[Writing Prompt] Under The Skin

photo-1441731630438-264c7fe00bca

Sun-kissed skin

By Ms. Pang

.

“You never really understand a person… until you climb inside of his skin and walk around in it.” — Harper Lee (To Kill a Mockingbird)

.

Jane tidak pernah menganggap permainan takdir dari Tuhan adalah suatu hal yang menarik.

Tidak sebelum keberuntungan menghajarnya bertubi-tubi hari ini.

Bahkan ketika liukan uap di permukaan cangkir baru mulai menari, sebuah bingkisan istimewa untuknya sudah lebih dahulu tiba pagi ini. Dikirim langsung dari Richmond—kota kelahirannya—oleh sesosok pria jangkung berkulit seputih salju yang dibalut turtleneck biru tua dan long coat abu gelap. Di puncak figur menjulangnya tumbuh lebat surai sewarna daun mapel khas musim gugur—coklat kemerahan, dan manik sewarna kenari.

Jake Brice Vaughan—adik laki-laki Jane yang tidak berbakat bangun pagi, secara ajaib muncul di hadapannya sementara jarum jam pendek belum menyentuh angka tujuh.

“Special delivery for Ms. Jane.”

“Guess my postman is a morning person now.”

“Shut up and take this bloody package. And honestly! Just take a train and go home already, so I don’t need to suffocate myself with imbeciles in this early morning, playing a goddamm postman!”

“Language, Brother dear!”

“Take the train at once, and you will suck the bloody awful service with your own tongue.”

Jake tidak menunggu lebih lama untuk dipersilahkan masuk, lantas melenggang jumawa ke dapur dan menjajah isi kulkas Jane. Tak lebih dari lima sekon kemudian ia kembali berkelakar, mengenyahkan ketenangan di pagi hari dengan racauan vokal baritonnya di sana-sini.

“For God’s sake, Jane Vaughan, can’t you keep this damned eyeball in your bedroom rather than in this holy refrigerator? It sure is pretty, but seriously?”

“It will rot if I keep it in my bedroom. You don’t want to see a rotten eyeball in your sister’s bedroom, do you?”

“I prefer not to see any eyeball on my bottle juice.”

Jane tengah membongkar segel bingkisannya ketika ia mendengar kombinasi dentingan botol kaca dengan rak lemari pendingin, disusul oleh… suara tegukan?

“I hope you didn’t take the juice in the left bottom fridge, Brother dear. It’s expired.”

“Wha-? Bloody hell! You should’ve told me earlier!”

Sementara Jake bersumpah serapah sembari mencuci mulut, Jane tidak tahan lagi untuk melarikan jemari lentiknya ke penjuru permukaan jaket kulit baru yang ia dapatkan. Jaket sewarna tanah dengan tekstur yang lembut, halus, dan… familiar.

Segera ia mengenakannya dan wow, ukurannya pas! Jaket yang satu ini sangatlah berbeda dari yang lalu-lalu, karena bahan yang hangat dan nyaman seolah mampu mengundang musim gugur untuk datang lebih awal agar Jane dapat segera mengenakannya. Astaga, bingkisan ini benar-benar istimewa!

Setelah satu putaran penuh mengagumi bayangan diri di hadapan cermin, Jane menangkap presensi sepucuk amplop di dasar kotak bingkisan. Rupanya Mrs. Vaughan agak meragukan kapabilitas si bungsu dalam menyampaikan pesan hingga bekerja ekstra untuk menulis dua lembar kertas pendamping. Sebagian besar isinya basa-basi menanyakan perihal kabar Jane, acara yudisium, cuaca London, teman-teman kampusnya, bahkan kabar si tuan pemilik flat yang disewa Jane.

Oh ya, ibunya adalah satu dari tipe orang dewasa yang kukuh berkomunikasi menggunakan jasa pengiriman surat, semata karena gadget dirasa menghilangkan kesan sentimental dalam seni berkomunikasi.

Dan tentunya bukan Mrs. Vaughan jika tak mampu menarik perhatian, meski kali ini daya tarik dari dua lembar surat itu terletak di paragraf paling akhir.

‘Keluarga Mr. Sloane akhirnya melunasi hutang mereka dengan sebuah barang yang tidak ternilai harganya!’

Oh my, ini tentu berita yang menarik, sekaligus mengundang tanda tanya di saat yang bersamaan. Bagaimana Mr. Sloane—yang notabene termasyhur sebagai keluarga dengan perekonomian di kasta paling dasar—akhirnya mampu melunasi hutangnya pada keluarga Jane.

Well, kalau membicarakan Mr. Sloane dan keluarga kecilnya, Jane sempat akrab dengan putra semata wayang mereka. Namanya Keir—yang mana artinya laki-laki berkulit hitam, seolah diberikan untuk menegaskan warna pigmen kulit yang diwarisi si bocah lelaki dari sang ibu, juga soal kegemarannya menghabiskan sepanjang hari bermain di tanah lapang bermandikan sinar matahari. Surai ikal yang sewarna kulit kayu dibiarkan tumbuh berantakan, namun hal itu sama sekali tidak mengurangi intensitas sorot kokoa miliknya yang hangat pun bersahabat.

Usia Jane dan Keir terpaut dua tahun sehingga mereka mudah akrab dengan satu sama lain. Keir yang tidak punya pilihan selain tumbuh sebagai tulang punggung keluarga, hanya mampu mendengar cerita Jane tentang dongeng indah bertema masa SMA setiap akhir pekan.

Jane dibekali kepercayaan bahwa Tuhan itu maha adil, namun tiap kali dihadapkan pada keluarga Mr. Sloane, kepercayaan itu menguap begitu saja. Bagaimana nasib baik seringkali mengkhianati etos kerja sang kepala keluarga dan bocah lelakinya yang siang-malam banting tulang untuk membebaskan diri dari lilitan hutang, tapi hasil akhirnya tetap nihil juga. Seiring bergulirnya waktu, hutang mereka semakin menggunung, sementara tubuh Mr. Sloane tak lagi muda untuk bekerja. Saat itulah, Keir dewasa siap maju ke garda terdepan untuk menggantikan sang ayah—tipikal anak berbakti.

Di saat bersamaan Keir mulai mengukir kisah cintanya dengan mengencani putri keluarga pemilik bar lusuh di tepi kota Richmond, namanya Dierde Simon. Yang kemudian Jane menebak si pemuda jatuh hati semata karena manik si gadis sewarna hijau zamrud, setelah ia mencuri dengar pembicaraan para pekerja ayahnya yang acapkali memuja kekasih baru Keir—si gadis bermata indah.

Entah bagaimana kelanjutan romansa mereka, Jane tidak mau terlalu peduli, pun perkara itu pula yang melatar belakangi aksi mogok mudiknya sampai hari ini. Karena bagi Jane menenggelamkan diri pada studi medis jauh lebih bermanfaat daripada menyaksikan seorang anak buruh pecinta matahari melingkarkan kedua lengan kekar nan gelapnya pada tubuh si gadis asing.

Dear lord, salah apa hingga ia harus kembali mengingat bocah lelaki eksentrik itu lagi.

‘Berkat mereka ibu bisa memberikan jaket ini sebagai kado wisudamu. Maaf ibu tidak bisa hadir, tapi percayalah ibu juga selalu menantikan kelulusanmu. Beberapa hal mendesak perlu segera ditangani, termasuk jaket ini. Bahannya agak sulit diolah, tapi sudah lama sekali kau menginginkan jaket kulit, bukan?

‘Kuharap kau suka, dan bukannya ingin menyombongkan diri, tapi benar aku sendiri yang yang menjahit jaket ini khusus untukmu, Sayang. Jika kau tertarik mendengar cerita lengkapnya, pulanglah ke Richmond dan rayakan Natal ini bersama kami, Jane. Please. Ibu merindukanmu.’

Jane tahu persis standar Mrs. Vaughan pada bahan pakaian sangatlah tidak main-main. Dan sungguh, ia tidak bohong, ia benar terkejut bagaimana ibunya yang memegang spatula saja enggan, kini malah berjibaku dengan kegiatan jahit menjahit. Apakah ibunya terkena demam musim gugur?

Terlebih, ibunya menuliskan bahwa Mr. Sloane melunasi hutang piutang mereka dengan sebuah benda yang tidak ternilai harganya. Bagaimana mungkin?

Perekonomian mereka bahkan jauh di bawah garis berkecukupan untuk sekedar memelihara seekor domba botak yang menderita busung lapar, dan kulit sapi terbaik adalah fantasi mewah yang hanya akan terpenuhi di belahan dimensi kehidupan dunia lain. Apakah pada akhirnya Mr. Sloane memutuskan bertaruh nyawa memburu buaya muara demi melunasi hutang keluarga? Yang benar saja! Belum juga melangkahkan kaki turun dari ranjang, tubuh rentanya pasti sudah pingsan kelelahan.

“How’s the jacket, Sis? Is it satisfactory for you?”

Layaknya halilintar di siang bolong, seruan Jake terdengar lantang dari ruang makan dan berhasil mengalihkan sepasang manik Jane dari lembar surat dalam genggaman ke presensi sang adik yang tengah menatapnya balik. Terlihat jelas lengkung tajam di antara kedua garis bibir Jake, ketika  ia berhasil menuai tumpukan kerutan tanya di dahi sang kakak.

“Well, I surely am sure you’ve read the letter and got the hint, from whom sun-kissed skin was that jacket made from, right?”

~~

Advertisements

20 thoughts on “[Writing Prompt] Under The Skin

  1. ………
    Wa.

    Twistnya heung banget kak. Sumpah masa aku rasanya mau jedotin kepala dulu ke tembok buat menjernihkan pikiran, mikirnya apa aku salah menyimpulkan atau gimana…. Tapi, ini serius jaket itu berasal dari Kier? :” Mau ketawa aja rasanya. Nggak ketebak dan aku sukaaa sekali. Endingnya juga menurut aku pas banget, membangkitkan rasa penasaran dan mulai tebak-tebakan deh ((heu)) dan I totally adore Jake Vaughan entah kenapa ;-; Kakpang jago sekali merangkai kalimat-kalimatnya, jadi pengin baca ulang.

    Keep writing kak!

    Liked by 1 person

    1. HALO SHIANA!!! 🙂
      Kalo mau menjernihkan pikiran minum A*qua dulu hayuk jangan jedotin pala ke tembok nanti temboknya sakit 😥
      Iyap, serius itu dari Keir (not Kier, dear), so sweet kaaaan nanti musim gugur Jane bisa pake jaket dari Keir dan serasa dipeluk langsung ehe 🙂 ehe (trus digampar Shiana-gakdeng candaaaa)

      Thanks ya sudah komen langsung di hari ini diposting, sayang disayang aku telat banget mana pendek bales komenmuuu :’ I truly am sorry, Shianaaa

      Like

  2. Ini gokiiilll..wohoooo
    Aku mulai deg2an pas paragraf setelah surat itu..,yang kalimatnya barang berharga apa sbagai penebus hutangnya keluarga Sloane.. aku menghabiskan sisa paragrafnya dengan merinding disko kakpang seriusan ini riddlenya asoy.. manstap lah! Apalagi suasana inggrisnya kentel menurutku,.ehehe..

    Trimakasii ceritanya kakpang! 😀

    Liked by 1 person

    1. HALOHA DHILA!!! 🙂
      Merinding disko aku ikutan yuk kalo DJ-nya Al-Ghazali (etdah)
      Thanks a lot Dhila ini semua berkat bimbingan Miss Grammar-Nazi-ku ehe 🙂 Tanpa dia inggrisku mahapah
      I will try harder for my next fic, anyway, maaf ya Dhilaaaa aku balesnya telat bingit :’

      Liked by 1 person

  3. ONE ROMANCE-PARTNER POTENTIAL AND YOU. SKINNED. HIM.
    WHYYYYYYYYY D”:

    But yea, I shouldn’t be surprised tho. This is Jane we were talking about ._.

    Or rather, Jane and her twisted, twisted family. Well done, kapang. As expected coming from you ❤ ❤
    Even though I gape like an idiot when I reach the last sentence, honest to god, I adore this story. I had my suspicion regarding the leather jacket in the middle of story, but still, the last sentence felt like a punch in the gut. Beautiful piece of art ❤

    And y'know, the green eyeball reminded me of Judith's eye. Is it, by any chance, hers? ._.

    Still, a human skin for leather jacket… I heard about books using human skin as its cover, but jacket? Mmh this is my first time and yea, as someone who always torn between enjoying and be horrified of gore stories, this is definitely my cup of tea hahah

    Kudos ❤ ❤ ❤

    Liked by 1 person

    1. “ONE ROMANCE-PARTNER POTENTIAL AND YOU. SKINNED. HIM.”–BIKOS MY PRECIOUS JANE NEEDS A NEW JACKET! ‘-‘ Thanks to Mrs. Vaughan, btw~~~

      OHAYES, ABOUT JANE AND DA GREEN EYEBALL, THANK GOD SOMEONE NOTICE IT!!! YHES AND YHESSS, DEFINITELY YES! THEY HAVE A CONNECTION ❤ ahahahahahaha

      -why am I laughing?!-

      "this is definitely my cup of tea hahah"–you enjoyed it anyway '-' seeing.someone.get.skinned. uwuwuw
      THANKIES A LOTSIE MS. GRAMMAR NAZI!!! ❤ ❤ ❤

      sorry for the extremely short and late reply :'

      Like

  4. AKU BER-HMMM RIA AJA GIMANA KAKPANG!? LAH ENDINGNYA BEGITU.

    I sensed something in the middle, dan tentunya dengan keluarga yang macem bikinan Tim Burton gini, yakin banget bakal ada yang jadi manusia berengsek LOL. AND KEIR. OMG IS THAT YOUR SKIN!? Aku jadi inget silence of the lambs masa :”

    Keep writing kak filza ♥♥♥

    Liked by 1 person

    1. HAI TAREEEH!
      Tim Burton aku jadi inget The Corps Bride, Tar!
      OMG manusia brengsek di The Vaughan kayanya udah mendarah daging ini kenapa begini kenapa
      Mari kita jadikan ini silence of Keir (gagitujuga)

      Thankies a bunch, Tariii!!! Nuhun yak balesannya telat pun pendek :’ Keep writing too!!!

      Like

  5. Ka’pang….
    pas bagian bola mata di kulkas, ke inget adegan Sherlock, pas temennya si watson nemu kepala di kulkas.
    Atau pas bola mata ada di cangkir nya….
    rasanya…

    Btw ka’pang, kulit menguliti si Keir kayaknya asik… kapan-kapan ajakin…xixixi
    Love this LOVEEEEEEEE ❤

    Liked by 1 person

    1. RIKU YOU’RE HERE!!!
      YAAMPUN MALU BANGET AH AKU KOMENNYA TELAT DI SANA SI RIKU DAH NYAMPERIN KE MARI :’ NUHUN YAK TELAT BALESNYA BTW KALO MAU NGULIT-MENGULITI MARI KITA LAKSANAKAN 86!!!

      Oh, and for the eye scene… Sherlock’s scene does inspire me ehe :’)

      Like

  6. LAH JADI ITU JAKET DARI KULITNYA KEIR? LIKE OMG KAKPANG LIAT BAGIAN ADA EYEBALL DI KULKAS AJA AKU KAGET (sek aku tadi ga salab baca kan ya ada kata kata eyeball. yang bakal rotten kalo ditaro di kamar tidur heu) (btw mo gantian ah nebar kapslok di boks komen kakpang) (ketawa iblis level 10). TUH KAN IH AKU SUKA BANGETLAH KALO UDAH BAWA BAWA GENRE FAMILY YANG AGAK MELENCENG KAKPAAANG. (matiin kepslok). jadi jadi jadi… pembayaran hutang keluarga sloane ke keluarganya jane… si keir dong? WAH. (lalu wah sama subuh). KAKPANG BTW BRITISH ENGLISH IS LYFE dan aku bisa bayangin mereka ngomong pake aksen ituu aaaa lovely sekalii. dan aku suka nama namanyaaa.

    kakpangkuuu keep writing! maaf pabila komennya pendek heu ♡♡♡♡♡♡

    Liked by 1 person

    1. KAFIKA KUMAHA DAMANGGG??? HUHU AKU TELAT BALESNYA NUHUUUN :’

      Kafika ndak salah ko iya bener itu eyeball, sayang yha cuma satu :’ (gakgitukudunya)
      Nuhun yha kafika kalo keluarga mereka begini adanya, mari kita syukurin apa yang ada, tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik~

      “Bikos mentok mau bayar pakai apa, adanya anak berbakti, mari kita gunakan sadja daripada pacaran melulu,”-Mr. Sloane.

      KAFIKA NUHUN AKU TELAT BALESNYA MANA RANCU GINI HUHU TENGKIES SUDAH BACA DAN KOMEN ❤ KAFIKA KEEP WRITING TOO!!! LATSAVLAFFFFF ❤ ❤ ❤

      Like

  7. HAHAY KAPUT HALOH!!!
    untuk quote-nya aku tidak ada pembelaan (?) selain menurutku dia masuk ke cerita, dalam penafsiran harfiah.

    “biar makin konsisten aja.”–aku noted dulu yha kaput, next time I’ll do better!!! (semoga aamiin, biar kaput gaperlu oret-oret lagi ehe)

    “gonjang ganjing”–aku bacanya kenapa jadi pake nada: bumi gonjang ganjeeeng–ok skip. TAPI ADA PAHANYA MBAK TEYON UHU :<

    Siap laksanakan kaput terima kasih koreksiannya, akan kunoted untuk masa depan WS yang lebi baek (mari di aamiin-i di A minor-lyke kaput olweis do)

    THANKIES PING SATUS KAPUT ❤ NUHUN BALESANNYA TELAT NGACO PULAK, TAPI SERYUS AKU AKAN BERUSAHA LEBIH BAIK ❤

    Like

  8. FOR THE LOVE OF GREAT BRITAIN, KAK FILZZZ AKU PENGEN MISAH-MISUH BACANYAAAAAA. itu anak orang kenapa dikulitin, cobak? kenapa ada bola mata di lemari es, bahan masak apa? terus ya ampun, ya ampun, super psycho ini si emak vaughan aku bayangin jaitnya itu geli sendiri, lho, kak. ya Tuhannnnnnnnnn. terus jake lah dengan santainya di line terakhir :((

    anyway, aku setuju sama kak put kayaknya biar lebih konsisten suratnya dalam bahasa inggris aja, kak. lagian aku puas membayangkan aksen british heuheuheu kenapa seksi banget sih, kenapaaaaaaa :(( (ehem) btw ini ada series-nya, kah, kak? soalnya dari komen-komen di atas kok kayaknya ada seriesnya eheee.

    keep writing ya kakak keren!

    Liked by 1 person

    1. AAAAAA EVIN SEMOGA UN-NYA LANCAR JAYA DAN DIMUDAHKAN YAAAA!!!! SEMANGAT DAN AKU AKAN MENANTIKAN KEMBALIMU EVINKUH!!!

      Ngga ada series, Vin… cuma aku bikin ada sedikit keterkaitan sama fic-ku yang sebelumnya ehe
      sip sip saranmu dan kaput kunoted! 🙂 Thankies a bunchiessss!

      THANK YOU EVIIIIIN HUHUF DEDEK YHA MAU UN MASI SEMPET MAMPIR KEMARI ❤ ❤ ❤ LATSAVLAV

      Like

  9. Ha!! baca ini jadi inget rumah dara :O

    Aku suka bgt sama diksinya, kece. Tapi pada kata buaya muara itu aku jadi mikir di Inggris ada buaya muara?

    Pas katanya kulit jaketnya familier lalu aku dibawa mengenang kawan sekampung dimasa lalu yang aku yakin seseorang yg meninggalkan kesan-orang tidak akan mengingat seseorang dalam waktu lama jika tidak berkesan- aku ko jadi merinding ya, jangan-jangan…

    jadi ingat sama film cina ttg pembuat lampu hias dari kulit gadis2.

    Liked by 1 person

    1. HAI RARA!! Maaf ya balesanku telat, aku baru recover soalnya

      Hm, apakah ada buaya muara di Inggris? Mari kita tanyakan Do*ra! (gagitujugadeng)
      jangan-jangan…………………………………………………………………………………………………………….(titik aja terus sampe lebaran haji biar serem)

      Wahadu aku belom nonton itu sepertinya patut masuk list pencarian ehe
      Thankies Rara, komen dan masukan filmnya! ❤

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s