Broken Bond

bb

by Io

.

The cruelty of human being is beyond measure.

.

Mereka bertengkar lagi.

Aku diam tak bergerak, mendengarkan percakapan—atau lebih tepatnya perdebatan—mereka. Aku mengenali suara berat Ayah menyalak kasar, beradu dengan suara melengking Ibu, masing-masing dipenuhi oleh emosi yang meluap. Saling menyalahkan satu sama lain, tak ada yang mau mengalah.

Aku meringkuk, memeluk diri. Perdebatan tak berujung Ayah dan Ibu memenuhi ruang. Tempat sempit dan gelap ini rupanya tak cukup untuk meredam nada tinggi mereka yang bisa kutebak membuat tetangga apartemen merasa tak nyaman.

Ayah tak pernah lelah dengan bisikan setannya. Ia tak pernah lelah membujuk dan merayu Ibu, meyakinkannya untuk menyingkirkan aku. Ayah bilang aku hanya akan menjadi beban di hubungan rumah tangga mereka kelak. Tanggung jawab Ibu akan bertambah dua kali lipat beratnya jika ia bersikeras mempertahankanku.

Biasanya, itu semua berakhir dengan Ibu berteriak histeris pada Ayah, kemudian disusul oleh suara bantingan pintu. Namun sekarang, aku bisa merasakan bagaimana sedikit demi sedikit perkataan Ayah mulai mempengaruhi Ibu; merubah jalan pikirannya. Terlebih ucapan orang-orang di sekeliling yang jelas sekali berusaha mengontrolku, mencoba menarik simpati dari cerita sedih pun muram yang terlontar dari mulut setiap kali atensi mereka tertuju kepadaku.

Konsekuensinya?

Ibu berusaha melenyapkanku.

Ia mulai meminum entah-cairan-apa yang membuatku merasa sakit dan lemah, menyebar benih-benih kebencian yang kemudian tumbuh subur dan mengakar dalam pada diriku. Tugas seorang ibu adalah menyayangi dan melindungi anaknya, bukan malah berusaha mengakhiri hidupnya.

Dan itu adalah titik akhir dimana aku mulai merasa muak oleh semua ini.

Sungguh, aku berjanji saat aku lahir nanti, mereka yang berusaha mengendalikan eksistensiku di dunia akan kubawa ke pintu kematian. Dimulai dari Ibu.

.fin

 

Notes:

  1. tw: implied abortion. sorry, i had to take off the warning because it will ruin the story ;-;
Advertisements

13 thoughts on “Broken Bond

  1. Titan Titan Titaaan, kukira ini deritanya Handel Gretel, yang mau dibuang orangtuanya, githu. Ternyata oh ternyata T___T
    Nendangnya pas “. . . akan kubawa ke pintu kematian. Dimulai dari Ibu.”
    langsung patah hati rasanya;;; <//333

    Like

  2. Kak titaaan, huft huft. Kukira awalnya anaknya udah lahir ke dunia dan dia ngumpet di lemari atau di mana gitu. Aku baru keinget ada tema aborsinya sewaktu di kalimat yang si ibu meminum cairan buat ngebunuh anaknya. Pendek tapi ngena. Apalagi sekarang pasti aborsi juga makin merajalela kan ya. Sedihnya lagi bahwa di atas, anak itu dianggap kayak beban buat rumah tangga si orang tua itu. Kejam banget deh :” Anywayy, keep writing kak titan!

    Like

    1. halo shia ❤

      sebenernya titan memang bertujuan untuk mengecoh para pembaca dengan memberi kesan Aku ini udah lahir dan lagi ngumpet di lemari atau apa, dan tema aborsi itu buat twist di akhir cerita, tapi mengingat aborsi ini heavy topic/mature content, jadi ya harus dikasih warning di awal.

      dan ya, aborsi merajalela, bahkan sampai dianggap normal :" untuk beberapa orang, punya anak itu merepotkan jadi ya they choose to kill innocent life rather than being burdened :"

      thanks sudah mampir dan komen ya ❤

      Like

  3. Kak Titaannn,
    Pas baca awalnya, ku kira ini anak broken home gitu. Terus ternyata anak ini belom lahir malah.

    Terus ini kan aborsi ya. Mereka belom nikah bukan? Soalnya bener-bener mau dilenyapin gitu.
    Ga tanggung jawab deh -__-

    Like

    1. halooo ❤

      iya, pasangan yang ada di sini itu belum menikah. sebenernya setting-nya ini di luar negeri sik, dimana aborsi sudah bukan hal tabu dan menjadi hal biasa. but then i realised that maybe in some part of our beloved country, people already thought that abortion is not a big deal :"

      thanks sudah mampir dan komen ya ❤

      Like

  4. argh titan maaaaaaah! jadi sebenernya si ‘aku’ ini masih janin kan ya belom dilahirin kaan? huhu aku meringis masa bacanyaa. terus tadi pagi aku baca berita di koran ada klinik digerebek yang khusus buat klinik aborsi gituu. gila yha orang-orang sekarang akal sehatnya pada ke mana ihhhh :” aslik lah tan literally melongo pas tau di akhir-akhir, apalagi kalimat penutupnha wah banget huhu. kejem sumpaaah. yeokshi titan keep writing yaaah ❤❤

    Like

    1. hi ya kafika ❤

      iya, Aku ini sebenernya masih janin. dan jaman sekarang itu jaman edan kak, akal sehat mulai dipertanyakan bahkan untuk hal yg cukup menggunakan common sense :") titan meringis juga sih pas nulis ini, apalagi ngikutin jalan pikiran si Aku. berasa jadi psikopat :")

      thank you so muchie kafika ❤ ❤

      Like

  5. Pitanya kayak darah gitu ketje (salpok ya ampun)

    Iya! Aku sih gimana ya, itu orang2 kalau mau melakukan sesuatu itu ya dipikir mateng2 gitu napa? Itu bakal manusia loh di dalem ya ampun, aku gak pernah gak geram kalo baca berita aborsi2an mah =_=
    Dan paragraf terakhir menurutku paling nendhang deh. Dimulai dari ibu, awawaw. ~○~
    Tetap semangat nulis ya, Titan! 😀

    Like

    1. hi dhila ❤

      hahah, tau ngga sih titan nyari gambar itu muter-muter sampai akhirnya ngomel ke mbah gugel dan ngetik broken ribbon — eh nemu ternyata. greget :") ((curcol))

      people just don't want to deal with the consequence of their action, so they took a shortcut (abortion) :" mereka ngga mikir kalau apa yg mereka lakuin itu sama aja bunuh nyawa tak berdosa :""

      yash, thank you sudah mampir dan komen ya ❤

      Liked by 1 person

  6. KAK TITAAAAN NABIL TERENYUH BANGET INI APAAN KOK IRONI BANGET IH 😦

    kebayang ngga diinginkan padahal wujudnya aja belum bener bener ke luar ihhh 😦 kak titan ini bagus banget 😦 asli deh

    Like

    1. halo nabil ❤

      uwu, thank youu ❤ dan ya, kejam banget gasih? duh, pokok kalau topiknya udah masuk ke aborsi mah siap2 buat ngerasa miris sama geram 😦

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s