[Writing Prompt] Keeper of My Heart

keeperofmyheart

Summer wishes

by Io

[cr image: here]

.

Kami hanya dapat jatuh cinta sekali dalam seumur hidup.­­ Dan itu merupakan suatu anugerah sekaligus kutukan bagi kaum kami.

.

Pertemuan Llŷr dengan manusia bermata indah itu merupakan suatu ketidaksengajaan.

Ia tengah berjemur di atas batu sambil menikmati suara deburan ombak yang menjadi musik di telinganya. Sesekali merman itu akan mencelupkan kepalanya ke dalam air, mengambil udara melalui insang di lehernya, lalu kembali muncul ke daratan sampai ia membutuhkan udara lagi. Ekornya yang kuat bergoyang malas menyapu permukaan air laut; menggoda ikan-ikan kecil yang berenang mendekat karena penasaran.

Si merman bersenandung pelan. Kelopak matanya menutup; menikmati belaian lembut angin yang menyapu wajah.

Llŷr senang mengunjungi daratan. Ia sangat tertarik dengan dunia atas yang dipenuhi oleh makhluk serta benda aneh dengan berbagai bentuk dan rupa. Musim panas adalah musim favoritnya berkunjung ke daratan, di mana sunset adalah pemandangan yang menakjubkan bagi Llŷr disusul benda-benda putih di langit yang berpendar terang dan menghipnotis si merman dengan keindahannya. Sungguh, lautan tempat tinggalnya memang menawarkan pemandangan yang tak kalah elok, namun baginya yang lahir dan tinggal di sana, dunia atas itu bagaikan tegukan ambrosia yang menyejukkan.

Kelopak mata si merman menyentak membuka kala ia mendengar suara aneh yang berasal tak jauh darinya. Llŷr memutar tubuh, dan menemukan seorang manusia yang tak pernah ia lihat sebelumnya berdiri terpaku.

Manusia itu memiliki surai panjang berwarna hitam yang tampak cantik di bawah jingga matahari. Manik birunya begitu jernih—seperti memandang kedalaman lautan yang begitu ia cintai.

Demi Neptunus, Llŷr seakan hanyut dalam tatapan manusia itu.

Si manusia mengucapkan sesuatu, namun ia hanya memiringkan kepala. Ia tidak paham bahasa manusia, tapi jika didengar dari nadanya, sepertinya manusia itu terkejut. Llŷr lalu melihat manusia itu mengambil selangkah demi selangkah, mendekatinya perlahan dengan penuh kehati-hatian dengan tangan terangkat di udara—menunjukkan bahwa ia tidak membawa atau menyembunyikan senjata. Ia melihat bagaimana manik manusia itu bergulir menelusuri tubuhnya dengan ketertarikan yang tercermin jelas di sana.

“Oh, astaga….”

Merman itu mendengar ketakjuban di suaranya. Dan jujur saja, ia tak mengerti apa yang membuat si manusia takjub. Ia hanyalah merman biasa; dengan sisik dan ekor hijau gelap serta insang di leher. Well, dan selaput di antara jemarinya, itu saja.

Llŷr tidak melihat dirinya melalui mata si manusia—di mana ia adalah makhluk paling menakjubkan yang pernah ditemuinya. Di mana si manusia mengagumi sisik dan ekornya yang berkilat indah di bawah sinar matahari senja, di mana rambut merahnya mengingatkan si manusia pada kobaran api yang membara dan manik hijau yang jauh lebih memikat dibandingkan potongan batu zamrud mana pun yang pernah dilihatnya.

Manusia itu tertarik pada Llŷr, seperti halnya Llŷr tertarik pada manusia bermata indah itu.

Dan sejak saat itu, si manusia selalu mengunjunginya tiap sore, bercakap kepadanya dengan penuh semangat disertai senyum berseri yang selalu terukir menghiasi wajahnya. Kendati sulit untuk menangkap maknanya, Llŷr suka mendengar teman barunya ini berbicara. Ia hanya tahu manusia itu tak bermaksud jahat dari sentuhan dan pandangan lembut yang selama ini ia terima.

Namun akhir-akhir ini, senyuman menghilang dari wajah manusia itu dan digantikan oleh guratan kesedihan. Si merman tidak pernah lagi melihat bibir kawannya melengkung membentuk senyuman. Apakah dia mulai muak dengan hadiah yang Llŷr berikan? Llŷr hanya dapat memberikan manusia itu kerang dan mutiara terindah yang dapat diperolehnya di laut. Dan sekeras apa pun ia mencari, ia tidak dapat menemukan batu berkilau yang teruntai membentuk perhiasan dan menghiasi leher manusia itu.

Apakah dia mulai bosan dengan Llŷr?

Llŷr tidak ingin manusia itu berhenti mengunjunginya. Ia benar-benar menyukai si manusia. Saat-saat seperti ini, ia benar-benar berharap dapat memahami bahasa yang manusianya pakai. Tentunya akan lebih mudah bagi Llŷr menanyakan apa yang manusia itu inginkan selain kerang dan mutiara.

“Halo,” manusia itu berbisik. Tangannya terulur, membingkai lembut wajah Llŷr dan membelai pipinya perlahan. Ia tampak tak terganggu dengan beberapa sisik hijau gelap yang menonjol di pipi si merman.

“Aku senang kau tidak pernah menolak sentuhanku,” kata si manusia dengan seulas senyum yang menghiasi wajah. Manik birunya menatap lekat manik hijau Llŷr.  “Tapi aku akan lebih senang lagi jika kau dapat mengerti bahasaku—atau aku dapat mengerti bahasamu.”

“Musim panas akan segera berakhir,” lanjut manusia itu kemudian, mengusap surai merah si merman. Suaranya mengalir lembut, mengingatkan Llŷr akan suara para siren yang biasa berenang melewati kerajaan kaumnya.

Manusia itu terdiam sejenak. Pandangannya menerawang.

“Pangeran Eric meminangku.”

Suara si manusia tercekat. Cemas, si merman menggenggam tangan si manusia dan meremasnya pelan. Manusia itu tersenyum, namun sinar di matanya meredup.

“Aku menyukai Pangeran Eric. Dia benar-benar baik. Sejak kecil, kami sering bermain bersama setiap kali ia datang berkunjung. Tapi aku tidak mencintainya. Aku tidak ingin bersamanya,” katanya dengan manik biru berkaca-kaca.

“Tapi apa aku punya pilihan lain selain menerimanya? Tidak. Aku tidak punya pilihan lain. Aku harus melakukan apa yang sudah semestinya kulakukan. Apa yang seorang Putri harus lakukan,” kata si manusia, getir.

Ia menarik napas panjang.

“Dalam waktu dekat, Pangeran Eric akan datang kemari untuk menjemputku.”

Si manusia kembali terdiam. Ia menunduk, ekspresi yang tak bisa Llŷr gambarkan terlukis di wajah elok si manusia.

“Hari ini–” Suara manusia itu pecah. Air mata yang sedari tadi ditahan mati-matian mengalir bebas membasahi pipinya. “–adalah hari terakhir aku dapat bertemu denganmu.”

Hati Llŷr mencelos melihat manusia itu menangis. Ia mengulurkan tangannya, hati-hati melingkarkan lengannya pada pinggang ramping si manusia dan memeluknya lembut—seperti apa yang biasa ibunya lakukan dulu setiap kali ia menangis. Si merman melarikan jemari berselaputnya pada surai hitam itu, membelainya dengan penuh sayang. Ia tidak mengerti apa yang manusia itu katakan, tapi ia tidak suka melihat manusia itu menangis. Llŷr sempat bingung kala isak tangis manusia itu mengeras, namun lengan si manusia melingkar erat di bahunya, jadi ia memutuskan untuk mengeratkan dekapannya dan terus membelai lembut surai manusia itu, mencoba menenangkannya.

Llŷr hanya berharap senyuman ceria kembali menghiasi wajah manusianya saat mereka bertemu lagi besok. Bagaimanapun juga, senyuman itulah yang membuatnya jatuh cinta pada manusia di pelukannya ini.

.fin

Advertisements

11 thoughts on “[Writing Prompt] Keeper of My Heart

  1. Oalah, kisah cinta beda habitat/?
    Sekilas, aku ngira kalau si duyungnya itu cewek, eh ternyata cowok. Tapi ini bagus, mengingatkan aku sm imajinasi masa kecil ((maklum, anak akhir 90an yg suka nonton Putri Duyung yg sinetron itu lho)) /malah curhat hehe 😀
    Keep try your best! 🙂

    Liked by 2 people

    1. goodness, kisah cinta beda habitat lol XD

      hihi, cowok kok. Llŷr itu nama untuk cowok, originnya dari Welsh ❤

      thank you so much ❤ ❤ appreciate it! ❤ Titan juga anak 90an yang suka nonton sinetron putri duyung itu lho hahah

      Like

  2. Sebenernya awalnya kukira itu duyung wkwk. Tapi ternyata merman, btw aku gatau apa itu ;-;
    Tapi nyesek banget bacanya, apalagi di ending dimana merman ngga ngerti kalau ngga akan ada “besok” lagi buat mereka :””

    Like

    1. Llŷr itu duyung kok, hanya saja cowok makanya Titan sebut dia merman. Merman ini untuk duyung cowok, kalau cewek ya mermaid itu 🙂

      Titan geloleran pas ide ini muncul, galau sendiri eheh tapi akhirnya nekat ditulis :’)

      Trims uda mampir dan komen ya ❤

      Like

  3. aduh aku mah da maunya lambai lambai tangan ke kamera kalo titan udah bawain genre fantasy giniii :” asli aku kebayang banget penampakannya si llyr (apalagi pas dia senandung-senandung sambil ngegodain ikan) awwww :’))) (udah ini mah isinya bakal fika fangirlingan kalo diterusin wkwkwk). okeh lanjut.
    aku paling miris tuh bagian yang llyr ga ngerti apa apa tapi tetep nenangin gituu heuu. menurutku itu bittersweet banget taan. masalahnya si llyr kan gatau kalo itu hari terakhir mereka ketemu huhuhuhu :”” titan hayuklah mau dikomenin mananya lagi heu aku suka sekaliii. keep writing ya titaan ❤ ❤

    Like

    1. Llŷr sekarang lagi ngelambai ke kafika loh hahah ❤ XD

      Bittersweet is probably Llŷr middle name tbh /slaps/ titan galaunya setengah mati pas nulis prompt ini eheh karena dasarnya titan gasuka genre angst/hurt/dkk but the temptation was so great I couldn't resist at all :'')

      thank you so muchie kafikaa ❤ ❤

      Like

  4. LAH MAS. BESOK KAYAKNYA GAK BISA KETEMU LAGI DEH SAMA MBAKNYA.

    Huhuhu, aku suka banget sih kak :”) Ini kenapa jadinya begini. Yang bikin nyesek adalah si Llŷr (btw, ini gimana bacanya ya? hehehe) ini gak tau apa-apa soal yang ceweknya omongin, cuman ikutan sedih aja :”” kenapa dunia ini begitu kejam!?

    Kak titan kalo urusan yang nyangkut-nyangkut fantasy sih udah kece sekali 👍👍👍 keep writing kak ♡♡♡

    Like

    1. Llŷr, bacanya bisa (KLHIR) atau (HLIR) 🙂 🙂

      Gatau juga ini kenapa akhirnya jadi belok sedih kaya gini. Yang nulis juga ikutan nyesek kok jadi Tari ngga sendiri eheh :”
      Tida ada hepi end untuk cinta beta habitat 😦 /slaps/

      Awawa thanks a bunch, Tari ❤ Me love youu ❤ ❤

      Like

  5. haha iya, bisa dibilang semi fairytale retold, kaput. titan still bitter with the real ending of little mermaid, so no happy ending for Prince Eric :”) /slaps/
    yah, memang jarang sih merman dipakai, jadi wajar aja. kebanyakan juga yang diceritain duyung cewek (mermaid). ho

    aye aye, kaputri. saran-sarannya uda titan catet ‘-‘)7 membantu banget ❤ thank you so muchie ily!! ❤ ❤ ❤

    Like

  6. TITAN DAMPARKAN SADJA AKU DI LAUTAN TEMPAT MAS Llŷr SUN BATHING!!!!!!!! KEBANGETAN!!!!! KEBANGETAN!!!! KEBANGETAN!!!!! BIAR AKU KEPSLOKIN BIAR INI KUECE AKU GATAU MAU BILANG APA… KAMU MAU AKU BILANG APA TITAN HAAAAAAAAAAAAAAAAA AKU AMBYAR. TITIK. BHAY.

    Like

    1. … dem kepslok tho XD

      cep cep, kapang. yang ambyar bukan cuma kapang kok. ini yang nulis juga ambyar betewe becoz yha, angsty-material is a big no-no but eeehhh :””

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s