[Writing Prompt] Anak Bawang

images (3)

by ZulfArts

Prompt : Sugar Free

Untuk kalian,

orang-orang yang aku sayangi.

 

Coba jelaskan padaku apa keuntungan menjadi yang termuda dalam sebuah keluarga? Dimanja, apa pun keinginannya dituruti, selalu dinomorsatukan. Apa lagi? Coba kau tulis lanjutannya di selembar kertas, lalu berikan padaku.

Setelah membaca jawabanmu, mungkin aku bakal protes besar-besaran seperti demonstrasi Hari Buruh. Dimanja? Aku justru sering dipojokkan hanya karena pendapatku kekanakan. Seperti Sabtu lalu, Papa dan Mama akan pergi ke undangan sepupuku di luar kota. Tentu saja anggota keluargaku dapat jatah liburan akhir pekan, tapi aku tidak. Salahkan peraturan sekolahku yang kejam.

Aku meminta agar keluargaku berangkat pada siang hari setelah aku pulang menuntut ilmu, namun ditolak mentah-mentah karena alasan macet. Mama malah menyarankan untuk membuat surat izin yang membuatku harus mengikuti ujian Kimia susulan yang wow susahnya.

Apa lagi? Permintaannya selalu dituruti? Ini sangat tidak benar kalau boleh kutekankan. Aku harus melakukan sesuatu yang bisa membuat orang tuaku bangga sebelum mendapat hal yang aku mau.

Gitar misalnya. Aku sebenarnya meminta gitar akustik sejak SMP. Walaupun aku berhasil masuk ke kelas murid-murid yang cukup pintar, hal itu ternyata tidak membuat hati orang tuaku trenyuh dan mengabulkan keinginan anaknya. Aku harus menunggu bertahun-tahun sampai aku masuk SMA, belajar lebih giat hingga mendapatkan beberapa sertifikat prestasi, barulah akhirnya aku dibelikan sebuah gitar akustik seharga Rp700.000,00.

Aku bukannya iri melihat orang lain begitu mudah mendapatkan apa yang mereka mau. Seperti temanku; saat dia ingin belajar gitar, saat itu juga dia dibelikan gitar akustik berwarna cokelat tua mengilap yang harganya sulit kujangkau. Aku hanya berpikir bahwa mereka tak banyak berkorban, tidak sepertiku.

Lalu apa lagi? Selalu dinomorsatukan? Ini salah besar! Entah ketika aku masih belia, pun saat ini. Ketika aku memang salah, aku disalahkan. Tidak seperti apa yang orang-orang bilang tentang anak bungsu yang memiliki kebenaran mutlak. Apalagi sekarang, ketika seorang anak bungsu sudah mempunyai keponakan balita, tak akan ada kata benar untuk tante kekanakan seperti aku.

Waktu bermain, dulu aku selalu dijadikan anak bawang karena umur dan mentalku yang masih kecil. Aku tidak diperkenankan menghadapi masa sulit untuk berjuang dalam berbagai permainan oleh teman-temanku yang lebih dewasa. Aku jadi selalu merasa nyaman karena kehidupan anak bawang itu menyenangkan, tak perlu berjuang terlalu keras.

Tapi berbeda ketika aku pulang ke rumah dengan baju dilumuri tanah, ingus yang mengering di pipi, dan kulit yang kusamnya minta ampun. Aku dianakbawangkan dengan cara yang sangat berbanding terbalik oleh kakak dan orang tuaku. Aku diharuskan berusaha, aku diharuskan menjadi mandiri dan kuat. Kehidupanku di rumah sangat tidak manis, tidak seperti apa yang dikatakan banyak orang tentang anak bungsu.

Ya, aku tahu kalau bawang itu bau, tidak manis, dan bahkan membuatku ingin muntah hanya karena menciumnya. Tapi keluargaku menanamkan sesuatu yang tidak aku sukai untuk jadi hal yang membuatku kuat di masa depan. Memang dulu terasa tak ada manis-manisnya, bahkan aku pernah berpikir bahwa kehidupanku akan jauh dari diabetes melitus. Aku yakin orang tuaku berharap agar ketika aku dewasa, telah mempunyai keluarga sendiri, menjadi ibu dari anak-anakku nanti, dan  tengah mengiris bawang yang membuat mataku perih di dapur, aku paham bahwa bawanglah yang akan menambah rasa sedap dalam masakanku.

 

Dariku,

Si Anak Bawang

Advertisements

4 thoughts on “[Writing Prompt] Anak Bawang

  1. Aku langsung klik cerita ini krna penasaran, apa hubungan anak bawang dengan sugar free….trnyata… T________T
    Ini tuh aku banget astaga. Anak bungsu, anak bawang, bahkan dari yg sekelas aku selalu jd yang paling kecil, kesannya cuma dimanfaatkan pas ada pemain yg kurang aja sama temen2.. :^
    Si aku di keluarga ini bikin aku trsentil, huhuhu, masa lalukuu :^ Endingnya bagus, trnyata si Aku ttp berhasil mendapati maksud baik dari ortunya yg mendidik dia agar keras gitu, biar gedenya berhasil. Tantangan ortu banget nih agar harapannya tidak disalahartikan anaknya yg masih belia :^
    Keep writing always zulfa! 😀

    Like

    1. Waah makasih kak dhila sudah review. Jadi anak bungsu yang super enak itu cuman fiksi memang TvT di keluarganya selalu kena marah TvT (jadi curcol)

      Pokoknya makasih kak dhila😁

      Liked by 1 person

  2. Salahkan peraturan sekolahku yang kejam.

    I KNOW THAT FEEL JUUULSS :(( btw gue sulung tapi koq paling sering disalahin yaa?? Enjoy aqoe dan qamoe satu juaa. (Bukan bu jua) Nabil sukaa konsepnya,,kaya surat gitu kaan ya? Luff luff ❤ keep writing men!

    Like

    1. Weeey. Sebenernya itu kalimat hasil edit, makasih yang ngedit❤❤❤

      Mungkin jadi anak emang selalu digituin :’

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s