[Writing Prompt] Jawbreaker

dda39dfb45aac781224fda8d6217bbbb

Lipstick Swatch

by superanggit

Sasha itu… bagaimana menjelaskannya? Impresi pertamaku terhadapnya, kupikir ia mengidap OCD. Aku tahu para wanita gemar sekali bersolek dan merias wajahnya, tapi Sasha berada di level yang berbeda. Ia mengganti warna lipstiknya setiap tiga, empat jam sekali. Malah aku pernah mendapati Sasha menghapus-pulas pewarna bibirnya tiap satu jam sekali.

Pacarku pernah bercerita, beberapa wanita yang kelewat memperhatikan penampilan cenderung tak tahan jika tahu lipstik mereka tidak rapi atau sedikit pudar, terutama setelah makan atau berciuman. Tapi aku tak yakin yang dilakukan Sasha—mengganti-ganti lipstiknya tiap satu jam—bisa digolongkan sebagai touch-up.

Aku baru tahu setelah enam bulan aku bekerja sebagai sekretarisnya, setiap warna lipstik yang dimiliki Sasha punya artinya masing-masing.

*

Seperti pagi ini, contohnya. Tak seperti biasanya, Sasha memulas bibirnya dengan warna coral pucat. Lipstik warna itu artinya ia baru mendapatkan menu makanan favoritnya. Tadi saat berangkat ke kantor ditemani sopir pribadinya, Sasha mampir ke kedai kopi di ujung blok dan memesan setangkup Belgian waffle favoritnya untuk sarapan.

Good morning, Madam Fierce, how was your breakfast?” Aku menyambutnya sembari mengulas senyuman singkat saat ia melewati mejaku menuju kantornya.

A bit disappointing ‘cause I want blueberry syrup as topping, but they said they’re out of stock. It irked me how some people could be so unprofessional with their job.” Sasha menjawab tegas—cenderung galak—sembari hak sepatunya mengetuk lantai setiap ia mengambil langkah menuju mejanya. “Beri aku update tentang proyek kita.”

Right away, Ma’am.” Sekilas kudapati ia mengangguk puas saat aku menaruh setumpuk map yang kubawa bersamaku ke atas meja kerjanya. “Mr. Thurman akhirnya mau menjual tanahnya untuk kita setelah istrinya meninggal dalam kecelakaan, dan sekarang Anthony sedang dalam perjalanan bertemu dengan beliau untuk negosiasi harga dan surat tanah. Dan mengenai area yang Anda incar di segitiga emas… sekretaris Mr. Evans Jr. menghubungiku semalam, mereka bersedia melepas tanahnya untuk kita. Semua proses dan legalitas secepatnya akan dimulai setelah pemakaman Mr. Evans Sr. selesai. Kudengar beliau terkena serangan jantung dan meninggal mendadak, apa kau tak berniat datang ke pemakaman mereka, Madam Fierce?”

“Mereka seharusnya merasa terhormat aku masih mengirimkan buket bunga dukacita untuk Alex. Merepotkan sekali harus datang dan pura-pura berduka atas kematian Si Tua Bangka itu. Lebih cepat ia mati, lebih cepat proyek kita dimulai.” Sasha menjawab pertanyaanku tanpa berjengit sedikit pun—benar-benar ciri khasnya. Ia dijuluki oleh teman-teman dan koleganya sebagai Dragon Lady of the Emperor bukan tanpa alasan. Dan aku juga sudah kelewat terbiasa dengan betapa strict-nya ia sebagai pemimpin perusahaan, mendengarnya berucap sesinis itu atas kematian rival bisnisnya bukan sesuatu yang baru.

Now give me headache, Baron.”

Aku tersentak dari lamunanku dan buru-buru mematuhi titahnya sebelum ia menyadari ketidakprofesionalanku barusan. Laporan yang dibaca Sasha sudah sampai halaman terakhir dan aku mulai menjelaskan. “Sampai kemarin sore, Nathaniel belum berhasil membujuk Mr. Stuart untuk melepas tanahnya. Tanpa area tersebut, proyek ekspansi kita akan terhambat dan dikhawatirkan mundur dari jadwal.”

Sasha tak langsung merespons, tapi tatapannya menyipit tajam. “Anda mau aku mengirim orang lain untuk membujuk Mr. Stuart lagi, Ma’am?” Aku bertanya lagi, berharap bosku tidak terus-terusan diam dan menjawabku apa saja—bahkan kata makian sekalipun. Sasha yang seperti ini justru lebih mengerikan dibanding Sasha yang kesurupan arwah jenderal perang yang hobi mengamuk.

“Nanti saja kuurus sendiri.” Ia akhirnya bersuara, sepuluh jemarinya tertangkup di atas map laporan yang sudah selesai ia baca. “Bring me my mirror, Baron, I need to change my lipstick swatch.

Aku mengangguk tipis dan segera berjingkat menuju laci di mana ia biasa menyimpan cermin portabel. Saat aku menaruh cermin di hadapannya, Sasha sudah bersiap dengan lipstik warna… biru muda?

Warna yang paling jarang kulihat.

*

Omong-omong tentang lipstik, Sasha memang mengoleksi segala jenis warna. Dari pink yang banyak beredar di pasaran sampai merah anggur yang gelap, dari warna nude yang pucat sampai warna vampire yang gothic dan gelap. Bahkan warna elektrik seperti hijau, kuning dan biru, atau warna kombinasi seperti abu-abu lumpur (atau abu-abu kehijauan yang seperti warna dollar), masuk ke daftar koleksi lipstik milik Sasha.

Seperti yang kubilang tadi, setiap warna lipstik punya maknanya masing-masing. Bahkan yang shade-nya mirip dan berbeda sangat tipis pun, artinya juga berbeda. Sasha bisa mengingat semuanya yang jumlahnya ratusan—sampai sekarang aku takjub, sungguh. Misalnya saat ia memakai warna abu-abu keunguan, itu artinya ia sedang tak enak badan. Kalau abu-abu lumpur, artinya ia punya janji makan malam. Abu-abu kehijauan yang seperti warna dollar, artinya Sasha akan bertemu tunangannya.

Yang mana sempat membuatku salah paham, kupikir warna itu berarti ia sedang jatuh cinta. Baru kuketahui kemudian kalau pernikahan mereka cuma rekayasa untuk memperlancar kerjasama dua perusahaan. Sasha memakai lipstik warna hot pink—yang berarti jatuh cinta—saat akan bertemu pacar gelapnya.

Gincu warna merah cranberry adalah favorit Sasha. Kalau ia sedang pakai warna primer itu, tandanya mood Sasha secara umum sedang cerah dan bahagia. Merah anggur berarti ia baru saja menenggak wine yang sesuai seleranya. Merah marun artinya ia baru menandatangani kesepakatan yang menguntungkan. Merah keunguan berarti Sasha sedang malas menjawab pertanyaan—atau telepon—apa pun. Merah darah… artinya ia sedang ingin memecat karyawan yang sedang sial.

Sedangkan warna biru… entahlah. Aku paling jarang melihat Sasha memakai lipstik warna biru. Pernah sekali ia pakai lipstik biru tua saat hadir di pemakaman kolega bisnisnya dan menggemparkan pelayat lain, mengira Sasha Fierce keracunan. Wajar sebenarnya, kalau aku tak paham dengan kebiasaan Sasha mungkin aku pun akan berpikiran seperti mereka.

Sasha cuma tersenyum tenang, senyumnya bahkan awet sampai prosesi pemakaman berlangsung. Saat perjalanan pulang, baru ia bercerita kalau lipstik biru tua tandanya ia ingin mengadakan pesta besar-besaran.

Mau tanya apa arti warna biru muda, tapi aku takut dipecat karena tidak sopan.

*

Tiga hari setelah Sasha menerima update dariku, Nathaniel meneleponku dengan terburu-buru. Aku menjawabnya keheranan, lalu terkejut mendengar cerita Nathan sampai ponselku nyaris jatuh.

Saat melapor ke Sasha, ia sudah menungguku dengan sepuluh jarinya terkatup di atas meja. Senyumannya tipis, menghiasi bibirnya yang dipulas warna merah cranberry. Warna favorit Sasha, ia sedang bahagia.

“Aku sudah tahu,” katanya santai bahkan sebelum aku menarik napas. “Rumah Mr. Stuart kebakaran, kan?”

“Apakah Nathaniel memberi laporan langsung kepada Anda, Ma’am?” Aku berharap ia menjawab ya sebagai konfirmasi, bahwa Nathan lebih dulu meneleponnya langsung baru mengabariku. Tapi Sasha justru meregangkan seringainya makin lebar. Kalimat selanjutnya jelas-jelas menunjukkan kalau ia mengabaikan pertanyaanku.

“Kau sudah tahu apa arti lipstikku warna biru muda?”

Aku nyaris membentaknya, di saat-saat seperti ini ia justru masih sempat membahas lipstik. Tapi kuurungkan niatku karena aku tahu lebih baik. Sure, Sasha isn’t an average person, she’s dangerous, and sure, I don’t want to be her victim.

Aku menggeleng, lalu menjawab pertanyaannya tadi dengan suara lirih, “Belum.”

“Apakah aku bisa memberitahumu, Baron?”

Itu tadi pertanyaan retoris, aku tahu. Pertanyaan yang tak perlu dijawab, namun perlu dipatuhi. Karena setelah aku mendengar apa arti di balik lipstik biru mudanya, aku cuma punya satu pilihan… yaitu tutup mulut.

“Lipstik biru muda…” Seringai Sasha melebur menjadi senyuman lebar hingga kedua ujung maniknya berkerut. Ada kepuasan yang tergambar di sana, seperti pertanda bahwa ia baru saja mengukir prestasi. “Anggap saja aku punya seribu satu cara untuk mendapatkan apa yang aku inginkan.”

END

Advertisements

10 thoughts on “[Writing Prompt] Jawbreaker

  1. Uwoh lipstick swatch from superanggit!
    Super bana pisan euy!
    Edun!
    Hahay edun waw edun ceritanya, eksekusinya smooth, posternya tsadest dan omo lipstek biru so dangerous!!!
    Kusuka karakter Mba Shasanya which is dari awal sudah mencurigakan ‘-‘
    Tapi eksekusi sampe ke akhir ngga buru-buru meski sudah dari awal ada aroma-aroma janggal, datz the jedarness (bahasa apaini)

    UWOH-KECE-TSADEST!

    Like

  2. karakter sasha di sini sassy tapi strong ya. konsisten. soalnya permasalahan yang kerap aku temui kalo nulis itu, karakternya suka melenceng dari yang awal-awal. dan konsistensi karakter di sini pas. bikin enak dibaca.
    dan seperti kata miss pang di atas: TSADEEESSSTTT!

    Like

  3. sek mau ikutan kakpang sama kaeci insert stiker tahilalats: TSADEEESSSTTT!
    indeed sasha fierce is fierce. pertamanya malah keinget albumnya beyonce yang i am sasha fierce ahaha. terus terus… oke, sasha youre da woman bisa punya list lipstik ini dipake abis itu, lipstik itu dipake abis ini. paling nggeblak bagian sasha-nya pake warna biru pas pemakaman. tbh emang lipstik warna biru suka salah diartiin, kaya abis minum racun uler sih emang heu, tapi ternyata masih banyak yang jual wew. terus terus yang lipstik warna merah darah mau mecat karyawan sial xD eksekusi dari awla ke akhir smoooth favorit lah terus karakternya sasha konsisten. yosh! (insert stiker tahilalats lagi: TSADEEESSSTTT!)

    Like

  4. Aku suka ceritanya. Menarik membayangkan bahwa dari frase lipstick swatch bisa dibuat menjadi cerita yang seperti ini. Bukan hanya mengenai seseorang yang gemar mengganti warna lipstik yang dipakai, tetapi juga makna tersembunyi di baliknya. Endingnya agak creepy, buatku, tetapi keren! Karakter Sasha juga kuat dan digambakan dengan sangat baik dalam cerita ini.

    Yang menjadi perhatianku cuma satu, sebenarnya, yaitu penggunaan konjungsi pertentangan ‘tapi’ di awal kalimat, sebagai penghubung antarkalimat. Setahuku, ‘namun’ dan ‘akan tetapi’ lebih lazim digunakan sebagai konjungsi antarkalimat, sedangkan ‘tetapi’ (dan mungkin, ‘tapi’ merupakan bentuk singkat dari ‘tetapi’) digunakan sebagai konjungsi intrakalimat. Kalau aku salah, silakan dikoreksi balik :).

    Like

    1. Maksudnya kalimat ini? Impresi pertamaku terhadapnya, kupikir ia mengidap OCD. Aku tahu para wanita gemar sekali bersolek dan merias wajahnya, tapi Sasha berada di level yang berbeda.

      Aku bukan penulis dan aku nggak paham perkara konjungsi antarkalimat atau intrakalimat seperti yg km tulis. Cuma klo aku pake namun/akan tetapi seperti saranmu, aku kebayangnya kalimat itu malah jadi kaku. Ditambah aku yakin, kalimat selanjutnya pasti (menurutmu) banyak salahnya juga kan? Klo kubenerin tp smp bikin aku lupa tulisan ini cuma fiksi, malah jadi kaku dan ngga enak dibaca.

      Km lebih jago nulis dr aku (diliat dari koreksimu), km pasti tau kan kalo pembaca juga pingin merasa nyaman pas baca tulisanku? Toh padanan yg kupake mirip dan nggak menyimpang apalagi bikin rancu. Ini tulisan fiksi kok, yg ditulis cuma buat seneng seneng (walau aku dipaksa nulis ini juga sih). Klo mau saklek harus pake yg bener bener tepat nulis aja karya ilmiah.

      Seatuku buat freelance di sini harus disaring dulu via review kan? Klo aku dilolosin berarti (menurutku) ngga ada yg salah sama eyd-ku secara umum. Apalagi cuma sesepele tapi dan akan tetapi yg selisih satu kata. Repot amat dipermasalahin smp segitunya? No offense ya. Makasih lho kritiknya, km jago bgt. Tp bakal lebih bermanfaat jika kritik yg km sampaikan utk org yg tepat soalnya aku ngga mendalami dunia kalian (ngga ada niat juga). Atau klo ngga, km yg lebih fleksibel memahami yg lain. Klo semua disesuain standarmu (padahal perkara sepele gini) menurutku ada yg salah sama km nya. :))))

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s