Pasti Bukan

by liakyu

.

Yang dicari Ferdi pertama kali sehabis mendarat di Jambi bukannya tempoyak, tapi Gaul.

Lengkapnya Ahmad Fangaul, sahabat kepompongnya di SMA. Gaul orangnya tidak gaul, tidak suka merokok atau minum-minum (kecuali minum susu). Punya bau badan yang jelas mengalahkan tempoyak mana pun. Kulitnya begitu keling, yang jika hidungnya agak mancung, bakal dikira Negro. Jika diejek tak pernah marah, tapi tersenyum lebar bagai orang majenun. Jika disuruh-suruh bagai budak, ia mau-mau saja, bahkan mengatakan terima kasih. Ferdi dan Gaul bahkan menyukai cewek yang sama; Siska Sulastri, yang diperpendek jadi Sisri, dan sekarang sudah punya suami dan dua anak.

Setiba di rumah Gaul, yang merupakan susunan papan-papan rawan diterpa angin puyuh, Ferdi mengetuk pintunya. Tidak keras, tidak lembut. Suasananya amat sepi, seperti tak dihuni lagi rumahnya. Di teras, ada satu bangku yang serat bambunya mencuat-cuat, kalau diduduki dijamin bikin bokong meringis.

Ferdi skeptis jika ada yang akan membukakan pintu, jadi dia sudah bersiap mundur. Tapi ternyata pintu itu membuka, menampakkan sosok tua bersahaja yang sudah ia anggap ibu kandung keduanya.

“Siapo?”

Ferdi mengerjapkan mata, menunjuk diri sendiri dengan telunjuk kanan. “Ini Ferdi, Buk.”

“Ferdi kawannyo Gaul?”

Ferdi mengangguk sambil tersenyum, lalu menyodorkan sesuatu.

“Aku bawak pempek jugo.”

.

“Gaul la jadi manajer di perusahaan kontraktor. Tengok be, jasnyo oke nian. Pake minyak wangi. Punyo duit banyak, tapi ditabung dulu buat beli rumah baru.”

Terngiang lagi ucapan ibunda Gaul (beserta selipan decap kenikmatan pempek di lidahnya) tadi, yang lebih kencang daripada suara radio di taksi. Wah, baguslah. Gaul sudah sukses. Walau tak pernah Ferdi duga sebelumnya.

“Gaul lagi kerjo. Maklumin yo. Tiap hari lembur. Hari minggu pun kerjo. Gaul tu pekerjo keras nian.”

Ferdi sendiri cuma jadi karyawan biasa di perusahaan percetakan di Jakarta. Penghasilannya lumayan, tapi tidak banyak. Tidak bakal membuatnya jadi kaya.

Ferdi tidak merasa iri. Tidak. Ia hanya murung.

Tiba-tiba roda taksi berdecit, tubuh Ferdi dan sopir sedikit terlempar ke depan. Buyar lamunan Ferdi.

“Napo, Pak?”

“Ini nah, macet gara-gara mobil orang sembarang parkir. Tukang parkirnyo jugo begok,” dumel Pak Sopir.

Ferdi menerawang ke luar jendela. Macetnya memang lumayan, tapi ini hanyalah seperseribunya kemacetan Jakarta.

Tukang parkir sedang sibuk mengurusi kemacetan yang secara teknis ia ciptakan. Ia sudah mulai panik karena protes klakson-klakson. Tangan kirinya melambai-lambai cepat, menyuruh kendaraan yang mengantre untuk maju lebih dulu, dan tangan kanannya menahan mobil biang masalah supaya jangan mundur.

Saat itulah, mata Ferdi tertuju pada sang tukang parkir bertopi oranye. Ferdi tidak mengidap miopi, jadi ia bisa melihat jelas tampangnya.

Matanya melebar.

Walau sudah lama tidak bertemu, Ferdi yakin wajah Gaul akan begitu-begitu saja. Mustahil bakal bertambah putih atau ganteng.

Tapi sumpah, mirip sekali.

Ferdi menampar pipi kanannya.

Ha, mana mungkin. Jelas-jelas Gaul jadi manajer. Jelas-jelas dia punya banyak uang. Jelas-jelas dia pakai jas keren saat kerja. Ferdi yakin sekarang Gaul sedang duduk di kursi empuk, menaikkan satu kaki, tanda tangan ini, suruh-suruh itu.

Tidak mungkin si tukang parkir bego itu Gaul.

Tidak mungkin Ibu Gaul bohong. Tidak mungkin Gaul bohong.

Toh, wajah seperti Gaul juga kodian.

Pasti bukan.

Pasti.

.

 

Note:

  1. Semoga masih termasuk dalam fiksi bahasa daerah. Orang Jambi lebih dikenal dengan logatnya sih HAHAHA.
  2. Nggak pakai footnote, tapi udah pada ngerti kan ya? :”
  3. Lagi kena webe parah, dan aku yakin banget berpengaruh di sini :”
Advertisements

13 thoughts on “Pasti Bukan

  1. Ah, kaak.. bagian akhir ceritanya bikin napas trhenti sejenak *halah*. Gatau harus percaya sama penglihatannya Ferdi, ato ucapan ibunya Gaul. Soalnya manajer jarang lembur sih ._. Ah sudahlah, mana mungkin tukang parkir berjas berminyak wangi semriwing, hahaha *ikut2an Ferdi*

    Kece kak ceritanya. Pendek tapi cetarr gitu. Sukses bikin aku termenung mikirin nasib ._.

    Like

  2. gek dulu gek dulu payo kito pokus di acara makan pempeknyo haha liaaaa baco ini beraso ngecap cukonyo langsung! sedap, gurih, teraso iwaknyo!
    ini serius li kena webe? keren gini lho ceritanya aduh si ahmad fangaul mungkin ngaku manajer biar emaknya bahagia ya, a sad little white lie, tapi ya mungkin ke sanalah gaul berpikir.
    this is great! aku suka bahasa jambi karena ada lagu-lagunya trus orang jambi kalo ngomong cengkoknya mendayu enak banget di telinga.
    fiksinyo elok nian!

    Like

  3. argh liaa aku masa jadi penasaran cengkoknya bahasa jambi gara gara baca komen kaeci hehe. abis ini mo nyari video orang jambi ngomong ah di yutub xD terus terus… iyaa aku mikirnya mungkin gaul sedikit ngelakuin white lie ke ibunya biar beliau bahagia, mungkin? tapi beneran heart-breaking sih li apalagi pas baca deskrip terakhir pas ferdi lagi naik taksi heu :” btw kamu webe di mananya haaaah. ini asik kok bahasanya hehe. dan pembenarannya udah dikasih tau kakput x)) so, so, so keep writing yah liiii, semoga cepet enjoy nulis lagiii atuh hehe.

    Like

  4. Plot twistnya sudah akan saya duga seperti ini sebelumnya. Tapi karena tulisannya sukses bikin hanyut ke cerita, jadi jatohnya apik. Ah, sederhana tapi cantik sekali.

    Like

  5. Wadooooh ini apooo /ampuni aku/

    Kak Lia, inimah amanat nya kita bisa di atas terus kadang di bawah ya? Terus yang nabil tangkep ibunya gaul pengen anaknya keliatan bagus di mata orang /tabiat emak-emak/ eh iya gasih?

    Like

  6. Lia, ini bagus banget, lho, aku nggak bisa mendeteksi jejak-jejak webe di sini. Pembenaran yang dibuat oleh Ferdi di bagian akhir justru membuat ceritamu makin ngena. Dan aku mikir Gaul menutupi semuanya, eh pas baca komennya Nabil, bisa juga diinterpretasikan seperti itu ya, emaknya yang berusaha menutupi agar Gaul terlihat sukses.

    Keep writing ya, Lia 🙂

    Like

  7. LIA AIMSYU LIAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    AKHIRNYO DATANG JUGOOOOOOO
    ENGGA INI GA NGARUH BENERAN WEBE HANYALAH MITOS LIIIII

    PLOT TWISTNYA KUCINTA LIII
    YAAMPUN
    nyeseknya tuh :”
    Apa ya kalo aku nafsirkannya jadi, si Gaul ngga bohong apa-apa ke ibunya.. Bener kan dia jadi manajer, toh kerjaan dia nge-manage parkiran…dia ngga salah, cuma kreatif dalam mengolah kata…demi kebahagiaan si ibu juga mungkin
    Trus jasnya keren…tukang parkir mungkin pake rompi atau seragam buat mereka yang official (duh la apapula official cam lightick oppa saja official), dan yang dikira mamaknya jas adalah hal tersebut :”
    Dia juga sibuk dari Senin sampai Minggu bikos jalanan mana pernah ada libur
    TAPI TETEP AJA NYESEQNYA LIAAAA YOU GOT ME AT THIS!!!!
    “Pasti bukan.

    Pasti.”

    :”
    Aku clueless itu kenapa ada gambar taksi padahal temennya jadi manajer trus ya terus di sinilah aku mencak-mencak kena plot twist!

    LIA LEMME HUG YOUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU ❤ ❤ ❤
    (((Lia mengapa kau bawa pempek segala ngidamlah aku jadinyaaaa)))

    KEEP WRITING LIAAAA!!!!! ❤

    Like

  8. Aku baca ini feelnya macem-macem sih. Soalnya Ferdi tuh sempet kayak iri gitu, aku kesel di situ. Tapi pas dia nemuin “Gaul” jadi tukang parkiran, malah in denial gitu. Ya gak tau sih, mungkin emang bukan dia LOL.

    Iya kak lia kena WB parah tapi gak ngaruh sama sekali sih di tulisannya, pembawaannya masih ngalir nyenengin gitu, dan perasaannya ferdi kerasa.

    Terus nulis kak ♥♥

    Like

  9. Gaul jadi manajer parkir. Haduuuhh, ngakak aku XD
    Ferdi kaget banget pasti.

    Pasti itu Gaul. Lol

    Lia lagi WB parah, tapi bisa bikin cerita sebagus ini. Tulisannya ngalir cantik.

    Keingat WB juga melanda saya sekarang ini. Hiks… 😦 *abaikan*

    Keep writing yaa.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s