Sleepless Star: Pride

Pride © Fantasy Finder

.

I’d tell you I miss you, but I don’t know how.”

The Story of Us – Taylor Swift

.

.

Tawamu masih menawan; sama seperti dulu ketika kau kerap melakukannya di hadapanku. Ujung matamu sedikit berkerut, menyimpan api di baliknya. Barisan geligimu juga masih rapi, tanpa perlu dipermak menggunakan pagar-pagar jelek yang hanya menyulitkan ketika makan. Juga struktur wajahmu—sama tegas, dengan dagu runcing dan bibir tipis kemerahan. Kulitmu tetap mengingatkanku pada pantai-pantai negara tropis. Oh, dan tubuhmu. Betapa mereka lebih berisi sejak terakhir kali; pertanda bagus bahwa kau memiliki asupan gizi yang baik sekarang (atau karena sedang bahagia?).

Dulu, selama dua tahun sebelum kosmos berkonspirasi untuk menciptakan hari ini, aku sering berandai-andai mengenai pertemuan kita selanjutnya. Aku bersumpah apabila kita bertemu lagi, dengan keadaan hati yang lepas dan bebas, maka aku akan datang ke arahmu, menyapamu dengan manis, kemudian mengulang hubungan rasa buah simalakama menjadi sesuatu yang lebih pantas diangkat ke muka umum.

Teman? Yah, teman tidak buruk juga. Toh sekarang aku tidak berharap lebih.

Tapi tanpa sadar tawamu membuatku mengerut, pura-pura membenarkan arloji dan meluruskan keliman kemeja ketika kau menoleh dalam spektrum linear. Dua atensi itu lurus, menancap ke diriku—dan, ya, aku tidak pernah salah mengartikan mau dua netramu. Pada titik ini, aku mulai berharap bahwa kau akan mengambil inisiatif datang, lalu menyapaku seperti teman lama—tapi harapan hanyalah harapan. Tiga detik saja, lalu kau memalingkan wajah, melanjutkan obrolan tak terdengar dengan kolega-kolegamu.

Lantas keputusasaan membanjiri diriku.

Kepalsuan masuk dalam daftar panjang tempat aku menuliskan hal-hal yang tidak kusukai. Belum lagi penyangkalan dan sandiwara. Tapi sayang, pada realitanya aku selalu berdusta pada diri sendiri dengan tak bisa menghindari hal itu.

(Tidak di hadapanmu.)

Tuhan, aku mulai berpikir semua ini adalah balasan atas dosa asalku; sebab kau selalu membuatku tolol, seolah nilai IQ-ku patut dipertanyakan dan kewarasanku berada pada level telapak kaki seorang kurcaci.

Aku menggigit bibir, menyesap kopi, kemudian melirik lagi ke arahmu.

Aku menatapmu. Kau pun menatapku.

Jarak kita satu meter ditambah seribu tahun cahaya.

.

The End

.

.

A/N:

  • Buat berpartisipasi di Sleepless Star-nya Kak Put. Hihi.
  • Maafkan kalau bahasanya masih kaku atau nggak enak.
  • Happy-almost-Valentine’s-Day! (pundung beli popcorn dan pacaran sama koleksi film sappy dramas di laptop).
Advertisements

16 thoughts on “Sleepless Star: Pride

  1. hallo authornim 😀 cerita cinta… ini aku-kamu bisa bersatu lagi ngga yaa? hoho /penasaran/

    btw, ada typo satu kak, semoga ketemu ! /pasti/ hehe 😀

    keep writing authornim ^^

    Like

    1. halo, ANee! ga usah panggil aku authornim….. santai aja, hahaha. panggil aja evin. aku juga harus manggil kamu apa, nih? ANee? atau kak anee? atau ada yang lain, hehehe. pokoknya salam kenal, ya!

      sudah ketemu typo-nyaa! makasih yaa udah baca dan komentaaar! :)))

      Like

    2. apa yaa? aku line 95, btw 😀 takutnya kalau aku yang salah manggil entar. hehe

      evin? kalau boleh tau, kamu suka laki2 atau perempuan?? 😀 /pertanyaan ambigu/

      Like

  2. EVIN. Aku bete bacanya HAHAHA, apa-apaan ini galaunya tingkat akut, terus line terakhirnya sangat-sangat bikin greget X)

    Tadi ada salah tulis dihadapanmu, harusnya di hadapanmu, kan?

    Keep writing ya! ❤

    Like

    1. TARI!

      ahahaha, emang galau banget lah kalo pengen nyapa aja kemakan gengsi 😦 oh iyaaaaa! makasih yaa udah diingetin, tar! makasih udah baca juga! kamu semangat :))

      Like

  3. bacanya kaya biasa aja awalnya. ohiya ini angst yauda. sampe pada kalimat terakhir “Jarak kita satu meter ditambah seribu tahun cahaya.”
    NAH ! pen gelundung

    Like

  4. omg eviiiiin :”) aku suka banget aseli sama kalimat terakhirnya: Jarak kita satu meter ditambah seribu tahun cahaya. iniiii full of sadness but with a cute slight of sarcasm, aku suka banget bangeeeet hehe. terus cara evin ngegambarin dulu sama sekarang tuh ngena banget hehehe. mau gelundungan aja bacanya xD

    oiya, menurutku aku emang kayak bukan tulisan evin yang biasanya huhu. mungkin efek jarang nulis ya viin? takapaaa, selesaikan dulu masalah real life terus nanti nulis lagi yang banyak pasti bakal kebiasa lagi kok hehe. i’ve been there kok vin hehehehe. semangat terus dan keep writing yah eviiin ❤

    Like

    1. KAK FIKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA (stop sebelum dimarahin Q)

      aku kangen banget, parah-parah-parah. kangen banget bales-balesan komen sama kakak, kangen baca tulisan kakak. maaf banget yaa, aku belum bisa bales baca, padahal kak fika udah komen banyak, huhuhu. makasih banyak, sekali lagi, kak fika! kakak semangat terus. i love you soooooooo much! ❤

      Like

  5. EVIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIN HAHAHAHAHAHA SAIKO AKU AMBYAR: “Jarak kita satu meter ditambah seribu tahun cahaya.”

    Makan harga diri tuh 11:12 sama makan angin. Kenyang sih, tapi bikin sakit perut! Tapi ya gimana yahahahahahaha simalakama does exist. Mau nyapa terhalang harga diri, ngga nyapa nyeri sendiri :”

    Asli kalo baca sebelum tidur bapernya sampai subuh alias jadi sleepless star ❤ ❤ ❤ EVIN KEEP WRITEEENG!!!

    Like

    1. ini yang namanya strangers with history, kak. sakit ga sih. sakit banget, sakiiiiiit. yea. engga, bercanda kok kak. ehehehehe. makasih banyak yaa, miss pangku yang paling cantik! ❤

      Liked by 1 person

  6. KAK PUUUUUUUUUT! how i miss youuuuu. maaf banget, kak, belum bisa bales baca dan komen tulisan-tulisan kakak, tapi aku janji setelah semua kesintingan ini selesai, setelah dapet kuliah, aku bakal bombardir notif kakak huehuheuhe.

    btw, tentang ini siapa, ini si dia yang pertama, kak. huehuehue. rupanya setelah lima tahun masih aja (hft). kalo si dia yang kedua, yang di kereta itu mah ternyata cuma infatuation, kayaknya. tapi gapapa, ga mengganggu juga hahaha xD

    makasih banyak yaaa, kak puuuut buat semuanya! ❤

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s