[Writing Prompt] Truth

PicsArt_03-27-10.13.12

Deadly Love

By Lucyhikaru

“Menurutku, cinta itu memberikan kehidupan sekaligus kematian.”

Aku Tahu.

Ini bukan cinta. Karena cinta itu ketika aku dan kau memiliki perasaan yang sama tanpa ada rasa sakit dan terluka. Aku tahu, tapi tak pernah mengakuinya.

Aku juga tahu, sebaik apa pun aku memperbaiki diri atau menjadi siapa pun seperti yang kau sukai, itu tak akan berpengaruh padamu. Aku tetap melakukannya. Tapi mungkin lebih pada memperbaiki diri dan menanamkan harapan kalau suatu saat kau akan sadar betapa layaknya aku, ketimbang berubah menjadi sesosok orang lain tapi tak pernah nyaman kuperankan.

Bukan tak pernah, berulang kali muncul secuil kejenuhan hingga aku mengambil langkah untuk mundur. Aku merasa bahwa perasaan yang kukira sebuah ketulusan cinta adalah pemborosan waktu yang justru menyakiti diriku sendiri. Aku tahu, kau bukan satu-satunya yang pantas kuperjuangkan, tapi selalu ada alasan tersendiri mengapa kau menjadi sangat pantas.

~

Aku Tak Berdaya.

Ya, aku lemah. Melihatmu tersenyum setiap hari walau bukan untukku, mendengarmu bernyanyi walau bukan untukku, mengagumi segala tindakanmu walau sekali lagi kau-melakukannya-bukan-untukku dan aku yang selalu menggebu-gebu saat memujimu walau kau tak pernah mendengarnya.

Lima tahun. Pesonamu begitu memikat, hingga aku tak kuasa beranjak dari semesta yang kau buat dengan gejolak-gejolak bagai ritme musik yang selalu memberikan sentuhan rasa dalam setiap ketukan. Bahkan, pahit yang dalam ikut mengambil alih di sela-sela rasa manis yang selalu membuatku hampir meledak. Jika saja kau tahu, diam-diam aku selalu menitipkan harapan yang sama ke dalam ribuan rintik hujan bahwa aku ingin hari depanku selalu bersamamu.

~

Aku Bodoh.

Terkadang aku benci diriku sendiri, aku benci perasaan ini dan aku benci kehidupanku. Ketika semua orang mengatakan betapa bodohnya aku karena terus saja berharap padamu, aku merasa mereka benar. Jujur, aku juga tidak yakin apa aku mencintaimu atau hanya obsesi gila yang bertumbuh liar dalam benakku.

Semacam tak memiliki namun takut kehilangan. Semacam tak punya status namun merasakan kecemburuan. Apakah ini sebuah obsesi kekanak-kanakan?

Jennie, sahabatku, membenarkannya.

Ia berkata, “Kau bodoh, Zee! Dewasalah. Damien menunggumu dan kau malah terobsesi pada adik sepupumu yang jelas-jelas tak akan kau miliki! Sungguh aku benar-benar prihatin jika kau masih saja menguntitnya.”

Ia tak mengerti. Menjadi dewasa tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Jika aku bisa bangun setiap hari dalam keadaan amnesia, aku tentu sudah bahagia sekarang.

Tapi kau tidak salah. Aku yang bodoh karena telah mencintaimu. Seandainya kau tahu ada seseorang yang siap meneteskan air matanya untukmu―yaitu aku―akankah kau bersedia menutupi setiap luka sayat yang menganga di hati kecilku ini?

~

Satu Pertanyaan.

Kau harus tahu bahwa sejak kecil aku selalu diajarkan untuk memiliki ambisi yang besar. Apa pun yang kuinginkan kalau aku tidak bisa mendapatkannya, maka orang lain juga tak boleh memilikinya. Tidak satu pun.

Karena itu aku punya satu pertanyaan untukmu.

Bisakah aku memilikimu?

Jujur saja aku mulai bosan menunggu.

~

Berita Kematian.

Sabtu pagi, seorang mahasiswa seni tingkat tiga bernama Lorenz Black ditemukan tewas mengenaskan di sudut ruang perpustakaan Halley University, London. Saat mayat korban dievakuasi, pihak polisi melihat banyaknya luka sayatan di sekujur tubuh korban terutama robekan di dada kiri oleh benda tajam yang diperkirakan adalah pisau bedah curian. Yang sangat mengejutkan, mayat tersebut kehilangan organ berupa jantung yang diduga diambil paksa oleh si pembunuh. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya barang bukti berupa sebuah pisau bedah dan sarung tangan karet berlumuran darah yang terselip di antara barisan novel romantis yang kini ternoda darah kering.

Polisi juga menemukan sebuah cincin titanium berukir huruf J tak jauh dari mayat korban. Diduga milik pelaku pembunuhan yang tak sengaja terjatuh saat melepaskan sarung tangan. Menurut beberapa saksi, cincin tersebut milik Jennifer Gold, salah satu mahasiswi kedokteran tingkat lima yang baru saja sibuk mencari cincinnya yang hilang.

Sementara itu, pada jam yang sama juga ditemukan mayat perempuan mengapung di sungai Thames, tepat di bawah London Bridge. Polisi memastikan bahwa mayat tersebut juga adalah salah satu mahasiswi Halley University. Namun dikarenakan hancurnya wajah dan tubuh korban, polisi masih meminta pihak forensik untuk memeriksa lebih lanjut mengenai identitas korban.

.

Benarkah Jennifer Gold seorang pembunuh?

Apakah kedua kasus pembunuhan ini saling terhubung?

Apakah novel-novel romantis tersebut hanya sebuah ketidaksengajaan atau justru merupakan alur dibalik pembunuhan ini?

.

Hanya aku yang tahu kebenarannya.

 

.fin.

Advertisements

6 thoughts on “[Writing Prompt] Truth

  1. hai lucy! whoa ini fiksinya bener benee deadly love dalam arti sebenar-benarnya yaaa. aku suka deh kalimat-kalimatnya. di beberapa bagian ada yang berima, terus kamu bisa munculin aura angst-nya hehe. terus pas sampe akhir… tebakanku ini si zee ngebunuh si cowo terus dia sendiri bunuh diri (atau yang mayat perempuan itu malah yang punya kalung?) asli aku baca yang ada bagian novel romantis tuh yang langsung… wow damn ini bagian deadly love-nya hahahaha. sukaaa sama fiksinya! keep writing yaa! 😀

    Liked by 1 person

    1. Hi fikeey XD thanks for reading ♡
      Tebakanny bener XD
      Zee bunuh diri + bunuh cowo nya. Point nya ada di bagian .satu pertanyaan.
      anw, yg dituduh tu cewe ny yg punya cincin bukan kalung/? LOL

      Like

  2. Halo Lucy!
    OMG! HAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHAHA AKU SUKA!! ❤
    (slaps)
    kalo aku ga bisa punya hatimu, aku ambil jantungmu aja boleh ya? waw that's a waaw.
    Bukan cuma idenya, tapi eksekusinya aku juga suka!
    Pembagiannya sangat membantu jadi aku bisa fokus dan menebak nebak, abis ini apa, ini kenapa pertanyaan, KENAPA JANTUNGNYA GA ADA?!

    Omooo Lucy terima kasih sudah ikutan event ini dan bawa fic waw ini, aku bahagiaaaa!!! ❤ keep writing yha!

    Liked by 2 people

    1. Hai kak!
      Thanks udah baca^^
      Aku juga terima kasih karena di sini aku banyak belajar lebih dalam hal menulis … Hehehe

      Liked by 1 person

  3. Aaaaaaaah, aku suka cerita misteri yng maksa otak buat nebak2 siapa pelaku di balik semua misteri ini hehe

    Lorenz Black ini cowok yng ditaksir Zee. Perempuan yang mati mengapung itu kekasihnya Lorenz. Jennifer Gold adalah Jennie, sahabatnya Zee. Dan sebenernya aku masih radak bingung motif Zee naruh kalung Jennie di TKP. Apa untuk mengelabui polisi? Tapi kalau Jennie tersangkut kasus ini dan ga ada bukti yang memberatkan dia kecuali kalung itu, otomatis polisi bisa memperlebar penyelidikan ke orang2 yang sering berinteraksi dengan Jennie, orang2 yang punya kesempatan buat nyuri kalungnya. Dan itu bakal ngebuat si Zee ini ketahuan. /halah, sok bnget daku ini. hahaha;;;/

    Setelah aku baca komentar Kak Put soal berita kematiannya, aku jadi ragu. Itu narasi dari Zee? Bukan dari berita dari koran?

    Over all, ini bagus Lucy! smangat terus yah nulisnya!

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s