Pertanyaan Anonim

tumblr_nokpf2tddT1qlwl18o1_500

credit pic: here

by aminocte

Kepada anonim yang terhormat, haruskah pertanyaanmu sesulit ini?

Apakah kamu setuju dengan pendapat berikut: ‘Ponsel pintar akan menyebabkan orang-orang bertambah pandir, sedangkan ponsel pandir akan menyebabkan orang-orang bertambah pintar’? Berikan alasannya.

Aku tertegun beberapa saat setelah membaca pertanyaan anonim – yang kurasa – salah sasaran itu. Ini situs Ask.fm, dan anonim yang sepertinya kelewat pintar itu malah menyalahgunakan situs ini untuk mempertanyakan sesuatu yang menguras cadangan glukosa otakku. Menjawab pertanyaan sederhana seperti ‘Apa bunga favoritmu?’ hingga ‘Apa yang biasanya kamu lakukan di kamar mandi?’ saja membuatku kesulitan. Kenapa tidak sekalian saja dia menanyakan perkembangan terkini dalam berbagai penyakit kronis, seperti hipertensi, diabetes mellitus, dan gagal ginjal? Butuh ribuan halaman untuk menjelaskannya, itu pun hanya bisa dijelaskan oleh para pakar, bukan oleh mahasiswa tahun kelima yang kebelet ingin lulus seperti aku ini.

Halo, anonim yang terhormat, apakah kamu pikir aku ini profesor? Bukan, wahai anonim yang terhormat. Aku hanya seorang mahasiswa kedokteran yang baru selesai kepaniteraan klinik dan musti menunggu beberapa bulan lagi untuk ujian kompetensi. Pertanyaan seperti itu tidak pernah muncul di puluhan blok yang pernah kuikuti, tidak pernah pula ditanyakan oleh para konsulen senior bergelar profesor sekalipun.

Jadi, anonim, izinkan aku untuk menjawabnya semampuku.

Aku tidak setuju. Aku sendiri merupakan pengguna ponsel pintar dan aku tidak merasa bertambah pandir  sejak pertama kali menggunakannya.

Di sisi lain, bisa saja ponsel pintar akan menyebabkan orang-orang bertambah pandir, sedangkan ponsel pandir akan menyebabkan orang-orang bertambah pintar. Lihat saja sekarang, semuanya ada di ponsel: kamera, kalkulator, kurs mata uang, agenda, catatan. Orang-orang menjadi bertambah malas. Bukankah malas adalah pangkal dari kebodohan?

Sementara itu, ponsel pintar yang ada sekarang merupakan hasil pengembangan para ahli yang jengah dengan ponsel  pandir, yang tidak bisa melakukan apa-apa selain menelepon. Kemudian, fitur SMS ditemukan dan fitur MMS diciptakan, bersamaan dengan fitur akses internet dengan kecepatan bekicot. Hingga sekarang, ponsel sudah semakin pintar dengan berbagai fungsinya (yang pasti sudah kamu ketahui).

Maaf jika jawabanku kurang memuaskan. Mungkin sebaiknya kamu bertanya pada mereka yang lebih ahli. Atau, jika kamu ingin mendapat respons cepat, coba buka quora.com dan bertanyalah di sana. Semoga beruntung.

Selesai.

Aku langsung mengklik tombol Answer segera setelah itu. Kulihat jam di sudut kiri layar laptopku, sudah pukul 23.38. Aku harusnya tidur delapan menit yang lalu, tetapi harus tertunda gara-gara pertanyaan anonim yang salah sasaran ini.

Dan, sayangnya, tidurku harus tertunda beberapa menit ke depan karena ponselku berbunyi.

Tunggu… dari Aris? Ada apa dia meneleponku malam-malam? Berbicara denganku saja jarang. Sekalinya bertemu dengannya, ia pasti menyindir atau menceramahiku soal pola hidup sehat. Jangan terlalu banyak minum kopi, jangan terlalu sering bermain gawai di tempat gelap, perbanyak konsumsi sayur dan buah agar tidak sembelit dan tidak jerawatan. Hah, seperti dokter sungguhan saja.

Akhirnya kuterima juga panggilan darinya setelah kubiarkan beberapa saat. Mana tahu ia ingin membicarakan sesuatu yang penting dan mendesak. Seperti meminjam uang untuk try out ujian kompetensi, misalnya.

Ugh, jangan sampai hal itu terjadi. Aku juga sedang kere, tahu.

“Halo, Aris, ada apa?”

“Terima kasih, Nit.”

Aku mengusap tengkukku, geli bercampur ngeri. Aris kerasukan apa bisa mengucapkan terima kasih seperti ini? Setahuku, majas yang ia gunakan hanya dua macam: sinisme dan sarkasme. Atau dua-duanya. Terkadang bercampur dengan narsistik, yang walaupun dalam kadar rendah, membuatku ingin mendengus sebal mendengarnya.

“Lho, terima kasih untuk apa?”

“Untuk menjawab pertanyaan di Ask.fm kamu. Terima kasih sudah menyelamatkanku dari insomnia malam ini.

“Jadi anonim itu kamu? Kukira siapa.”

“Iya.. haha, maaf ya. Tidak kusangka jawabanmu cerdas juga.”

“Apa maksudmu? Jadi selama ini aku tidak cerdas, begitu?”

Tut.tut.tut.

Ck, dasar Aris. Sudahlah menyamar sebagai anonim, menanyakan pertanyaan rumit, tetapi tidak penting, mengganggu waktu tidur orang, memuji dengan nada sarkastis, tidak gentle pula. Menutup telepon sebelum menyelesaikan pembicaraan, itu apa namanya kalau tidak gentle?

Mengharapkan Aris bersikap gentle seperti mengharapkan salju turun di Indonesia. Untuk saat ini, kemungkinannya nol alias mustahil.

Tunggu, mengharapkan Aris bersikap gentle … memangnya aku siapa?

fin

  • Ini bukan fic yang baper-able.
  • Mohon kritik dan sarannya :).
Advertisements

19 thoughts on “Pertanyaan Anonim

  1. Halooo amiiii! Ahaha emang yah pertanyaan di ask.fm tu kadang suka aneh-aneh. Aku juga kadang-kadang sampe bingung mo jawab apa coba -_- dari mulai nanya warna baju yang dipake sekarang, sampe inisial cinta pertama yeuh rada nyebelin ya kadang hahaha. Btw iyaya Aris ga gentle sumpeh. Keep writing ami! 😀

    Like

    1. Huahaha, aku juga. Akhirnya pertanyaan aneh-aneh itu kucuekin aja -,-.

      Hoho, iya nih si Aris nggak gentle deh. *malah ikutan protes*

      Siaap, keep writing juga ya kak 🙂

      Like

  2. Hai Kak Ami! Aku kalo jadi tokoh utama di sini mungkin kudu bersemedi dulu buat dapetin jawabannya hahahah. Ada satu kata yang aku suka banget di sini sampe aku baca berulang kali yaituuuuuu: ‘gawai’. Jadi inget aku dulu bikin essay dan nyari-nyari bahasa indonesianya ‘gadget’ sampe akhirnya dapet ‘gawai’. Tulisan Kakak ringan, not that baper-able tapi tetep asik dibaca. Aris gentle dikit dong! (anaknya maksa). Intinya tulisan Kakak bagus!

    Like

    1. Hai Mala, makasih ya udah baca 🙂 Iya, aku juga suka kata gawai dan sebenarnya cerita ini udah beberapa kali ketik hapus, begitu pula jawabannya si Aku..haha

      Thank you, partner 🙂

      Like

  3. Kak ami tuh ya, kalo nulis kok aku ngerasa pasti ada: satu masalah yanh selesai, satu masalah lagi yang digantungin begitu saja. Ini Aris kenapa nanya anon cuman karena insomnia?

    Tapi pertanyaan paling simple semacam, “Bunga apa yg kamu suka?” Aja aku emang masih mikir keras LOL.

    Anyway ini well written banget, kusuka 🙂

    Like

    1. Hahaha, iya, ini memang agak dodol. Aku punya masalah dalam mengakhiri cerita. Jadi, sebenarnya aku menyesal juga sudah menggantungkan perkara Aris ini. Yet, I do not know how to answer your question..haha.

      Makasih Sher, aku terharuu 🙂

      Like

  4. Hamdalah yha Ka Ami aku uda tutup ask.fm huahahahahahaa bikos taimlenku isinya wes amburadul, ndak karuan, too much users alr (sekilas info)(monggo di skip)
    But, tbh aku suka kalo dikasi pertanyaan macem diatas, yang bikin mikir tapi ndak kriting, tida seperti matekmatika dan kawanan soal pertanyaan UN lainnya, yang tidak pernah semenggiurkan ini :’
    Daripada pertanyaan macem: milih kejebak di kutub atau diadopsi gorila, gitu aku suka sawan sebelum jawab hvt
    Topiknya asik sekali, Kak, menimbulkan kekangenan fana terhadap akunku ahay
    BTW
    Kusuka ini Ka Ami (too much) ❤ Keep Writiiiing!

    Like

    1. eniwei, option anonim itu………………………………………………….cukup bermanfaat buat nanya yang topiknya rada bikin senewen yha sayangoppagapakeakunasefemhhh
      tapi juga menimbulkan satu bencana fatal, yaitu: penasaran berkepanjangan.

      Like

    2. Alo kakpang, aku setuju sekali dengan dirimu. Sekarang aku nggak pernah lagi buka akun askfm kecuali karena kangen atau ada yang nanya..hehe. Dan yes, anonim itu sangat berguna buat yang ingin bertanya aneh-aneh ataupun yang ingin menjadi stalker sejati 🙂

      Makasih kakpang, komenmu membuat aku terhura, eh, terharu 🙂

      Liked by 1 person

  5. this is the first askfm fic yang pernah aku baca! ami ini ada aja sih idenya huhuhu pertanyaan anonim dari orang yang dikenal trus abisannya orangnya tetiba bilang makasih itu manis banget ya mi hahaha.
    tulisan ami super kece!

    Like

  6. kesasar lagi ke sini dan, holla, terima kasih ceritanya yang menjadi baper-able buat diriku yang seperti molusca ini =_=

    oke, semakin ke sini gaya cerita kakak makin menyeramkan. dan aku suka. dan bikin nagih, sip.

    Like

  7. Hi, Aminocte. Aku Indah, 97line.

    Ini pertama kali aku baca cerita yang bertemakan askfm, seru deh rasanya, beda aja. Iri juga kenapa aku gak pernah ditanyai beginian, malah yang ada ‘pap’ ‘pap sama…’ ‘dip’ ‘imdesc’ ’10 kata buat aku..’ dll, capek dapet gini tapi entahlah apakah aku bisa jawab seinformatif ‘aku’ jika diberi pertanyaan macem gitu. Untung aku nge-follow orang-orang yang informatif (curhat).

    Pokoknya senang bisa baca ceritamu, Aminocte dan salam kenal.

    Like

    1. Halo, indhsky. Panggil Ami saja 🙂 (well, aku 94 line sih, senyamannya kamu aja). Haha, iya, pertanyaan di askfm suka aneh-aneh ya. Syukurlah kamu senang membaca cerita ini , salam kenal juga 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s