[Writing Prompt] The Pit

images

by slmnabil

.

Defying Gravity

.

Tak pernah sekali pun Nico berpikir untuk menjadi Christoper Colombus versi abad 21, atau mewujud Percy Jackson yang lebih manusiawi dengan menghapus namanya dari kartu keluarga milik Poseidon sang Dewa Laut–itu pun kalau punya. Dia tidak begitu akrab dengan air mengingat impresi keduanya agak buruk. Salahkan Nico yang berendam air dingin saat butiran-butiran salju sedang buat pesta di kota. Termasuk hebat dia masih mau menyiram tubuhnya seminggu sekali selepas kejadian itu.

Namun coba pikirkan ini. Saudaranya baru saja melakukan konfrontasi dan mengajaknya duel satu lawan satu. James dirasuki leluhur macam apa sampai berniat melemparkannya ke lepas pantai Kanada? Terlebih dengan alasan yang dalam opini Nico sangat sinting.

“Aku sedang butuh uang, nih.” Itu yang dia bilang.

Orok yang baru belajar merangkak pun tahu kalau misteri Lubang Uang di sana masih belum jelas kebenarannya. Kritikus bahkan percaya kalau konstruksi rumit tersebut hanyalah sebuah lubang dalam tanpa iming-iming harta karun. Jadi kenapa James lebih memilih berpayah-payah mengungkap misteri harta terpendam daripada menyodorkan telapak tangan di depan ibunya? Sepertinya opsi kedua lebih oke, deh, bagi Nico. Sayangnya pikiran James tampaknya baru saja terlindas buldoser dan kehilangan bentukan aslinya.

“Ayolah! Pantai Nova Scotia dekat kok dari sini,” kata James antusias.

Nico menggulirkan pupil, kesal. “Kalau benar seperti katamu, bakal kulontarkan pakai katapel kau!”

Ia pun berlalu, tanpa tahu alasan di balik cekungan kurva yang terpeta di bibir James.

Bagi Nico sendiri, saudaranya seolah makanan ringan dalam kemasan yang sedang memberlakukan undian langsung dapat. Apakah itu uang atau perjalanan wisata gratis, dia tak akan tahu mana yang akan didapatkannya. Meski terkadang tidak ada apa-apa di dalamnya. Cuma satu dari sekian banyaknya strategi promosi.

Agaknya analogi James seperti itu, lebih mengejutkan dibandingkan Woody yang menyadari kalau ada ular di sepatunya atau gadis-gadis yang merasa Menara Pisa sudah runtuh saat mengetahui berat badannya naik nol koma lima.

Sebenarnya Nico merasa curiga, bagaimana ceritanya sampai James tidak banyak memaksanya seperti biasa? Kalau dia sangat menginginkan sesuatu, James adalah tipikal yang tidak tahu apa yang disebut dengan garis selesai.

Terserahlah. Barangkali ia memang dirasuki.

Hari ini rencananya, Nico akan menonton pertandingan baseball bersama Lucas mengingat tim kesukaannya-lah yang bakal mengisi lapangan. Namun tampaknya sang Ibu tidak sependapat karena begitu Nico minta uang jajannya ia mengatakan kalau jatahnya sudah diberikan pada James, termasuk kalkulasi biaya ke Nova Scotia naik kereta api.

Nico tidak tahan untuk tidak menendang saudaranya begitu ia menunjukkan batang hidungnya.

“Sori, nih, tapi aku yang akan menjadikanmu batu lontar duluan,” kata James.

.

Sebenarnya ikut-ikutan ekspedisi pencarian harta karun bukanlah hal yang paling asyik dilakukan, tapi jelas lebih mendukung keberlangsungan hidupnya dibanding menyapa kuda laut dan beberapa teripang dengan gulungan ombak yang menggelitiki tungkainya.

Nico merasa jadi menyedihkan karena lakonnya bergeser menjadi figuran dalam kisah ini. Lampu sorot jelas mengarah ke James lebih banyak. Yang punya ide gila, kan, dia. Nico tak lebih dari sebuah koper yang diseret-seret. Kasihan sekali.

“Kamu pikir kenapa Danniel Ginnis menarik kesimpulan kalau lubang di pulau ini menimbun harta karun?” tanya James membuka konversasi di tengah tungkai mereka yang terus mencipta derap.

“Yah, barangkali dia sedang tidak ada kerjaan. Atau malah punya obsesi tinggi jadi novelis nyentrik seperti J.K Rowling misalnya. Siapa yang tahu?”

“Bodoh! Mana dia tahu soal sihir-menyihir di tahun 1795?” timpal James melakukan perdebatan.

“Bung, imajinasi manusia ‘kan tidak terbatas!” Nico nyengir kuda.

Dari awal Nico tidak tertarik, sih, jadi dia menyahut seadanya saja. Satu-satunya fakta yang ia tahu hanyalah Pulau Oak di lepas pantai Nova Scotia ini pernah longsor dan dibanjiri air laut karena beberapa percobaan untuk mengambil harta karun. Hal tersebut menguatkan niat Nico yang sangat ingin melarikan diri dan menggulung di bawah selimutnya.

Tapi, toh, dia tidak bisa apa-apa kalau sudah begini.

Bertepatan dengan langkah terakhir, sebuah lubang yang menyerupai sumur tua tampak memenuhi retina keduanya. James, dengan gerakan kaki prajurit mengikis jarak semakin banyak. Nico cuma menguntitnya di belakang.

“Aku yakin di dalam sini ada sesuatu.”

Iris biru laut James melingkungi galian dalam di hadapannya dengan pola pendaran mata spiral, penuh kecermatan agar tidak ada jejak yang terlewat. Siapa tahu saja ada peninggalan artefak dari pencari harta karun sebelumnya.

Meski dia bukanlah seorang arkeolog, James pikir kalau dijual ke pengumpul barang antik mungkin dia akan dapat beberapa lembar dolar.

Oponen dari James yang menunjukkan binar ketertarikan, Nico hanya melirik dari sudut mata dengan posisi mengantongi ruas-ruas jari sambil sesekali menguap.

“Jadi apa? Kamu mau mencari tahu dan mematahkan misterinya? Lakukan, Bung! Aku akan bersorak saat kamu naik!” kata Nico diceria-ceriakan.

“Tidak.”

Eh? James mengatakan apa tadi?

“Kamu pikir misteri mau ganti nama menjadi hal biasa? Kasihan, kan, nanti dia tidak punya pengunjung lagi,” bubuhnya semakin mendukung argumen.

Nico merasa kalau cincin Saturnus tengah membuatnya megap-megap hingga kehilangan kewarasan.

“Jadi apa poin utama dari ekspedisi idiot hari ini?” tanya Nico.

“Aku, kan, jadi punya banyak waktu untuk main bersama Abangku.”

Oh, terserah saja.

.

-fin.

Advertisements

17 thoughts on “[Writing Prompt] The Pit

  1. ASTAGA SI JAMES xD ih nabil pasti deh kalo ceritanya tentang kakak-adek gini pasti adorable bangetttt nyeritainnya aku sukaaa. literally nguquq pas bagian si nico mau minta uang ke mamanya eh taunya udah diembat sama si james. mana secara sepihak minta ditemenin ke tempat harta karun pulaaa wkwk. sukaaa sama karakter mereka berduaa ahaha. terus pas kalimat terakhir doooong :’> suka ih nabiiil, reseup bacanyaa. banyak-banyakin cerita family gini biiil (banyak minta) hehehe. keep writing nabiil! ♡♡♡

    Liked by 1 person

    1. HALOOO KAK PIKAAA :)) Hehe, iya nih nabil emang paling seneng nulis family family an begini, abisnya adikku ada tiga, adaaa aja yang aneeh jadinya bisa masuk cerita wahaha

      thanks kak fikaa xo

      Like

  2. WAAA NABIL, kamu kok bisa buat james semanis ini ^^. aku kangen adikku ((walau ia tak pernah merindukanku)) setelah baca ini jadinya. hahaha. gemes banget kan hanya karena alasan supaya bisa punya waktu yang lebih banyak dengan abangda, james sampai bilang pengen cari harta karun.
    setuju sama kak fika, kalimat terakhirnya nendang banget. hahaha. aku syuka ini.
    keep writing, nabil 🙂

    Liked by 1 person

    1. HAI KAK VANA! ((I know your name now)) Iya sih kadang kangen juga sama adek yaaa, yang dikangeninnya mah sok gapeduli gitu ehe. thanks yaa kak vaan xo

      Like

  3. HAI YUKI! nabil juga ga begitu tau sih soal harta karun begituan, cuma ini masuk ke misteri dunia yang tak terpecahkan gitulah. coba cari tentang money pit deh ehe. thanks yaaa udah bacaa xo

    Like

  4. Bil, entah kebetulan apa gimana, tapi nama-nama di atas kayaknya mampir juga di buku time travel trilogy xD ada James, Lucas, kecuali Nico sih, di buku itumah namanya Nick(?) (Lupa nulisnya gimana) xD

    Si James rada sedeng apa gimana? Saya kira akhirnya di lubang itu bakal ada megalodon yang bakal makan mereka hidup hidup. Katanya megalodon masih ada loh, serem ya:(

    Tapi kayanya cara yang dilakukan James boleh juga, kalo mau ngajak main iming imingin aja mau cari harta karun xD suka pokoknya💜💜

    Liked by 1 person

  5. Haha. Ahaha. Lucu ceritanya. Diksinya juga menarik. Tapi ada beberapa typo menurutku, rasanya begitu, cmiiw:
    bentukkan harusnya bentukan,
    gerakkan harusnya gerakan,
    nova scota, kurang ‘i’

    Baseball harusnya cetak miring ga, ya?

    Ini frasa2/kalimat2 yang bikin aku senyum, suka:
    – Nico merasa jadi menyedihkan karena lakonnya bergeser menjadi figuran dalam kisah ini.
    – Bertepatan dengan langkah terakhir,…
    – Kamu pikir misteri mau ganti nama menjadi hal biasa?

    Nabil ih.

    Liked by 1 person

  6. Jir, fain. Jadi inti ekspedisi ini adalah utk quality time bareng abangnya. Aduh, so sweet. Jadi kangen ngegila bareng kakak, huhuhu..
    Sarkas2 Nico nendang banget buat aku, berhubung aku trlalu polos buat nukis sarkas2an..xD
    Sukaa ceritanyaa. Liat gambar dan paragraf awal aku kira bakal fantasi total, trnyata salah besar. Malahan genrenya brothership, idola banget, hahahaa..
    Keep writing, Nabil!

    Liked by 1 person

  7. Hallo Nabil (aku ngikutin orang2 yg manggil kamu) aku Akiko, pembaca barumu *kemudian salaman* heheh
    Aku kira ini bakal jd cerita menegangkan bertabur mistis pas di awal kamu mention Columbus dan Percy Jackson. Omaigaaaat ternyata ini family story bgt sih, aku mandang cara James itu sweet banget yah dia cuma ingin punya waktu sama kakaknya tapi dengan cara yang mungkin orang biasa gak akan pernah bayangin haha…jd inget adikku yang kalo mau ngbrol sama aku pasti ngajak adu argumen dan berantem dlu hahaha….overall this is fascinating. I like it!!!! 😀

    Like

  8. “Aku, kan, jadi punya banyak waktu untuk main bersama Abangku.” — YA AMPUN MAS MANIS BANGET SIK ❤ ❤

    the fluff is killing me, nabil. but i'd gladly die a thousand times just to read something like this again hahah XD

    love it!! ❤ ❤

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s