春节

tumblr_o24wpu1anm1ti7yyho1_1280

Hetalia © Hidekaz Himaruya

春节 (Chūnjié) © Fantasy Giver

.

.



China sudah hidup selama itu untuk merasa monoton dengan peringatan-peringatan tahunan, baik yang dirayakan nasional maupun internasional. Terkadang ia malah mengikuti semuanya hanya sebagai formalitas belaka. Tapi, kalau ada satu perayaan tahunan yang dinantikannya—secara harfiah, yang berarti duduk di teras sambil mendengar suara sungai layaknya seorang kakek menunggu anak dan cucunya pulang setiap sore selama seminggu menjelang festival—maka perayaan itu adalah Chūnjié[1].

Alasan terhebatnya lantaran semua adiknya pulang ke Lijiang.

Tentu saja China merasa sangat bersemangat.

Tiap tahun, ia akan memasak beragam makanan dengan jumlah besar, lengkap dengan kue-kue khas tahun baru. China juga menyiapkan amplop-amplop merah yang sudah dilipat dan dirapihkan; diisi uang dengan jumlah adil, rumah yang bersih, serta kamar-kamar yang disemprot pengharum ruangan (meski sebenarnya China berharap mereka bisa tidur bersama di matras, seperti kebiasaan Japan).

Jadi, ya, ia sudah siap untuk berbagai kemungkinan.

Tahun ini, kebetulan, yang pertama kali sampai adalah Taiwan. Gadis itu baik sekali; membawakannya sebuket bunga peony[2] merah jambu dan sekeranjang jeruk. China memeluknya dan menepuk-nepuk punggungnya sambil berterima kasih. Taiwan bilang China terlalu berlebihan—dia ‘kan baru datang bulan Desember kemarin.

South Korea menjadi yang kedua. Dan tolong jangan buat China muring dengan bertanya apa yang pemuda itu bawa. China berencana membuka kios kecil di depan rumah, membagikan lima kardus penuh CD K-Pop hasil pemberian South Korea secara gratis kepada siapa pun yang lewat begitu acara selesai.

Satu keping baru saja bersarang dalam pemutar musik—siapa lagi biangnya selain sang pemberi sendiri? Kini lagu milik sebuah boyband berbunyi keras-keras di seluruh penjuru rumah. China harus mengingat bahwa banyak rakyatnya yang tergabung dalam dunia entertainment milik Si Negeri Gingseng itu agar dia tidak protes. Yah, setidaknya South Korea masih cukup baik dengan menawarkan diri membantu China mengecat seluruh pilar rumah menjadi warna merah. Mari berharap semoga pemuda itu tidak mengacau lagi.

Teriakan histeris South Korea menyadarkan China bahwa Japan datang siangnya. Pemuda Negeri Matahari Terbit itu tidak menerima tangan China yang terentang minta dipeluk, namun hanya menunduk dan menyerahkan beberapa botol sake[3]. Mereka sempat berbincang-bincang sejenak di ruang tamu, sebelum Taiwan datang dengan pekikannya, kemudian tanpa izin, menyeret Japan kembali ke dapur. China merengut saja. Sulit membuat Taiwan rela melepaskan Japan kalau mereka sudah bertemu.

Namun rengutannya segera hilang ketika Vietnam mengetuk pintu rumah. Wanita itu mau menerima pelukan China, bahkan balas menepuk-nepuk punggung si kakak tertua. China mendapatkan hoa mai[4] hasil buatan tangan Vietnam untuk dipasang di vasnya. Sang Personifikasi Negeri Mekong juga menawarkan diri untuk membantu China membuat lampion-lampion, sebab ia menyukai handcraft.

China menghitung jumlah adik-adiknya dalam hati. Ah, berarti tinggal Hong Kong yang belum hadir.

Akankah dia datang? Pemuda itu tidak pulang tahun kemarin, tidak pula mengabarkan akan berkunjung tahun ini. Tapi setidaknya ada harapan dan China ingin menggantungkan diri pada hal itu. Ia ingin seluruh keluarganya lengkap untuk perayaan tahun ini.

Maka, China tetap menunggu di depan teras, setengah mengomeli South Korea yang mengecat pilar dalam goresan berarah asal—hal-hal kecil seperti itu apabila tidak diperhatikan akan mendatangkan sial, padahal. South Korea mengatakan China lebih baik percaya saja pada bakat melukisnya. China nyaris membalas dengan omelan lain ketika adiknya yang terakhir muncul dari ujung jalan. Tangannya membawa bungkusan plastik berwarna hitam.

China berdiri. South Korea yang mendapati gelagat itu ikut menoleh. Menemukan presensi Hong Kong, ia segera melambaikan tangan. “Ya, Hong Kong! Kenapa jalanmu lambat sekali?! Cepatlah ke sini dan bantu aku mengecat rumah Hyung[5]!”

Hong Kong masih berjalan santai. Ritmenya tidak berubah dan China yang tak sabar mulai turun dari teras, kemudian menunggu di depan pagar. South Korea meletakan catnya dan mengikuti Sang Kakak Tertua.

“Oi, Nán[6], Lăoshī[7],” sapa Hong Kong ketika telah berdiri di depan gerbang. Ia menyerahkan bungkusan di tangannya. “Petasan dan bubur làbā[8],” ia melanjutkan.

China menerimanya dengan manik bercahaya. Sama seperti adik-adiknya yang lain, pria itu menarik Hong Kong ke dalam pelukan, kemudian menepuk-nepuk punggungnya dramatis. “Selamat datang. Selamat datang. Kemana saja kau selama ini?”

“Hanya di sini dan di sana,” balas Hong Kong, menepuk punggung kakaknya sekali. “Demi Tuhan, Lăoshī, jangan berlebihan.”

Pekikan Taiwan yang tiba-tiba membuat China melepaskan diri. Gadis itu berlari dari pintu rumah menuju ke arah Hong Kong. Japan berada di beranda, memegangi kursi yang digunakan Vietnam untuk memasang lampion merah di pintu masuk rumah. Taiwan menyerbu Hong Kong dengan pelukannya, berkata betapa ia merindukan pemuda itu. South Korea seperti baru sadar dan tak mau kalah, ikut merangkum keduanya dalam rengkuhan besar yang hangat.

“Oi, lepaskan! Aku tak bisa bernapas,” ujar Hong Kong, berusaha melepaskan dua saudaranya sambil misah-misuh.

China tertawa. Japan dan Vietnam menyusul ke pagar. Tersenyum, namun tak mau menyatukan diri dengan gumpalan tangan dan tubuh yang saling terkait itu.

“Karena sekarang kita sudah lengkap,” China memulai, melirik bubur di tangannya, “dan Hong Kong juga membawa làbā, kenapa kita tidak masuk dulu dan makan siang? Kita bisa melanjutkan persiapannya nanti. Masih ada dua hari. Kalian masih akan di sini sampai festival dimulai, ‘kan?”

China tak bisa merasa lebih senang ketika adik-adiknya dengan kompak mengangguk.

.

Fin

.

.

A/N:

  • Firstly, selamat merayakan Imlek bagi teman-teman yang merayakan. Semoga menjadi tahun keberuntungan, hehehe.
  • CULTURE THEMED! Salah satu genre terasik buat digarap dan memang paling asik pake AU-nya Hetalia, soalnya tuh anime luas banget sih jangkauannya hahaha xD dan sudah bosan menjamah Eropa, yuk mampir ke Asia :)) Tapi sayangnya, writer’s block is writer’s block. Maaf kalau tidak memuaskan.
  • Semua penggambaran, mulai dari setting dan bentuk segala peony, lampion, bubur dan lain-lain bisa dilihat di pinterest-nya writers secrets, di board milik cerita ini. Plus, saya sempet (dan lagi rajin) nyari plus nge-pin penggambaran fisik tokoh kalo di dunia nyata gimana, heuheuheu. (P.S: ALL HAIL TENGIL!SOUTH KOREA DAN PENGGAMBARAN REAL LIFE-NYA!)
  • [1] Chūnjié: Chinese New Year! Biasa juga disebut Spring Festival, sebenarnya, karena spring melambangkan sesuatu yang baru!
  • [2] Lijiang: sebuah provinsi di barat laut Yunnan, sebuah kota (um… atau malah desa?) yang masih tradisional dan cantik banget, bahkan masuk ke World Cultural Heritage tahun 1997 oleh UNESCO. Masuk ke headcanon, saya ngebayangin China ini lebih suka tinggal di pinggiran, daripada di Beijing. Karena dia tradisional dan konvensional.
  • [3] Peony: bunga nasional Cina.
  • [4] Hoa mai: ranting bambu yang dihiasin bunga-bunga kuning gitu. Biasanya digantung origami atau kertas jimat atau tulisan lain. Ini khas Vietnam. Bisa dilihat di sini.
  • [5] Hyung: Kakak laki-laki (Bahasa Korea).
  • [6] Nán: Selatan (Bahasa Mandarin).
  • [7] Lăoshī: Guru. Dan saya baru tau Laoshi juga bisa dipake buat orang yang lebih tua, kayak master, tuan, gitu deh.
  • Tambahan, di Tiongkok sana, aslinya jeruk, minuman semacam sake, lampion, dan bubur làbā adalah hal-hal wajib selama tahun baru. Gunanya lampion untuk mengusir nian (setan yang memakan hasil panen di zaman dahulu, makanya wajib warna merah sebenernya) sementara bubur làbā biasa dimakan seminggu sebelum festival buat jadi semacam lambang persiapan dan pembersihan. Isinya adalah dari cream, daging kambing, berbagai biji-bijian, kacang merah, kelengkeng, chesnut, kismis, biji melon, kacang tanah, dan haw jelly. Sisanya (jeruk, sake, karangan bunga, dsb) buat simbol persembahan pada dewa.
  • Terakhir, kalau ada yang penasaran setua apa Cina, dihitung tanpa masa praaksaranya, negara ini udah berdiri sekitar 21000 tahun SM.

See you!

Advertisements

11 thoughts on “春节

  1. Gegara evin, aku jadi mulai suka sama hetalia, pokoknya tulisan evin selalu punya magis gitu deh yg klo sekalinya baca itu nagih bangett
    Terus hmm disana kenapa ngga ada korea utara? Krn ngga satu paham kah sama negara diatas? Aku keppo soalnya lol
    Dan ini cerita, rasanya heart warming bgt, mungkin unsur kekeluargaannya yg strong, klo soal ngumpul2 apalagi kyk macam hongkong yg katanya tahun lalu ngga pulang, duh kangennya kyk apa coba hehehe
    Okay evin, keep writing and stay healthy di manapun kamu berada ♡♡

    Like

    1. ayooo, kak, suka hetalia! hetalia won’t hurt, kok, lagian malah nambah pengetahuan HAHAHAHA (team endorse) (hidup hetalia!)

      kenapa nggak ada korea utara karena korea utara belum ada tokohnya. aku nggak tau bakalan dibuat sama mangakanya atau engga, karena dulu sempet mau dibikin tapi takutnya timbul kontroversi jadi mendingan engga. dan karena aku nulis pake tokoh canon, jadi north korea belum ada deeeh.

      makasih banyak yaa, kak ardan! :))

      Like

  2. Ceritanya hangat sekali. Aku suka penasaran dengan negara-negara Asia Timur kalau rukun kayak apa, ya? Kayaknya ceritanya Evin bisa menjawab rasa penasaranku. Dan tema budaya emang nggak ada matinya, ya, semakin dipelajari semakin banyak yang belum kita kenali.
    Aku nggak nyesel kenal Hetalia, apalagi kalau manfaatnya bisa membayangkan ff ini dengan lebih baik lagi (walaupun aku belum banyak kenal negara-negara Asia lainnya..huhu)
    Keep writing ya, Evin.. 🙂

    Like

    1. kak amiiiiii!

      hehe, mereka kalo lagi rukun baik-baik, kok. kayak sodaraan biasa, hahaha xD contohnya begini kalo lagi rukun, hehe. dan yees, setuju banget kalo culture themed itu emang ga ada matinya. banyak banget hal yang bisa dibahas! hetalia selain menyenangkan emang menambah informasi, kak. makanya aku suka hahaha.

      makasih yaa, kak ami! kakak juga keep writing. maaf belum sempet kunjungan ke cerita kakak dan komentar, tapi aku akan lakukan secepatnya kalau udah ga sesibuk ini. sekali lagi makasih kak amiii!

      Liked by 1 person

  3. evin aku telat baca iniiii
    aku salah fokus covernya btw imut banget XD
    hubungan china sama keluarganya sekilas bikin nyesek aku baca di wikped, yg sama jepang itu TT tapi beda sama kondisi negara aslinya, di sini taiwan baik ya. sesungguhnya aku gak pernah nonton hetalia tapi ngerti sekilas2 aja hehe jadi maafkan kalau aku ga paham juga sama canonnya hetalia
    tapi south korea… uh sempet banget ngasih cd kpop segitu banyak hahaha dan ngakak waktu ada tulisan ‘china harus inget banyak rakyatnya yg masuk entertainment south korea jadi dia gak boleh protes’
    hasil WB yg bagus hahaha ga kelihatan juga kalo wb
    maap aku nggak ngasih koreksi apa2 ya uhuuu aku sangat menikmati cerita family ini. keep writing!

    Like

    1. santai aja, kak lianaaaa hahaha xD iya, aku juga suka posternya imut banget hahaha xD

      btw, iya dong kan lagi rukun, lagi nyc masa asem melulu hubungannya xD hahaha. santai aja, kak liana, kalau ga ngerti. yang penting bisa menikmati hehehe. btw, south korea itu emang bangga banget sama negaranya, terus anaknya dork gitu deh. mirip sehun. jadi ya… hehehehehe.

      makasih banyak yaa, kak liana! :))

      Like

  4. EVIIINNN AKU BACA INI SAMBIL DENGERIN ‘LAU SU AI TA MI’ TRADITIONAL INSTRUMENTAL VERSION DAN IMLEKNYA BERASA BANGET.
    aku ga pernah menyelami hetalia lebih dalam tapi ini cakep banget berasa liat perwakilan negara-negara timur ketemu trus makan kue keranjang sama-sama belom lagi kebayang serba merah huhuhu ini keren banget!
    nice supernice super duper nice, evin!

    Like

    1. kak eciiiii!

      duh, ini mah ga ada apa-apanya dibanding tulisan kakak yang chinese culture themed. bagus-bagus semua itu. kan kakak masternya ahahaha xD makasih banyak yaa, kak eciii ❤

      Like

  5. EVIIIIIIN hahahaha aku tuh pas nyampe notes langsung buka board di pinterest kaan, terus aku ngakak dong liat portrayernya south korea xD btw portrayernya vietnam gorgeous sekaliiii ah, feelnya jadi lebih dapeeeeet. keren viiiin x))) ceritanya aku sukaaa. warm banget ala ala family gituuu. paling terenyuh pas akhirnya si hong kong dateeng hehehe. dan aku bisa relate pas si japan gamau ikut ikutan peluk pelukan gitu, dan pas banget sama portrayernya kayaknya orangnya serius banget gitu yhaaa hehe. lagu lagunya juga aku sukaaaa hehe. keep writing ya eviin ❤

    Like

    1. HAAA iya, kak, aku selalu kebayang south korea tuh sehun cobak, gatau kenapa. soalnya anaknya tengil-tengil nyebelin kayak sehun gitu hahaha 😦 makasih banyak yaa, kak fikaaaa! ❤

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s