[Writing Prompt] The Bald Person

qfiqnrvvvfi9buh002cx

Jambak-jambakan

by futureasy

.

Dunia sudah berubah.

Kalimatnya ambigu, sekaligus relatif. Dunia toh tidak pernah benar-benar tetap, memang selalu menyisakan ruang untuk perubahan. Tapi mungkin yang dimaksud di sini adalah fakta bahwa orang-orang tidak lagi mengedepankan rasionalitas. Banyak di antaranya yang langsung menyerang, kalau bisa sampai menghabisi nyawa. Tidak ada yang tahu penyebabnya, atau sekalipun tahu, agaknya terlalu sibuk untuk mengerti. Aku sendiri tidak tahu aku berada di sisi yang mana.

Dunia berubah menjadi menyeramkan.

Kalimatnya menakut-nakuti. Barangkali dipikirnya orang-orang sebegitu mudah dipengaruhi. Tapi memang benar, begitu suatu pernyataan keluar, buru-burulah orang itu menyebarkan ke yang lain. Untuk mereka yang terlibat, pastilah seru menonton animo berlebihan masyarakat. Lebih-lebih kalau dijadikan topik panas seminggu penuh. Bah! Besar kepalalah mereka semua. Aku sendiri tidak mengetahui apakah aku bagian dari mereka atau bukan.

Dunia dulunya damai.

Ya, kalau sekarang dunia sudah tidak begitu lagi, maka definisi damai sebenarnya ditarik dari mana? Bodoh juga kalau orang-orang mendambakan dunia yang damai itu, yang sesungguhnya selama ini hanya produk dari orang-orang lain yang suka membumbui. Adalah lucu, bahwa jika kita telaah, tidak pernah ada yang benar-benar hidup di jaman yang katanya ‘damai’ dan masih hidup untuk menceritakan kebenarannya. Memusingkan untuk mengemas poin-poin yang kutemukan dengan rinci, atau agar orang lain paling tidak tahu bahwa aku sendiri tak pernah benar-benar memilih sisi baik ataupun buruk.

Dunia kini isinya hanya kritikus.

Well, itu merupakan esensi terbesar dari keberadaanku sendiri. Aku dan berjuta-juta orang lain, yang sama-sama tidak peduli lagi untuk menyimpan pemikiran kami untuk diri sendiri, tentunya bangga akan sebutan itu.

Kritikus. Dahulu ketika orang masih menunggu-nunggu kolom kritik di surat kabar, atau apa pun yang berkaitan dengan media, girang benar para pengkritik. Tersebarlah di mana-mana, tentang Ibu yang menjambak anaknya, tentang anak yang menjambak ibunya, atau tentang orang yang mengaku sudah dijambak Tuhan, bahkan orang yang dengan beraninya berkata sudah menjambak Tuhan. Memanaslah masyarakat, kalang kabut mereka menyematkan poin baik dan buruk dari peristiwa-peristiwa itu.

Tapi jika kupikirkan lagi, memang ada perubahan pada dunia. Lihat saja pada mereka yang mengaku-aku, memancing kritikus untuk keluar dan memberikan pandangannya mengenai ucapan sampah yang dihargai emas. Mereka sejatinya mencoba-coba, barangkali akan ada kritikus yang berbeda dengan kritikus-kritikus lainnya. Karena manusia memang hidup untuk mencari perbedaan, kemudian mereka akan menimbang siapa yang sebaiknya dijadikan panutan. Kebanyakan sih tidak peduli apakah harus memilih panutan yang pantas atau yang dipantas-pantaskan.

Jadi hari ini, ketika aku membuka jendela dunia, diperlihatkanlah kepadaku sebuta-butanya dunia. Orang di sudut jalan bermandikan peluh, tengah meraih-raih kepala orang di depannya. Lucu memperhatikan bahwa mereka tak pernah betul-betul menyentuh kulit satu sama lain. Orang-orang seperti itu kusebut pengecut.

Berbeda lagi dengan orang yang berguling di tanah itu. Susah payah dia menjangkau kepala orang di depannya, yang berdiri angkuh sembari berkacak pinggang. Mereka tidak akan sampai kepada tujuan mereka—untuk menjambak satu sama lain—karena perbedaan yang terlalu nyata. Orang-orang seperti mereka adalah orang yang masing-masingnya terkekang oleh stratifikasi.

Ketika aku memalingkan kepala, terkejutlah aku begitu menyadari seorang tua bangka tengah memaki sambil bisu. Ia cepat-cepat memberi senyum, memintaku untuk menyeberangkannya ke seberang jalan. Kalau saja dia punya tanggung jawab pada dirinya sendiri sebesar makian dan gapaian tangannya untuk merenggut kepalaku, pastilah ia tahu kalau jalanan itu memang khusus pejalan kaki dan bahwa tidak ada lagi kendaraan yang mampu membahayakan kehidupannya. Orang-orang sepertinya adalah orang yang percaya bahwa kepentingan dirinya sudah mutlak merupakan kewajiban setiap orang.

Apa yang benar-benar menarik terletak pada kenyataan bahwa kami semua—orang di ujung jalan, orang yang tergeletak di tanah dan orang yang berkacak pinggang, si tua bangka, pun adanya denganku—sesungguhnya tak berambut. Aku melangkah meninggalkan blok yang penuh dengan individu itu, memberikan kritikan untuk diriku sendiri sambil lalu. Dunia yang disebut-sebut berubah itu, sesungguhnya bukan benar-benar berubah, tetapi hanya kenaikan intensitas dari apa yang dahulu disebut-sebut sebagai ‘kebiasaan’ atau ‘hanya kesalahan kecil’.

Well, siapalah aku untuk berbicara?

Tugasku hanya untuk mengkritik, bukan untuk berhenti dan bercakap-cakap. Tugasku itulah yang kini menjadi pekerjaan inti nyaris seluruh individu di dunia. Kritikus, pengkritik yang mencuri kenyataan selayaknya tikus.

—fin.

A/N:

Halo semua, salam kenal aku dhiloo98 dengan nama pena khusus fiksi-non-korea : futureasy. Ini pertama kalinya aku menulis sejak terakhir menulis sekitar awal Desember 2015. Nuansa di sini begitu nyamannya sampai aku yang udah lama gak nulis jadi mau nulis lagi hehe. Gak yakin apakah ini akan lolos, tapi tujuanku menulis ini cuma mau kasih tahu kalo sekarang jamannya semakin mendorong kita untuk berpikir kritis, dan oh well, banyak sekali orang yang melayangkan kritik seenaknya, dari kritik itu, ikutan deh yang namanya jambak-jambakan:” semoga kita semua tau kalau kita hidup bukan dengan diri kita sendiri! Aamiin hehe. Makasih udah bikin aku nulis lagi! 🙂 salam kenal, aku Dhila, 98l.

Advertisements

22 thoughts on “[Writing Prompt] The Bald Person

  1. kak dhil, kayanya ini pertama kali deh nabil baca ceritanya kadhil. and its sooooooo damn good!!!! i want more kak dhilllll!!!! paduan katanya oke amat, nabil suka di bagian kaka ngegambarin kayak gimana sih perubahan dunia dari waktu ke waktu.mulus banget ih narasi nya lebih dari mbak mbak girlband koreyaaa hehe

    all the best for u kakdhil, !!! 🙆🙆🙆🙆 sukses yaaaa un nyaaaa 💘💘💘💘💘

    Like

    1. Nabil, halo! 😀 Wah, salam kenal dari tulisanku berarti hehehe. Makasih udah suka sama ini yaaa. Masih banyak kesalahan tulisan, tapi semoga itu gak mengganggu kamuuuu :””

      Aku juga suka nulis bagian itu HAHAHA apa ya, tau-tau lancar aja pas nulisnya.

      All the best for you too, nabiiil! Kita jarang bener-bener ngobrol, semoga ke depannya bisa lebih deket yaaaa!! ♥♥♥ Aamiin! Thanks nabiiiil! Sukses buat studimu jugaaaaa! 😀 See you! :)))

      Like

    1. Halo! 😀 salam kenal aku Dhila, 98l! Kayaknya kita satu line yaaa:D

      Makasih udah baca, suka, dan komen yaaa! 🙂 Have a nice day! See you~

      Like

  2. Hallo Dhila 🙂

    First, I want to say “This is Great” dear. and i mean it.
    Cara kamu buat jabarin dari tiap satu kalimat tuh bener-bener mengalir dan menurut ku untuk beberapa orang, kata-kata kamu tuh ngena banget.

    “Dunia sudah berubah.”
    itu emang kalimat yang ambigu tapi untuk orang-orang yang mengerti kalimat itu, pasti mengamini tulisan kamu.

    Izin reblog ya Dhil 🙂

    Ah, aku juga suka kalimat ini.
    “Kritikus, pengkritik yang mencuri kenyataan selayaknya tikus.”
    Karena terkadang, orang-orang hanya bisa mengkritik tanpa tahu makna dibaliknya.

    Like it 🙂

    Like

    1. Halo! Aku harus panggil apa ya? Kak kah? Salam kenal ini Dhila dari garis 98:)

      Beribu terima kasiiih hehehe. Aku seneng kalo kata-katanya emang menyentuh :’) Aku sendiri nulisnya blinded by facts aja sambil mengingat peliknya kehidupan di era globalisasi inii.

      Yap, silakan direblog, kaaak! Makasih udah baca dan suka tulisan inii. Semoga ke depannya kita semakin kritis dan gak dikalahkan sama perubahaaan 😀

      AND YAS itu dia, banyak orang yang mengkritik -bahkan mungkin termasuk aku- yang sebenernya gabener-bener paham sama apa yang dikritik

      Huhuhu makasih udah sukaaa, kak! Salam kenal:) seeyou and have a nice day

      Like

  3. hello dhilaaa. waa kamu seangkatan sama adek aku ternyataa hehe. btw sama kaya nabil ini first time aku baca tulisannya dhila aaaand, you left me speechless :”) asli ini keren banget aku sukaaa. bagian yang dhila sebutin: dunia mulai berubah; dunia dulunya damai, waaaah. terus kalimat yang dipake juga aku suka sekaliii, sama masalah yang diangkat juga. emang ya jaman sekarang tuh edan di mana mana :”( ((ini aku sampe bingung mau komen apalagi heu)). pokoknya ini baguuuus. btw salam kenal dhilaa, aku fika dari garis 93 hehehe. keep writing yaaa 😀

    Liked by 1 person

  4. DHILAAAAAAAAA
    KANGEN BANGET TULISANMUUUUUU
    Dan ini badai banget, sumpah deh.
    Aku suka banget bagian ini: “Tersebarlah di mana-mana, tentang Ibu yang menjambak anaknya, tentang anak yang menjambak ibunya, atau tentang orang yang mengaku sudah dijambak Tuhan, bahkan orang yang dengan beraninya berkata sudah menjambak Tuhan”.
    YAAMPUN DHILA ITU MANTEP BANGET. Kayak ada lucu-lucunya gitu :””
    Pokoknya bagus bangetngetngetnget!
    You are rock, my sista!
    Dan walau udah lama gak nulis, tulisan kamu malah makin bagus.
    Keep writing dan semangat yaaaaaa XDXDXD

    Liked by 1 person

    1. KAKLIA HALOOOOOOOOOOO!!!!
      Hehe makasih kakaaaaaaak!!! 😀 😀 😀
      Itu salah satu bagian kesukaanku juga kaaak! Hal-hal yang kayak gt buatku catchy banget jadi awal nulisnya kayak dia emang udah seharusnya di situ huhu :” i love it my self huhu tidak baik

      YUHU ROCK!!! Kalo aku rock kakak apaan:( Huhu semoga ke depannya dna dhiloo98 kembali ke badanku ya kak kasian selama ini aku nyari-nyari dia ke mana soalnya bener bener gabisa nulis samsekHUHUHU, BUT THANKIEEEES!!!!

      Siap, sista! SEMANGAT JUGA BUAT KAKLIAAAAA 😀 🙂 😉 Makasih kakaaak udah ke tulisan ini :”’)) ILY

      Like

  5. Oh my gosh kak dhilaaaa kangen banget baca tulisan kakak. Dan sekalinya baca langsung yg berat banget gini. Dapet banget unsur-unsur agak kesurealannya (emang oke banget kalo bikin beginian deh) terus juga suka sama sindiran yang ditumpahkan dalam perumpamaan.

    Keep writing kak, ditunggu karya berikutnya!

    Liked by 1 person

    1. Hai, niswaaaa! Long time no see! Kuliat kamu aktif di sini, maaf aku belom sempet baca atau tinggalin komen yaaaa 🙂 Aku yakin kamu pasti tulisannya udah berkembang jauh deh X)

      Eh, ini berat???? O.O huhu MAAAAAAAF. yeay! kusenang kalo kamu suka ini 🙂 Ayeay! Makasih niswaaaa 😀 see you!

      Liked by 1 person

  6. halo, kak Fika! kayaknya aku pernah liat nama kakak di sosmednya anak-anak ifk?? hehe. Salam kenal juga, kakak, aku Dhila, 98liner 😀 Waah! berarti titip salam semangat buat ade kakak! haha, lagi sibuk-sibuknya ujian sekolah sama persiapan un kan soalnyaa :”” SEMANGAT!!!!

    Ah:’) makasih banyak, kakaaak. Honestly, aku udah lama banget gaterima komen dan semua komen di sini really heartwarming :”’ Jadi terharu banget huhuhu :’ MAKASIH SEMUANYAAA

    Iya nih makin lama orang-orang di sekitar tuh makin ugh gimana ya menjelaskannya HAHAHAHA X) suka pengen digetok satu-satu X)
    Thank you, kak Fika!
    See you! 🙂

    Like

  7. Sama sekali gapapa, kakpuuut:”””)))) AKU JUGA RINDUUUUUUUUU ❤ ❤ ❤

    Aaa makasih banyak kakaaaak!! Ini komentarnya heartwarming banget aku terharu banget dan takut gak bisa jawab sepanjang iniiiiiiiii:)))) TAPI MAKASIH BANYAK SEBELUMNYA KAPUUUT :*

    temanya dapet dari promptnyaㅡyang, udah kusebut di atasㅡ aku suka banget!!!! promptnya bener-bener singkat tapi narik hati banget huhu how I love it!

    Alhamdulillah kalo bisa digolongin ke mature&wise, oh thank you kakput 🤗🤗🤗

    ASTAGA AKHIRNYA ADA YG NGUNGKAPIN ITU!!!! KAKPUT AH!!! KAKPUUUUT 🤗🤗 ITU TUH KAYAK YANG HIGHLIGHT BANGET SEBENERNYAAAAA. Yaap! Betul banget kesimpulannya kakput! Kalo prompt yang aku dapet dari ws kan ‘jambak-jambakan’, nah, sebenernya prompt balesan dariku itu yang ‘bahwa kami semua tidak berambut’ :”” YAP YAP YAP maksudnya tuh mereka semua sia-sia, jambak-jambakan tapi sebenernya gak berambut. Betuuuuul kakpuuuttt. Yeokshi!

    :””)) THE MOST HEARTWARMING COMMENT :””’) Makasih banyak kakput, aku jadi makin termotivasi buat bikin tulisan-tulisan selanjutnya :’) Semoga kita semua bisa selalu introspeksi ya sebelum menilai orang, selalu inget kalo bukan cuma pemikiran kita aja yang sedang berlangsung buat menghakimi, masih banyak sudut yang laiiiiin.

    :’ sincerely thank you :’) Tulisan juga gak akan lebih worth kalo gak ada pembaca yang bisa menginterpretasikan kata-katanya :’) so, thank you:’)

    ❤ ❤ ❤ ❤ lovelovelove! Makasih kakput! makasih writerssecrets! lets have a great life together! 🙂

    Like

  8. kak dhil,

    ini pertama kalinya zy baca fiksi kakak,

    dan kakak langsung ngebuat zy terpukau gitu yak ❤

    fiksi yang isinya sindiran-sindiran gitu is my jam ❤ jadi seneng banget kalo udah nemu yang kayak gini //kamu ngomong apa sih, kok jadi berbelit gitu//

    menurut zy nih ya, nyari fiksi sarat makna begini ga ubahnya tambang oli di timur tengah, susah/? soalnya kebanyakan fiksi yang tercecer bermuatan romansa semua – kan, zy, enggak terlalu suka cerita romansa gegara kurang realistis/? di mana si tokoh cowok selalu ganteng dan tokoh ciwiknya selalu cantik dan popular…

    … seolah enggak ada topik lain //duh kok jadi curcol//

    yowes ini bagus banget dan yang paling nget adalah ini sarat makna ❤ 'dunia udah berubah' itu bener banget, kalau disandingkan dengan berpuluh-puluh tahun yang lalu, dunia emang udah berputar haluan :(( zy jadi ga kenal, semua orang seolah-olah bukan orang //ah, entahlah//

    maap ya kak, review dariku gajelas begini dan sebenernya intinya cuma mau bilang kalo ini keren aja/? keep writing kak dhil ❤

    zy, 03 L

    Like

    1. hai, zy! salam kenal yaaa aku dhila, 98l! and thanks, aku juga masih kaku kaku kok ini udah lama ganulis haha. No, gaberbelit kook! Ikr, aku juga suka yang ada sindirannya, sarcasm is lyf HAHAHA. and yap, ngerti banget soal romens-romens gituu, emang kadang-kadang suka bikin cape tapi romens kadang menghibur juga sih??? hahahaXD

      Makasih udah baca dan suka ini ya zyyyy, and you’re so young wow! panggil kakdhil will do, zy:) see you, darl! 😀

      Liked by 1 person

  9. Halooooo, Kak Dhila! 🙂
    Ini pertama kalinya aku baca tulisan kakak dan waw
    waw
    waw
    waw
    aku jaw dropping tenan!

    awalnya liat judul aku bertanya-tanya. Liat poster aku berekspektasi. Liat nama prompt aku berimajinasi. Baca ceritanya aku buyar ambyar mimisaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan!!!
    KAK YA AMPUN KAK SEBERKAS DARI IDE KAKAK PUN AKU GA ADA LEWAT SOAL JAMBAK-JAMBAKAN WHICH MEANS…..
    wah kak wah
    you deserve more and more qualified comment than this I’m so sorry that I end up fangirling over your fic :”

    I DO LOVE IT FROM TODAY TO LEBARAN HAJI ABAD 22!!!! ❤ ❤ ❤

    Like

    1. Haiiii mispang! salam kenal yaaa aku Dhila, 98l! And sorry for the very lateeee reply x)) Hehehehehehehehe, thankyou!

      No! What qualified hahaha! Aku seneng banget baca komenmu! Sangat membangun semangat dan apresiasinya awww :””‘))) HAHA LEBARAN HAJI XD Wow thanks, deaar! Makasih yaaa mspang udah komen iniii 🙂 semoga ini membuka hati dan pikiran (hah) 😉

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s