Rules

rules

by ADelma

.

Aku beranjak dari sofa, mendadak kehabisan minat untuk melanjutkan obrolan tentang hilangnya Kanina.

.

“Jadi kamu udah nggak ketemu Kanina selama dua minggu terakhir?”

Dru—adik perempuanku bertanya sembari menaikan kedua kaki ke atas sofa untuk kemudian bersila. Ia menyeruput seduhan robustanya sebelum menunggu jawaban dariku yang duduk di sampingnya sambil iseng mengoper-oper saluran televisi yang jumlahnya mencapai ratusan.

“Ya, begitulah.”

Entah ada angin apa Dru bertanya demikian. Tebakanku, sih, tak jauh-jauh dari urusan wanita, seperti ada rencana untuk belanja, nyalon, atau apalah. Aku cukup senang mendapati mereka akrab, terlebih Dru pernah bilang kalau dia suka dengan wanita yang sedang kukencani, tumben sekali.

“Pantesan.”

“Pantesan apanya?” Kini giliran aku yang menunggu jawaban, kuperhatikan Dru yang tampak antusias menatap uap-uap tipis yang mengepul dari bibir cangkir. “Heh, apanya yang pantesan?”

”Pantesan belakangan kamu uring-uringan terus. Kangen, ya?”

Kekehan ringan terlepas begitu saja dari ceruk bibirku. Aku tak mengiyakan maupun menidakkan. Apa, ya? Rinduku pada Kanina itu agak berbeda. Intinya, sih, bukan jenis rindu yang disertai kecurigaan atau kekhawatiran yang biasa aku rasakan di hubungan-hubungan sebelumnya.

“Tapi, kamu tahu nggak sekarang dia ada di mana?”

“Nggak.”

“Nggak mau cari tahu?”

“Belum mau, sepertinya.”

Aku beranjak dari sofa, mendadak kehabisan minat untuk melanjutkan obrolan tentang hilangnya Kanina. Yah, walau bagaimanapun juga ini adalah satu dari sekian konsekuensi yang harus kuterima saat memutuskan untuk mengencaninya.

“Aturan berkencan denganku nggak sulit. Salah satunya adalah, kalau suatu saat nanti aku menghilang, kamu nggak usah nyari,” katanya waktu itu. “Kenapa? Pertama, karena aku nggak akan melakukan hal-hal aneh. Kedua, karena itu semacam katarsis buat aku. Ketiga, yah, karena aku pasti balik lagi. Kamu bisa pegang ucapanku, kan, Ku?”

Ya, tentu saja.

.

Advertisements

6 thoughts on “Rules

  1. Dru…Drupadi kah?
    Jadi merasa kalau Kanina itu unik, dan Pangku bisa mengikuti caranya Kanina. Kayaknya mereka berdua ini pasangan antimainstream deh :).

    Like

    1. bukan drupadi mi… ini drudbu ((judul sinetron dong???)) hahaha. makasih udah baca ya miii ^^

      Like

  2. NISAA ITU GAMBARNYA KIKO KAAN? PLEASE SAY YES, kalo nggak ntar aku isin heu :” ih tuh kan setiap ada kanina gitu yang muncul di kepalaku tuh mesti kiko. duh meni keren lah kamu nisaaaa huhu. dan sama kayak ami, kanina tuh unik yaaa, hehe. apalagi peraturan ketiganya… gimana pangku ngga percaya xD ih suka suka sukaaaaa nulis mereka lagi ya nis yaaaa? hehehehe. syemangat ❤

    Liked by 1 person

    1. YES FIKA YES!! ITU KIKO!! lagi bingung cari poster, terus keinget kamu kebayang kiko tiap ada kanina maka aku pun jadi pake fotonya kiko. thanks fika, you are the real woman hahahaha. siap! nanti kalo ada inspiresyen aku akan nulis mereka lagi, makasih banyak ya fiiiik dah baca ^^

      Like

  3. “Ketiga, yah, karena aku pasti balik lagi.”
    Entah kenapa dari karakter Kanina di fic sebelumnya, dia tipe yang cocok banget buat bikin rules aneh tapi does exist macem begini. Dan ngga bakal dilanggar. Yakin deh bakal balik. Namanya juga Kanina.
    (sotoy yha sotoy)
    (pls make it happen kanis)
    (cerewetakucerewet)
    Love your character evenmore, Kanis ❤ seryussssssssssan ❤

    Like

    1. ya balik lagi pasti, karena kalo gada yang mau nerima dia selain si pangku ((lho???)) hahaha makasih kakpang duh hari ini kakpang visitin postingan aku, jadi senang bingit kaaaan :>

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s