[Writing Prompt] Cousin Problem

Cousin Problem - Angelina Park

Boneka porselen

by Angelina Park

.

Dari kejauhan selalu kulihat dirinya yang diliputi keramaian. Bahkan hanya dengan duduk diam saja ia mampu menarik atensi setiap orang yang lengah. Kuakui ia memang sangat cantik, memiliki pesonanya sendiri kala menatap sang lawan bicara. Jujur, aku terbuai oleh tatapan tajamnya yang memikat.

Ia hanya seorang gadis biasa, berusia enam belas tahun dengan tinggi di atas rata-rata teman seusianya. Kakinya jenjang, bentuk tubuhnya proporsional dan yang paling membuatku sangat mengaguminya ialah rambut pirang gading panjangnya yang bergelombang menyentuh pinggangnya, tak lupa mata hijaunya yang jernih.

Sepertinya aku sudah bukan dalam tahap mengagumi.

Lebih tepatnya, aku tergila-gila.

I found you. Where have you been? Manajer mencarimu dan kau dengan teganya membiarkanku menunggu di sini hampir dua puluh tiga menit.”

Ia seorang perfeksionis, terlihat dari intensitasnya mengusik waktu di tiap putaran jarum jamnya. Aku hanya tersenyum kecil, memberinya tanda untuk berjalan di sampingku agar kami bisa segera menghadap sang manajer.

Kabar baiknya ialah; kami memiliki satu manajer yang sama.

Just looking for a cup of coffee and a piece of cake. Aku menemukan salah satu cabang kafe langgananku di sini.”

Ia mengangguk sekilas, menjauhiku sebentar untuk menanyakan keberadaan manajer kami pada salah satu kru pencahayaan. Aku memilih duduk di kursi terdekat karena lelah. Jujur, aku belum tidur sejak kemarin dan syukurlah kafein yang kuminum tadi berhasil mengurangi rasa kantukku.

Suara entakkan heels-nya membuyarkanku dari lamunan. “June Oppa sedang makan siang ternyata. Setidaknya kita punya lebih banyak waktu untuk istirahat.”

Kakinya kembali bergerak ke arahku lalu ia duduk di sampingku, memejamkan matanya barang sebentar. Aku tahu pasti bahwa ia sama lelahnya denganku. Menerima kontrak kerja dua minggu berturut-turut adalah hal yang menyenangkan sekaligus melelahkan; menyenangkan karena sesi pemotretan dilakukan di tujuh negara berbeda dan lelah karena itu artinya kami harus berperang dengan rasa penat terutama jetlag.

Aku sangat tahu bahwa Cheonsa tak pernah bisa mengatasi jetlag-nya tanpa obat.

“Kau sudah makan obatmu, kan?”

Mataku menatapnya, melihat anggukan kecil yang ia buat sebagai jawaban. Kami baru saja sampai di sini semalam―lebih tepatnya jam tiga pagi tadi. Beruntungnya aku karena memiliki waktu lima jam sebelum sesi pemotretan pertama. Namun tidak dengan Cheonsa, ia langsung berangkat ke salah satu spot pantai yang cukup jauh dari bandara demi mengejar sunrise pukul enam pagi.

Kuusap kepalanya dengan lembut, menyingkirkan poninya agar tak mengganggu kelopak matanya yang tertutup. Kuingat dengan jelas saat pertama kali aku bertemu dengannya. Pertemuan keluarga sepuluh tahun yang lalu.

Berbeda denganku, Cheonsa memang memiliki cita-cita sebagai model sejak kecil. Kedua orangtuanya memperlakukannya bak seorang putri, tak jarang pula ibunya mengajaknya ke salon untuk perawatan agar gadis kecilnya itu selalu nampak sempurna. Dengan darah campurannya juga perawatan itu, maka jangan heran Cheonsa di masa kini menjadi begitu cantik.

Seperti boneka porselen, jika boleh aku tambahkan.

Oppa, lebih baik kau makan. Perutmu bisa sakit jika hanya diisi french vanilla tak bergunamu itu.”

Itulah Cheonsa, gadis yang akan mencaci segala hal yang tak ia sukai. “Aku sudah makan kue, remember?”

But you still have to eat. Makan sungguhan, Jisoo Oppa. Kau tentu tahu maksudku.”

Kini ia membuka kelopak matanya, membuatku lagi-lagi harus menatap bulatan hijau jernih miliknya. Terlihat sangat sayu memang, namun tertutup sempurna oleh make up sehingga matanya tetap terlihat besar juga cantik.

Aku menghela napas lalu tersenyum kecil padanya. “As your wish, princess.”

Kucium pipinya lalu bangkit dari duduk untuk mengambil kotak makanan di meja konsumsi. Aku sudah tak lagi menoleh ke belakang, namun aku dapat dengan jelas mendengarnya menggerutu di belakangku.

“Dasar, cousin complex.”

Bukan hanya sekali, aku terlampau sering mendengar kalimat itu dari mulut pedasnya. Seperti boneka porselen, bukan hanya parasnya saja melainkan juga keangkuhan yang sudah melekat dalam dirinya.

Cheonsa adalah gadis yang akan mencaci apa pun hal yang tak ia sukai, termasuk seorang cousin complex sepertiku.

Singkatnya, ia tak suka padaku―namun tak lantas membuatku berhenti menyukainya. Masa bodoh dengan apa pun yang dikatakan orang lain, hanya aku yang mengetahui apa yang kurasakan.

Aku jatuh cinta, dan rasanya tak bisa berhenti walaupun gadis porselen itu menolakku berkali-kali.

.

FIN

Advertisements

13 thoughts on “[Writing Prompt] Cousin Problem

  1. Halo, Angel ^^ ketemu di sini ^^
    plotnya sweet banget, kamu terbiasa nulis yang manis-manis ya, kayak aku dulu. nah, mewakili segenap insan Writers’ Secrets, aku mengucapkan terima kasih karena Angel sudah berpartisipasi dalam event ini ^^
    nulis-nulislah terus ya ^^

    Liked by 2 people

    1. hei juga kaeci^^ iya kak hehe, fluff itu something awesome aja, walaupun plot kadang suka cheesy sama pasaran kkk. sama-sama ya kak, sukses terus juga ws-nya 🙂

      Like

  2. halo, angel. aku fika, salam kenal yaaa. wah ini kali pertama baca ficmu dan… omg aku suka bangeeeeet. ini manis, dan romantis (okay i dont usually use that word, but yeah). romantis dalam hal yang bagus, yang real gitu hahahaha. dan mendengar kata cousin complex aku tuh yang: oke ternyata selain brother/sister complex, ada juga cousin complex hahahaha. udah gitu kamu ngegambarin penampakannya cheonsa asoy banget lah. kusukaaa x))
    keep writing yaaa 😀

    Liked by 1 person

    1. salken juga kak fika^^ hihi sebenernya sih ga ada sumber pasti, angel ngira-ngira aja kalo ada brother/sister complex mungkin cousin juga bisa /lalu ditendang karena ngarang sendiri/ karena cheon udah satu jiwa sama angel jadi entahlah, penggambarannya lebih kurang kayak gitu, hehehe. thanks kak 🙂

      Like

  3. Alo Angeeeel!!! Nice to met you on a rainy day today, and your sweetness makes my day!
    Ada setrum-setrum tajamnya dari sensasi ‘wahanjir cousin’ yang dikasi kemasan se-sweet ini omonaaaaaa ❤
    Anw, thanks for participating yha… and looking forward for your next writing! ❤

    Liked by 1 person

  4. Hai, Angel, salam kenal, ya :).
    Angel, dan.. Cheonsa. Tiba-tiba aku menemukan keterkaitan di antara nama kalian berdua.
    Aku suka ceritanya, manis dan enak dinikmati. Aku juga baru tahu ada cousin complex, dan yah mereka unyu-unyu gimana gitu ya, walaupun Cheonsa kayaknya lebih dominan.

    Ada dua hal yang menjadi perhatianku dalam cerita ini, sebenarnya. Pertama di bagian ini:
    Menerima kontrak kerja dua minggu berturut-turut adalah hal yang menyenangkan sekaligus melelahkan; menyenangkan karena sesi pemotretan dilakukan di tujuh negara berbeda dan lelah karena …. .
    Mungkin untuk konsistensi dan menjaga maknanya, kata ‘lelah’ bisa disamakan dengan kalimat sebelumnya, menjadi ‘melelahkan’.

    Kedua, pada bagian ini: “Just looking for a cup of coffee and a piece of cake. ” Sejauh yang aku tahu, a piece of cake itu semacam ungkapan yang berarti ‘sesuatu yang sangat mudah untuk dilakukan’. Saranku saja, mungkin lebih baik bila kamu menggunakan ‘a slice of cake’ yang memang berarti ‘seiris kue’.

    Keep writing yaa, dan terima kasih sudah meramaikan event ini :).

    Liked by 1 person

    1. salken juga kak^^ kita sibling dua dunia kak, makanya namanya mirip hehehe /lalu dibuang/ cousin complex tuh suatu hal ngasal yang ternyata makin ke sini makin ucul buat ditulis kkk.

      ohh, itu malah kukira kalo katanya sama jadi aneh makanya angel bedain. nah itu dia kak, englishku masih perlu belajar lagi, hehehe. thanks koreksinya kak 😀 sama-sama, sukses juga ws-nya 🙂

      Liked by 1 person

  5. Aku lagi seneng sama Jisoo HAHAHA, so menemukan ini rasanya, lah ini Jisoo, lah aku mau.

    This is so sweet, dan deskripsi soal Cheonsanya tuh, suka banget, bukan karena she’s such a pretty lady, tapi gimana kamu merangkai katanya itu cantik 👍 Dan ini unyunya mereka bikin iri X)

    Koreksinya udah sama kak ami, nambahin aja, harusnya “As you wish,” kalau as your wish tuh… kayak incomplete sentence, harusnya punya lanjutan. Mungkin ini typo?

    Anyway, keren sekali bikin ini kilat dan hasilnya bagus, ditunggu tulisan kecemu yang lain X)

    Liked by 1 person

    1. jisoo sekarang udah mulai ketularan gesreknya boosoonseok kak jadi tolong maklumi ya xD kalo deskripsiin cheon emang kadang suka kebawa sendiri, seakan dia malaikat dari dunia lain, hehe. ohh gitu ya kak, lupa juga sih itu emang angel nulisnya you apa your, ternyata artinya beda, hihi. lagi ga ada kerjaan waktu itu makanya langsung bikin. thanks ya kak 🙂

      Like

  6. wow, jujur aku takjub karena kamu kilat banget ngerjain prompt-nya. Nice :)) meski aku ndak tau jisoo yang mana, tapi paling nggak aku punya bayangan sendiri tentang cheonsa. dan tentang gimana hubungan mereka yang cuma sepupuan, aduh, itu menggemaskan banget deh. cara kamu bercerita juga asik. terima kasih sudah berpartisipasi :)) keep writing!

    Liked by 1 person

    1. hihi, lagi ga ada kerjaan kak makanya langsung dikerjain. jisoo adalah pangeran berkuda putih yang selalu merasuki mimpiku /dikeplak fansnya/ mereka emang ucul kak kyaaaaaaaaaa suka bikin gemes sendiri, pengen kucubit rasanya. thanks juga kak, sukses ws-nya^^

      Like

  7. hihi thanks kaput^^ eh iya kah? malah kadang pas baca ulang angel suka ‘nah, kalimatnya kok muter-muter gaje ini xD’ bagus deh kalo suka. entah kenapa kalo nyeritain cheon segalanya mengalir gitu aja, mungkin karena udah sehati sama cheon #SiblingHitsDuaDunia2k16

    engga kok, eventnya ucul kkk. waa kaput tau aja namaku, jadi enak :3 hehehe. sukses juga ws-nya kak 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s