[Writing Prompt] Terlambat

terlambat

Ditilang

by Kryzelnut

.

Jam digital yang melingkari pergelangan tangan Soojung sudah menampilkan angka tujuh dan diikuti goresan berbentuk 24 di belakangnya. Biasanya pukul segini ia sudah duduk manis di balik meja universitas dengan diktat yang berhamburan di atasnya—menunggu dosen pengampu jam pertama yang akan memulai profesinya pada setengah delapan. Namun, kenyataannya sungguh berbeda dengan kala ini. Pada waktu yang sama, ia memang sudah menyamankan dirinya di atas kursi—maksudnya, kursi di balik kemudi transportasi roda empat, dengan sahabatnya, Jinri, yang duduk di sayap kanannya.

“Aku kan udah bilang, bangunnya paling lama jam enam, kamu malah bangun jam tujuh!” Tanpa bisa dicegah, belah bibir tipis sang gadis terbuka, menerbangkan gerutuan kesal sekaligus menimpakan kesalahan pada Jinri.

Tentu saja bukan Jinri bila bisa langsung disalahkan. Hawa bersurai coklat panjang itu segera berucap melayangkan pembelaan diri, “Bukan salahku doang kalau aku sampai bangun kesiangan. Memangnya siapa yang tadi malam tiap aku mau tidur selalu diajak ngobrol? Terus yang delivery fast food jam satu pagi? Makan kepagian sampai jam dua pagi?”

“Aku, aku, dan aku,” salak Soojung tanpa berniat mengeluarkan ekspresi malu-malu, “tapi, buktinya aku masih bisa bangun pagi ‘kan? Pokoknya kalau sampai terlambat, kamu yang ngerjain hukumanku ya!”

Yeah, karena bagi Soojung si perfeksionis, terlambat satu kali itu sudah dianggap sebagai malapetaka.

“Enak saja. Kita ini udah pasti terlambat, tahu. Memangnya rumah kamu ke sekolah itu kepleset langsung sampai? Jauh banget, Nona Soojung yang cantik jelita. Rumah kamu itu di Eropa, sekolah kita di Amerika.”

Kala tuturan Jinri sukses diproses oleh benak Soojung, ia langsung menaikkan tekanan telapak kakinya di atas pedal gas—guna menaikkan nilai kecepatan mobil yang ia kendarai. Jinri yang awalnya rileks langsung merasakan tubuhnya menegang, terlebih ketika jarum kurus pada speedometer yang awalnya menunjuk angka enam puluh sudah berdiri di atas pertengahan angka delapan puluh dengan seratus. “Hei, tidak ada gunanya ngebut, Jung! Santai saja nyetirnya, daripada nanti di—”

PRITTT!

“—tilang.”

Soojung memutar bola matanya malas dan tangannya berpindah dari kemudi untuk melepas seatbelt yang terpasang rapi. “Sial. Kalau begini, udah pasti kita terlambat. Ditilang kan lama banget. Nggak ditilang pun aku nggak yakin kita bisa masuk sebelum bel jerit-jerit histeris—”

“Tadi aku udah bilang, ‘kan?”

Atmosfernya menjadi hening, dengan Jinri yang menahan diri untuk tidak melempar senyuman puas dan Soojung yang tengah tersedak realita. Setelah menggerutu panjang-pendek, Soojung melangkahkan kaki jenjangnya yang terbalut kaos kaki berikut sepasang sepatu hitam berhak tiga sentimeter keluar mobil sementara individu yang diyakini sebagai penyebab kesialan Soojung pagi itu tetap cuek dengan ponsel di tangan kanan yang diulurkan di depan wajah—selfie.

Ketika pintu mobil terbuka, maniknya langsung dimanjakan dengan pemandangan langit yang putih bersih, namun Soojung tidak bisa melupakan fakta bahwa ada polisi yang pasti berekspresi cemberut sedang menunggu di depan mobilnya. Soojung berjalan menuju kap mobilnya, dan benar saja, ia menemukan sosok berbadan yang terbilang kecil untuk ukuran lelaki, dengan rambut cepak tertutup topi khas anggota kepolisian, dan kulit bersinar terbalut seragam polisi. Sedikit sungkan, ia mengudarakan suara untuk menampilkan eksistensinya. “Permisi—”

Dan tepat saat polisi itu menoleh, Soojung sudah tidak bisa mengenali kelanjutan kalimatnya.

“—Siwon Oppa?”

Orang itu mengerutkan kedua alisnya sejenak sebelum menampilkan senyuman yang—astagadragon—membuat kaki Soojung mendadak lemah seperti jeli. Ya Tuhan, bahkan senyumannya langsung menjadi candu bagi Soojung yang memang gampang terpengaruh sesuatu yang adiktif.

“O?” ucapnya singkat, “Anda kena tilang, Nona.”

Manik Soojung melirik name tag yang tersemat di dada kirinya, dan tanpa sadar ia berucap kecil. “Kim Joonmyeon? Kok bukan Choi Siwon?”

“Maaf Nona, saya tidak mengerti. Bisa diulang?”

“Eng, anu, Anda yakin bukan Siwon Super Junior? Eh, tapi kok Siwon jadi polisi begini?” lanjutnya masih dengan kesadaran di awang-awang.

Lelaki dengan tangan terulur memegang surat tilang itu kontan saja terbengong mendengar pertanyaan Soojung. “Hah?”

“Eh, maaf, lupakan saja,” ujar Soojung canggung sambil mengulurkan tangan untuk mengambil kertas itu dan juga—

—kesempatan untuk menyentuh tangannya.

Halus banget, man.

“O, baiklah. Sekarang Nona bisa ikut saya ke pos polisi di sana untuk mengurus surat tilang.”

Sedikit terbengong, Soojung mengikuti langkah Joonmyeon menuju bangunan dengan tembok tak penuh di dekat sana. Penjelasan dan wejangan dari Joonmyeon hanya masuk ke telinga kirinya sebelum keluar dari telinga kanan, karena pikirannya sibuk merangkai fantasi sekaligus rencana untuk bertemu Joonmyeon di kemudian hari.

Sepertinya Soojung akan langganan kena tilang di pos ini untuk ke depannya.

.

.

bagian ending terinspirasi dari fiksi Mom, Breakfast, and Him milik taKYUyaki.

Advertisements

7 thoughts on “[Writing Prompt] Terlambat

  1. Gabyyy, ini lucu bangt serius. Pinter banget coba ngolah prompt-nya, sedangkan aku belom dapet ide sampe sekarang ((padahal author ttp lain udah)) huhu T_T

    Anyway… emangnya suho semirip itu ya sama siwon? Perasaan cuma sekilas aja wkwk /abaikan/ intinya keep writing yaa!

    Like

    1. Niswaaa! Huhu aku malah takut humornya gagal karena makin hari aku makin receh aja :’))) And yesss, Suho emang cuman mirip sama Siwon di ekspresi tertentu, tapi kalau bentukannya waktu pakai kemeja terus rambut dinaikin (jaman rambut hitam) itu aduh kloningan banget nda cuat aku /ya.

      Makasih udah sempetin baca dan komentar, Nis! ❤

      Liked by 1 person

  2. Yahahahahaha Soojung bisa aja euy modusnya pakek pegang-pegang tangan segala? Jinri emang ya, paling bisa balesin omongan Soojung hahahahha.

    Udah lama btw gak baca tulisan Gaby, dan menurutku ini enak banget dibaca–padahal kayaknya kamu dah lama ga nulis(?) #soktahu–tapi tulisannya malah makin berkembang (kebalik sama aku, malah makin kaku). Ditambah lagi lawakan-lawakan tersirat dan sarkasme dari Jinri (?) wkwkwk, bikin ngakak pagi-pagi.

    good one, Gab! hihi

    Like

    1. YES YES dulu temen-temen aku kalau modus juga gitu /aku sih tetep kalem/ /yain/. Kalo Jinri, kayaknya duo JungLi itu Tom and Jerry banget ya Kak Tan, kalau nggak berantem mulut ya berantem tangan (plus rambut) XD

      Kak Tan juga udah lama nggak nulis, aku lihat di KFI ada dua update baru WKWK mau baca belum sempat huhu abis ini baca kok Kak yeay. Makasih udah sempetin baca dan komentar yaaa ❤

      Like

  3. Kak Gaby….
    Ini kocak banget ><
    Ngakak setiap si sulli bales omongannya krystal, bisa banget dah adu mulutnya. Lebih ngakak lagi pas si krystal manggil suho "siwon oppa" Huahahahhaha….

    Like

    1. Halo, Pi! Maaf baru bisa bales ya ;_____; aku baru sempat ngecek fiksi ini lagi, huhu. Yes, JungLi kan kayak Tom and Jerry gitu, berantem mulu tapi canda doang. Adegannya sih kebanyakan diambil dari bahan cekcok-ku dan teman-teman :’) Makasih ya sudah sempetin baca dan komentar! ❤

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s