It’s A War!

screen_shot_2013-05-20_at_3.31.03_pm.png

Dalam rangka turut meramaikan Prompt Ego Defense Mechanism (EDM) di Town of Stories

Level II (Immature): Fantasy—Tendency to retreat into fantasy in order to resolve inner and outer conflicts.

.

Maaf saja, tapi aku sudah muak.

.

Maaf saja, tapi aku sudah muak untuk berpikir rasional.

Bagaimana dunia luar mendesakku berlutut mirip anjing penurut, sementara jiwa dalam raga ini bermimpi jadi Napoleon Bonaparte—melucutkan ribuan peluru ke arah lawan, memenangkan segala pertempuran dan memelihara banyak budak di tanah jajahan.

Tapi nyatanya aku tengah berada di posisi terjajah dan mustahil bisa jadi “The Little Corporal”.

Terlebih di hadapan orang itu, yang berdiri tegak—angkuh, dengan dagu lancip yang terangkat tinggi, seragam licin dan keriput di sekitar mata yang nyalang membara—siap kapan saja membakarku jadi abu tiap kali netra kami beradu. Pita suara baritonnya meraung macam knalpot tua jika moncongnya di arahkan kepadaku, tapi mengalun selembut beledu pada gadis-gadis ber-rok lipit.

God bless gender matter.

Bisa jadi salah satu alasan para pelaku transgender di luar sana masuk ruang operasi adalah karena diskriminasi dalam hal sepele macam ini. Ya, mungkin saja. Termasuk jika rencana ini gagal, ada baiknya aku memesan penerbangan ke Thailand dan menjejalkan diri ke salah satu jadwal operasi kelamin di sana.

Ah! Persetan dengan orientasi seksual!

Hari ini aku siap masuk kelas dengan senapan angin di tangan. Yang aku yakin bisa mengantarkan rasa jengahku menembus katup jantung tua renta dan menyumbat salah satu alirannya, lalu menumbangkan tubuh congkaknya ke lantai, sembari meredupkan picingan sinis dalam gestur priyayinya.

Sungguh akan menyenangkan jika semua itu benar terjadi.

Nyatanya, genggaman tanganku hanya berisi sebatang pensil—yang ujungnya tajam dan mengilat, baru kuraut—bukannya senapan angin. Well, setidaknya kulit keriput itu akan tergores jika pensil ini kulucutkan ke arah beliau, bukan?

Dan aku lebih dari siap jika harus ditendang ke luar bahkan sebelum sepuluh menit pelajaran bergulir.

Karena lebih baik makan tahu petis di kantin daripada jadi penderita masokis di kelas.

~끝~

PANG’s Note:

  • Yang sudah lepas dari jeratan UN apakah masih sehat secara jasmani dan rohani?
  • Jika yes, maka congratulasyen! Jika tidak, segeralah berobat.
  • Happy weekend, Guys! Yuk saatnya ghibahin pengawas ujian / guru / dosen! ❤
Advertisements

22 thoughts on “It’s A War!

  1. TULISAN TIPIKAL KAK PANG ITU YAAAA DARI SUMMARY NYA AJA UDAH NAGIH MINTA DIBACA! Kak paaang ini bagus banget :))))) bener banget tentang diskriminasi di kelas, si ini anaknya gitu lah, gini lah. pokokeeee sukaaa laaah xoxo

    Liked by 1 person

    1. NABIIIIIIIIIIIIIIL!
      Dahlah kita yang jadi figuran liat aja trus diem-diem nulis di wp agar kententraman dunia persilatan ini terjaga adanya yak hahahaha
      XOXO TOO NABIL ❤

      Like

  2. Ms. Pang!!! kamu nipu aku yaa?? hahaha gpp, aku senang kok ditipu yg begian /halah/ jujur yaa kukira ini bakal ada perang beneran. eh ternyata perang pikiran? 😀

    suka suka suka ! simple tapi bisa bahasa orientasi seksual segala. good job!!!

    keep writing!!! ^^

    Liked by 1 person

    1. HALOH KA ANI!!! HAHAHAHA AKU MENIPU MASSA SETELAH DITIPU DOSEN 😦 AKU JAHAD </3

      Ka Ani, terima kasih, terima kasih, terima kasiiiih suda suka curhatanku ❤ ❤ ❤

      Like

  3. kakpang, hahahaha. aku ketipu. ha.

    anyway, akhir-akhir ini aku ngerasain ini ((lah curhat)). jadi inget seseorang di masa lalu waktu baca ini. keep eriting, kakpanggg ❤

    Liked by 1 person

    1. IVANA! CIEEEE INGET GURU MASA LALU CIEEEE
      Doa-doain aja Van, kalo inget guru yang minta disambalado gini ❤ sebagai bentuk cinta kita yang tertunda di masa lampau (((dulu sibuk misuh-misuh soale, yakelesgueitumah)))

      Like

  4. Wow kak pang, ini bagus banget *thumbs up*
    Waktu aku baca aku mikir kayak ini aku bakal dibawa ke mana nih, secara kak pang milih fantasy kan. Emang ya guru macem gitu yg beda-bedain cowok-cewek emang nyebelin banget gak sih?
    Karena aku gak tau arti masokis jadi aku harus nyari artinya dan aku mikir apakah kita semua pernah menjadi masokis walau sedikit? Hehe

    Liked by 1 person

    1. Haloh! (Btw, aku panggil apa nih? Indi? Indah?)

      Hahahah tbh penggunaan masokis sounds too much ya sebenere, tapi kalo ngga hiperbola bukan fantasy dongs ehe
      Jadi artian masokis yang aku tempatkan di sini penggunaannya sebatas: suka menyakiti diri–dengan diam di dalam kelas tanpa melawan 🙂

      Semoga membantu ya ehe ❤
      Salam kenal!

      Like

  5. selama baca ini yang ada di bayanganku cuma dosen jam 1-3 hari rabu WAHAHAHAHA !!!
    TIAP BUKA MATA HARI RABU YA GINI INI PERASAANKU !!!
    thanks a lot buat ms.pang. soale tulisannya aku biangetttt wehehee :”

    Liked by 1 person

    1. Halu Kanz! E KITA TIAP HARI RABU BIKIN ALIANSI: MAHASISWI SIAP GEMPUR DOSEN, yuk! #kurangajarmispang #didemodosen #masukoran

      Thanks to you too, Kanz! 🙂 ❤

      Like

  6. Yeoksi! Ms. Pang!
    Ngakak di pengandaian knalpot tua HAHAHAHA agak-agak sama yang ada di kampusku, sih. Tapi rok lipitnya milih-milih wkwk ((mahasiswa durhaka))

    nb; cieeeh yg kemarin ultah tapi aku ga ikut lempar kue :’))))

    Liked by 1 person

    1. KA CHERRRYYY HULKHUG SIK AYO SINI ❤
      KAKA LEMPARIN AKU BUKU NIKAH SAMA OHSEN AJA AKU SENENG KOQ hwahahahaahahahhaa

      duhlah dosen milih rok lipit itu milih yang lebarnya tiga senti apa gimana ka cherry? Soalnya punyaku lima senti nich </3

      Like

    2. /hulkhugback/
      Masalahnya kalau bang Ohsennya ga mau gimana? Kan aku yang diseret ke meja hijau *jedeerr*

      rok lipitnya bukan secara harfiah. lagian ga ada yng make rok lipit ke kampus, paling celana yng skinny banget /samaaja/ hohoho

      Liked by 1 person

  7. Aku sering berfantasi macem ini..huahahaha.. kalau lagi keki beraat ke dosen atau ke temen yang banyak gaya *?*, di otak bawaannya pengen balikin meja sama noreh2 badannya pake piso, tapi kenyataannya cuma bisa senyum2 dengan nada bicara di lembut2in =_=. Bawaannya mending ngulang mapel sekalian, tapi ingat ortu di rumah bayarin sekolah gajadi akhirnya =_=

    Keep writing kakpang! Gak pernah gak jder2 *?* lah kalo baca tulisan kakpang ini…

    Liked by 1 person

    1. ‘noreh-noreh badannya pake piso’–DHILA MANSAE!!! ((gakdeng jangan sampe beneran, berabe))
      DUH IYA BANGET KALO UDA BUKAN MIKIRIN ORTU YHA HUHUF uda kita sayat-sayat orang sekampus 😄

      Thankies a lot, Dhila! Maaf ya balesannya telat aku baru recover. Anw nice to meet you hereeee!!! ❤

      Liked by 1 person

  8. “Nyatanya, genggaman tanganku hanya berisi sebatang pensil—yang ujungnya tajam dan mengilat, baru kuraut…” — aku ngakak asli pas baca ini 😄 😄

    asem lu kapang, kirain soal apa ceritanya, eh ladalah soal derita siswa di kelas. but i know dat feeling, bruh ;-;

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s