[Writing Prompt] No Escape!

narapidana

Narapidana Amatir

by taehyungsanae

.

Orang bilang, aku terkutuk dalam sebuah hotel prodeo pribadi. Hotel yang selalu menggambarkan latar monokrom di setiap waktunya. Hanya ada aku, dan semua zat yang membuatku terperangkap di sini.

Orang bilang, seharusnya aku bersyukur atas mereka yang membuatku terperangkap. Alih-alih bersyukur, aku malah mencari-cari lubang tikus ataupun lubang kutu di dinding agar bisa keluar. Oh, mungkin setelah ini Tuhan akan lebih mengutukku.

“Ocha! Pulang bareng aku, yuk!” Ah, dia lagi. Salah satu zat yang berhasil mengurung gadis tak bersalah sepertiku dalam kandang menyesakkan. Mungkin terdengar berlebihan, tapi perlakuannya selalu menggagalkan rencanaku untuk kabur.

Pandanganku terlalu buram untuk sekedar mencari celah kecil agar tubuh mungilku bisa kabur. Tanganku kurang gesit untuk mencari kunci yang bisa membuka jerujiku. “A-Aku mau ke perpustakaan, Bud. Ada tugas ‘kan?”

“Oke, aku juga ikut! Kita kan sekelas. Boleh, dong, ngerjain bareng?” Nah, kan. Pada akhirnya jurus-jurusku untuk bisa keluar yang malah membuatku lebih terperangkap.

Budi duduk tepat di sebelahku. Perpustakaan ini bisu sekali, padahal aku mengharapkan ada monster yang datang dan membuatku bisa menjauh dari pemuda ini. Bukan aku tak suka, sih. Tapi… entahlah. Aku hanya ingin menghirup udara segar setelah bisa keluar dari jerujiku.

Buku sejarah itu sebenarnya musuh beratku, tapi benda itu ikut-ikutan mengurungku di dalam jeruji yang terasa semakin sesak. Mungkin jika buku di depanku ini bertuliskan ‘Geografi’, setidaknya sistem yang mengurungku tak akan terlalu sesak saat ini. Aku hanya bisa menghela napas berat, beban di pundakku sepertinya telah ditambah beberapa kilogram. Semoga tak berpengaruh banyak pada berat badanku.

“Ocha!”

Sepertinya kalau selalu seperti ini, lama-lama aku busuk di dalam penjara.

“Apa kabar? Sekarang sama Budi?” Terlihat seringaian menyebalkan khas pemuda itu terpatri jelas pada wajahnya. Ugh, sebenarnya aku ingin memakai sendi-sendi jari tanganku untuk memberikan tamparan telak pada pipi tirusnya. Tapi seperti apa yang orang bilang, otak selalu tak sejalan dengan hati.

“Inginnya, sih, begitu.” Budi, seharusnya kamu tak perlu berkata seperti itu. Memancing emosi milik seorang Pandu bukan ide yang baik. Kenapa tak keluarkan aku dari jerujimu? Alih-alih mengeluarkanku, untuk kesekian kalinya malah lebih menjerumuskanku pada jeruji yang lebih menyesakkan. Mungkin sekarang, besi-besinya berkarat. Saking lamanya aku terperangkap di dalam sini.

Seperti yang aku katakan sebelumnya, otak tak selalu berada di jalan yang sama dengan hati. Orang bilang, gadis bernama Ocha itu gadis yang pintar. Tapi nyatanya, aku tak cukup pintar untuk tahu bagaimana caranya berpindah hati. Kalau di antara kalian ada yang tahu rumus cara melupakan mantan, tolong beri tahu aku, dong!

“Baguslah, jangan biarkan aku merasa terus bersalah. Bud, jaga Ocha, ya. Demi aku.” Kadang aku bingung, manusia bernama Pandu itu sebenarnya bukan orang jahat, tapi dia bisa dikatakan cukup berengsek dalam takaran membuat hatiku sakit.

Aku tak mau menceritakan apa yang Pandu lakukan padaku. Hanya masalah batin sebenarnya, namun bisa membuatku semakin terkurung dalam penjaranya. Dasar, aku malah tak bisa melupakan pemuda yang sudah membuatku sakit hati.

Untunglah sekarang pemuda itu pergi, membuat udara yang tadinya begitu menyesakkan cukup lega untuk dihirup saat ini. Sungguh, ini adalah persoalan sepele yang bertebaran di muka bumi. Tapi bagi kalian yang tak pernah merasakan gagal berkali-kali dalam melupakan orang yang kalian sayang, jangan pernah anggap ini hal sepele yang tak berarti. Hidup di dalam kurungan, dirantai, dibelenggu, kalian ingin tahu rasanya? Mungkin, fisik kalian tak apa. Tapi ingat, seseorang tak selalu dapat dinilai melalui tampangnya. Lihat hati mereka! Hancur lebur bagaikan gelembung yang meletus!

Haah… aku jadi emosi sekarang. Mengenang masa lalu memang pilihan terburuk yang pernah ada. Masa lalu memang untuk dikenang, tapi bukan untuk membuatmu terpuruk. Kalian hanya perlu mengambil pelajaran dari setiap masa lalu yang pernah kalian lewati.

“Bud, sebenarnya… aku belum bisa move on dari Pandu,” aku menunduk. Mencoba menenggelamkan segala rasa bersalahku yang mungkin membuat hati pemuda di sampingku sakit hati.

“Aku tahu, kok. Aku tahu semuanya. Bahkan tentang penjara kehidupanmu, aku tahu.”

Tunggu… Bagaimana mungkin ia bisa tahu? Aku tak pernah mengatakan hal itu pada pemuda ini! Sungguh!

“Kamu itu terlalu menganggap alam bebasmu sebagai penjara, Cha. Yang kamu butuhkan sekarang cuma relaksasi. Kamu terlalu membawa semua pikiranmu dalam keadaan stres.

“Bukan hanya kamu yang merasa dipenjara saat ini, aku pun sama. Buktinya, aku tak bisa lihat gadis lain selain kamu.” Oh, Tuhan. Tolong bersihkan lidah Budi dari kata-kata gombal semacam itu. Sungguh, aku geli!

Orang bilang, aku ini narapidana amatir. Sebelumnya, aku tak benar-benar mengerti. Tapi sekarang aku tahu. Aku tak akan pernah bisa keluar, karena narapidana senior yang terkurung bersamaku selalu menahan setiap langkahku untuk kabur. Budi, yang terperangkap olehku ternyata berada di ruangan yang sama denganku.

Kadang, aku mengidolakan Gayus Tambunan. Bisa ke luar masuk penjara sesuka hati. Seharusnya aku lebih banyak berlatih darimu, Gayus!

Fin.

Advertisements

16 thoughts on “[Writing Prompt] No Escape!

  1. “Baguslah, jangan biarkan aku merasa terus bersalah. Bud, jaga Ocha, ya. Demi aku.”

    AKU NGAKAK BACA BAGIAN INI. BAYANGKAN SEORANG PANDU YANG BIASANYA URANG-URANGAN NGOMONG AKU. :”V

    CUKAYE ZUL AKU NYUSUL~~

    Liked by 1 person

    1. AAAAA OGGY AKU TERKEJUT SEKALI :’V saya pas nulisnya aja jingkrak jingkrak ga kuat geli banget xD duh maafkan saya pandu xD

      Liked by 1 person

    1. Wah emang ada lagi ya? Duh, kurang banyak ngegosip jadi ga tau euy :’3 rada share atuh syif xD

      Like

    1. Wahaha iya atuh nantimah Almira sama Hilmi tokohnya xD iya emang getek pisan nulisnya juga wkwk… hatur nuhun sudah dibaca :3

      Like

    1. Ngga dih :’v fiksi inimah fiksi xD

      Getek gening ya jadi anak sma teh 😦

      Tq sudah baca biiiil💋

      Like

    1. Akhirnya komen juga L wkwkwk xD makasiiih bud, kamu aja yang bikin cerita ada sayanya wkwkwk

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s