[Writing Prompt] Riddle: Savoury Dish

Savoury dish

by O Ranges

.

Aku memotong irisan pertama dan mengangkatnya sejajar mata, mengamati dengan pandangan menyelidik.

.

Liburan musim panas lalu, temanku, Terrence menemukan buku-buku tua berbau occult di loteng rumah saat ia sedang bersih-bersih. Satanisme, iblis, sihir—semua omong kosong yang anehnya masih saja dipercayai oleh banyak orang di abad ke-21 ini. Dia yang dari awal sudah tertarik dengan hal semacam itu tentunya gembira bukan kepalang bak menemukan harta karun dan seketika melahap buku-buku tersebut. Hell, bukannya mencatat apa yang Profesor Moore terangkan panjang lebar di kelas, aku melihatnya sembunyi-sembunyi membaca salah satu buku yang ia temukan beberapa hari lalu.

Satu kesimpulan yang berhasil kutarik, ia memboyong buku-buku itu ke apartemennya.

Tak masalah untukku, sih. Hidupnya adalah miliknya. Siapa aku mau melarangnya mendalami sesuatu yang memang disukainya?

Tapi kau tahu, kalau menurut berita di televisi dan apa yang pernah kubaca, occultism biasanya dibarengi dengan praktik-praktik yang jauh di luar akal sehat. Memanjatkan doa di bawah sinar bulan purnama, eksorsisme, astral projection, dan masih banyak lagi hal gila yang jika disebutkan satu-satu panjangnya akan melebihi daftar belanjaan ibuku di awal bulan. Mau tak mau aku jadi khawatir akan Terrence.

Hari ini, seperti biasa Terrence mengundangku untuk makan malam—dengan menu steak, kalau boleh kutambahkan. Oh, salahkah kalau aku merasa curiga?

Kenapa curiga, kau bertanya? Well, teman yang satu ini memang sering mengundangku untuk makan malam, tapi selama ini menu daging nyaris tak pernah ada. Kalaupun ada, itu pun daging ayam atau ikan. Ketika aku bertanya daging apa yang dimasaknya, Terrence enggan menjawab. Nah, bagaimana aku tidak curiga coba?

Saat ini aku tengah berada di apartemennya yang mungil, duduk di meja makan yang besarnya hanya cukup untuk menampung dua orang. Dari dapur kudengar suaranya sibuk memasak. Aku cukup tahu diri untuk tidak menawarkan bantuan. Terakhir kali aku membantu, entah bagaimana itu berakhir dengan nasib panci Terrence yang berlubang. Padahal saat itu aku hanya memasak air. Setelahnya dia mewanti-wanti agar aku tidak melangkahkan kaki lagi ke dapur. Terrence benar-benar galak jika urusannya sudah menyangkut peralatan memasak.

Aku menggeliat malas. Kulirik jam Rolex yang melingkar di pergelangan tangan—jarum pendek nyaris menyentuh angka tujuh. Baru sejam lalu kuserahkan bahan-bahan untuk membuat steak pada Terrence, dan aku sudah bosan setengah mati.

Terpikir untuk melanjutkan game yang baru saja kuunduh tadi pagi, Flappy Bird, tapi ada kemungkinan hasilnya akan berakhir naas dengan aku yang melemparkan ponsel ke dinding karena gagal beranjak dari highscore lima, jadi kuurungkan niat itu.

Asyik membolak-balik majalah olahraga Terrence, tiba-tiba saja aroma lezat memenuhi indera penciumanku. Aku mengalihkan perhatian dari majalah, dan benar saja, hidangan telah tersaji di meja. Kalau saja aku wanita, sudah pasti aku akan berusaha menggaetnya. Siapa yang tak mau punya kekasih jago masak? Dan sungguh, aku tidak buta—tampang Terrence cukup menarik.

Omong-omong, dari aroma dan rupanya, steak yang dihidangkan Terrence memang tampak menggiurkan, tapi keraguan itu masih membayang-bayangi. Pikiranku benar-benar berkecamuk.

Aku memotong irisan pertama dan mengangkatnya sejajar mata, mengamati dengan pandangan menyelidik. Dari sudut mata kulihat Terrence yang tanpa segan menyantap porsinya dengan lahap. Perhatiannya tersita oleh iPhone di tangan kanan, jemarinya bergerak cepat di atas layar, entah mengetik apa.

Bibirku membentuk garis tipis. Pandanganku bergulir kembali pada irisan steak di tangan. Makan atau tidak makan? Kalau aku tidak makan, Terrence jelas akan tersinggung. Tapi kalau aku makan, aku tidak tahu daging apa yang akan masuk menghuni perutku.

Sekilas terlintas di pikiran, jangan-jangan ini daging manusia.

Akhirnya, setelah mengumpulkan keberanian dan memaksakan diri, aku pun mencicipi steak tersebut.

Ah.

Aku mengunyah perlahan. Dagingnya gurih. Bumbu rempah beserta saus steak terpadu dengan baik dan merebak lezat di rongga mulut. Terrence benar-benar jago masak. Dan yang terpenting, ini bukan daging manusia.

.fin

Advertisements

14 thoughts on “[Writing Prompt] Riddle: Savoury Dish

  1. titan…….. jangan jangan itu sebenernya daging manusia tapi si ‘aku’ udah disantet duluan ama terrence jadi si ‘aku’nya nggak nyadar. hayoloooh jangan jangan gituuuuu ((seenaknya bikin asumsi)). duh! aku ga ngerti lah kalo riddle gini mah fika angkat tangan ah ga kuadh. jawaban dong taaan yayayaya? HAHAHAHA. dan… selalu deh titan kalo bikin nama oc tuh yang keren gituu. aku suka namanyaaa. terrence kyakyaaa. btw titan nanti share portrayer terrence ama ‘aku’ dong ((hahahah ngelunjak)). yosh! keep writing yah titaaan x)

    Like

    1. eheh, terrence di sini innocent kok, cuma yha, dia terobsesi dengan occultism x)

      jawabannya sama kaya balasan komen kaput di atas ya, kafika. kuncinya ada di paragraf terakhir, ehe 😀

      dan sebenernya bebas sih untuk portrayer aku, tapi nanti titan bakal share portrayer mereka. haha ❤ thank you so muchie ❤ ❤

      Like

  2. hihi, asumsi pertama menarik, kaput. titan bahkan ngga berpikir sejauh itu buat si aku ini invisible being x) tapi yha, ‘aku’ ini manusia kok. titan sengaja ngga menyisipkan dialog antara aku dan terrence.

    untuk yang kedua, sebenarnya itu tergantung dari klub occult yang diikuti… dan well, ‘ajaran’ yang dianut. bcoz antara satu occultism dengan yang lain bisa berbeda anutannya ((menurut apa yang titan baca)). dan sayangnya, asumsi kedua juga salah x)

    kunci jawabannya ada di paragraf terakhir kak,
    (Aku mengunyah perlahan.) Dagingnya gurih. Bumbu rempah beserta saus steak terpadu dengan baik dan merebak lezat di rongga mulut. Terrence benar-benar jago masak. (Dan yang terpenting, ini bukan daging manusia.) — di sini, jelas aku memakan daging itu. Nah pertanyaannya, bagaimana bisa si aku tahu kalau yang dikunyahnya itu bukan daging manusia? 🙂 🙂

    Like

  3. Pusing kalau disuruh nyari jawaban riddle-nya tapi penasaran setengah mati juga…. jadi serba salah /sighs. Abis baca berulang kali paragraf terakhirnya, yang langsung kepikir di otakku si ‘aku’ pernah makan daging manusia, dan itu kenapa dia bisa bilang kalau itu bukan daging manusia. HAHAHAHA. Otak cetek banget yha maafkan. ;;-;; Nice writing, anyway!!

    Like

    1. aduh, ngga cetek kok. jawaban Shiana betul loh ❤ Aku bisa bilang kalau yang dimakannya bukan daging manusia karena dia pernah memakan daging manusia. so yeah, aku ini semacam kanibal sebenarnya

      thank you so much yaa ❤ ❤

      Like

  4. Aku udah curiga kuncinya ada di paragraf terakhir. Bagaimana bisa si Aku tahu kalau itu bukan daging manusia? Kemungkinannya dia pernah makan daging manusia… atau? Ah, aku sering lola kalau berurusan dengan riddle..huhu.
    Aku sukaa ceritanya. Ceritanya Titan selalu segar buatku, jadi menarik untuk diikuti.

    Like

    1. hihi, kaami udah betul kok ❤
      Aku ini memang pernah memakan daging manusia, jadi dia tahu betul daging yang dihidangkan Terrence itu bukan daging manusia.

      awawawawawa, thank you so muchie kaami ❤ ❤ me love youu ❤

      Like

  5. Iyaa, aku sampai baca2 ulang kalimat terakhir. Ada yang ganjil, tapi apaa..
    Ternyata dia bisa bedain ini bukan daging manusia krna dia udah pernah nyoba. Aku asa pernah denger/baca riddle yg serupa sbnrnya dulu, tapi entah kenapa aku ttp gak gampang nebak riddlenya krna udah terlena sama paragraf2 sbelumnya,,ahahaha.. xD
    Good job lah titan. Aku sukaa ini mah.. b^^d

    Like

    1. eheh, memang poin ganjil ada di paragraf terakhir ❤ dan saking simpelnya jawabannya, biasanya sih pembaca melewatkan ini.

      awawawa thank you so much, Dhila ❤ ❤

      Like

  6. Bwhahahahaha berarti dia…. 😄
    nice! Penyampaiannya keren banget, aku mendadak ingat tes psikopat itu.

    Tapi sempat gk ngerti yg pov ini cowok apa cewek, kurang manly lagi kayaknya. Tapi,, ah..sudahlah, ini keren super duper!

    Like

    1. ya, berarti Aku itu… x)
      bicara soal tes psikopat, titan pernah ambil dan untungnya ngga ada bakat jadi psikopat. hahah ((ngga nanya))

      ah, begitukah? titan kurang latihan ini. menulis dari sisi pandang cowok rada susah emang hu :”)

      thanks a bunch ya, L ❤ ❤

      Liked by 1 person

  7. UDALA AKU TUH PALING BODOR KALO SOAL RIDDLE-RIDDLE-AN JADI AKU MENIQMATI KEHADIRAN TERRENCE LAGI SADJA ❤ ❤ ❤ [[[KELIYENGAN. BAYANGIN. TERRENCE. MASAK. STEAK. BUBAR. JALAN. GRAK.]]]

    Like

    1. Awawawa kapang pls 😄 😄

      wah, Terrence populer yak? mungkin harus muncul lebih sering lagi hahah x)

      thank you so muchie kapang ❤ ❤

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s