[Writing Prompt] ˈɪn.tə.vju

yixing poster

by takyuyaki

Kuli Tinta

.

 

“Lee Soo Man,” ucapnya ketika pertanyaan pertama dariku meluncur dengan lugas. Sebenarnya aku tidak akan heran dengan jawaban itu, namun melihat sorot matanya yang berbinar membuatku cukup terkejut.

Hari ini aku mendapat tugas untuk menyelesaikan satu wawancara dengan seseorang yang spesial. Meskipun hanya dibalut busana kasual, namun tidak mengurangi pesonanya sedikit pun.

Pria dengan kulit putih, hidung mancung dan berlesung pipi itu bernama Zhang Yixing. Atau biasa dipanggil Lay yang merupakan nama panggungnya. Ditemani secangkir teh hijau hangat, obrolan kami pun mengalir dengan santai dan tidak sedikit gelak tawa.

“Jadi benar, ia adalah idolamu?” tanyaku kembali. Yixing—begitu ia menyuruhku memanggilnya—menganggukan kepalanya dengan cepat. Ia terlihat sangat menggemaskan. Oh maafkan aku, mungkin ini hanya sedikit bias.

“Aku memang selalu mengagumi beliau. Bagiku ia adalah seorang figur mentor yang turut membuatku menjadi seperti sekarang,” ucapnya.

“Lalu bagaimana dengan karir selanjutnya?”

Mendengar pertanyaanku, Yixing mengerutkan kedua alisnya dengan cepat. “Maksudku apakah setelah ini kau juga akan mengerjakan punya proyek pribadi?”

Yixing tampak berpikir sebentar kemudian menjawabnya dengan percaya diri, “Itu tergantung dari sisi mana kau akan melihatnya. Jika kau melihat dari sisiku maka aku akan menjawab bahwa besok bisa saja aku merilis apa pun itu. Namun karena ini melibatkan banyak pihak maka aku menyerahkannya pada takdir. Yang pasti aku sudah siap jika memang sewaktu-waktu akan diminta.”

Aku melanjutkan observasiku padanya, dan sepertinya memang benar bahwa ia adalah orang yang menghargai kesempurnaan. “Aku ingin jika memang nantinya diberi kesempatan untuk memiliki proyek pribadi seperti solo album, itu akan menjadi sebuah album yang terbaik,” lanjutnya.

“Lalu untuk sekarang apakah arti EXO bagimu?”

Yixing menatapku dengan hangat sebelum menjawab pertanyaanku. “EXO buatku adalah sebuah tim dan keluarga. Aku tidak memungkiri bahwa pada awalnya ini adalah hal yang sulit.”

Ia menunduk sembari memainkan ujung lengan kemejanya. Terdengar sedikit helaan napas di sana. “Maksudku begini, aku terlibat dalam grup ini memang bukan yang pertama, namun juga bukan yang terakhir. Sehingga sedikit banyak aku mengetahui dengan baik.”

Aku menghirup sedikit tehku dan kembali menyimak apa yang akan ia katakan. Meskipun terlihat hati-hati tapi aku bisa merasakan rasa percaya diri yang terungkap dalam setiap kata yang Yixing utarakan padaku.

“Grup ini bukanlah sebuah grup yang mudah, aku sudah mengetahui itu dari awal. Jadi jika setiap personil tidak mau memegang tangan satu sama lain, maka semuanya akan menjadi mustahil,” ucapnya sembari memerkan lesung pipi khasnya padaku.

Aura Yixing yang terbuka dan hangat pun menular, sekarang aku menjadi lebih nyaman untuk bisa mengobrol lebih dalam dengannya. Yixing yang aku lihat di panggung itu lebih kepada pribadi yang penuh semangat dan percaya diri tinggi, namun sosok sekarang di depanku cukup berbeda.

“Apa yang akhir-akhir ini sering kau pikirkan?”

“Aku memikirkan banyak hal namun mungkin yang ingin aku bagikan pada wawancara kali ini adalah pada dasarnya aku tidak bodoh.”

“Bodoh?”

Pria asal Changsa di depanku ini menganggukan kepalanya. “Banyak orang secara tidak langsung menganggapku begitu, namun sebenarnya aku ini hanyalah tipikal orang yang mempunyai respons lambat,” ujar Yixing sembari sedikit tergelak.

Aku pun ikut ikut tertawa mendengar apa yang ia katakan. Tentu saja aku tidak menganggapnya bodoh, justru menurutku kekurangannya itulah yang membuatnya terlihat menggemaskan. Oh maafkan aku, Yixing sungguh sangat tampan jika kalian melihat aslinya.

“Aku dengar kau sudah mempunyai studio sendiri di Cina, benar begitu?”

“Itu benar. Agensiku memberiku sebuah kepercayaan untuk mempunyai sebuah studio sendiri di Cina.”

“Wow itu sangat hebat, bisa dibilang kau adalah yang pertama, bukan?”

Pada awalnya Yixing hanya tersenyum seperti agak enggan untuk menjawab, namun setelah jeda beberapa menit ia memutuskan untuk menjawab pertanyaan itu.

“Saat pertama kali aku membicarakan mengenai hal itu, banyak orang yang menganggapku tidak masuk akal, bahkan ibuku sendiri juga mengatakan bahwa aku sudah gila jika punya pikiran seperti itu. Karena memang sampai dengan saat itu atau bahkan saat ini agensiku belum pernah memberikan sebuah studio khusus untuk para artisnya,” ungkap Yixing.

“Jadi kau benar menjadi Bos untuk saat ini?” lanjutku.

“Tidak juga, belum lebih tepatnya, dan akan menjadi. Aku benar-benar berterima kasih atas apa yang mereka sudah percayakan kepadaku. Aku akan berusaha untuk selalu menjadi yang terbaik sesuai atau bahkan melampaui ekspektasi yang mereka inginkan. Menjadi artis yang profesional adalah impian terbesarku.”

Aku bisa melihat kesungguhan dari apa yang ia ucapkan, dan meskipun raut mukanya terlihat lelah namun semangat dan profesionalitas kerja yang ia perlihatkan memang tidak perlu diragukan.

“Lalu apa kau pernah merasa lelah?”

“Eh?”

Aku tertawa geli melihat ekspresi terkejutnya mendengar pertanyaanku. “Apa kau pernah merasa lelah?”

Yixing hanya menggaruk kepalanya pelan kemudian tersenyum malu. Tidak menjawab, namun seperti ragu harus menjawab bagaimana, hingga akhirnya ia hanya menggeleng cepat.

“Tidak masalah, terkadang aku pun juga merasa lelah,” candaku sebagai tanda berakhirnya wawancara kami hari itu.

Dan Yixing pun ikut tertawa sembari mengangguk tanda mengerti.

.

FIN.

Advertisements

8 thoughts on “[Writing Prompt] ˈɪn.tə.vju

  1. huhu ZYX kesayanganku :”) btw aku setuju sama kak ipeh yang waktu itu ngomongin tiap jawaban yixing di interview. dia tuh pasti jawabnya tenang, pinter, walopun pewawancaranya ngasih pertanyaan jebakan ehe. (terus gegulingan pas bagian yixing responsnya lambat) awwwww ya ampun yixing tuh aduuhhh. suka suka sukaaaaaa pokoknya ;”) keep writing kakkk! 😀

    Like

    1. FIKA INI DI POST LHO YA ALLAH AKU TERHARU….. ㅜㅜ

      Semoga tidak malu2in nama WS *glek*

      After kubaca lagi bener2 harus lebih di beta. Banyak korban typo mata siwer disini lol

      Makasih banyak ya fika buat dorongan semangatnya HAHAHAHAHA

      Iya zyx emang ngangenin kek gitu ku bahagia :””

      Like

  2. Lay! Huhu, aku kangen sosok ini kak. Kesan pertama la dia kyknya lebih mature dibanding yg lain. Pendiem tapi senyumannya maut, gak baik ditatap lama2 demi kesehatan jiwa..xD
    Ini kayak cuplikan isi blog si pewawancara yang unyu banget. Mereka itu jago bikin pertanyaan jebakan, kalau yg diwawancara terjebak siap2 masuk alkepo esok harinya .=.
    Keep writing kak! 😀

    Like

  3. Menurutku apa ya…. ini bagus, pembawaan ceritanya oke banget dan yeah, i’m one of lay’s fans dan kangen baca fic tentang dia… tapi berasa ada yang kurang aja di fic ini. Kayak.. harusnya ngga berakhir di situ gitu loh. Belum dapet inti ‘kuli tinta’-nya ituu. Ahaha sorry ya aku banyak mau kak xD

    Trus mau koreksi beberapa kata:
    -menganggukan harusnya ‘menganggukkan’
    -memerkan harusnya ‘memamerkan’ kan?

    Dah kayaknya itu aja, cuma tadi ada beberapa kalimat yang dibacanya kurang enak, kayak ‘sosok sekarang di depannya’ lebih enak dibaca kalau ‘sosok yang berada di depannya sekarang’.

    Hehe maaf bukannya menggurui, cuma supaya ceritanya lebih sempurna lagi. Keep writing ^^

    Like

    1. Waaahh terima kasih sekaliiiii >.<

      Fic ini emang jauh banget dari sempurna. Pd awalnya aku juga sampek ngerecokin fika di tengah malam buta cuman buat nanya: fika ini pantes dikirim ga sih? Gimana kalo ga usah aja ㅠㅠ

      Makasih banyak masukannya. Aku jg udh beratus2 tahun ga nulis jd benginilah huhuhu :(((

      Makasih banyak ya. Next nya kalo daptar prompt lg akan lebih baik lagi ^^9

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s