Obsecure Sorrow: Ecstatic Shock

8209a752b15657eb6cbcbec6bfe2363e

Ecstatic Shock © Fantasy Finder

.

Maka, aku ingin minta maaf pada seluruh tokoh yang telah kunistai selama ini; now I feel you, Dude.

.


.

Selama ini aku sering berkontemplasi apakah karma itu benar-benar ada atau hanya dusta massa belaka, namun setelah diputar dalam serebrum lebih dari seribu kali dalam sehari … rasa-rasanya aku mulai mengakui bahwa kata itu punya arti di realita juga.

Begini: tema favoritku dalam drama-drama romansa adalah mengenai cinta karena terbiasa. Kautahulah—tentang mereka yang mengenal sejak lama, yang sudah terlalu mengerti satu sama lain; dua orang yang otaknya dihubungkan dengan rajutan benang tak kasat mata yang memanjang bahkan sejauh Antartika sampai Indonesia. Sahabat jadi cinta? Teman masa kecil yang berbuah ketertarikan? Klise, sih, tapi menyenangkan.

Iya, kubilang itu tema favorit—menarik, karena mereka fiktif.

Bagiku, hal yang begitu-begitu tidak mungkin terlaksana di dunia nyata. Bayangkan betapa canggungnya jika aku menyukai salah seorang sahabatku. Apa yang biasa kulakukan berdua—atau lebih, sebab kelompok persahabatanku bukan hanya berisi dia—terasa lebih berarti dari hari ke hari. Senyum yang biasa kukonsumsi terasa lebih manis. Lalu aku mulai menyadari bahwa irisnya sewarna cokelat leleh dan ia memiliki dua lesung pipit yang dalam. Waktu-waktu sibukku dibayangi nada tertawanya, kemudian di malam hari, ia muncul dalam mimpi-mimpiku. Bahkan aku merasa tidak suka apabila ia memberikan perhatian lebih kepada orang—oke, solilokui ini harus jujur, jadi; gadis—lain.

Demi Tuhan, kuulangi ya, betapa canggungnya! Aku bahkan tidak mau berpikir sejauh itu!

Tapi suatu hari, ketika Senin malam memukuliku hingga muncul bilur-bilur di bawah mata, sementara Selasa pagi tak mau kalah menyambutku dengan setangkup soal matematika berlapis trigonometri, aku menemukan karma. Ia bersembunyi, terselip laksana aksara dalam amplop pemberitahuan penerimaan universitas, di kelopak matanya.

Di antara gundah gulana, aku mengangkat dagu, menoleh, lalu menemukan matanya dalam lautan keheningan. Tak sampai lima detik, lalu kurva itu hilang dan ia kembali pada soalnya, kemudian kusadari bahwa warna-warna yang ada di dunia ini tidak lebih indah dari cokelat pekat.

Eksentrik dan menarik, seperti siraman bensin ke bara yang nyaris padam.

Aku merasakannya; sesuatu meledak dalam perutku, memancing hangat yang kuasosiasikan dengan matahari musim panas, mengalir dari perut hingga dadaku, bersemayam di sana hingga aku sadar bahwa … aku tersenyum seperti orang gila. Lebih dari kupu-kupu, aku tahu ada bintang yang sedang berpijar di dalam dadaku.

Seketika, kertas soal penuh rumus beserta dua puluh anaknya yang belum tersentuh terasa tidak seburuk itu. Semua hanya karena dua manik sahabatku.

Jelaskan padaku, wahai para pujangga, energi yang timbul itu, apa namanya? Dan … aku tidak mungkin jatuh cinta pada sahabatku, ‘kan?

.

Fin

.

.

Ecstatic Shock

n. the surge of energy upon catching a glance from someone you like—a thrill that starts in your stomach, arcs up through your lungs and flashes into a spontaneous smile—which scrambles your ungrounded circuits and tempts you to chase that feeling with a kite and a key.

.

A/N:

  • Dibuat untuk open series Obsecure Sorrow-nya Kak Put. Saya ga tau ini menggambarkan esctatic shock atau engga, hihi.
  • Sebelum ada yang bertanya… guys, fiksi ini hanyalah fiksi. Semoga nggak jadi karma.
Advertisements

16 thoughts on “Obsecure Sorrow: Ecstatic Shock

  1. EVIIIIINNNNNN omg aku senyum senyum sendiri coba baca fiksinyaaa heu :” iniiii, ini aku bisa relate banget lah sama ini (korban dulu pernah ngerasain juga soale hahahaha). yang kayaknya tuh hidup aku dari pagi udah berantakan gitu gara gara mood jelek, tugas belom kelar, ada tes awal lab, praktikum (mana susah), dosen lagi sneeng-senengnya ngasih tugas eh tetiba diajak ngomong waaaaaaaa ilang semuanyaaaa hahahaha (curhat, maaf curhat). emang kadang punya seseorang yang kita adore gini tuh ada manfaatnya juga sih. biar nggak males ngampus contohnya xD apalagi kalo sekelas heyaaaaa hahahaha. atuhlah ini aku malah curhat yha vin hahaha muupkan akuuu :”
    evin kusuka sekali ah soliloquy-nya hehe. relatable banget lah asli. dan maafkeuuun komenku apa banget isinya malah curhatan doang huhu. yosh, keep writing yah eviiin, dan semangat teruuus.

    Like

    1. hayuuuuuuuuu kak fika pasti berbunga-bunga yawaktu itu, hahahaha. emang kalo ngeliat senyum orang yang disuka tuh nambah energi banget ga sih, hahahaha xD

      theme-nya ecstatic shock beda sama obsecure sorrow yang lain sih, kak. lucu. jadi kuambil dan kugarap aja. eh jadinya relatable. syukur deeeh :)) makasih banyak yaa, kak fika, sekali lagi maaf karena blm bisa balessssss

      Like

  2. Kalimat trakhir itu sering aku tekankan berkali2 tiap kesambet sama manik mata coklat leleh ahaiii… aduh, yg namanya suka gak bisa pilih2 dulu terkadang..huhuhuu.. ada rasa takut pas tau trnyata kita menganggapnya ‘hampir’ lebih dari itu, trus geleng2 kepala, tp dia gak ngerti, trus kita jd salting..aduh.. juara ini maah :^D

    Trimakasii ceritanyaa! :^D

    Like

    1. halooo, dhila! salam kenal! “namanya suka ga bisa pilih-pilih dulu” hahaha THIS. kalo bisa pilih-pilih, kamu nanti bisa liat di kolom gosip beritaku sama natt wolf atau dave franco dong (apa) (bercanda ehehehehe) makasih banyak yaa, udah baca dan komentar! :))

      Liked by 1 person

  3. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa kalo aku gajadi ngerjakan Vin! Niscaya sampai bel selesai juga tetep blank XD nilai absolut untuk gagal konsen!!! Itu sebabnya…
    Diam-diam aku bersyukur ngga pernah seruangan sama ‘crush’ pas ujian jaman SMA (ahahahhaahhaahahhahahahahaha)
    Jadi apa aku kalo blank teros

    “Demi Tuhan, kuulangi ya, betapa canggungnya! Aku bahkan tidak mau berpikir sejauh itu!”–tapi itu terjadi Viiiiin aaaaakkkk XD
    Dari awal aku dibuai diksimu Vin, di akhir aku jadinya bapeur ahahahahaaa thankies Evin solilokoiunya gemes-gemes endesshhhh! Keep Writeeeeng!!! ❤

    Like

    1. wadoooo, bahaya lah kak kalo efek ecstatic shock-nya begituuuu. mending ga usah seruangan, selama ujian jauh-jauh dulu deh! nah pas istirahat baru direcharge dengan liat dia. iya ga? ehehehehehe.

      makasih banyak kak filzzzzz selalu aja ada untukku. how can i return that? sementara aku belum komen-komen di cerita kakak. baca aja enggak :(( maaf yaa, kak. nanti kalau ada uni yang mau nerima aku deh, kurayakan dengan komen-komen di cerita kakak. huehuehue. makasih banyak kak filzzzzz! i love you so much!

      Liked by 1 person

  4. Jangan keseringan bilang kaya gitu, ntar jadi beneran lho kaaa.

    AAHHHHH, ini sering banget dialamin sama cewek-cewek. Awalnya ga ngeh sama hal itu, terus lama-lama kepikiran terus terusss beneran suka. Endingnya galau mau bilang apa engga 😦

    Keep writing yaaaa 😀

    Like

  5. Aku perlu curhat di sini gak ya… HAHAHA. Aku kalo suka sama temen deketku malah seneng deket dan gak ngerasa aneh, terus aku becandain aja HAHAHA ((curhat beneran)). Anyway, aku suka banget sama kalimatmu, pasti bikin pingin baca terus-terus, dan nagih gitu, kerasanya ini jadi pendek banget :””)

    Nice fic lah, manisnya nyenenging X)

    Like

    1. jadi………. kamu suka sama temen deketmu? HAHAHAHA. duh, kalo aku malah ga bisa bayangin, tar. pasti super canggung, soalnya aku punya pengalaman, tapi bukan aku yang ngalamin, sahabatku ke sahabatku yang lain. terus gitu deh. hahaha. makasih banyak yaa, tar! :))

      Like

  6. kak put, aku mau bales panjang tp udah agak ngantuk nih, jadi makasih dulu yaa, kak. makasih buat komennya yang selalu berkualitaaaaaas. terima kasih banyak. btw ini ringan soalnya theme-nya estatic sorrow juga ringan, hehehehe. makasih banyak kak put, maaf balesnya cuma pendek padahal kak put komen panjang…….

    Like

  7. Waaaah…aku malah jdi kepikiran yah, karma? Karma? Duuuh aku ini pengagum epik romance yang selalu menikmati setiap sentuhan cerita yang diberikan, tapi jangan sampai hal ini jadi nyata, mau namanya karma atau apapun hihi….I’m in love with my bestfriend? I cannot even imagine hihi….but this is too cool to be real, isn’t it? Evin kereeeen nulis narasinya, diksinya indah tapi mudah diselami dan dipahami maksudnya.

    Like

    1. haloo, akikolahitani! salam kenal! :)) iya, kaaan, ga kebayang suka sama temen rasanya gimana, hahaha. makasih banyak yaa! semangat terus, akikolahitani!

      Like

  8. Haha. Aku melewatkan ini waktu ambil ecstatic shock. Aku udah lama niat pingin nimbrung di open prompt obscure sorrownya kakput, tapi lalu malah nglangsur saking banyaknya kerjaan. lalu waktu mendadak datang dan aku langsung pilih2 kata, yang nemplok: ecstatic shock. uwauw banget rasanya waktu udah jadi dan diberi tahu sudah ada yang bikin, ternyata evin yang bikin. hihi, pengin tos jadinya.

    tentang isinya.. yah.. gimana lagi, ya, namanya juga mendadak deg-degan, ya.. gitu deh. sedikit tapi banyak tulisan ini bikin aku inget lagi perasaan waktu curhat di tulisanku sendiri. jadi pengin hihi. sayang ini udah mulai malem. besok aja lah hihi-hihinya, biar nggak dimenyanin.

    nice work, evin. keep writing, yah..

    Like

    1. halooo, kak bee! 🙂

      hihi ayo kalau gitu kita tos dulu, kak. emang kata “estatic shock” itu eksentrik banget, ya. kayak anget-anget, penuh sparks fly gitu. jadinya menarik buat ditulis. apalagi dengan definisinya yang emang… nggak sorrow. hahahaha.

      makasih banyak yaa, kak bee, udah baca dan komentar! kakak juga keep writing teruus :))

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s