[Writing Prompt] Cungkring

tumblr_mu8axshgeb1qz6yd1o1_1280

By SantiiAng

Hati Kayu

.

 

Tidak ada yang perlu dikatakan jika manusia bertubuh gempal itu marah. Tidak perlu mengutarakan kata maaf agar manusia bertubuh gempal itu diam. Tak perlu mengucapkan kata “tidak apa-apa” jika manusia bertubuh gempal itu sedih. Tak perlu ada kata.

Dunia memang aneh akhir-akhir ini. Membela dia yang berada di atas dan menghujat dia yang berada di bawah. Menerima setiap “kata” yang si Gempal ucapkan, sedangkan mereka yang bertubuh cungkring tidak didengar. Barang diizinkan mangap pun tidak bisa.

Dunia itu berputar. Dia yang berada di bawah suatu saat akan berada di atas. Bagiku, kata itu tidak pantas untuk dipercayai lagi–untuk zaman sekarang tepatnya. Yang harus kita percayai adalah atas ya atas, bawah ya bawah.

Tak ada gunanya si Manusia Cungkring mengeluk-elukkan kata-katanya. Tak ada gunanya si Manusia Cungkring berdiam diri di depan pintu kementrian atau depan pintu rumah pemerintah. Tak ada gunanya. Sebuah ironi memang. Dunia sekarang dan dunia zaman dahulu tetaplah sama. Hanya segelintir orang yang bisa menjatuhkan manusia bertubuh gempal itu. Walau hanya sesaat.

Dunia itu memang aneh. Si Cungkring selalu dianggap parasit, tumbuhan yang “harus” dimusnahkan. Tidak memberikan keuntungan bagi si Gempal katanya. Padahal, si parasit suatu saat dapat dimanfaatkan, tergantung bagaimana kita menempatkannya. Tidak semua Manusia Cungkring itu pantas disebut parasit. Tidak semua Manusia Cungkring memiliki pemikiran pendek, sependek alis mata. Mereka memiliki pemikiran panjang jika si Gempal memberi kesempatan.

Si Cungkring, bukanlah seekor kutu yang bersarang di kepala si Gempal. Si Cungkring bukanlah segumpal lemak yang menyarangΒ di tubuh si Gempal. Si Cungkring hanya segelintir tanaman yang meminta untuk diperhatikan. Si Cungkring hanya ingin diberi kebebasan dalam mencari makan. Si Cungkring hanya ingin mendapatkan sedikit saja izin untuk berbicara.

Dan si Cungkring hanya bisa berangan-angan.

Terlalu banyak perlindungan yang si Gempal dapatkan. Terlalu banyak fasilitas yang membuat dirinya bebas melakukan apa saja. Mau menanam padi di kantor pun bisa, jika ia mau. Perlindungan yang si Gempal dapatkan setebal kambium pohon berumur ratusan tahun. Butuh waktu yang lama untuk menembus ke kulit pertama. Apalagi ke intinya. Bukan hanya tebal tapi berbahaya, dia memiliki getah. Dan getahnya sangat merugikan. Dan ini masalah terbesar yang si Cungkring rasakan. Ribuan liter getah akan mengurungnya dalam berbagai macam kesengsaraan. Si Cungkring hanya bisa menanti kebebasan yang entah kapan datangnya.

Waktu terus berjalan dan ketebalan kambium itu terus bertambah; kau tahu artinya. Semakin jauh si Cungkring untuk menggapai tengahnya. Dan dengan berjalannya waktu, si Cungkring kembali mencoba mengelukanΒ kata-katanya. Di depan ribuan penjaga si Gempal. Dan lagi-lagi ia diperlakukan semena-mena. Ia diperlakukan seperti anjing jalanan, penuh kotoran. Ia diseret layaknya sampah. Ia ditendang-tendang seperti bola. Ribuan penjaga itu bagaikan anjing yang sudah lama tidak menemukan mangsanya. Mereka mengejar, memukul, mencabik, dan menampar si Cungkring tanpa ampun. Hingga si Cungkring tumbang detik itu juga.

Para penjaga sedikit merasa puas dan kembali ke sarang dan tugas mereka. Salah satu dari mereka merencanakan pengamanan yang lebih ketat. Dengan Β alasan, agar orang seperti Cungkring tidak muncul lagi.

Tubuh si Cungkring kini tergeletak tak berdaya. Darah menggenang di sekitar tubuhnya. “Cungkring sudah tumbang, apa harus aku yang bertubuh ideal mengikuti jejaknya? Meminta keadilan dan kebebasan?”

Manusia bertubuh ideal tiba-tiba muncul sambil membawa sebuah kertas. Berisi propaganda buatan si Gempal. Ia menatap kertas itu lamat-lamat. Membancanya dengan teliti, dan menganalisis setiap kata yang tertera di sana dengan saksama.

Bangunan megah berwarna putih berdiri tegap di depan si Ideal. Bangunan itu menjulang tinggi. Sepertinya sudah melewati langit kesatu bangunan itu. Si Ideal memakukan pandangnya ke atas langit. Sedang mengira-ngira berapa panjang bangunan itu dan berapa lama waktu agar ia bisa sampai di sana. Tepat sampai di ruangan si Gempal–tepat di hatinya, “Atau mungkin, harus aku menunggu hingga periode si Gempal berakhir?”

***

Si Cungkring merasa bahagia sekarang. Sudah tidak perlu lagi ia capai-capai menghabiskan suara, waktu, dan tenaganya hanya untuk membuat si Gempal sadar. Sekarang ia bahagia, ia hanya perlu menebang pohon kecil saja. Agar ia dapat mudah menggapai hatinya.

-end.

*Hati kayu: bagian terdalam kayu yang lunak dan rapuh.

Advertisements

22 thoughts on “[Writing Prompt] Cungkring

  1. wah! sek aku musti baca 2 kali buat ngerti ini maksudnya apa hahahahaha. suka banget sama analogi gempal, cungkring, sama si idealnyaa (btw ini analogi kaaan? nih misalkan salah, malu banget asli hahahahaha). terus yang penjagaan setebal kambium pohon berumur ratusan tahunnya jugaaaa wah x) idenya ngga biasa deh hehe sukaa. keep writing yaaah x)

    Liked by 1 person

  2. Halo, aku baca ini bikos aku yg ngusulin prompt ini wkwk. Maksudku sebenernya karena hati batu itu mainstream jadi aku ganti hati kayu. Tapi ini penulisnya oke banget deskripsiinnya ngga terduga ehehe.

    Tapi, ada sedikit catatan, menurutku narasi yg terlalu panjang untuk mendeskripsikan tentang pemerintahan dan rakyat yg tertindas itu agak membosankan. Ya, okelah itu memang maksudnya main ironi, tapi akan lebih bagus kalau diberi dialog supaya yang baca nggak bosen hehe. Sekadar saran aja, sih untuk tulisan ke depannya, mungkin? ;;)

    Mengenai eyd, aku mau benerin kata ‘tergantung’ yang seharusnya ‘bergantung’. Itu aja sih, yg lain udah bagus. Good job, keep writing yaaah πŸ™‚

    Liked by 1 person

  3. Halo, Santi (eh, bener, ‘kan?). Aku suka ceritanya, satir gitu. Perumpamaan yang digunakan dalam cerita ini unik dan relevan dengan kondisi yang terjadi sekarang. Cuma maaf, aku agak loading nih untuk paragraf terakhir ceritanya, maksudnya apa, ya? Aku bisa mengira-ngira, tapi nggak yakin juga. Apakah maksudnya si Cungkring nggak lagi memusingkan si Gempal, tetapi menumbangkan pohon kecil, agar setidaknya keadaan berubah untuknya.

    Keep writing, ya πŸ™‚

    Liked by 1 person

    1. Aku bukan santi aku iang /plak. Sebenernya cerita ini ada kelanjutannya hehehe, tapi bisa dibilang gitu akhirnya hehehe..

      Terimakasih sudah mau mampir baca^^

      Like

  4. Bagus untuk ide ceritanya, deskripsinya dan narasinya. Cuman satu yang kurang, yaitu feel nya.
    memang feelnya sering kurang kalo menggunakan sudut pandang ketiga sih. tapi, kurangnya feel bisa ditutupi dengan cerita yang baik dan penjelasan yang oke.
    Keep Wiriting~

    Liked by 1 person

  5. Oggy ini meni ngena da kritik sosialnya :((( kayanya tulisan kamu sekarang lebih serius yaaa? wahahha. nabil sukaaaa, apalagi selama ini nabil baca tulisan kamu seputar romance. keluar comfort zone yaaa, selamaat

    xoxo

    Liked by 1 person

  6. Hi, this is a nice idea and nice story! Aku suka sama perumpamaannya. Walaupun di bagian akhir perlu baca dua kali, tapi tetep aja aku berwow pas baca analoginya.

    Keep writing πŸ™‚

    Liked by 1 person

  7. OGGYYYY GOOD JOB I LIKE IT MAN!πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    Maksud paragraf terakhir teh kan si cungkring merasa terbantu sama manusia ideal itu, bukan? Jadi dia ga ngerasa terlalu berat buat meruntuhkan si Gempal gara-gara udah dibantu sama manusia ideal? Atau gara gara masa kepemerintahannya udah mau habis?

    Aaaah pokoknyamah mantap pisan gy. Biasanya saya komen ngomongin typo, sekarangmah ngomongin MANTAP MANTAP MANTAAAAPπŸ‘ŠπŸ‘ŠπŸ‘ŠπŸ‘ŠπŸ‘Š

    Liked by 1 person

    1. Wahahaha iya zul dua maksud itu bener . terimakasihhhh 😳😳😘😘😘😘β™₯β™₯β™₯β™₯πŸ‘πŸ‘ŒπŸ‘Œ

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s