[Writing Prompt] The Universe in Your Eyes

Cover

Spectacles

by Io

[cr image: here]

.

“Kau tidak pernah peduli dengan fashion sebelumnya,” komentar gadis itu, curiga. “Dan aku tak yakin kacamata yang kau pakai saat ini bisa dikategorikan sebagai … fashion.”

.

Regis Marlowe menatap refleksinya di cermin dengan kekhawatiran yang jelas terlihat. Sebuah kotak kecil persegi panjang berwarna putih tergeletak dengan tutup terbuka. Pria itu menjilat bibir, suatu kebiasaan yang dilakukan kala merasa cemas, lalu mendesah pelan. Ia kehabisan stok. Dari semua hari, kenapa hal seperti ini harus terjadi sekarang?

Pria bersurai hitam itu melirik ponsel yang tergeletak tak jauh darinya, menimbang-nimbang apakah ia harus menelepon kekasihnya, Estelle, dan membatalkan kencan mereka hari ini. Ia tak ingin keadaannya yang seperti ini diketahui oleh sang kekasih. Namun di sisi lain, membatalkan kencan secara mendadak berarti ia harus menghadapi rentetan pertanyaan yang tentunya akan dilontarkan oleh si gadis saat mereka bertemu di kampus besok. Dan Regis tak mau berkata dusta akan alasannya. Tidak saat ia telah membohongi gadis yang ia sayangi mengenai sesuatu yang telah menjadi bagian dalam hidupnya selama ini.

Menghela napas panjang sembari memijat keningnya, Regis pun menghampiri lemari kayu di seberang ruangan. Dari lemari itu, si pria mengambil sebuah kotak using persegi panjang yang isinya entah akan menjadi penyelamat atau malah menjadi petaka untuknya hari ini.

*

Lima belas menit perjalanan kereta bawah tanah plus sepuluh menit berjalan kaki, Regis tiba di flat Estelle tepat pukul empat sore. Ia berdiri mematung seperti orang bodoh di depan pintu kayu gelap itu, pikirannya disibukkan oleh skenario-skenario yang semuanya berakhir meninggalkan rasa pahit di lidah. Mengedik pasrah, pria bersurai hitam itu pun menekan bel dan menunggu.

Tak butuh waktu lama bagi sang kekasih untuk membukakan pintu. Gadis bersurai pirang itu membuka mulut, namun kemudian menutupnya kembali dan terpaku sesaat—atensinya tersita oleh benda yang tengah bertengger di hidung kekasihnya sekarang ini. Senyum yang sebelumnya terukir di wajah ayu itu menghilang.

“Kau memakai kacamata.”

Regis memutar mata. “Duh.”

“Kacamata buruk rupa berlensa tebal, kalau aku boleh menambahkan.”

Pria itu menggurutu dalam hati, sudah menduga akan mendengar komentar sadis Estelle yang acap kali tanpa sensor tentang kacamata yang tengah dipakainya.

Fashion,” jawabnya singkat.

Estelle menyipitan mata. “Kau tidak pernah peduli dengan fashion sebelumnya,” komentar si gadis, curiga. “Dan aku tak yakin kacamata itu bisa dikategorikan sebagai … fashion.

“Manusia berubah,” elak Regis, memasukkan tangan ke kantong mantelnya dan berharap si gadis menanggalkan pembicaraan ini. Ia pura-pura tertarik dengan pot bunga yang berada di ambang jendela.

“Tidak dalam sehari,” sahut kekasihnya.

Nihil.

Regis menahan diri untuk menghela napas. Dari nadanya saja pria itu tahu kalau kekasihnya malah semakin curiga. Jutaan alasan berputar dalam benaknya, namun mengutarakan alasan itu berarti ia berdusta pada Estelle—suatu hal yang benar-benar tidak ingin ia lakukan.

Estelle memiringkan kepalanya. “Regis, kenapa kau memakai kacamata?”

Si pria terdiam sejenak. Dari balik kacamatanya ia menatap manik abu Estelle yang mencerminkan keingintahuan, namun di saat yang sama tak akan memaksanya berbicara kalau ia memang tak mau membahasnya. Pria itu mengacak rambutnya dengan gelisah sebelum akhirnya menunduk, berucap pelan, “Boleh aku masuk?”

Tanpa kata Estelle mengijinkan Regis masuk ke dalam flatnya. Ia menatap punggung sang kekasih dengan pandangan menyelidik. Hanya perasaannya saja, atau memang Regis tampak sangat kikuk hari ini? Terakhir mereka bertemu kemarin dia baik-baik saja.

Estelle mengikuti Regis yang mengambil tempat duduk di kursi kayu dekat jendela dan menempatkan diri di hadapannya—menunggu.

“Ah….” Regis menarik napas panjang. “Janji kau tidak akan membenciku?”

Estelle mengangkat alis, namun toh ia mengangguk mengiyakan.

Kembali menarik napas, perlahan pria itu pun melepas kacamata berlensa tebalnya.

Estelle mencondongkan tubuh, penasaran. Saat ia melihat apa yang sebenarnya disembunyikan Regis di balik kacamata buruk rupanya, gadis itu membelalak. Satu dari dwimanik cokelat Regis yang tak pernah terhalang oleh kacamata sebelumnya digantikan oleh paduan biru dan cokelat, dengan warna biru yang mendominasi. Ia menarik napas tajam.

“Regis, matamu….”

“Aku tahu,” potong Regis cepat, membuang muka. Pria itu tak bisa menyembunyikan kegetiran di nadanya. “Menjijikkan, bukan? Biasanya aku menutupinya dengan lensa kontak. Tapi hari ini aku kehabisan stok dan belum sempat menghubungi dokterku lagi.”

“Menjijikkan?” ulang Estelle keheranan. Ia lalu membingkai wajah Regis dengan telapak tangannya, memaksa pria itu untuk memberinya atensi penuh. “Regis, apa yang kau bicarakan?”

Dan ia melihatnya. Ia melihat kata-kata apa yang biasa menyambut manik yang partikular itu—Estelle bisa membacanya hanya dengan melihat raut wajah Regis saat ini.

Freak.

Ugly.

Unnatural.

Oh, Regis …” Membelai lembut pipi kekasihnya, dengan sorot mata hangat Estelle melanjutkan, “tidak ada yang salah dengan matamu. Heterochromia iridium[1] bukanlah sesuatu yang perlu kau sembunyikan. Apalagi merasa jijik.”

Gadis bersurai pirang itu menatap lekat manik biru dan cokelat milik Regis. Sungguh, bagaimana mungkin Regis mengira ia akan jijik dengan manik seindah itu? Estelle tak habis pikir. Bibir pink gadis itu pun merekah, meliuk membentuk senyuman yang menyejukkan. Ketulusan terpantul jelas di matanya.

“Sungguh, kau memiliki manik terindah yang pernah aku lihat, Reg. It’s like the whole universe trapped in your eyes.

Mata Regis melebar.

Oh.

Oh.

Semburat merah menghiasi pipi Regis. Pria itu terdiam, kehabisan kata-kata. Namun tak ayal lagi, setelah selama ini hidup dalam insekuriti keabnormalan yang hanya menyisakan kenangan buruk, kelegaan luar biasa menyelimuti Regis kala Estelle menerima kondisi matanya—bahkan menyukainya. Ia pun menggenggam tangan si gadis, meremasnya lembut. Senyum hangat terlukis di wajahnya.

I- thank you, Estelle. Really….”

Estelle memutar mata. Namun senyuman juga merekah menghiasi wajahnya. “Silly, Reg. Ayo, kita berangkat sekarang.”

Dan Regis pun mengantongi kacamatanya.

.fin

 

Notes:

1. Heterochromia iridium – sebuah kelainan yang mana pengidapnya memiliki dua warna mata yang berbeda.

 

 

 

Advertisements

25 thoughts on “[Writing Prompt] The Universe in Your Eyes

  1. Sama kayak Estelle, aku sebenernya ngga paham kenapa ada yang merasa bahwa Heterochromia iridium itu adalah sesuatu yang menjijikkan. aneh, mungkin. unik, tepatnya. tapi ‘menjijikkan’ rasanya terlalu kuat.
    tapi aku suka banget tulisanmu, titan. kamu menempatkan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris secara teratur sehingga aku bacanya nyaman dan betah, yes, betah, that’s the word. tulisanmu ini meninggalkan kesan tersendiri, aku bahkan suka sama dialognya, ngga bertele-tele, tepat sasaran. kamu ‘mengatakan’ seperlunya.
    suka ini pake banget!

    Like

    1. It’s insecurity speaking. Tidak mudah menganggap heterochromia sebagai sesuatu yang unik. Apalagi jika kita menjadi outcast karena menderitanya :’)

      But it’s such a relief that you enjoyed this story. Seneng deh ❤ ❤

      Like

  2. WAH TITAAAAAN x)) ih aku tuh inget pernah liat kalimat prompt yang topiknya mengarah ke arah sini, dan yaampuuuun you did it so well huhu. regisnya kebayang banget sumpaaaah sama yang di foto, dan aku sukaaaa sejuta kali sama namanya. regis marlowe x)) untung namanya bukan regulus, entar aku malah keingetnya regulus black hahaha, lupakan. duuuuuh aku suka banget ceritanyaa. aduh kamu mah kalo udah bawain fantasy atau cerita yang semacam kayak gini jago banget deh ah, me love you. keep writing ya titaaan ❤

    Like

    1. aaaa thank youuu ❤ ❤

      eheh, i dunno what else to say but i'm soooo glaaaad that you like this storyy 😀
      imblushingritenowstahpit. me love you too kak fikaa XD

      Like

  3. My Regis my universe ngahaaa I ship Estelle-Regis so muchieeeeee

    And whaaa Regis-Estelle is a pair of perfection, I mean, they’re compatible for each other.. Estelle yang pembawaannya santai tapi sekali ngomong pecahlah perang dunia, Regis yang rawan insecure tapi tetap tabah menghadapi nyai estelle uwooh their characters make my day!

    EKSEKUSINYA ASIX DAN MULUS DARI AWAL SAMPAI AKHIRNYA GOLERAN DI KOLOM KOMENTAR NGAHAAAHAHAHA DABEST!!!

    Like

    1. Let the ship saiiiillss I promise it won’t saank… probably hahah /slaps/

      Dan ‘Nyai Estelle’… ya ampuun ketawa guling2 aku sekarang XD XD
      So glad that you found them compatible for each other ❤
      Estelle's characteristics are waaayy long ago already fixed but I had difficulty in deciding just what kind of character Regis would be bcoz he is kinda new to me but it ended well so yeah i'm relieved here :')

      THANK YOU SO MUCHIE PANG I WUV YUU ❤ ❤

      Liked by 1 person

  4. Ya ampun…perpaduan biru dan cokelat, dan biru lebih mendominasi?
    Aku gabisa bayangin gimana indahnya iris Regis :”
    Apalagi aku suka banget cowok bermata biru.
    Aku suka banget namanya, Regis.
    Regis dan Denis, aku suka banget nama itu.
    Dan soal ceritanya, ibi bener bener enak banget. Ringan dan ngalir.
    Sama seperti yang lainnya, aku juga suka banget sama sifatnya Estelle!
    Yabg paling fav adalah kata2 Estelle yg “it’s like the whole universe trapped in your eyes”
    Keep writting ^^

    Like

    1. Regis is currently pleased that you liked his name haha ❤

      Glad that you enjoyed this story. And thank you for the kind comment, you made my day ❤ ❤

      Liked by 1 person

  5. Waah waah kukira si Regis ini ada apa2.. kirain dia nyembunyiin apa gitu sama si estelle.. Taunya…

    Yap, sama kaya komen2 di atas, tulisan kamu asik, ga ada kalimat yg percuma menurutku. Dan karakternya juga kuat, jadi kebayang..
    Aduh, pokoknya suka laah!! :))

    Like

  6. Halo, Titan. Halo!
    Regis dan Estelle! Wuhuuu! Aku sangat enggak keberatan kalau kedepannya mereka bakal sering muncul di sini. Seriusan, chemistry mereka dapet banget. Percakapannya juga, aku tjintah pake banget ❤ lalu, lalu soal irisnya Regis, oh, aku jadi keinget Benedict Cumberbatch, boro-boro menjijikkan, itu mah justru semacam… keindahan mana yang engkau dustakan? AHAHAHA. Duh, ngomong apa aku.

    Pokoknya ini keren, keep writing!!!

    Like

    1. hi kak nisa 😀
      seneng deh kalau chemistry mereka kelihatan di sini ❤ ampun, padahal aku sempat jambak rambut gara-gara frustasi sama interaksi regis-estelle hoh 😥

      duh, bener banget. heterochromia itu kalo minjem kalimatnya kak nisa beneran "keindahan mana yg engkau dustakan" aah tapi sayang kebanyakan orang ngga berpikiran seperti ini 😦

      ayesh, thank you kakaa ❤

      Like

  7. Titan, aku sepakat sama Kak Nisa, kayaknya Regis-Estelle harus muncul lagi di sini dalam kesempatan lain. Aku sukaaaa banget sama mereka, ya chemistrynya, ya percakapannya yang berisi, ya karakter mereka. Aku mengerti gimana insecure-nya Regis soal heterochromia iridum-nya itu, tetapi aku nggak bisa nggak setuju dengan Estelle. Mata Regis, biar berbeda warna, bukan indikasi ketidaknormalan, tetapi suatu keindahan yang mungkin nggak semua orang mengerti.

    Cuma mungkin ada kalimat yang kalau diperbaiki bisa menjadi lebih menyatu dengan kalimat sebelumnya:
    “tidak ada yang salah dengan matamu. Heterochromia iridium[1] bukanlah sesuatu yang perlu kau sembunyikan. Apalagi merasa jijik.” Aku nggak yakin, tetapi mungkin bisa ditambah menjadi [Apalagi merasa jijik karenanya] atau sejenis itu.

    Keep writing ya, Titan! 🙂 I loove this story.

    Like

    1. eheh, kalau memang ada kesempatan, titan bisa kok munculin regis-estelle lagi ❤
      dan yap, tidak semua orang mengerti akan keindahan heterochromia. sayang sekali. bahkan ada yg menjadi outcast atau di-bully. i honestly don't understand how society works sometimes 😦

      aye, kak ami. thank you untuk constructive criticism-nyaa dan thank you untuk semangatnya. titan fightiiing '-')9

      Like

  8. OOH. Jadi ini cowok yang diliat Elliott ((salah fokus)). Gak apa-apa, aku suka mereka ♥

    Heterochromia. Mungkin aku bakal kaget kalo nemu orang yg punya mata kayak gini, abis itu minta foto-foto HAHAHA. Unik aja, tapi uniknya gak nyeremin, malah mengesankan.

    Buat comment, sebenernya udah diambil semua sama kak eci LOL. Tulisanmu itu takarannya pas ya, pas banget. Kenapa kamu baru terlihat atau aku baru menemukanmu baru-baru ini :”

    Terus nulis titan 🙂

    Like

    1. huahah, iya, ini cowok yg dilihat elliot XD

      tossu, kakaa. eh tapi ya mungkin ngga sampe minta foto sih. paling bengong gitu mandangin orang yg punya heterochromia. hoh (gak sopan)
      sampai sekarang titan masih takjub sama orang yg punya heterochromia ❤

      karena takdir tidak mau kita bertemu lebih awal, kak. makanya baru ketemu baru-baru ini ❤ /abaikan/

      thank you ❤
      titan akan berjuang, kak '-')9

      Like

  9. please love regiiiiiss ❤
    he needs more love form otheers /apasih/

    dan ack, selalu bermasalah di di– (danpreposisi) 😥 bahkan typo juga ngga notis sampai sekarang padahal jelas banget aaaaa </3 /cries/

    but seriously, thank you kak put ❤ titan akan berjuaang '-')9

    Like

  10. aku tahu kalau ini arahnya ke fluff tapiiiiiiiii cowok eropa dgn mata yg demikian itu tetap menawan kalau diceritakan dgn cara seperti ini XD yah aku menyesal ga mampir ke sini pertama. haaa promptku blm kelar pula dan sudah disambut cerita yg bagus2 ini huhu
    suka gimana estelle memuji ‘keindahan’nya regis ketika regis sendiri merasa gak pede dgn matanya, juga suka ending dimana regis ngantongin kacamatanya tanda dia udh ga malu lagi akkk sweet!
    bagus ficnya, keep writing!

    Like

  11. Regiiiis yampun kucintaaaaah. regis itu cakep kok meski heterochromia dan itu gak ada yang salah sih jadi tambah unik, tambah bikin tertarik gitu. tapi aku gak paham kenapa dia punya lensa kontak banyak banget? bukannya itu bisa dipake berulang-ulang ya?

    bagaimanapun juga, aku tunggu kisaah regis-estelle berikutnya. Omong-omong aku indah, 97line. salam kenal O Ranges.

    Like

    1. halo, indah! 😀
      aku titan. 95line. salam kenal juga 🙂 🙂

      trims uda mampir dan komen. regis is pleased that you like him ❤
      lensa kontak hanya bisa dipakai dalam jangka waktu tertentu, tergantung rekomendasi dari dokternya. di sini regis memakai lensa kontak yang hanya memiliki jangka waktu satu-dua minggu 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s