[Writing Prompt] K

K

based on prompt Summer affair

© 2016 namtaegenic

Warning: konten dewasa, menyiratkan penyimpangan-penyimpangan namun tidak dibahas lebih dalam. Dibutuhkan bimbingan orangtua dalam memahami cerita di bawah ini.

:::::

She calls me J, and I call her K

:::::

Krystal Jung masih delapan belas ketika itu. Aku tidak akan melupakan terusan biru pastelnya pada musim panas 1966. Gadis itu berambut merah (dicat, aku tahu), memiliki wajah berkarakter, dan senyuman yang menakjubkan—kalau perasaannya sedang baik. Bicara dengannya bikin anganku melayang dan lupa bahwa aku baru saja menikah. Istriku saat itu pasti sedang mengomel soal penyedot debu yang macet, atau karat pada kran di bak cuci piring, atau Yongyong yang masih suka mengasah kukunya di sofa kami—pabrik bulu itu makan ikan sarden empat kali sehari, omong-omong.

Miyoun tahunya aku pergi ke California untuk urusan dinas. Dan aku tidak bohong soal itu. Aku bekerja sebagai asisten direktur di perusahaan yang salah satu penanam sahamnya adalah orang Amerika. Ke mana pun Pak Shin pergi, aku harus ikut. Siapa lagi yang mau jadi tukang ketiknya? Ia musang bangkotan dengan batas kesabaran di bawah rata-rata. Kalau istriku tak pernah ribut-ribut soal finansial, sudah lama kutinggalkan Pak Shin dan mulutnya yang kalau bicara suka muncrat itu.

Masalahnya waktu itu, aku sendirian di California. Dan mungkin memang benar apa kata ibu mertuaku waktu kami singgah ke rumahnya; jangan pernah biarkan suamimu ke luar negeri sendirian. Ia bakal lupa kalau sudah punya istri.

Ah, ibu mertua bisa saja. Mentang-mentang bapak mertua tidak banyak tingkah. Terang saja ia tak perlu khawatir, bapak mertua kan koki rumah makan milik keluarga. Bisa kena pangkas telinganya kalau ketahuan selingkuh.

Aku bertemu Krystal Jung saat ia dan terusan birunya menghampiri teduhan yang kami tancapkan di pepasir pantai Pismo, di Paso Robles. Pak Shin waktu itu sedang membeli minuman buah di kios tak jauh dari sana.

Excuse me, Mister.” sapa Krystal. “I should buy three glasses of lemonade, but my flip-flops are broken off. Is there any possibility that you can fix them? Sand is warm but I don’t like walking barefoot.”

Ketika berbicara, suaranya merdu sekali. Dan, um, mengundang, kalau boleh kubilang. Kudongakkan kepalaku, mencoba mengamatinya meskipun cahaya matahari tak terlalu terhalang oleh payung pantai ini. Wow, gadis ini cantik sekali, begitu pikirku saat itu. Krystal pada akhirnya menerjemahkan kalimat-kalimatnya tadi. Mungkin di matanya, tampangku dungu sekali.

Menepiskan eksistensi Miyoun dan status suami-istri kami dari kepalaku, aku bangkit dari balai-balai lipat. Kutegakkan posturku hingga mungkin saja aku terlihat seperti Sean Connery[1]—kuharap. Ah, kenapa pula aku pakai vintage Hawaii dan celana selutut bodoh. Gadis cantik sepertinya lebih bagus berdampingan dengan aku versi seragam. Kami akan menyanyikan Sixteen Going on Seventeen[2]. Kami akan terlihat muda, romantis, dan penuh rasa ingin tahu seperti Liesl dan Rolf[3]. Ah, pada saat-saat seperti itu aku menyesal sudah nikah muda.

Selanjutnya, setelah aku benar-benar bisa memperbaiki sandalnya di pinggiran penginapan bermodalkan sedotan dan gunting (ia memujiku habis-habisan karena bisa memperbaiki sandal yang putus dengan sedotan), aku membantunya membawakan es lemon ke kamarnya. Seorang gadis dan seorang pemuda tampan berambut pirang pucat memandangiku dari ujung kaki hingga ujung rambut, seakan memastikan bahwa aku benar-benar tidak berbahaya. Aku mencoba tersenyum, sementara Krystal memperkenalkanku pada mereka.

Everybody, Kim Jongin. Kim Jongin, everybody—John and Corinne.” Acara perkenalannya sangat singkat, karena Krystal lantas menggamit lenganku dan menggiringku keluar. Senyumnya secerah perpaduan laut biru dan sinar matahari.

Sugesti bahwa aku sudah punya istri yang kerap kuteriakkan di kepalaku ternyata tak mempan. Krystal begitu cantik, begitu ceria, begitu cerdas, dan menggoda. Ia sangat menarik hingga aku mempersetankan Miyoun dan Pak Shin yang barangkali sedang mencariku untuk mengetikkan sesuatu.

Malam berikutnya, Krystal mengundangku ke pesta pantai yang dibuatnya sendiri bersama John dan Corinne—teman sekamarnya dan kamar sebelah (aku yakin John menginap di kamar sebelah alih-alih dengan kedua gadis itu. Semua orang di penginapan diundang. Ketika aku datang, meja-meja sudah terisi dengan berbagai macam kudapan dan semangkuk besar limun dingin. Kami menikmati acara tanpa kenal larut. The Supreme dan The Ronettes[4] berkumandang dari tape. Krystal menari dengan siapa saja. Bahkan kalau mataku tidak sedang dipengaruhi cahaya bulan, Pak Shin menyuguhkan tarian bagai ayam mengepak-ngepakkan sayapnya—mungkin maksudnya hendak melucu, tapi tidak pernah ada sesuatu yang lucu dari Pak Shin, kecuali kalau ‘memuakkan’ adalah salah satu sifat dari komedi.

Akhirnya aku mendapatkan kesempatan menari dengannya. Ah, Krystal memang manis dan romantis. Ia menunggu tape memutarkan tembang bertempo lambat dan menggunakan kesempatan itu untuk menyilangkan jemarinya pada jemariku. Kuletakkan tanganku ke pinggangnya, menikmati kurva sempurna tersebut, dan memanjakan hidungku dengan aroma apel segar di helai rambutnya.

“Kau terlihat tampan malam ini, J,” pujinya lembut, mendayu-dayu sampai telingaku terlena. Kusuguhkan senyuman terbaikku sebagai hadiah untuknya. “Dan kau tampak luar biasa, K.”

Bukankah ini romantis sekaligus keren? Ia memanggilku J, dan aku memanggilnya K. Kami seperti sepasang selebriti yang sebentar lagi akan menikah namun tetap saling memanggil nama panggilan masing-masing.

“Apakah menurutmu aku lebih menarik dari John?” tanyaku. Krystal tertawa merdu bak buluh perindu. “Tentu saja, J! Tentu saja kau lebih menarik dari John. Aku hanya memanggil seseorang dengan inisial namanya,” Krystal mencolek ujung hidungku, “kalau aku benar-benar tertarik padanya.”

Tadinya aku tersenyum bahagia. Merasa sudah menang dari John si pirang tampan. Aku bangga setengah mati bisa mengalahkan pesonanya. Hingga Krystal melanjutkan kalimatnya. “Seperti C.”

“Maaf?”

“Seperti C,” ulangnya. Dengan ragu-ragu aku melirik ke arah teman Krystal yang kemarin siang dikenalkannya padaku. Lantas aku kembali memandangnya dengan ragu-ragu.

“Corinne?”

Kedua tangan Krystal berpindah ke bahuku, namun dwimaniknya jelas melihat ke arah lain. Ke arah Corinne. Gadis berambut keemasan itu baru saja selesai berdansa dengan John. Kulihat keduanya bersitatap—Krystal dan Corinne maksudku, bukan Corinne dengan John. Dan Corinne tersenyum malu-malu ke arahnya.

Oh tidak.

Oh tidak, tidak.

Ini pasti hukumanku karena mengkhianati Miyoun. Serta-merta aku melepaskan tanganku dari Krystal, membuat gadis itu tersentak kaget. Aku dan si gadis bersitatap. Kemudian Krystal tersenyum maklum padaku.

“Kau masih tetap J-ku,” ujarnya. Sekarang aku tidak tahu masih bisa berbangga hati atau tidak. Krystal memang rupawan lagi lemah lembut. Tapi aku tidak akan sanggup menghadapinya lagi setelah pernyataan itu.

“Bisakah kau bantu aku? Tolong rahasiakan hal ini pada John. Ia akan sakit hati jika tahu pacarnya naksir aku.”

Pandanganku berkunang-kunang. Keringat dingin membasahi bajuku. Tapi aku tidak takut. Aku hanya terkejut. Terkejut kemudian kesal. Bisa-bisanya gadis ini membuatku harus berkompetisi dengan gadis lain. Bisa-bisanya laki-laki tulen seperti aku naksir gadis yang justru menyukai gadis lain. Aku tidak akan berkompetisi dengan perempuan untuk urusan cinta.

Tidak akan pernah!

Yang kuingat setelah pernyataan Krystal waktu itu, adalah bahwa aku pulang duluan ke kamarku, dan menyimpulkan bahwa yah, pantas saja Krystal tidak berkeberatan menanggapi Pak Shin yang bertingkah konyol dan mata keranjang.

Hal baik terjadi pada yang setia menanti di rumah. Karena merasa bersalah telah nyaris mengkhianati Miyoun, istriku itu mendapatkan apa yang ia inginkan—penyedot debu paling mutakhir, dan penggantian semua kran air di rumah kami. Ia memang bingung pada awalnya. Tapi kukatakan saja bahwa semua baik-baik saja, dan bahwa aku merindukan saat-saat mendengar omelannya, dan apa pun yang memanjakan indera pendengarannya.

Dua tahun setelah kejadian itu, aku dan Miyoun makin mesra. Aku tidak tahu kenapa, tapi mungkin bagiku Miyoun adalah segalanya. Biarpun ia tidak pakai gaun musim panas. Biarpun ia tidak cantik-cantik amat.

Biarpun ia tidak memanggilku J, dan aku tidak harus memanggilnya M.

.

FIN.

namtaenote:

[1] Sean Connery: aktor yang memerankan James Bond periode 1962-1967 (wikipedia)

[2] Sixteen Going on Seventeen: salah satu tembang yang ada di film musikal The Sound of Music tahun 60-an. Tapi menurut Wikipedia, tembang ini sudah digunakan sejak tahun 1959 sebagai tembang pertunjukan dengan judul yang sama—ditulis oleh Oscar Hammerstein II dan komposer Richard Rodgers. (wikipedia)

[3] Liesl dan Rofl adalah pasangan remaja yang kebagian menyanyikan lagu ini di pertunjukan dan film The Sound of Music. Liesl di sini adalah Liesl von Trapp, putri sulung Kapten von Trapp di film yang sama. (wikipedia)

[4] The Supremes dan The Ronettes: grup penyanyi wanita era 60-an. (source: Marie Claire)

[5] Cara memperbaiki sandal yang putus menggunakan sedotan dapat dilihat di sini

Advertisements

26 thoughts on “[Writing Prompt] K

  1. Yampun aku yang namanya baca enak-enak tuh lansung “wanjay” gitu pas pernyataannya krystal. Kaget banget, sumpah. Mana corinnya pake senyum malu-malu yaampun edan tenan.

    Kukira affair-nya aja yg dewasa, trnyata….. yauda mas J jangan selingkuh2 lagi kualat tuh xD nice fic, kaeci, keep writing!!

    Like

  2. wait.. wait..
    oemji… mamam tuh kai.. makanya ta laaah,, jangan lupain istri di rumah… tp ya gimana ya, kristal is too pretty to be ignored..
    but.. kenapa kristalnya k..k..kayak gituuu…. noooo….. pdhl td aku buka ini karna ada warningnya loh.. kirain ada something something vulgar gitu, ma.. *woy*

    Like

  3. AH KAKECI AKU SUKA SEKALI PEMBAWAANNYA, ENAK BANGET ♥♥ Btw tadi kayaknya ada tutup kurung yang kurang pas bagian ngajak ke pesta he he he.

    Terus tiba-tiba aku kaget pas “seperti C”, HMM JADI SELAMA INI HAHAHA. yaudahlah, yang penting Jongin kembali kepelukan istri ya LOL.

    Keep writing kak 🙂

    Like

  4. pas krystal ngomong “C” itu aku tuh yang………damn. nonononono xD aduh aku suka deh kak pembawaannya santai gitu dan keliatan banget frustrasinya si jongin wkwk. aku sukaaa sama kalimatnya yang ngatain si pak shin bangkotan lah, mata keranjang lah hahahaha xD terus terus pas akhirnya jongin insyaf kalo dia salah juga lucuuu. heu makanya jangan maen maen lah jongin, kalo udah nikah mah xD
    yosh kaeci maafkeun komennya pendeek x) keep writing ya kaaak hehe.

    Like

  5. Woahhhhh, cara yg seperti itu yg bikin jongin jadi kembali menjadi suami di jalan yg bener, bener2 sentilan dah buat jongin biar ngga macem2lagi hihihi nice bangetlah pembawaannya ituloh lancara banget 😍😍😍

    Like

  6. Dari awal udah yakin kalau ini pairingnya KaiStal. Dari awal juga udah ngomel “ah, kenapa Jongin harus nikah muda sih.”
    Tapi semua bayangan adegan-adegan romantis KaiStal buyar setelah Krystal bilang “seperti C”. Huhuhu, kaget sih tapi lebih kasihan si Jonginnya :’D makanya jangan coba-coba selingkuh, wkwkwk

    Keep writing kak Eci d(‘-‘)b

    Like

    1. itu kalo istrinya si jongin tau mah kasiannya jadi dobel ya. ga dapet krys, istrinya ngegugat cerai lagi aduh aduh jongin makanya stop deh lirik-lirik. makasih ya sudah mampir ^^

      Like

  7. What the …… Ku kira bakal jadi cerita cinta perselingkuhan sesaat sampai akhirnya Jongin balik ke rumahnya. Eh ternyataaa , demi ubur-ubur di laut tropis hawaiiii si krystal main kode-kodean sama si C.
    Dan pas krustal bilang gitu, pasti rasanya kayak ada kembang api meledak di hidung Jongin.

    Jongin belum juga selingkuh, udah kena kualat tingkat tinggi -___-
    Dan ditutup dengan Jongin yang taubat. Selalu ada hikah dalam setiap kejadian haha 😀

    Liked by 1 person

  8. yha nggak nyangka banget. pas baca part yg ‘mengagetkan’ itu, aku sempet berhenti baca terus mikir dan beberapa kali scroll… kayak ‘ini bener nggak, ya? kok gini? masa sih?’ ((lebay mode on please)).

    pas awal kai sm krystalnya lucu bgt sampe bener2 nggak kepikiran, meskipun kai ud punya istri. dan ternyata… bagus sih, membenarkan kalau yg kai lakuin itu salah dan kualat dari istrinya dan akhirnya….. jadiin kai sbg sweet husband uuu

    Like

  9. KAK AKU NYUMPAHIN KAI DULU BOLEH YHA BOLEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEH HAHAHA MAMPUS!!!

    udah,

    gasopan nyumpahin calon jodoh ehe.

    BTW KAECIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII AKU MAU SUNGKEM INI BARU KOMEN KEMARI NUHUN SENUHUN NUHUNNYA PLS JANGAN SUMPAHIN AKU JAUH JODOH DARI OPPA ❤
    J AND K SOUNDS SO PERFECT BUT TARAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA THERE'S C!!!
    MAMPUS AKU NYARIS BELAH LIVER (?) BIKOS Mr. J WAS GOING TO SELINGKUH WHILE CALON-SELINGKUHANNYA SEDANG BERSELINGKUH DENGAN WANITA LAIN 🙂

    BAGAIMANA AKU BISA LEBIH BAHAGIA DARI INI, BAGAIMANAAAAA???
    KAECI KUSUKA SUPRISENYA, KUSUKA PELINTIRANNYA, KUSUKA SUASANYA YANG HANGAT-HANGAT MENJERAT ❤
    KUCINTA NAM-NOTENYA AHAKAHAKAHAK BERGUNA SEKALI KAECI KUSUKA INI KUSUKAAAAA!!! KAK NAM KEEP WRITING! ❤ ❤ ❤

    Like

  10. vintage banget, kak eciiiiii! aku kebayang banget semuanya nih, tahun 60an gitu kan ya. terus aku suka banget narasinya! fresh dan kerasa sassy banget di jonginnya. terus dengan santainya dia bilang muak sama istrinya, sama bosnya. ini bacaan yang menggelitik dan super ringan! terus aku tuh suka cara kakak bikin kata ganti deh kayak “pabrik bulu” atau “musang bangkotan” gitu hahahahaha xD pengen banget deh bisa kreatif bikin kata ganti kayak kak eciiii.

    duh, ini super fresh lah, kak eci! ❤ aku super duper suka. cuma tadi aku nemu typo satu di “Excuse me, Mister.” sapa Krystal itu setelah mister seharusnya, koma, kan? tapi selain itu sudah sangat baguuuuus

    keep writing, kak eci! cx

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s