[Writing Prompt] Jangan Ditiru, Nak

unsplash3

by liakyu

Prompt: Surat Wasiat

.

Awalnya Pasta mau bunuh diri. Tetapi entah kenapa ia memutuskan bahwa aku adalah orang yang cocok untuk membunuhnya. Sebenarnya sih, tidak juga. Salahku berada di saat yang tidak tepat. Toilet di rumahku pampat dan aku kebelet. Harusnya aku menumpang ke tetangga lain saja yang tidak sedang berhasrat mengakhiri hidup.

Ketika aku minta izin untuk memakai toiletnya, Pasta terlihat sedikit aneh. Dia mondar-mandir di dapur sambil menyembunyikan sesuatu di punggung, padahal sedang tidak masak apa-apa. Lalu saat aku selesai, ia menatapku sumringah seolah-olah ayam broiler super montok sedang menari-nari di hadapannya dan minta disatai. Aku memang gendut, tapi kurasa tidak semenggiurkan itu.

Aku begitu tegang saat ia mengeluarkan pisau berkarat tanpa gagang. Ia menggenggamnya lumayan erat sampai aku merinding.

“Kau yakin mau potong ayam pakai pisau itu?” tanyaku takut-takut.

Pasta menggeleng. Saat itu aku baru sadar kalau ia cuma mengenakan piama tipis merah jambu. Rambutnya berminyak seperti tidak dikeramas beberapa hari. Wajahnya dekil. Bintik-bintik di sekitar hidungnya makin banyak.

“Aku tidak bakal potong ayam mana pun. Aku benci jeroan,” ucapnya dengan nada jijik.

“Lalu?” Udara terasa dingin mencekam. Padahal tidak ada pendingin udara bahkan minim ventilasi. Apakah dia akan memotongku? Bagiku Pasta memang sesinting itu. Jangan-jangan dia sudah lama merencakan ini. Jangan-jangan dia yang membuat toiletku pampat. Aku harus memberi tahu ayah, ibu, dan Pearl untuk tidak coba-coba menumpang toilet di sini.

“Bantu aku.” Ia memelas padaku. Itu membuatku terkejut karena kami bahkan tidak pernah berbagi meja saat makan siang di sekolah.

“Apa yang harus kubantu?” Perasaanku jadi tidak enak. Seperti saat kau sedang tidak ada di rumah dan khawatir bakal ada yang mencuri camilan di lemari es.

“Tolong bunuh aku.” Ia menyodorkan pisaunya perlahan seakan-akan benda itu adalah bayi. “Kesalahanku sudah banyak. Kalau aku bunuh diri, mungkin aku bisa masuk neraka terjelek dan terjahat.” Pasta mulai terisak. “Lalu dikuntit anjing berkepala tiga dan dicambuk monster berbulu.” Ia menangis lebih kencang, mirip anjing yang melolong. “Tidak mau.”

Aku menatap Pasta tanpa berkata-kata. Ya Tuhan, ini lucu sekali. Demi celana robek-robek, aku tidak pernah mau jadi pembunuh sungguhan, walaupun niat itu pernah terlintas

Aku meneguk ludah, berusaha tenang. Tarik napas, buang. Tarik napas, buang. Seperti yang orang-orang dewasa lakukan.

“Kalau begitu izinkan aku nonton Final Destination dulu.” Aku cuma berkelit. Yang akan aku lakukan adalah lari ke rumah dan mengunci diri di kamar selama seminggu. Atau bilang ke semua orang bahwa rumor Pasta itu gila memang benar.

“Tidak ada waktu lagi, Wiki. Sebentar lagi ibuku akan pulang. Dan aku tidak siap melihat wajahnya.” Dia maju selangkah, dan aku mundur selangkah. Aku takut mata pisaunya membuatku tetanus.

“Apa wajah ibumu berubah jadi Medusa?” tanyaku. “Lalu kau takut jadi batu dan kau malu?”

Kemampuan sensor mulutku memang payah. Sekarang aku berpikir Pasta pasti berubah pikiran dan hanya ingin melenyapkanku saja.

“Bukan, bukan,” jawabnya sabar. “Aku melakukan banyak sekali kesalahan. Walau dia  memaafkanku, itu pasti bohong.”

Aku manggut-manggut. Aku tidak mau tahu segudang kesalahannya.

“Sudah buat surat wasiat?” tanyaku, mengulur waktu. Moga-moga ibunya flu dan izin pulang cepat. Moga-moga Deadpool menerjang dari langit-langit.

Pasta mengangguk. “Sudah. Sudah siap. Jadi cepat ambil pisaunya. Tancapkan di sini,” ia menunjuk dada kirinya ragu, mungkin mengingat-ingat catatan Biologinya, “atau di mana saja, terserah.”

“Di mana surat wasiatnya? Berikan padaku.”

Ia merogoh-rogoh saku piamanya, mengambil kertas yang dimaksud, lalu dilemparkannya padaku. Aku memungutnya namun ogah membacanya.

“Berikan pada ibuku nanti.”

“Oke.”

“Ambil pisaunya!”

Aku mengambilnya, semata-mata takut diriku yang ditusuk duluan. Pisau ini seperti pedang jamuran berlumur meses di tanganku. Terasa berat.

“Ayo Wiki! Kau membuatku muak!”

Sebenarnya namaku Willi.

“Kau bocah gendut lalai penyuka jelai mirip cerpelai!”

Aku bahkan tidak mengerti apa yang dia katakan, tapi aku harus mengakui kalau Pasta lumayan berbakat beraliterasi dan juga memancing emosi.

“Tidak ada cewek yang suka cowok sebau hamburger basi!”

Aku tidak ingat apa yang dikatakannya terakhir kali. Pokoknya dia berhasil membuatku murka jadi, ya begitulah.

.

Mrs. Hughes nyaris gila. Dirinya terkulai di lantai. Di sampingnya ada sekotak piza makaroni yang mulai dingin.

Anaknya, Pasta, ditemukan tak bernyawa dengan tusukan pisau di jantung—sedikit meleset sebenarnya. Lalu di sebelahnya ada seorang bocah lelaki gendut yang kalau tidak salah merupakan tetangganya. Ayah si bocah adalah penjual roti panggang di ujung gang yang selalu saja basi ketika Mrs. Hughes beli. Ada tusukan yang mirip di dadanya.

Mrs. Hughes menemukan kertas orak-arik yang disinyalir sebagai surat wasiat Pasta di lantai. Isinya kira-kira seperti berikut:

Mom,
Aku sudah melakukan seratus tiga kali kesalahan sebelumnya, dan aku menambahkan tiga lagi hari ini; nilai terendah di pelajaran bahasa Inggris, tidak memakan irisan wortel sampai habis, dan menghilangkan ponsel. Aku tahu harga ponsel mahal sekali dan kau sudah meminjam uang pada bosmu yang genit itu.

Maafkan aku, Mom. Aku tahu kau tidak pernah bisa memaafkan aku. Jadi biarkan aku mati, daripada kau sebal terus saat melihatku.

Pasta.

.

Selesai? Tidak. Masih ada lanjutan lagi, dua baris di bawahnya. Tapi tulisan tangannya berbeda, keriting bersambung dan huruf  ‘g’-nya buncit-buncit.

Dear Mrs. Hughes.

Awalnya aku tidak mau membantu Pasta menghilang dari kerak bumi. Tetapi aku bego sekali karena berhasil diperdaya olehnya. Aku menyesal. Jadi daripada aku dibenci olehmu dan masuk penjara anak-anak yang dingin dan dipenuhi lelaki berbogem gede, lebih baik aku ikut bersama Pasta.

p.s sebenarnya, aku sedikit naksir anakmu.

p.s.s doakan kami masuk ke neraka kelas bulu ya.

Willi, tapi Pasta memanggilku Wiki.

 

.fin.

Special thanks to kak fika. Makasih banyak kak udah ngereview 🙂 Sangat membantu.

 

 

 

.

Advertisements

17 thoughts on “[Writing Prompt] Jangan Ditiru, Nak

  1. KAK LIAAAA KAK LIAAA KAK LIAAAA KOK INI BAGUS BANGET SIH? DARI PARAGRAF PERTAMA AJA UDAH NAGIH MINTA DIBACA. POKONYA INI SUPER, MASUK SALAH SATU FIKSI FAVORIT NABIL. AHH KALIAA INI SUPER DUPER SUKA LAH. ASLI GA BOHONG

    P.s capslocknya juga nagih minta dipencet / menunjukkan ekspresi excited ceritanya/

    Like

    1. NABIL NABIL NABIL I SWEAR YOU’RE BETTER THAN ME X( ASLI GAK BOHONG
      MAKASIH BANYAK YA XD LUV YAAA

      /capslock dibalas capslock/ (lalu dicaplok nabil)

      Like

  2. Kakliaa, sumpah deh, kenapa bisa nulis beginian sih? Lucu banget. Lucu, tapi kasian. Kasian, tapi koplak banget. Kalimat-kalimat humornya kaklia itu emang khas banget ngga tau kenapa dan itu bikin suasananya kayak antara serius sama mau ketawa. :” Pasta, astaga :”

    “Aku memang gendut, tapi kurasa tidak semenggiurkan itu.” LOL banget yha, makasih udah bikin aku ngakak. Banyak banget bagian yang kufavoritin, mungkin hampir semuanya malah. Aku juga suka detil yang kaklia kasih kayak di ‘… huruf ‘g’-nya buncit-buncit’ aku gemas waktu itu, kepikiran banget sih kakliaaaa ih sini kucubit. Willi jadi Wiki juga ah ga ngerti lagi.
    Btw kak, Mrs Hudgens itu ibunya Pasta? Lalu Mrs Smith itu siapa….. nggak tau aku yang ketinggalan baca atau emang tipo….. pokoknya aku mau bilang, piza makaroninya buat aku aja boleh? Laper heu :””
    Keep writing kaklia!!!!

    Like

    1. SHIAAAA (TRS NYANYI CHANDELIER-EH ITU SIA YA-TRS DICUBIT SHIANA HAHAHAHA)

      Shia MAKASIH BANYAK YA UDAH NEMUIN TYPO AKU HEUHEUHEU (langsung tak edit)

      Sekali lagi thanks ya shia :)) keep writing, too!!!

      Like

  3. Ini sinting kak, astaga..
    Jarang banget aku baca ff psycho sambil ngakak gini.. Kalimat2 kakak tuh suka banget pokoknya, ringan dan bernas, langsung to the point dan jos banget *?*. Aku gak tau kalau ceritanya berakhir seperti ini. Ya horror aja gitu liat dua anak berlumuran darah dengan pisau messes berselai darah di dekatnya .=.

    Ditunggu tulisan brikutnya kak! 😀

    Like

  4. Bagus…. suka sama idenya yang… meski ketebak tapi dijabarkan dengan baik. Tetapi, aku masih agak bingung sama kesinambungan judul dengan isi cerita. Kenapa dipilih ‘jangan ditiru, nak’? Hehe semangat yaa nulisnya 🙂

    Like

    1. Hai niswa 🙂
      Makasih loh sudah memberikan komentar.
      Jujur aku aku nggak menemukan judul yang pas untuk cerita ini. Kupilih judul itu karena pertama, tokohnya masih anak-anak. Dan kedua, ada unsur bunuh-bunuhnya. Jadi aku pikirnya sih, jangan sampai ada bocah-bocah yg gara-gara hal sepele mengakhiri hidup. Ah, moga-moga jawabannya bisa dimengerti ya 🙂
      Sekali lagi, makasih niswa 🙂

      Like

  5. aku ikutan manggil kak lia yaa hehe ((kayaknya ini bukan komen pertamaku di cerita kakak, tapi aku lupa dulu manggilnya apa hehehe maafkeun))

    ini angst kan yaa becos ada yang mati, tapi eksekusinya itu lhooo yaampuunn pilihan katanya malah bikin pengin ketawa. keren banget lah pokoknya, kak!!!
    agak konyol juga itu alasan pengin matinya, tapi yaaa namanya kan anak2.
    jadi wiki itu willi dan dia suka sama pasta? hahaha duh, cinta monyet … biasanya kan ya pengin masuk surga bareng gitu, eh ini malah pengin masuk neraka. dan apa? kelas bulu? hahaha di neraka kalau ngga ada api, tapi adanya bulu yaa kemungkinan pada ngga takut masuk situ, nak! 😀

    oke, keep writing kak lia!! ^^

    Like

    1. Hai kak Ani!
      Kakak udah pernah komen di tempatku kok sebelumnya :))
      Aku 96line, enw hehe.
      Hihi, nggak kok. Kak ani lebih keren xD
      Keep writing juga ya kak!
      Thanks banyaak 🙂

      Like

    2. naahh kaan aku lupaan banget … :”( maafkeun lia. duh, semoga ke depannya ngga lupa lagi deh LIA LIA LIA 96 Line. oke hehehe

      urwelcome lia ^^

      Like

  6. Lia mah sukanya githu. Dark2 unyuk. Aku kan jadi bingung mau mengekspresikan diri githu. Dan kayakny ni dua anak badung punya jiwa psikopat. Kasian emaknya X,D

    kutunggu sadis bin unyuk yg lainnya, Liaaa <333

    Like

  7. ASLI AKU TUH NGGEBLAK PAS PERTAMA KALI BACA LIA JAHAAAAAT IH :(( beneran yha aku tuh sampe bengong dulu berapa lama sebelom mulai ngereview li heuheu. sumpah ini si willi akhire nusuk pasta jugaaa aku kira tuh akhirnya mereka yang bakal ngobrol 4 mata sambil masing-masing curhat, aku kira ini nusuk-nusuk cuman kaya pengandaian doang taunya minta ditusuk beneraaaaan ya allaaah :”””( mana yang bikin miris tuh kalimat-kalimat di suratnya willi itu lho. sumpah inosen dan polos banget ih aku sebel 😦 tau ah masih sebel pokoknya huhu nak jangan maen tusuk naaaak. (judulnya, tho!) hahahahaha xD yosh keep writing yah liii! ♡♡♡

    Liked by 1 person

  8. Hai kak Liaaaaaaaa

    Aku gak ngerti lagi harus komen apaan yang jelas ini bagus banget. Asli!
    Apaan ya anak kecil bikin surat wasiat hanya karena gak sengaja bikin dosa-dosa kecil terus minta dibunuh daripada liat ibunya sedih. (Kenapa menurutku itu bagiannya imut banget sih, astaga).

    Dan kudoakan semoga wiki bersama pasta dapat diterima di neraka kelas bulu. Amin!

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s