The Greens : Undangan Pesta

YX4VKJVLQ2

by slmnabil

.

Aku diajak berpesta

… oleh para leluhur dan beberapa raksasa.


Rupanya seorang pemalas terkadang merasa malas untuk malas-malasan.

Tak pernah Kira bayangkan sebelumnya, kalau ia akan dapat surat undangan pesta untuk pertama kalinya –terutama jenis yang ini. Dan betapa mengejutkan melihat faktanya ia kepalang bersemangat.

Bagaimana ia harus berpakaian?

Bagaimana caranya melemparkan kalimat kelakar?

Haruskah ia membawa buah tangan?

Namun di atas segalanya, bagaimana ia mengingatkan diri untuk tetap bernapas?

Masalahnya, perasaannya saja agak tidak enak kala mendapat kartu warna pudar dengan tulisan kuno bertinta pulpen bulu. Ujung-ujungnya didominasi kuning gelap dan sedikit berlendir saat ia menyentuhnya.

Kira penasaran apakah orok raksasa juga suka menggigiti barang-barang jika mau tumbuh gigi, jadi dia sempat berpikir kalau ide menghadiahkan empeng cukup oke.

Well, dia akan mendapatkan semua jawaban atas pertanyaannya hanya jika mau mengenakan kostum mumi -atau drakula lebih membumi. Lalu pergi ke hutan di sisian kota yang saking rapatnya oleh pepohonan hijau, menjadikannya mirip kerai pertujukkan opera dari kejauhan.

Nah, sialnya Aaron tidak bakal memberi izin kalau Kira mengatakan,

“Aku diundang ke pesta leluhur dan raksasa, nih.”

Bukannya perayaan, dia malah akan dilempar duluan ke rumah sakit jiwa. Siapa juga yang bakal rela menerobos oksigennya bumi yang sedang panas dingin ini, hanya untuk mendatangi pesta yang belum pasti kebenarannya? Aaron pasti menyebutnya sinting.

Tapi kalau dipikir-pikir opini orang lain pun bakal satu jurusan ya dengan kakak cowoknya? Terserahlah.

Selama sepuluh menit berkontemplasi, naik turun nakas dan melakukan beberapa kali peregangan, akhirnya Kira memutuskan. Kalau Aaron tidak bakal memberi izin, ya tidak perlu bilang saja sekalian. Mungkin leluhurnya cuma mau berterima kasih untuk kaus kakinya waktu itu. Dan menolak niat baik itu tidak sopan, lho, kata ibunya.

Jadi rencananya ia akan ke luar lewat seluncuran dari kamarnya yang akan mentransportasikannya ke halaman belakang. Memang tak salah Kira memohon siang dan malam sepanjang musim gugur agar ayahnya membangun salah satu objek tipikal taman bermain itu di kamarnya. Terbukti kegunaannya bukan? Cukup menunjang juga untuk adegan heroik kalau-kalau ia perlu membantu tikus yang terjepit di ujung gorong-gorong.

Skenarionya sudah matang dan ketika Kira siap, lensa kamera barangkali siaga mendokumentasikan perjalanan sintingnya. Namun kemudian, ia mengingat sesuatu. Ini bukan pesta biasa. Dalam beberapa sinema yang disaksikannya, golongan hantu dan kelompok manusia yang kelebihan hormon pertumbuhan sudah agak modis belakangan.

Mereka pasti geng yang mengebumikan Louis Vuitton. Apakah pria itu bakal mengata-ngatainya kalau Kira datang berkostum perban jorok yang dililitkan ke sekujur tubuh?

Ah, biar Kira ingat lagi. Kalimat di surat undangannya menginstruksikan untuk tidak pakai alas kaki, bukan?

Mungkin ini rancangan baru LV, dalam versi yang sudah mati.

.

Tiga puluh menit lamanya mengelana, boleh diasumsikan kalau Kira Green mulai berpikir kalau leluhurnya cuma sedang mengerjainya saja. Melingkungi permukaan tanah basah dengan pakaian rumahan dan tanpa alas kaki bukanlah bagian dari hobinya. Jadi rasa-rasanya kalaupun Kira menyerah sekarang dan kembali ke rumah, ia tidak akan menyesal. Yah, kecuali bagian di mana Kira akan membuktikan bayi raksasa ngempeng atau tidak.

Masa bodoh, ia bisa cari di internet.

Jadi sekejap kemudian, tarian acak pepohonan sudah mendapati gerakan kaki gadis itu yang memutar arah hendak kembali mendekati pemukiman. Ruas-ruas jari dan mata kakinya agak merah dan beberapa meninggalkan luka gores. Maklum saja, batu kerikil dan ranting patah bukan lagi imigran bukan untuk habitat ini? Mereka sudah seperti Indian yang notabene penduduk asli Amerika, atau malah lebih sepuh.

Kira cuma berharap ia tidak diomeli abangnya sepulangnya ia ke rumah dengan penampakan agak mirip anak kelompok pelarian.

“Hei, Miss Green!”

God! Kira juga paham kalau Aaron bakal menyalak, tapi tidak mesti muncul sebagai lakon imajiner di isi kepalanya juga, kali. Rupanya pengaruh cowok itu kepalang dominan kalau sudah menyinggung soal omel-mengomeli.

“Telingamu tertinggal di rumah, eh?”

Nah, kalau sudah ada sisipan klausa umpatan Kira tidak yakin imajinasinya bisa segarang itu. Kecuali, Aaron Green si Dewa Rasional benar-benar ada di sini.

Kira mengerahkan jangkauan terjauhnya saat sosok lelaki berkaos hitam lurik menjejak santai ke retinanya. Sekalipun matanya di tukar dengan milik laba-laba yang ada delapan, ia yakin kalau manusia di seberang sana tak lain adalah abangnya.

“Sedang apa kamu di sini?” tanya Aaron.

Ia tidak memperhatikan. Nyatanya Kira lebih tertarik dengan keterkejutannya menangkap presensi saudaranya dalam kondisi tanpa alas kaki. Pantas saja cowok itu tidak mencak-mencak dan menjewernya untuk kembali ke rumah.

Yah, bagaimana pun juga akson khusus pikiran gila punya akses ke setiap manusia.

-fin.

Advertisements

7 thoughts on “The Greens : Undangan Pesta

  1. Weeeey kira😄 tadi ada kalimat blablabla bukan? Kurang koma deh jadi blablabla, bukan? Terus di tukar kayanya ditukar deh. Udah itu aja😄

    Jadi raksasa/orok raksasa yang ngemutin kertas undangan itu Aaron ya? /loh/ as always, banyak kata-kata yang belum saya tau. Harus cepet unduh eyd euy😄😄 ditunggu selalu men kiraxaaron series. Good luck💪💪

    Liked by 1 person

  2. yallah aku tuh ngakak asli pas muncul kalimat: orok xD dari dulu tuh yaaa efek kata ini tuh lebay banget kalo kedengeran sama telinga ahahahaha, dan nabil mah ih kebayang aja masukin kata ini ke cerita wkwk. asa ada sentuhan sunda-sundanya gituuu hahahaha. dan… aku kayak baca novel terjemahan gitu ih sukaaa. santai bahasanya, tapi baku. suka banget sama pergolakan batin kira antara mau dateng pesta apa engga, sama yang pas si aaron manggil manggil pas di akhir yaampun mereka kakak-adek yang adorable banget haha. jadi keinget film the web chronicles (semoga namanya gak salah), pokoknya pemainnya freddie highmore deh hahahaha. as usual, keep writing yaaa nabiil ❤

    Liked by 1 person

    1. kakfika masa nabil baru bales sekarang 😦 sentuhan sunda wkwk ah ngga rasa terjemahan kok hehe, nanti jadi bule nyunda atuh? xd makasih yhaa kakfika sudah baca hehe :))

      Like

  3. uwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah Nabil!
    Kece kece kece ini kece kusuka dari awal sampe akhir cengengesan mana endingnya tadaaa~ Aaron datang dan entah aku bayangin muka watados Aaron ft. shock-Kira jadi makin-makin ❤
    Santai sekali settingnya fantasy otakku main terus pantang mundur thanks a lot to Nabil!
    Keep writing yhaaa!

    Liked by 1 person

    1. kakpaaang haeeee, baru dibales coba sedih ya 😦 iya nih aaron ft. kira pasti asik banget wahahahaha xd kakpang juga ketjeh ketjeh seribu kali ❤ makasih udah baca ya kakpang 🙂

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s