Not Recommended Event To Attend

AKMU teasernew2.jpg

by slmnabil

Karena cara menenangkan arwah wanita yang mengamuk tidak bakal ketemu di Google.

.

Kalau ini adalah bagian dari pubertas, maka Chanhyuk berharap ia tak perlu mengalaminya saja sekalian. Karena pergi ke kuburan malam-malam untuk menghadiri arisan bulanan dengan beberapa Noni Belanda tidak masuk dalam daftar ‘Cobalah Sekali Seumur Hidup’ miliknya. Bermain karambol dengan satu batalion yang beranggotakan arwah-arwah mati penasaran setidaknya lebih menjanjikan. Mau hidup ataupun mati, para wanita tetap saja gampang marah.

Biar Chanhyuk dongengkan mengapa.

.

Ini selalu dimulai dari Suhyun.

Yang pertama bisa naik sepeda, menalikan tali sepatu sendiri, dan mendapat peringkat tertinggi di sekolah. Namun adiknya pulalah yang pertama–dan satu-satunya–dalam keluarga yang berbicara pada sendok makan, garpu taman, dan kudapan kucing.

Awalnya Chanhyuk pikir itu adalah efek samping dari terlalu sering bergaul dengan diferensial dan integral. Namun nyatanya tidak begitu. Kegilaan itu memang berakar dari Suhyun sendiri. Kemunculannya tidak memerlukan alasan.

Kenapa kau dilahirkan perempuan?

Kenapa harus kau yang jadi adiknya?

Kenapa kita bersaudara?

Kenapa yang cungkringnya harus aku?

Semacam itulah analoginya. Tidak memerlukan alasan mengapa.

Pernah suatu malam Suhyun mengendap-endap ke luar melalui jendela kamarnya. Chanhyuk kira dia hanya akan melakukan diskusi malam dengan engsel yang sudah berkarat, atau meminta saran fashion pada kusennya. Tapi yang terjadi adalah Suhyun mengambil ancang-ancang sebelum akhirnya melompat dari sana. Itu sekaligus saat di mana kewarasan Chanhyuk menulis surat wasiat, karena di detik berikutnya yang tersisa hanyalah derap langkah mengikuti ketidakpastian soal Suhyun yang akan pergi ke mana.

Gadis itu mengambil arah ke kanan di persimpangan. Langkahnya sangat ringan dan yakin, berbeda dengan Chanhyuk yang seakan satu langkah membawanya semakin dekat dengan kematian. Dan, oh, bagus sekali. Suhyun baru saja memastikan ide yang sempat terlintas dalam benaknya. Seharusnya Chanhyuk berteriak, “Terima kasih, Dik! Kau mempersempit waktu hidupku. Sangat murah hati sekali!”

Tapi bertepatan dengan itu, BOO!, Suhyun mengejutkannya dari belakang.

“Selamat datang di duniaku, Brother!” katanya setengah berbisik–namun Chanhyuk yakin dia memekik.

“Kalau duniamu adalah pemakaman umum, lalu kau ini apa? Setan? Sial Suhyun, induk kita, ‘kan, sama!”

“Aku manusia. Dan kau, well, untuk sementara waktu.”

Kengerian tampak kentara di air wajah Chanhyuk. “Apa maksudmu dengan sementara waktu? Kau menyimpan obsesi membunuhku, begitu?”

“Aku ikut arisan dengan beberapa Noni Belanda  yang harus-kau-tahu oke banget! Tapi aturan main mereka agak lain, kau tahulah mereka, ‘kan, arwah. Mereka meminta sesuatu yang paling berharga dalam hidupku dan mereka akan melakukan hal yang sama.”

Tungkai Chanhyuk sudah bergelenyar lemas seperti agar-agar. Kalau saja Suhyun tidak memegangi lengannya, mungkin dia sudah mencium tanah. Arwah, ‘kan, sudah tidak punya kehidupan lagi. Jadi, apa lagi yang berpotensi berharga dalam ketidakhidupannya?

“Tunggu dulu! Kau melewatkan bagian serunya. Coba tebak apa yang kulakukan? Aku menggadaikanmu!” kata Suhyun kelewat bersemangat.

Chanhyuk tidak tahu adiknya mengartikan hal itu seperti apa. Karena untuk ukuran adik yang menawarkan saudaranya untuk dihisap jiwanya, dia lebih terlihat seperti, “Nih! Jamuan dariku enak abis, lho! Cicipi, deh!” Tidak ada momen berkabungnya sama sekali.

“Senang mengetahui kau ingin aku mati, Dik,” kata Chanhyuk kehabisan energi.

“Yah, Bung! Yang kutekankan itu bagian yang paling berharga dalam hidupku.”

“Kalau nanti aku selamat dari kematian secara ajaib, ingatkan aku untuk tidak jadi abangmu di kehidupan berikutnya.”

Dan kemudian, Chanhyuk kehilangan kesadaran.

.

Dalam mimpinya, Chanhyuk sedang menalikan tali sepatunya dan mengambil ancang-ancang untuk melarikan diri. Ia melihat Suhyun tertawa-tawa di sebelahnya, terkesan tidak peduli pada abangnya yang mungkin mati kena serangan jantung–lebih baik daripada disantap sekelompok arwah penasaran.

“Dia mau ke mana?” tanya seorang cewek–arwah cewek barangkali–dengan pandangan menghujam langsung padanya.

“Oh, Chanhyuk! Kau sudah sadar! Bergabunglah dengan kami!” ajak Suhyun.

“Dia cungkring.”

“Yah, sepertinya dia meninggalkan lemaknya di rahim ibu, mewariskannya padaku.”

Ini jelas bukan mimpi, pikir Chanhyuk. Itu artinya ia tengah menghadiri jamuan besar-besaran arwah yang sanggup membuatnya tewas detik ini juga.

“Kemarilah,” panggil salah satu arwah wanita.

Yah, daripada aku dianggap tidak jantan karena tidak melakukan perlawanan sama sekali. Biar kuejek saja dia habis-habisan sebelum mati.

Kurang lebih dengan pola pikir seperti itulah Chanhyuk akhirnya menggerakkan kaki mendekati Suhyun. Duduk di rumput-rumput hijau basah dengan nisan-nisan memagari, mungkin bakal membuatnya dapat titel Dungu seumur hidupnya, tapi percayalah Tewas Dikejar Arwah bahkan lebih tidak terhormat.

“Chanhyuk, Pamela. Pamela, Chanhyuk,” kata Suhyun memperkenalkan.

Arwah setinggi dua meter menjulang di hadapan Chanhyuk. Kalau kalian mengira arwah Noni Belanda akan tampak mengenaskan seperti saat mereka mati, kuberitahu, kalian salah besar. Mereka benar-benar tampak rupawan. Rambutnya tertata rapi, gaun berendanya pas sekali, dan riasan wajahnya pun masih meninggalkan jejak. Tapi, yah, tidak semua dari mereka dilahirkan menawan.

Arwah di hadapan Chanhyuk contohnya.

“Anda pasti sering ikut perjamuan makan besar, ya? Lemaknya berpengaruh besar.”

Suhyun mengirimkan isyarat, “Bukan perkenalan yang bagus, Man.” Tapi Chanhyuk tampaknya tidak peduli. Adrenalinnya terpacu mendadak, ingat perkataan adiknya soal penggadaian. Kalau ia tidak beruntung, mungkin Pamela bakal menghabisinya malam ini. Dan itu membuatnya agak berapi-api.

“Periksa di timbangan, deh. Beratmu sepertinya naik nol koma lima,” tambah Chanhyuk. Pamela semakin bersungut-sungut karenanya.

Suhyun gusar. Tidak butuh lima menit bagi Chanhyuk untuk meninggalkan kesan Perlu Dihabisi pada teman-teman arwahnya. Dan tidak pula lima menit lain untuk memahami kalau sebentar lagi Pamela akan mengerahkan satu batalion arwah pejuang perang untuk meleburkan mereka ke tanah.

“Aku SUNGGUH benci kau!” pekik Chanhyuk sebelum menarik lengan Suhyun dan menyeretnya berlari ke gerbang masuk pemakaman.

Ada sekitar tujuh ratus dari seribu arwah yang berjalan pincang ke arah mereka. Kebanyakan mengalami mati yang kedua akibat kemurkaan Pamela. Mereka bersenjata lengkap; pedang, busur dan anak panah, dan senapan. Kalau dijual ke pengumpul barang-barang antik, Chanhyuk bakal jadi milyader dalam semalam. Cukup bagus sebelum lima arwah menghadang jalannya.

Ha-ha! Jalan buntu, Anak Muda,” teriak salah satunya menggema.

“Menurutku ini saat yang tepat untuk memanggil teman-teman garpu tamanmu, Dik!”

“Hei! Mereka ada penunggunya!” debat Suhyun tak terima.

Gelombang kepanikan menghantam Chanhyuk saat pedang arwah prajurit semakin dekat dengan lehernya. Awalnya ia kira, senjata mereka takkan mengenainya.

Tapi, wow, kejutan! Mereka bisa mencincangku, lho. Keren abis!

“Jadi kita harus bagaimana?”

“Tendang bagian vitalnya?”

DUG! Suhyun melumpuhkan satu arwah di hadapannya. Sedikit tak percaya kalau ternyata sang arwah benar-benar tersentuh.

“Arwah atau bukan, mereka tetap pria. Ayo!” Chanhyuk mengomando.

Mereka menendang, meninju, dan menghindari beberapa arwah. Membawa keduanya semakin dekat dengan gerbang ke luar. Pamela menggeram marah di belakang, cuma butuh beberapa detik baginya untuk menghadang jalan si Dua Bersaudara.

“Bagus. Sekarang apa?” tanya Chanhyuk.

“Lari?”

“Lari cukup oke.”

end.

Advertisements

19 thoughts on “Not Recommended Event To Attend

  1. Ini pertama kalinya aku baca ff Akmu, uwooo *0*
    Suka kalimat2nyaa, sarkasnya pas, idenya gila buatku..xD
    Aku jadi Chanhyuk bakalan langsung bawa Suhyun ke psikiater deh, minimal lapor ke mamapapa =_=” Serem aja gitu liat sodara ngomong sama makanan kucing .=.
    Pikiran si Chanhyuk jadi pertanyaan terbesarku, itu arwah2 punya senjata dan tubuh yg ‘nyata’ gitu ya? Kirain bakal lgsg menyublim gitu kalo kena kulit manusia..xD
    Keep writing ya Nabil! 😀

    Like

    1. Hai, Dhilaa 🙂 Ini pertama kalinya juga sih nabil nulis ff akmu, kebeneran aja lagi comeback terus pas kuliat photo teasernya ngerasa “Perlu diapa-apain nih” lucu banget abisnya hehe. Tadinyaa itu mau dibikin menyublim gitu, cuma kayanya biar rada asik jadi dikena-kenain deh hehe. Makasiih ya sudah mampir ❤

      Liked by 1 person

  2. Anjir ngakak abis aaaaaa NABILLLLLLLLL. Gagal paham deh kok gayanya bisa asik giniiii xDDDD
    Serius aku suka banget genre beginian, sini biar kupeluk duluuuu hohoho.
    Hmm tapi aku sedikit mendeteksi riordanish dalam tulisanmu, HAHA. Tapi asli bagus bagus bagus banget xD
    Keep writing ya nabil xDD

    Like

    1. Haeee KAKLIAAAAAAAAAAAAAAAA. Nih, nih, peluk nih hihi. Kak lia tau aja nih, nabil baru beres baca novelnya rick riordan sih kemarin heheheee. Nabil sering kebawa-bawa gitu sih kalau habis baca novel, atau karyanya siapa ajaa yang habis nabil baca. Terima kasih sudah mampir kaklia ❤ ❤

      Like

  3. “Tunggu dulu! Kau melewatkan bagian serunya. Coba tebak apa yang kulakukan? Aku menggadaikanmu!” kata Suhyun kelewat bersemangat.

    Ya Alllah bil kalo aku jadi Chanhyuk udah kutinggal sendirian Suhyun-nya ;_; lagi ngapain juga sih arisan sama noni belanda??? Kalo menang dapet apa coba?? (Kan kalo arisan ibu kampung dapet gula, indomie, dan duit wkwkwk).
    Oke TAPIIII INI KEREN ABIS!!! aku suka sekali sama karakter mereka berdua dan monolog chanhyuk yang sarkastis abis huhu. Kamu juga membungkusnya bagus banget serius begitu liat potongan cerita di bagian paling atas aku. Harus. Baca. Ini. Gitu deh bil :”’ keep writing yang beginian ya ♡♥

    Like

    1. MEYYYYY ❤ ❤

      Untungnya kamu bukan Chanhyuk, yha. Dapet apa coba? Join aja meeey, siapa tau dapet makam sebelah oppa hohoho. Makasih sudah mampir yhaaa ❤

      Like

  4. Waaaa akmu ❤ ❤
    Pertama kalinya baca ff akmu dan aku suka sekali! Kepikiran banget sih Nabil buat beginian dan Suhyun-nya dibuat agak gila gitu LOL. Aku suka banget tiap karakter mereka berdua dan kurasa saling melengkapi gitu. Terus aku nggak menyangka ending-nya bakal begitu… kukira Chanhyuk bakal berakhir disantap hahaha. Selipan humornya ku suka sekali ❤ Keep writing Nabil! Anyway, salam kenal, Shia dari 00l 🙂

    Like

    1. Waaaa, shiana ❤ ❤
      Pertama kalinya juga sih nabil nulis ff akmu hihi. Terima kasih sudah mampir yaaa :)) Salam kenal juga, 99l. Nabill ajaa looohh manggilnya 🙂 biar ga berasa tua hehe 😀

      Like

  5. nabiiiiil hahahaa astagah ini baru pertama kali bangettt aku baca fanfic akmu dan kenapah mereka adorable sekaliiii di sini wkwkwkwk. manusia vs arwah xD yaampun kukira endingnya bakal berakhir dengan: itu tadi cuman mimpinga chanhyuk eh taunyaaaa😄😄 paling suka yang bagian nendang si arwah aslik kebayang banget pemandangannya gimana ahahahay! suka ih. keep writing yah nabiiiil😸😸

    Like

    1. Wiii ada kak fikaaa<3 ❤ haee kak, nabil juga ga pernah baca ff akmu selain ini wahaha 🙂 terima kasih sudah mampir kaaak ❤ kak fikaa juga keep writing! Semangat memerangi webenya xD (baca dari komenan ka eci hihi)

      Like

  6. hai! salam kenal, cathlyn dari garis 00 di sini 🙂 aku suka banget sama fanfiksi kamu yang castnya akmu ini XD bahasa yang kamu sampaikan, plot, pokoknya secara keseluruhan sungguh amazing wkwk. apa ini termasuk sibling goals? sungguh, karakter suhyun & chanhyuk di sini ngebuat aku semakin suka sama mereka berdua. keep writing ya ^^ kalau tombol like bisa kupencet ratusan kali, akan kulalukan itu 😦

    Like

    1. Halooo, kate 👋di sini nabil 99l, salam kenal yaaa. terimakasih sudah membaca hihi. kalau ada seratus like nabil pencet seratus kali deh komentarnya ❤❤❤❤

      Liked by 1 person

  7. KAK NABIL TOLONG AKU NGAKAK. ini pertama kalinya aku baca ff akmu btw, terus gemash banget khanmaen polosnya suhyun pas bilang “aku ikut arisan sama noni-noni belanda” sama “aku nggadaikan abangku” PLS LEE SUHYUN. oiya bener kata kak lia, aku juga ngerasa ini tulisan kak nabil ada ‘riordan-ish’ nya. aduh suka deh kalo udah berurusan sama rick riordan mah yang serem-serem malah dilucuin kzl ga. ((btw aku habis baca greek heroes dan sampe sekarang masih istigfar sama selera humornya rick))

    anyway kak nabil keep writing yaa. asli lah ini mood buster banget di tengah ukk! laf ❤

    Like

    1. HAI AIS ❤ maapkeun ais nabil belum pernah belajar cara menolong orang yang terjangkit kengakakkan/? hoho. Iyaaa nabil baru beres baca riordan jadi kebawa-bawa. Dulu pas baca punya tahereh mafi juga gayanya ngikut-ngikut, kiblatnya ke mana-mana nabil mah wahaha (tapi solat mah ke kakbah da)

      Makaseeh ais syudah mampir ❤ mangaadd ukknya! btw nabil minggu depan ukk huhu :((

      Like

  8. Atulah ngakak banget bacanya wkwkwk suka banget deh bil, apalagi pas bahas lemak yang diwariskan ya allah aku ngakak gede banget masa? Ih unyu banget nabil mah kalo bikin cerita, narasinya tuh ih sadaaaaaaap abis!!! Keep writing nya wa! Hehe

    Like

    1. Ka nisaaaaa ❤ ❤ dapet kunjungan shenpaay neeh asikkkk wahaha :))) kak nisaa lebih baguuus aaah hihi

      bagian lemak sengaja dimasukin sih soalnya kaalaman/? wahaha

      nuhuuuun kak nisaaa sudah mampir ❤

      Like

  9. Alohaaa/? nabil (kalo boleh curcol dikit, ada temen aku yg namanya nabil. Tapi gendernya cowok xD)
    AKHIRNYA AKU BISA MAMPIR DI TENGAH KESIBUKAN U.K.K. XDDD
    Sebenarnya…(ini kayak yang mau nyatain cinta ya /bhak) aku udah baca ini kemarin. Dan pengen ngerasain kalau baca sekali lagi sensasinya bakalan sama nggak. Eh ternyata iya! Iya, ceritanya tetep bikin ingus aku pengen ngalir :”””>
    Terharu kenapa cara penulisannya serupa kayak cerita dagelan yang demen banget aku baca. Nabil aku suuuuka. Karena pemainnya akmu, aku jadi bayangin tingkah polah lucu mereka di MV.
    Ih konyol lah pokoknya >www<

    Terus berkarya ya ~~~

    Like

    1. Haeee, Lizaaa 🙂 ih temen nabil juga ada yang namanya nabil dan dia cowok xd curiga nabil yang sama wahahaaha :)))

      ihh udah ukk? nabil belum mulaai laaah, nanti rabu terus pas puasa jugaa (lah jadi curhat)

      waduuu jangan ngalir doong, gaada tisu hohoo. terima kasih sudah mampir lizaaa ❤

      Like

    2. nabil aku(?) badannya tinggi terus rambutnya kadang klimis kadang jigrak. nah nabilnya nabil(?) gimana? xD
      enak tuh mikirnya sambil kelaparan xD

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s