Maafku

prison-cell1000x750.jpg

©Lt. VON 2015

.

Mereka menemukanmu, dan saat itulah semuanya berakhir.

.

Parasmu pucat pasi.

Dengan sekujur tubuh yang membiru, desisan marahmu disampaikan embusan angin yang menerpaku, “Aku membencimu!”

Sontak aku tak lagi meronta dalam kungkungan mereka, juga cengkeraman yang bukan main eratnya, seakan ingin mematahkan kedua lenganku dengan sengaja. Sementara mereka yang lain membawamu pergi. Ke tempat yang lebih aman, jauh dari jarak pandang dan jangkauanku. Mereka pikir aku berbahaya untukmu, Sayang.

Aku tidak ingat dengan rinci bagaimana hari-hari berikutnya bergulir, yang pasti aku berakhir mendekam di ruang sempit berbekal label terpidana. Sampai dengan hari ini. Sayang, tahukah engkau tak pernah sehari pun terlewatkan olehku tanpa mencecap siksa di sekujur tubuh, sebelum ditendang kembali ke tempat yang gelap, lembap, dan pengap ini? Kendatipun pernah membencinya setengah mati, kini aku merindukan sepetak permukaan bumi tempat kita berbagi kehangatan setiap malam datang. Lebih dari apa pun, aku merindumu, Sayang. Bagaimana kabarmu? Kudengar mereka memperlakukanmu dengan layak. Menempatkanmu enam kaki di bawah tanah, seperti apa yang mereka pikir akan membuatmu lebih nyaman. Cih! Kapan mereka akan berhenti sok tahu?!

Sejatinya mereka bahagia melihat kita berdua sengsara. Di balik kilah membongkar bisnis mistis, tersembunyi peta rencana untuk menghancurkan hidup kita. Meluluhlantakkan usaha yang kita bangun bersama.

Salahkah jika kita memperbaiki kehidupan dengan ilmu metafisika, dikarenakan ilmu sains yang di bawah rata-rata? Pernahkah terbersit penyesalan karena sudah menawarkan diri ikut andil dalam menyukseskan bisnis ini, Sayang? Bukankah aku sudah memilihkan bak air yang cukup luas untuk jasadmu beristirahat? Lalu mengapa mereka kukuh menyebutku pembunuh? Andai mereka tahu kau yang menawarkan diri, mungkin mereka akan berhenti memaki.

Ah, sudahlah! Ini tidak lagi penting.

Besok, semua mimpi buruk ini akan berakhir. Tahun baru menjanjikan kehidupan baru kepada kita. Pukul sembilan tepat, di awal tahun nanti, aku akan kembali padamu.

Tentu, hanya jika kau mau menerima maafku, Sayang.

.

~끝~

PANG’s Note: 100% terinspirasi dari chatroom kuliner mistis yang serunya ngalahin ghibah sekuel Star Wars. (Untuk saya pribadi) Most inspiring sih cerita pedagang yang numbalin istrinya, dan lebih rela ngelonin cobek demi kesuksesan warung. Hadeeeh ndak abis pikir..

Hal semacam ini rasanya sudah jadi rahasia publik kalau ada beberapa pedagang, apapun itu, tapi yang sering disorot adalah penjaja kuliner, yang bisnisnya selain dibumbui empon-empon, boraks dan formalin, juga dibumbui hal-hal mistis dan tentunya semakin asique untuk dijadikan bahan daily ghibah seru of the day.

Sejujurnya saya tidak merasa lebih baik dari mereka yang berbisnis dengan cara demikian, karena saya juga tidak luput dari dosa dan khilafah. Biarlah Tuhan yang mengadili.

Karena di kesempatan ini, saya sekedar menyalurkan rasa penasaran dan mencoba mencari sela dengan meraba point of view dari sang pelaku. They surely have their own reason why they decided to do it, or being pushed to do it, even sometimes it IS not even a lil bit reasonable, and kinda out of mind.

Sekian.

Btw panjang ugha ya notesnya, hhh.

Advertisements

10 thoughts on “Maafku

  1. Duh kakpang, aku suka ceritanya. Emang out of mind sih pelaku kejahatan kuliner itu, tapi setidaknya ini berhasil menjawab pertanaan terbesrku tentang mereka “Kok bisa ya mereka berbhat seperti itu? Nggak masuk akal. Nggak mikir ya?” I know it sounds harsh, tapi ya, mungkin mereka berpikir dengan cara yng lain, yang tidak menuruti logika konvensional.

    That’s all. Iluvit!

    Liked by 1 person

    1. aku terlalu terbawa issue restoran mistis maka terjadilaaah hahaha kubahagya bisa memberi sedikit gambaran pada kak Ami meski itu sekedar hasil terawangan wkkk ❤
      Terima kasih Kak Amiiii ❤

      Like

  2. KAKPANG YAAMPUN AKU TERHARU OMONGAN MISTIS KITA DI WS DIJADIIN FIKSI HEUHEU. Iya sama kaya kakput, ditunggu versi kunti sama dipangku pocongan yah jahahaha.

    Aseli kusuka kalimat-kalimatnya. Berima di bagian-bagian tertentu, terus menohok juga. Dan dan dipublish mendekati taun balu juga pas banget, seolah pas 2016 ntar doi yang bisnis mistis pada insyaf hahahah xD kusuka syekaliiii. Keep writing yah kakpaaaang muupkan komenku pendek gini :((

    Liked by 1 person

    1. “Iya sama kaya kakput, ditunggu versi kunti sama dipangku pocongan yah jahahaha.”–wahampun kalo ini watir sama bonus ditemenin mereka pas nulis ngahahahahahahahahahaha

      Maacih so muchie Kafika dah aku pun berharap akan demikian meski 0.01% kemungkinannya tapih semoga bisa bikos meresahkan 😦

      Like

  3. Tiba-tiba ingat dengan rep**tase **vest*gasi. Kakpang dari kemaren pasti bawanya protes-protes atau perspektif lain tentang orang-orang ngeselin, tapi bisa dijadiin tulisan bagus aku takjub sekali :”)

    Keep writing kak!

    Liked by 1 person

    1. trus ada mas-mas bersuara sengak yha jadi sontreknya hhahasek
      berasa edisi momentum ghibah is my inspiration (halah)
      duhla iya ini gatau akhir-akhir ini kalo masuk kemari ingetnya unek-unek trus mungkin bikos namanya writer’s secrets yha jadi marilah kita memboyong kebencian yang semula hanya rahasia ke muka publik hahahahahahaha (ketawa jahat)
      KEEP WRITING TOO TARIIII ❤

      Like

  4. buset :(( ngeri banget deh ih, numbalin istri! huhu.
    keyen banget kakpang, diksinya ih gemesin banget ya allah ajarin dong ❤

    keep writing!!

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s