Diary of Lost Wanderers: International Missing Kids

yesh

disclaimer: this blog is currently hijacked by two international missing kids to entry their world-class travelling stories. by the way … who is La Princesa?

.

Cita-citaku sejak kecil memang ingin berkeliling dunia—dalam makna leksikal. Bukan cuma duduk di depan komputer, menghadap jendela browser menjelajahi situs-situs yang memberi informasi seputar pengetahuan. Aku ingin pergi, bahkan ingin tersesat sekalian. Menjejak tanah-tanah asing yang belum pernah kusinggahi, mengejar samudera sampai ke ujungnya, mengenal berbagai macam manusia dengan segala jenis kebiasaan mereka.

Sederhananya, aku ingin membuat peta dunia versiku.

Sekarang ketika usiaku menginjak dua puluh tahun dan apa yang kumimpikan sedikit demi sedikit mulai tercapai, aku tak tahu apakah aku harus menangis karena bersyukur atau menangis karena merana. Karena Tuhan mengabulkan inginku … juga secara leksikal.

Termasuk bagian tersesatnya.

.

Karena sungguh, punya partner travelling sespesies Lee Taeyong bisa menjadi berkah sekaligus kutukan. Kuakui, ia seorang planner yang handal. Itinerary1-nya selalu rapi dan mendetail, pula masalah budgeting dan akomodasi yang sangat bersahabat bagi kantong para backpacker seperti aku dan dia. Tapi memang Tuhan di atas sana Mahaadil, Taeyong ini cerobohnya bukan main.

Suatu waktu pernah kami nyaris tertinggal pesawat karena Taeyong meninggalkan boarding pass-nya di wastafel flat-nya. Di lain kala, ia pernah meninggalkan backpack-nya yang sebesar benua Antartika—iya, sebesar itu dan ditinggalkan—di toilet bandara, membuat perjalanan kami tertunda tiga jam karena si oknum panik setengah mati bak induk bebek kehilangan anaknya.

Tersesat dengan Taeyong sudah tak perlu ditanyakan lagi—kelewat sering sampai aku kehilangan hitungan. Yang salah membaca peta, yang itinerary-nya terselip di tumpukan nota-nota belanja, yang buku catatannya hilang, dan seribu satu alasan lainnya. Dari yang membuat orang lain bersimpati saking nelangsanya kejadian yang kami alami, sampai yang membuat orang geleng-geleng kepala saking absurd dan di luar nalar. Mereka yang cuma mendengar saja bisa muak, apalagi aku yang menjadi partner-nya. Coba bayangkan!

Seperti sekarang, kami tengah duduk di kelas ekonomi penerbangan menuju Kraków. Bagian tubuhku dari abdomen sampai kaki seperti tidak ada rasanya saking pegal dan terlalu lama duduk. Untuk seorang frequent flyer, anehnya, aku tak pernah menjadi penggemar penerbangan—apalagi long haul2. Lima belas jam terjebak di kabin sempit dengan sirkulasi udara terpresurisasi, plus ketinggian 36 ribu kaki3 dari permukaan laut. Bagaimana jika ada yang salah dengan sistemnya? Katanya pesawat adalah salah satu moda transportasi paling aman di dunia, tapi membayangkan kemungkinan yang bisa saja terjadi selalu membuat isi perutku serasa diaduk.

Berbeda denganku, Taeyong justru tak pernah bermasalah. Ketidaknyamanan yang biasa kurasakan jarang terdengar datang darinya. Ia menghabiskan sebagian besar waktunya menumpuk tenaga untuk mengeksplor tempat tujuan dengan menabung tidur. Atau jika ia terjaga, ia memanfaatkan fasilitas yang disediakan maskapai.

Beberapa kali aku mencoba apa yang ia lakukan, tapi … yeah. Katakanlah aku dan Taeyong memang berbeda. Kalau sudah bosan, mentok-mentoknya aku mendengarkan musik atau menulis entry blog untuk membunuh waktu.

“Ladies and gentlemen, we have just been cleared to land at the John Paul II airport. Please make sure one last time your seat belt is securely fastened. The flight attendants are currently passing around the cabin to make a final compliance check and pick up any remaining cups and glasses. Thank you.4

Suara sang kapten mengisi hening di penjuru kabin. Sebagai penumpang yang baik—atau paranoid, mengutip Taeyong, yang jelas tak akan kuakui—aku sudah mengencangkan seat belt sejak in flight announcement pertama mengudara. Taeyong selalu mengejek kebiasaanku, tapi aku tak peduli. Keselamatan yang pertama, bung, walau aku tahu fungsi sabuk pengaman bukan benar-benar sebagai pengaman.

Bocah Lee di sampingku juga sudah mengencangkan seat belt-nya saat aku melirik. Kedua tangannya bersiap seperti akan tepuk tangan. Melalui gesturnya, aku tahu ia mengajakku untuk ambil ancang-ancang sepertinya. “Kapan lagi?” tanyanya retoris.

Baginya mungkin kapan lagi, tapi aku tidak senorak dia—atau Poles5 pada umumnya. Satu hal yang dimiliki oleh penduduk Polandia tapi susah ditemukan di tempat lain adalah, mereka selalu bertepuk tangan saat pesawat yang mereka tumpangi landing di tempat tujuan. Bukan hanya tepuk tangan mengapresiasi kerja sang kapten dan ko-pilotnya, tapi sorakan yang selebrasi—bahkan tak jarang keramaiannya mirip perayaan tahun baru. Aku tak mengerti apa gunanya, toh kapten dan ko-pilotnya tak bisa mendengar gegap gempita para penumpang dari kokpit.

Aku tahu, setiap penerbangan cuma memiliki sembilan puluh detik paling krusial saat take off dan landing, dan mungkin karena alasan itu pulalah banyak orang yang takut terbang—termasuk aku. Asumsikan para Poles bertepuk tangan karena berhasil mendarat dengan selamat, berarti mereka aviofobia, dong?

Entahlah.

Saat roda pesawat menyentuh landasan pacu dan kapten mengerjakan tugas terakhirnya dengan sangat mulus—praise the Lord, by the way—riuh rendah yang kuekspektasi sejak lima belas jam yang lalu pecah di seluruh kabin, bahkan dari para flight attendants. Bocah di sampingku tak mau kalah, tentu saja. Sorakannya salah satu yang paling bising dengan kepalan tinju teracung tinggi-tinggi. Dan mungkin … mungkin, aku tak segan mengikuti tradisi mereka jika tak sedang bersama Taeyong. Untuk alasan tertentu, aku ogah memuaskan harga dirinya.

Welcome to Poland, anyway.

.

Aku masih tak mengerti mengapa Taeyong ngotot sekali ingin kemari. Saat kukonfrontasi, katanya karena Polandia punya satu tambahan musim di samping empat musim pada umumnya. Przedwiośnie atau awal musim semi, yang hanya terjadi antara akhir Februari sampai awal April.

Bayanganku, przedwiośnie yang dikejar Taeyong adalah musim peralihan yang langka—terjadi hanya di daerah tertentu dengan durasi yang relatif singkat. Beruntung jika kami bisa mendapatkannya, because it’s gonna be awesome.

3124139-wiosna-snieg-odwilz-kwiat-900-668
przedwiośnie, everybody, przedwiośnie.

Kenyataannya di lapangan, przedwiośnie justru seribet nama dan pengucapannya. Saat fajar, hujan salju nyaris sederas badai. Aku bahkan harus melilit tubuhku dengan selimut tidur di atas jaket tebal dan winter coat saat mengambil sarapan di lantai dasar hostel. Pukul sembilan, jejak cuaca ekstrem yang tadi menyapu kota hanya berupa awan-awan tipis yang menggantung di langit Kraków serta butiran salju di sepanjang jalan setapak. Dan tahukah kalian … siangnya, di hari yang sama, aku sampai harus melepas winter coat-ku karena sang surya terlalu semangat bersinar—setidaknya untuk standar musim semi. Labil sekali.

Aku tahu esensi dari travelling adalah untuk selalu bersiap. Dalam perjalanan, sematang-matangnya rencana yang kami susun, suatu ketika kami pasti akan menghadapi kejadian tak terduga. Dan di sinilah pelajaran hidup yang bisa kuambil, untuk selalu bersiap menyikapi seberapa pun daruratnya keadaan kami. Mengeluh adalah hal yang lumrah dilakukan manusia, tapi saat kau berada jauh dari tanah airmu, dengan orang-orang yang tak kau kenal, bahasa yang tak kau mengerti pula kebiasaan yang tak kau pahami, apakah mengeluh akan membawamu menyelesaikan masalah? Tindakan yang dibutuhkan.

Ada prinsip tak tertulis yang aku dan Taeyong pegang, yaitu membiasakan diri mengurangi berkeluh kesah. Di balik hal-hal buruk yang kutulis tentangnya di atas, adalah bohong kalau kubilang aku tak cocok dengannya. Dia partner yang baik, dan lebih dari itu … kami sama-sama mengerti harus bertindak bagaimana jika ada masalah.

Tapi kalau seperti ini ceritanya siapa yang tidak kesal? Tidak ada salahnya menunggu sampai Mei dimana Polandia sedang berada di musim terbaiknya untuk dikunjungi. Taeyong keras kepala ingin mengejar przedwiośnie yang langka, tapi cuaca yang tak menentu seperti ini justru membuat perjalanan kami kurang efektif.

.

Superstar dari trip kami, tentu saja, adalah Kraków. Untungnya keanggunan kota ini bisa jadi saving grace yang membuatku melupakan przedwiośnie. Kalau Taeyong yang ngotot minta berangkat awal April, aku yang bersikeras ingin mengunjungi kota ini alih-alih ke Warsaw, sang ibukota. Kalian lihat sendiri, kan, betapa kerennya aku kalau memilih—tidak seperti Taeyong.

Kenapa kusebut superstar, karena Kraków, tanpa diragukan lagi, adalah salah satu kota historikal terkuno dan tercantik di Eropa Tengah, bahkan bisa menjadi rivalnya Praha. Dulunya adalah ibukota Polandia dan sekarang menjadi kota terpenting nomor dua di negaranya, peradaban di Kraków sudah eksis sejak abad ketujuh masehi.

Kami memulai perjalanan dengan mengunjungi Rynek Glówny yang sedikit banyak mengingatkanku pada Trafalgar Square milik London. Rynek Glówny adalah tanah lapang berbentuk segiempat yang tepat berada di jantung kota, dikelilingi oleh bangunan-bangunan permanen—masyarakat lokal menyebutnya kamienice6—dan beberapa gereja kuno. Di tengahnya terdapat apa yang disebut masyarakat sebagai sukiennice7, sebuah aula supermasif bergaya Renaissance yang dibangun ulang pada tahun 1555.

Krakow-Main-Square-Rynek-Główny
Krakow’s Rynek Glówny

Fungsi utama dari sukiennice dulunya sebagai tempat jual beli, namun seiring perkembangan zaman, fitur di dalamnya pun ditambah. Salah satu atraksi utama di sukiennice adalah museumnya yang menyimpan berbagai benda seni, termasuk beberapa lukisan masterpiece seperti the infamous and controversial Ecstasy, or Frenzy of Exultations8 milik Władysław Podkowiński.

Setelah puas, kami melanjutkan perjalanan menuju St. Mary’s Bascilica, atau dikenal juga sebagai Church of Our Lady Assumed into Heaven. Lokasinya tak jauh dari Rynek Glówny, ditempuh lima menit berjalan kaki. Aku dan Taeyong tiba di waktu yang sangat tepat, yaitu ketika hejnal mariacki9 diperdengarkan dari puncak menara tertinggi St. Mary’s. Uniknya, permainan trumpet mereka selalu berhenti di tengah lagu. Katanya untuk memperingati peniup trumpet yang tewas ditembak tepat di tenggorokannya sesaat sebelum Mongolia menyerang kota pada abad ketiga belas.

Itinerary yang kususun untuk trip kali ini relatif singkat—sekitar enam sampai tujuh hari untuk berkeliling Kraków, Auschwitz, Birkenau dan Zakopane, sebelum pulang ke Seoul melalui Warsaw. Pun dengan waktu sesingkat itu, kami sudah mendaftar semua tempat yang wajib dikunjungi. Dan karena itu pulalah, aku dan Taeyong tak mau terlalu buru-buru. Kami banyak meluangkan waktu sekadar untuk sightseeing.

Satu hal yang sangat menyenangkan dari menyusuri kota-kota kuno adalah, walaupun ukurannya yang tak bisa dibilang kecil, tapi rasa lelah yang merayapi kaki seperti terbayar karena setiap pemandangan yang kami dapati adalah penawar bagi asam laktat yang menggerogoti betis. Tak seperti kota metropolitan yang menawarkan kesibukan dan gaya hidup yang konkret. Kafe dan restoran di kanan kiri jalanan terkesan homey. Kami nyaris kalap membelanjakan budget utama dan dana cadangan guna mencicipi beraneka kuliner lokal khas Kraków. Jika saja …

… Taeyong tidak kecopetan. Ya Tuhan.

Entah harus menangis karena bersyukur—karena tidak jadi kalap—atau menangis karena merana—karena … yeah, kau tahu. Sepanjang siang, aku harus rela diseret-seret Taeyong keluar masuk kantor polisi guna melaporkan kehilangannya. Mengantisipasi tangan minus-nya yang bisa kumat sewaktu-waktu seperti sekarang, Taeyong sudah ancang-ancang memisahkan dompet utamanya dengan pouch saku yang cuma berisi pecahan bernominal kecil, receh dan nota-nota tidak penting. Dan walaupun yang hilang cuma pouch sakunya itu, tapi, kan …  tetap saja.

Seharusnya kami bisa senang-senang memberi makan merpati di bawah patung Adam Mickiewicz. Keluar masuk kantor polisi bak buronan Interpol jelas tidak masuk itinerary-ku.

.

-end for Poland trip.

.

Taeil notes:

  1. this story (or series) is dedicated to La Princesa as the owner of this account in which we are hijacking right now, fikeey as our beta reader, Fantasy Giver bcz this genre is her specialty and Adelma as a welcome to Sekte Sesat 2Tae, HAHAHA.
  2. long-ass glossarium and everything you need to know, here.
  3. Taeyong said he wants to write for the next trip (I’m against this idea actually, but heh! he sure knows how to get his way), which country do you want to be told by him? Do drop us your comments, girls! ❤
Advertisements

9 thoughts on “Diary of Lost Wanderers: International Missing Kids

  1. YAAMPUN KAK PUTT, bisa yha kak put bilang, “…salah satu cerita termemalukan tapi nekat kupublish.” ini mah keren. aku bahkan sampai kaget kak put beneran nulis NCT ((abaikan aku ngebias taeyeong)) terus temanya ini kan fresh sekali. aku malah baru pertama kali baca fic dengan tema cerita seperti ini, kak hahahaha.

    waktu pertama liat, aku sempat bingung ini bakal dibawa kemana eh, pas baca aku baru paham kalau ini ceritanya diary gitu ((padahal aku udah baca judulnya)) maafkeun, kak. aku berasa jadi lagi ikut petualangan juga. aku ngakak pas baca bagian taeyeong dengan kecerobohannya, apalagi ketinggalan backpack sebesar benua antartika. yaampun, kak sebesar benua antartika yaa hahahaha. apalagi bagian kecopetan pouch, gimana aku ga ngerasa gemes sama mereka berdua ya, kan. keren, kak. dan aku baru sadar kalau ini ceritanya 2tae ini bajak akun La Princesa buat curhatin perjalanan mereka ((bahagianya kaputt karena yang bajak akunnya abang-abang tampan semuaa)) 😀 😀 😀

    terus bagian explore Kraków, ahhh aku jadi searching tempat2nya di mbah google, kak. kalau bicara tentang polandia aku cuma tau warsawa karena secara ibu kota yha kan. jadi benar-benar kaget kalau krakow ini ternyata bisa jadi pesaingnya praha. aku suka-aku suka, kak. aku jadi belajar jugaa 🙂

    nah, mengingat ‘taeyeong’ menawarkan negara mana yang akan jadi rencana perjalannanya, aku rikues yunani, kakputt. engga tau juga kenapa aku pengen banget explore negara ini setelah inggris. kayanya negara-negara yang punya peran penting dalam peradaban dunia punya daya tarik sendiri buat aku pribadi, kak. pemandangannya juga engga kalah keren, kak. ada santorini, mykonos jugaa. hahahaha, aku jadi semangat sendiri waktu ngetik ini. udah, ah. aku engga tau malu kalau udah bagian rikues2 kaya gini, kak. 😀

    pokoknya semangat terus buat kaputt. ditunggu diary selanjutnya, qaqa. lafyuu~ ❤ ❤ ❤

    Like

  2. Hai, kak Put.
    Waktu baca judulnya udah tertarik karena bau-baunya soal jalan-jalan dan emang akhir-akhir ini lagi suka baca travel blog gitu akunya (baca doang tapinya. Hu) jadi ya kuputuskan buat baca kali aja ada ilmu yang bisa di dapet juga kan (soalnya lagi bikin tulisan yang temanya traveling juga). Daaaaan… emang dapet sih, banyak malah. Aku jadi tahu kalau Polandia punya Przedwiośnie (yang aku nggak tahu bacanya ini gimana sih bunyinya?) dan soal pemain trumpet yang berhenti di tengah-tengah lagu juga aku baru tahu. Deskripsinya pun nggak wikipedia chorom. Yaaaa, persis kalo lagi baca traveller nulis ceritanya di blog gitu deh. Asik, kayak ikut jalan-jalan dan nggak ngebosenin dibacanya ❤

    Dan untuk negara selanjutnya mungkin Honduras kak? Habis kayaknya seru, soalnya Honduraas tuh negara paling nggak aman nomor 2 di dunia. Nyampe di mana-mana ada yang jaga, bawa pistol gitu-gitu. Kalo mereka yang cerita mungkin bakal seru. Ehe.
    Atau nggak ke Nicaragua soalnya bisa night tour ke gunung berapi Masaya yang masih aktif itu. Kata para travel blogger sih bagus. Hoho.

    Itu aja sih kak kayaknya, takutnya kalau nambah lagi malah bikin essay sendiri. Semangat kak Put buat series berikutnya 🙂

    Liked by 1 person

  3. to Kak Put:
    Kebetulan kemarin baru nonton On Air NCT Show walaupun motivasi awal karena pengen liat kegilaan heenim ngeMCin adek2nya, pft!. Jadi, kuijin ngepo2in mrk di sini ya Kak Put hehe.

    Jadi sewaktu nonton kumenemukan fakta; ternyata anak2 NCT ga kaku aka gampang ngakak, mungkn krn udah biasa ketemu kamera. . . kcualiii Taeil yg agak2nya tampak tegang. Atau emang muka aslinya emang githu. Jadi pas anak2 lain ngakak, muka dia aja yg lenceng HAHAHAHA pas di comeback stage juga lenceng, padahal doyoung keliatn agak2 grogi. Ngingetin ku sama kyungsoo. Daaan Taeyoung ini yg paling aneh krn kukira dia bakal ngebangun image dingin-misterius. Ternyata dia mau ngecoba jadi unyuk, dan berhasil sih. Yah, muka macem Taeyoung ga bisa ditolak sih ya D:

    to 2tae:
    Karena udah sampai di Polandia, sekalian nyasar ke Negara2 Baltik pleez. Dan tambahin wisata kulinernya lengkap dgn komen jujur dari lidah kalian. Karena lidah itu ga bisa bo’ong, pft.

    Like

  4. taeil-taeyong ayo ke istanbul sama noona :–))))
    mereka lebi tua sih sebenernya dr saya tapi gatau deh liat wajahnya tuh bawaannya pengen dipanggil noona ajaaa wkwk
    next trip request istanbul. pengen dikulik soal kuliner disana atau mana aja deh pokoknya timur tengahan sana hehew bosen sama yang eropa eropaan ;D

    Like

  5. hi dude! congratulations for succeeding in hijacking la princesa’s account. be careful, beliau tau kalian pulang lewat mana ((ketawa setan level 20)).

    what i love about this blog entry is, paparan tempatnyaaaaa! whoa serasa di sana, hahahahaha. aslik lah mana dikasih gambar jugaa heu bagus bangetttt. favorit yang bagian ngejelasin musim tuh, yang pagi ama malem bisa bedaaaaa banget suasananya xD mbayangin kalo liburan ke sana terus lagi jaman si musim-yang-susah-disebut-namanya bakal bingung mau ngepak baju apa. baju dingin apa baju buat musim panas wkwkwkwkwk. first time juga baca yang berbau-bau polandia, and yessss aku suka nama-nama tempatnya ih :)) suka semuanya, suka karakternya, suka a little touch of sassy-ness nya of course. dan ngga ketinggalan, tasnya taeyong yang segede benua antartika omg bruh what a metaphoor! (ceritanya ngomong ke taeil). btw (sekarang ceritanya ngomongnya ke kakput) feeling taeil takut terbang kegambar banget kak, yang bagian ngejelasin 90 detik krusial, terus apa-apa yang di pesawat. i was wondering, did taeil do some researches before boarding? buat jaga-jaga ajaaa gitu hahahaha xD

    anw mo ikutan rikues but kayaknya rikues aku bakal ridiculous :”””””( but aku bayanginnya aja udah nguquq sendiri gimana dong. mo rikues international missing kids ini jalan-jalan ke ………. JURASSIC WORLD hahahahahaha xD anw next episode mau ke mana pun jalan-jalannya bakal aku tunggu kaaaak hihihihi. syemangat kakpuuut! syemangat juga buat taeil taeyong! xD goodluck you bros! pergunakan akun la princesa dengan sebaik-baiknya yaaa hehe.

    Liked by 1 person

  6. TAEYOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOONG LET’S GET LOST TOGETHER!!!
    ((maaf aku akan mengabaikanmu sejenak, Taeiil, maaf))
    Karena percaya deh kalo partner travel Taeyong adalah Ms. Pang, bukannya Taeil, niscaya headline koran poland isinya: ditemukan dua turis asing mati kelaparan karena kecopetan dan lupa mengevakuasi backpack dari bagasi pesawat.
    Dan kalau sistem penerbangan seperti sistem bus, niscaya dua orang turis akan tidur sampai pesawatnya balik lagi ke seoul. ((se-ngga berguna itu, memang))

    OK MARI KITA BAHAS CERITANYA SEKARANG HAHAHAHHAHAAH
    THANKS A LOT TO TAEIL KARENA SUDAH MEMBAJAQUE DENGAN INDAH!!!
    Seriously, I’m not a fan of diaries’ reader, tapi yang ini kece banaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aku ga bisa berhenti skroleng!!!
    Semuanya, dari detail, gambar, penyampaian aku tidak bisa tidak tjintah semuanya from the sun to its descendant: Song Jongki ❤ ❤ ❤ ❤ ❤
    (((kaput infonya sumpah deh ya bikin ngiler. dosa lo kaput ga ngajakin akuh ke poland. doshaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. BTW, SEMANGAT TEROS KAPUT!!!)))

    Semoga kaput sabar ya dibajak gini. Kudoain dibajak Taeyong secepatnya dan kalo bisa ke Praha (oke gamungkin, karena selera Taeyong yang ngga ada di peta//gagitu//) atau ke Indiaaaaaaaa (one serving of indian curry for Mr. Lee Taeyong juseyo hahahahahha)

    Terserah Taeyong mau kemana yang penting aku diajak ((digiles La Princesa)) yang penting kamu bisa bahagia dan seru-seruan, dengan aman, dengan tanpa memancing amarah Taeil. Semoga.

    Wish the best for your journey guys!!! ❤

    INI KUECE AKU AMBYAR!

    Like

  7. Halo Taeyong dan Taeil! Selamat datang di WS .. ahaha.

    What an amazing journey! Aku salut sama mereka yang mengunjungi tempat-tempat yang nggak mainstream (aku nggak tahu juga sih, tapi kupikir London dan Paris sudah cukup mainstream). Aku juga nggak kepikiran bakal tertarik dengan Krakow (mendengar namanya aja baru beberapa bulan yang lalu setelah nonton serial TV) dan menurutku Polandia punya pesonanya sendiri yang membedakannya dengan negara-negara Eropa lain, walaupun bahasanya lumayan rumit 😀

    Dan duh, Taeyong bisa-bisanya kecopetan di saat yang tidak tepat. Semoga Taeil diberikan kesabaran lebih untuk menghadapi kejadian-kejadian terduga selama perjalanan kalian. Ditunggu cerita-cerita lainnya 🙂

    Na razie!

    P.S: Bagaimana kalau lain kali kalian berkunjung ke Bavaria atau Genova?

    Like

  8. and that’s a long ass ride
    oke taeil maap aku baru baca catatan perjalananmu skrg. udh ketemu blom itu dompetnya? ati2 dompetmu jgn ilang juga. aku suka catatan perjalananmu nambah banyak pengetahuan, tapi boleh nanya gak? kamu bisa baca przedwiośnie? aku ga bisa ajarin dong T.T
    dan kamu bikin nama baik taeyong hancur kan dia biasa (sok) tenang keren gitu yhah tumpah semua aibnya di catatan perjalananmu. yg sabar. jgn lupa makan dan pake jaket
    kutunggu catatan perjalananmu selanjutnya ^^ dan ehem, cepetan balikin akun ini ke yg punya akun aslinya.

    Like

  9. LOH LOH ADA NAMAKU :”)))))))) INI ZAMAN ZAMAN SURAM AKU GA PERNAH NGE-BLOG TAUNYA ADA FIKSI DEDICATED TO FANTASY GIVER HAAAAAAAA MIMPI APA EVIN BISA DAPET KADO BEGINI. IYA BENAR INI NAE STYLEEEE ❤ WAIT AKU KENALAN DULU SAMA YANG NGE-HIJACK MESKIPUN DIA UDAH NGE-DISCONTINUE CERITANYA MUNGKIN SAKING SIBUKNYA KE SANA KEMARI ATAU UDAH KETAUAN KAK PUT JADI PROTEKSINYA DITAMBAHIN HAHAHAHA IT'S OKAY GA DI-REPLY SEBENTAR AKU HYPE SENDIRI KALIAN NOTICE. HOLA TAEIL, HOLA TAEYONG!

    ini baca ini kayak baca jurnal perjalanan beneran. kuy ah kalian berdua kapan-kapan kita traveling bareng-bareng sekalian mendekatkan diri HAHAHAHA aku suka banget gayanya si taeil yang tengil-tengil gimana gitu terus suka ngatain taeyong. wae so cuteeee. dan flaw-nya taeyong dongggg yang bener-bener tipe teliti, penuh schedule tapi tetep aja ceroboh. kalo aku sih udah jarang nge-schedule, ceroboh lagi HAHAHAHA jadi ga akan selamat deh kalau jalannya cuma berdua sama taeyong :")) mungkin cuma bukan dompet yang kecopet, hati juga EH tapi tenang, kita bisa adaptasi dengan cepat huehuehue

    dan poland! ya ampun, aku ga pernah kepikiran bikin cerita travel ke poland dan kalian (taeil-taeyong) menulisnya dengan hebat sekaliii. terima kasih karena sudah membuka mataku pada poland dan culture-nya. hehehe lucu banget sih kalau mau landing pada tepuk tangan, sampe flight crew-nya juga ikutan. pasti rame banget deh kayak nonton piala dunia ehehe terus aku baru tau ada musim macam begituuuu! itu mungkin kayak gurun model eropa HUEHUEHUE lagi aneh banget paginya dingin, siangnya panas :(( makasih suda menambahkan pengetahuanku, krucil-krucil :))

    kalau akunnya sudah dipegang sama la princessa lagi, maka, halo kak put makasih yaaa atas ceritanya maaf aku baru baca. hehehe. bikin lagi lah kak put yang begini, atau modelnya yang lain, tapi jalan-jalan hehehehe ((shameless)) semangat semangat semangat! i love you all! ❤ ❤ pa!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s