpa terpincang, rambut teracak tertiup angin kencang, dan … apakah pria itu sedang menggendong adik laki-lakinya?

“Michael! Michael, apa yang kaulakukan?”

“Tenanglah, Wendy. Dia sudah berhasil mengalahkan Peter!” Michael memekik senang alih-alih tergerak untuk menghampiri kakak perempuannya yang tengah duduk bersandar pada tiang kapal.

“Ya, dia benar. Peter jatuh ke air dan dimakan buaya raksasa!”

“John? Apa yang kau―oh, di mana anak-anak yang lain?”

“Mereka sedang berpesta di lantai bawah, Miss Darling.” Hook akhirnya bersuara. Dia mengembalikan Michael dengan kaki mungilnya ke lantai geladak yang masih memperlihatkan sisa-sisa perseteruan sebelumnya: retak, penuh torehan pedang, bahkan di beberapa tempat kau dapat melihat jelas permukaan air biru lengkap dengan riak ombaknya. “Michael, barangkali kau mengizinkanku berbicara dengan kakakmu?”

Surai emas Michael bergoyang-goyang kala anak lelaki itu menganggukkan kepala bersemangat, lalu dengan langkah kecilnya menghampiri kakak tengahnya yang berkacamata bulat. Mereka berdua memberikan senyuman berarti kepada Wendy sebelum berbalik badan, diikuti oleh Mr. Smee―tangan kanan sekaligus orang kepercayaan Hook―menuju lantai bawah. Hingga akhirnya Cecco, si awak dari Italia harus ditarik paksa agar mau pergi, hanya tersisa Wendy dengan sang kapten di sana.

Dahi Wendy mengerut sempurna ketika tangan pria itu terulur padanya. Gadis itu tidak ingat pernah diperlakukan begini di kali pertama kakinya menginjak lantai geladak ini. Namun toh, Wendy tetap menerimanya karena keadaan kapal yang terus bergoyang dipermainkan ombak dan belakang kepalanya yang masih terasa nyeri. Hook tersenyum ramah begitu Wendy berhasil menyeimbangkan dirinya.

“Terima kasih, Kapten Hook. Aku―”

“Jones,” kata Hook, memotong ucapan terima kasih Wendy yang tulus. “Namaku Killian Jones. Kau boleh memanggilku demikian.”

Wendy melempar pandangan penuh tanya lagi, namun kemudian dia mengangguk. “Baiklah, Mr. Jones. Aku sangat berterima kasih atas kebaikan hatimu,” katanya dengan sopan. Ibunya di rumah selalu mengajarkan cara bicara serta tata krama seorang wanita terhormat.

Pria itu menunjukkan arah menuju ruangannya. Pintunya berada tepat di hadapan geladak kapal yang luas, agar dia dengan mudah dapat mengawasi awak-awak kapalnya setiap hari. Wendy pernah berada di sini, dengan belasan kru bajak laut berwajah garang duduk manis di hadapannya mendengarkan cerita. Cinderella, Putri Salju, tapi seringnya Wendy menceritakan kisah tentang seorang Peter, seorang Bocah yang Tak Pernah Tumbuh Dewasa―karena itu adalah favoritnya.

Ada aroma harum yang melayang-layang ketika Hook muncul kembali di hadapan Wendy dengan secangkir teh hangat. Pria itu tidak lagi mengenakan tangan-kait palsunya, dan Wendy bernapas lega karena dia menemukan tangan asli alih-alih tangan yang terpotong.

“Kau memiliki banyak pertanyaan, Miss Darling.”

Wendy mengangguk. Satu sesapan yang sunyi sedetik lalu seolah memberi kehangatan bagi tubuhnya yang terasa dingin dan kerongkongannya yang kering.

“Kau bisa mengajukannya kapan pun.”

“Mr. Jones, kenapa kau berusaha menghabisi Peter?”

Kalimat pertanyaan itu mengalir tanpa ragu, dengan halus menembus kesunyian singkat setelah tawaran Hook―atau Killian Jones―mengambang di udara.

“Miss Darling, di mana Peter Pan mendatangimu pertama kali?”

“Di rumahku,” jawab Wendy.

“Dan apakah orang tuamu ada di rumah waktu itu?”

“Tidak. Mereka mendapat undangan dari istana,” jawab Wendy lagi, namun gadis itu menangkap tatapan mata Jones yang seolah meminta penjelasan lebih. “Sebenarnya aku dan adik-adikku memaksa ikut, tapi ayah melarang kami hingga setengah berteriak. Kami pergi tidur dalam keadaan marah, terutama John.”

“Apakah Peter datang bersama peri hijaunya?”

Wendy terlihat ragu. “Maksudmu Tink?” tanyanya, dan Jones menganggukkan kepala. “Ya. Dia datang berdua. Tink tampak membenciku, tapi dia menyukai John dan Michael.”

Kali ini tidak ada pertanyaan lagi melainkan dengusan tawa dari sang lawan bicara. Wendy menunggu hingga pria itu selesai dengan aktivitasnya akibat entah-humor-apa-yang-barusan-Wendy-katakan. Namun kemudian tawa itu hilang hampir secepat kemunculannya.

“Dia menyuruhmu percaya pada peri.”

“Ya.”

“Dan memberikanmu bubuk peri.”

“Ya, tentu.”

“Dia menjanjikanmu sebuah kebebasan di mana kau tak akan tumbuh dewasa dan tanpa kekangan orang tua. Ya, tentu saja, dia berujar dengan janji petualangan tanpa akhir, tanpa memberitahumu kalau sihir itu hanya bekerja padanya.”

“Ya, ten―apa?”

Nada suara Killian Jones merendah. “Dia membohongimu, Miss Darling. Kau, adik-adikmu, dan para Bocah yang Hilang itu. Sihir ini tidak akan berpengaruh padamu karena kau―kalian―tidak dilahirkan di sini. Dia memungut kalian dari panti asuhan, rumah dengan keluarga berantakan, dan para anak yang berharap tak memiliki orang tua,” jelasnya. “Dia menjadikan kalian mainan sehari-harinya, dan apakah kau pernah berpikir mengapa Tink begitu membencimu?”

“Tidak …,” jawab Wendy dengan suara kecil. Wajahnya menatap lantai sekarang.

“Karena dia takut kau akan mengambil Peter darinya, Miss Darling. Tink akan mati apabila Peter tidak mengorbankan sesuatu, dan kau tahu bahwa sihirnya tidak berpengaruh pada anak-anak lain.” Jones mencondongkan tubuhnya. “Kau mengerti ke mana arah pembicaraan ini, Miss Darling.”

Untuk seorang gadis berumur dua belas tahun, Wendy sudah dinilai pintar oleh guru privatnya setiap kali mereka menyelesaikan pelajaran di perpustakaan rumah Keluarga Darling. Maka, begitu kalimat terakhir Jones mencapai rungunya, pikiran Wendy lantas berputar tanpa henti. Pria di hadapannya memperhatikan dalam diam, dan dia tersenyum begitu Wendy menyuarakan isi kepalanya kemudian.

“Peter akan membunuh kami begitu kami tumbuh dewasa sebagai pengorbanan kepada Tink?” tanya Wendy dengan nada bergetar. “Itukah alasannya mendatangi anak-anak yang kesepian?”

Lalu gadis itu mendapatkan jawaban persisnya ketika Killian Jones menganggukkan kepala.

Tak butuh waktu lama bagi Wendy untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Awak kapal yang sebagian besar berkelakuan jorok, lantai geladak yang tak bersih, serta bau air asin selalu menjadi makanannya setiap hari. Walaupun begitu, mereka semua ramah dan Mr. Smee adalah koki yang handal. Wendy bahkan sering membantunya di dapur memasakkan makanan untuk para kru yang lain serta mulut lapar anak-anak yang selalu bersemangat.

Di hari terakhirnya di Neverland, Wendy membuatkan masing-masing mereka semangkuk kecil puding cokelat. Dia mengingat resepnya dengan baik, dan membuat hampir setengah kapal mengharu biru akan sajian manisnya yang terakhir serta cerita dongeng yang selalu dia kisahkan.

Kapal bajak laut Mr. Jones yang melayang di langit London malam itu menjadi bayangan raksasa yang menutupi hampir keseluruhan rumah Keluarga Darling. Sementara Mr. Smee dan para awak kapal yang lain membantu anak-anak turun hingga menapak di jendela kamar putra-putri Darling, Wendy menemui Killian Jones yang kala itu membelakangi mereka. Tubuh tingginya berdiri menyandar di pagar kayu dekat setir kapal, rambutnya bergoyang tertiup angin.

“Terima kasih sekali lagi, Mr. Jones.”

Pria itu seolah tersadar dari lamunannya dan berbalik. Dia tersenyum ramah. “Jangan lagi berharap yang tidak-tidak tentang orang tuamu, ya? Aku pernah mengalaminya dan rasanya buruk sekali.”

Wendy mengerutkan dahinya. “Mr. Jones, kenapa kau berusaha menghabisi Peter?”

Senyum Killian Jones kian melebar. Wendy berasumsi bahwa pria itu mungkin kagum akan kemampuannya mengingat sesuatu. Yeah, Wendy pernah mengutarakan pertanyaan ini sebelumnya namun dia tidak mendapatkan jawabannya―atau Jones berpikir saat itu bukan waktu yang tepat untuk menjelaskan? Entahlah.

Jones menegakkan tubuhnya. Dia mengambil langkah kecil mendekati Wendy, lalu menyejajarkan tingginya dengan tinggi gadis kecil berumur dua belas itu.

“Karena dia pernah menjemputku di sebuah panti asuhan, Miss Darling.”

*


  • basically kebikin gara-gara baca beberapa “cerita sebenarnya” dari dongeng-dongeng pas kita kecil, macem Cinderella, Snow White, etc and believe me, cerita sebenernya itu… rada psikopat.
  • Killian Jones itu nama si Hook di serial tv Once Upon a Time.
  • many thanks buat kak Putri yang udah bantuin aku ngebeta ❤
  • thank you for reading!
Advertisements

16 thoughts on “Hook

  1. Wow aku emang pernah baca beberapa sih yang “cerita sebenarnya” itu tapi kalo peterpan aku baru tau skrng loh haha thanks kafik udah bikin aku berimajinasi di hari minggu pagi yang agak mendung ini bikin pengen tarik selimut lagi XD ceritanya keren alurnya juga ngga membingungkan keren ❤

    Like

    1. yep, dan cerita sebenarnya itu kebanyakan…psikopat. sumpah ku juga kaget pas baca hahahaha. aaaa sama-sama. duh emang kalo pagi pagi mendung paling enak tuh selimutan di kasur yha, apalagi sambil makan mi kuah (slaah fokus). makasih banyak yaah udah baca dan komeeen x))

      Like

  2. Halo kak, lama gak baca tulisan kakak heheh. Abis baca ini, kak fika mengingatkanku akan sesuatu, 1; belom nyelesain cerita tentang fairy tale gone wrong, 2; lah aku once upon a time season satu aja belom rampung LOL.

    Ih aku iri deh kak fika 😦 mau nulis cerita kayak fairy tale juga, tapi bahasaku semena-mena jadi gak cocok buat dongeng gitu huft. Sementara tulisan kak fika bisa adaptasi genre apa aja dan tetep enak di baca. Dan aku malah suka sama cerita neverland yang ini, lebih realistis (?) ((Dongeng mana realistis, sher)).

    Dan cerita asli dongeng-dongeng emang banyak psikopatnya, tapi versi Diney untuk dikonsumsi anak-anak jadi gak mungkin sadis hahaha. Terus buatku yang paling gak suka itu sleeping beauty, gak psikopat, tapi plain disgusting.

    Keep writing kak fika! X))

    Like

    1. halo sheeer x)) ampun lah, aku juga OUAT cuman dapet 2 episode curian. itu pun dapet nonton bareng pas lagi maen ke rumah sodara dan langsung kelepek liat killian jones :(( gimanadong. sama kepikir cerita sebenarnya peter pan pernah baca di mana gitu lupa hahaha. iyaya psikopat banget lah emang cerita aslinya. AND YES. paling ga abis pikir sama yang sleeping beauty lah. btw yang red riding hood juga menjijikan ngunu deh x((

      noooo!! kamu pasti bisa. kalo sama sher mungkin bakal dilariin ke gloomy ya (WHICH I LOVE THE MOST SHER HUHUU) ayo ayo kamu juga bikiiiin, serius aku dukung huhuhu :” glad you like it hehe. makasih banyak yaa sher udah baca dan komeen~ :3

      Like

  3. setuju sama kak put HAHA aku jatuh cinta sama mr. jones gegara dia ternyata gentleman banget, gimana kak fikaaaaa.

    sebenernya aku mikir peter pan ini mirip-mirip jack frost, sama-sama anak kecil yang tidak bisa gede. bedanya jack frost lebih skeptis. dan biasanya peter > jack, cuma sekarang jack > peter karena jack beneran jagain anak-anak, bukan ngebunuh anak-anah hahaha

    suka banget, kak fika! ini fresh dan menyenangkan. maafkan karena komennya pendek, aku menjelang tugas negara nih, jadi harus cepat-cepat away. keep fightinggg! ❤

    Like

    1. heu ku juga jatuh cinta viiiin apa lagi kalo di once upon a time visualnya mr hook kayak yang di poster awawaw~

      uhu sama vin. aku juga pas baca cerita sebenarnya peter pan tuh yang langsung: d4mn, jadi selama ini masa kecil aku dibohongi :(( soale peter pan ini bener bener childhood crush aku banget (HAHAHA CRUSHNYA SAMA KARTUN COBA xD) abisan dia keren banget gituu eh taunya :((

      gakpapa eviiin, makasih banyak yaaa udah baca dan komeen hihi. keep fighting juga ya eviiiin :3

      Like

  4. FIKA GILAK INI KEREN BANGET TADINYA KUPIKIR KENAPA JOHN MEMIHAK HOOK TRUS EGATAUNYA SEMUA TERBONGKAR DAN ENDINGNYA ASOY BANGET YANG HAH GA NYANGKA GINI GA NYANGKA GITU.
    and what is best here is, semua ke-nggak nyangka-an itu punya benang merah.
    INI CAKEP.

    Like

    1. WAAAA KAECIIIIII x)) makasih banyak kaaak, ini juga kepikir gegara baca cerita asline peter pan, ya cuman dibelokin dikit lah, wendy nya dianter ke dunia nyata wkwkwk xD ku juga waktu itu gak sengaja baca di tumblr atau di blog fans disney apaa gitu haha. makasih banyak udah baca sama komen ya kaak~

      Like

  5. Kalau aku punya adeque cowok akan kujodohkan dengan dek Fika bikos berbesan dengan sesama penikmat fantasi feelz like paradize.
    Nice fic sumpedeh ga boong meski tak dikepslok percayalah hatiku sudah terkepslok oleh tulisanmu, adaw.

    Like

    1. omg nyun, hatiku juga tiba-tiba ter-italic pas baca komen kamu ((hahaha sabaikan sumpah)) xD makasih banyak yaah nyun udah baca sama komeen x))

      Like

  6. ehe x))

    waaaa ayo ayo kak dibuaaat. soale nulis fairy-tale gone wrong gini udah cita cita aku dari kapan tau, terus akhirnya keturutan jugaa huhu. gara gara waktu itu nonton once upon a time yang semua cerita dongeng kayak disatuin gitu hahaha xD

    huhu kaaak aku sejak nonton OUAT itu juga langsung ngefans sama killian jones mana visualnya tuh yang ada di poster itutuh kak, gentle banget dia di filmnya juga dan sedikit sassy hahahaha xD (inget Q) (ups maap Q maap).

    hehe gakpapa atuh kaak x)) makasih kakput udah bantuin aku ngebeta ini yaaa. sumpah waktu itu rada minder mau ngepost ini juga :” makasih banyak kakput udah baca, beta, sama komeen ❤

    Like

  7. Wow… just wow 0_0

    This is such a pleasant surprise. Fairy-tale gone wrong, eh? Definitely my cup of tea ❤ ❤ /eh/

    Dan ya, cerita asli dari dongeng semacam Cinderella, Snow White, dkk itu memang "agak" psikopat. Pernah dengar tentang Grimm Bersaudara? Penulis favorit saya. Mereka menulis versi asli dari dongeng-dongeng yg saya sebutkan tadi. Needless to say, goodbye my childhood :")

    Like

  8. Walaupun aku bukan fans dongeng-dongeng itu, aku cukup familiar dengan ceritanya, dan bukannya Peter Pan itu keren ya? Eh ternyata aslinya begini. Dan awalnya image Hook itu serem buatku, etapi di sini dia baik bangetz. Huhu, Kak Fika aku suka ceritanya, enak dibaca, berasa dongeng beneran (lah, trus ini apa?)
    Keep writing, Kak 🙂

    Like

  9. I have always loved fairy tales, dan fakta bahwa sebenarnya aku lebih suka Hook daripada Peter terus ada. Ada cerita di mana Hook yang baik dan bukan Peter. Menyenangkan, aku suka!! Entah kenapa, rasanya perspektif semua orang dalam fairy tale itu sangat penting dan nggak ada yang benar2 jahat, hanya saja semua punya alasan masing-masing. Pokoknya aku suka! Make more story like this please!!!

    Liked by 1 person

    1. halooo!! iyaa aku pun gituu. gatau kenapa karakternya hook kayak lebih menarik gitu dibanding peter haha. nah, kayaknya tuh emang kalo udah ngomongin fairytale balik lagi ke perspektif masing-masing yah. contohnya peter pan. tujuan dia ‘nyulik’ anak-anak ini tuh yha harusnya kan bisa dicurigain hahaha xD makasi yaaa sudah baca dan komeen hihi ^^

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s