[Writing Prompt] Of Aeroplane, Persian Carpet and Forgotten Anniversary

signature

Mantan Tunangan

Tell me, princess, now when did you last let your heart decide?

.

Yang terlewat diceritakan di hikayat turun-temurun adalah, pernah ada masanya kisah asmara Aladdin dan Jasmine dirundung konflik, hingga menyebabkan hubungan mereka bak telur di ujung tanduk.

Kalau ditinjau dengan saksama, musabab dari konflik tersebut bukan permasalahan yang fatal, kok. Namun banyak kaum pria yang sering—tanpa sengaja—melakukan ini, bahkan sampai berabad-abad kemudian. Yaitu menyepelekan pihak wanita.

Jika kau berpikir apa yang Aladdin lakukan sampai di level sepenuhnya mengabaikan presensi kekasihnya yang jelita demi berpetualang dengan Mr. Genie, maka kau salah besar. Aladdin cuma melupakan tanggal anniversary mereka, tapi tetap saja Jasmine keki. Karena anniversary mereka kan setahun sekali, bukan setiap bulan.

Melihat tuannya yang dirundung duka karena nyaris menjadi mantan tunangan putri tercantik di semenanjung Agrabah, Mr. Genie yang baik memutuskan untuk melanggar sedikit peraturan di Undang-Undang Jin demi menghadiahi sepasang muda-mudi favoritnya momen konsolidasi. Ia yakin Lady Fate di atas sana tak akan marah, toh yang ia lakukan ini adalah sebuah kebaikan.

Maka di sinilah keduanya berada saat ini, di atas karpet terbang yang membawa mereka bertamasya di atas Terusan Suez.

Seribu satu kali Aladdin melempar anekdot dan gurauan sejak mereka lepas landas, sembari berekspektasi sang Tuan Putri perlahan luluh hatinya dan memaafkan kesalahannya. Dibantu moda transportasi berupa karpet terbang yang disediakan gratis oleh Mr. Genie, Aladdin berharap sepulangnya mereka dari tamasya dadakan ini, mood Jasmine kembali stabil dan tak lagi membahayakan harkat hidupnya.

Tapi bukan Jasmine namanya kalau bisa semudah itu ditaklukkan. Bahkan ketika perjalanan mereka mencapai Tembok Besar Cina pun, Aladdin belum melihat mood Jasmine mengalami perkembangan.

“Haruskah aku turun dan membelikanmu seplastik mandu, supaya kau mau memaafkanku?”

Kali kesekian ia mendesah keras, karena pertanyaannya—lagi-lagi—hanya dijawab oleh desau angin yang menerbangkan rambut jelaga Tuan Putri. Yang diajak bicara justru masih semangat memberinya silent treatment, tangan tersilang di depan dada guna menghalau udara dingin. Lama-lama Aladdin ikutan dongkol pada Mr. Genie karena lupa menyediakan penghangat atau minimal jaket tebal untuk keduanya.

“Mr. Genie sampai melanggar Undang-Undang Jin supaya kita bisa berdamai. Kau lihat karpet terbang ini? Asli dari Persia, lho, 100% handmade pula. Apa kau tak ingin mengapresiasi niat baiknya?” Aladdin belum menyerah.

“Oh, jadi ini semua idenya Mr. Genie? Bukan inisiatifmu yang mau minta maaf tulus?” Jasmine membalas pintar.

Salah lagi, Aladdin membatin masam. Padahal ia dulu membantah teori yang menyebut kalau wanita dikodratkan selalu benar. “Hah, apa-apaan,” tentangnya kala itu. Tapi berpacaran dengan Jasmine sedikit demi sedikit menggeser apa yang ia percayai. Maunya, sih, terus-terusan tak setuju, tapi kenyataan di lapangan berbeda dengan harapan Aladdin.

Adalah bohong jika menyebut Aladdin tak keki mendengar jawaban ringkas namun cerdik yang dilontarkan Jasmine. Dan bohong pula jika mengira Jasmine tak berusaha mati-matian menahan tawa kala mendapati ekspresi kecut Aladdin barusan. Karena sesungguhnya, dia pun merindukan Aladdin setelah seminggu ini ia mendiamkan kekasihnya. Maunya Jasmine, mereka lekas berbaikan supaya bisa menghabiskan momen menyenangkan ini.

Tapi jika langsung dimaafkan, Jasmine takut Aladdin tak akan belajar dari kesalahannya. Ia tak mau kekasihnya terus mengulang hal-hal sepele—tapi menyebalkan—di masa mendatang. Mungkin terdengar egois, tapi ia ingin Aladdin menempatkannya sebagai salah satu prioritasnya. Bukan sebagai seseorang yang bisa diabaikan dan dinomorduakan.

“Jasmine…”

Lamunan si Tuan Putri buyar kala jari-jemarinya yang kebas ditangkup telapak yang lebih besar dari miliknya—milik Aladdin. Jasmine mendongak, mendapati tubuh sang kekasih yang condong ke arahnya. Jarak mereka hanya bersela sekian sentimeter, dan selama sesaat Jasmine mengira Aladdin akan menciumnya. Namun…

“Kau tahu apa itu pesawat?” tanya Aladdin ringan—sama sekali tak ada indikasi perkiraan Jasmine akan terjadi dalam waktu dekat.

Ditanyai mendadak seperti itu, Jasmine jadi lupa kalau ia sedang marah. “Setahuku, pesawat baru ditemukan berabad-abad kemudian,” jawabnya akurat, menatap Aladdin bingung yang tiba-tiba bertanya se-random itu. “Tapi demi kepentingan cerita ini, pura-puranya aku tahu, deh. Kenapa?”

“Tepat,” Aladdin mundur dan mengambil jarak. Pun begitu genggamannya di tangan Jasmine tak ia lepas—justru kian dieratkan. “Karena pesawat baru ditemukan berabad-abad kemudian, serta aku dan Mr. Genie yang tak mau menyalahi sejarah, maka karpet terbang inilah hal terbaik yang bisa kulakukan saat ini. Dan walaupun keseluruhan perjalanan ini adalah inisiatif Mr. Genie, tapi aku tulus minta maaf padamu, Jasmine.

“Jadi… maafkan aku karena melupakan tanggal anniversary kita. Aku bisa saja beralasan bahwa beginilah kodrat kami para lelaki, kurang peka dan cenderung abai. Tapi bukan berarti aku tak memperhatikanmu, Jasmine. Untuk yang satu itu, kau bisa percaya padaku.”

Kanvas langit di atas mereka berwarna pekat, dilukis oleh ribuan gemintang bertaburan yang menjadi saksi permintaan maaf Aladdin untuk gadis kesayangannya. Jasmine mengangguk sembari tersenyum. Kata-kata Aladdin barusan memang semanis madu, namun bukan itu alasannya ia memaafkan si lelaki.

Tapi karena Jasmine melihat kerlip yang lebih terang dari gemintang di atas kepalanya, di kedua manik Aladdin—sebuah tanda sederhana betapa tulusnya pria terkasihnya saat ini.

.

-end

.

  1. Semoga ini nggak mengecewakan, bikos 1.) ditulis pas writers’ block parah, 2.) personally rada gak puas, 3.) kurang nyambung prompt, 4.) laptopku kupanjer dua minggu penuh buat ngerjain prompt ini, dan yeah… hasilnya gak sesuai ide orisinil. Beda banget malah. Makanya aku keki.
  2. Fairytale retold ya, ngikutin jejak Fika dan Titan. Tapi yah… jauhlah sama punya mereka, heu. Dan aku semacam terkena kutukan Mr. Genie HAHAHAHA. (Fika knows the reason, go ask her XD ) (oh and hello, Lady Fate!).
  3. FYI: joke pesawat itu ada istilahnya di dunia literatur. Namanya breaking the fourth wall, singkatnya kurang lebih fiksi yang melibatkan realita, sehingga batas antara dua dunia itu jadi kabur. Selengkapnya, here.
  4. Buat semua orang yang pernah kubeta, I’m so sorry HAHAHAHUHUHU. Menulis emang nggak semudah kelihatannya, jadi bagi yang ingin mem-beta balik, aku akan sangat mengapresiasi. Thanks for reading, anyway. ❤

Advertisements

3 thoughts on “[Writing Prompt] Of Aeroplane, Persian Carpet and Forgotten Anniversary

  1. (mudah mudahan aku pertama) WELL HELLO LADY FATE, HELLO MR GENIE I MISS Y’ALL SO MUUUCHIE xD kakput kakput, i put my hands up in the air (lagi) pas kata lady fate muncul, like, weellll udah berapa lama nggak ketemu (?) doi HAHAHAHA. sama joke pesawat terbang omg. seingetku kakput pernah munculin ini juga deh kak waktu jaman itu tuuuh. yang ituuu xD sik sik maap ini malah meracau hahaha.

    but omg fairytale retoooold :”))) aku kurang bahagia apadooong heu. tbh aku pun mau nyoba nulis fairytale retold buat dongeng princessnya disney (cinderella, snow white, termasuk aladdin) but aku bingung harus ditwist di manaa wkwk. lalu kakput nulis yang aladdin dan semacam menceritakan side story pas aladdin berantem ama jasmine wawawaaa :”)) sik aku ngakak tadi ada bagian: “jasmine keki.” OMG. kata jasmine dan keki ditaro sebelahan………sumpah aku nguquq tertahan xD untunglah nggak sampe craughing (terus di notesnya malah kakput yang craughing haha).

    and…yes. kak. huhu. kakput jangan marah yaaa, but tadi aku juga nemuin beberapa yang sebenere ga perlu pake koma, ada yang ambigu jugaa kalimatnya soale ada bagian dua duanya “nya” tapi ditujuan buat karakter yang beda. huft. emang nih webe ah (nyari kambing hitam buat disalahin). urgh! semogaaaaaaa tulisan kita lekas baik baik saja ngga kaku kayak kerah kemeja baru (mengutip kaeci). dan ada namakuuuuh di notes waaah :” kakput haruskah kita bikin squad fairytale reteller? misinya bikin twist twist fairytale gituu wakaka (kompor).

    yosh ini sepertinya kepanjangan. maafin aku ya kak pabila isinya cuma fangirlingan fika towards lady fate heu :” salam beken, salam keren! kakput keep writing semoga tulisan kita kembali fit (halah) xD luvvvvssss u my favorite writer! ♡♡♡♡♡

    Like

  2. aku baru mau ngebahas njebol tembok keempat itu di komen terus udah kejebol duluan sama kakput sendiri hahaha ya sudah.
    ff fairytale, ya ampun aladdin ngelupain tanggal anniv, minta dibikinin reminder gitu kek sama om jin. untungnya si jasmine ngemaafin aladdin hehe. dan aku ngebayanginnya pake scenenya disney beneran, sak putri jasminenya sak aladdinnya, lucuuu
    tapi sejujurnya sama summary kok rada ga nyambung… ah no, mungkin aku saja yg belum menangkap kenyambungannya hahaha.
    keep writing kakak!

    Like

  3. aku………………………………………………………….bisa………………………………………………………………APA KALO FAIRYTALE RETOLDNYA KAPUT YANG BIKIN ASTAGANAGABONAR PERSIA 100% HANDMADE MAS ALADIN KARPETNYA ADA DISKON GA MAS???
    .
    .
    .
    .
    .
    yawla efek kena kompor dari cetrum sama di lapangan tuh :’ bedanya :” kebangetan!!!!!!
    aku bayangin jaman dulu nonton jasmine-aladdin romantis di karpet terbang kalo BTS-nya lagi berantem lupa anniv tuh ya ampun gusti XD

    KAPUT JANGAN NGELAWAK LAGI AH AKU MULES SAMPE SUBUH!!!! ❤

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s