The Art of Misusing Dinosaurs Attack

by La Princesa

Because, sometimes, dinosaurs can improve your almost non-existent love life significantly.

.

“Xu, bisa ke sini sebentar, tidak?”

Gadis yang barusan disebut namanya tak langsung merespons—apalagi mengabulkan permintaan si pemanggil untuk langsung mendekat. Ia malah sibuk mengangkat sebelah alisnya sembari memamerkan tatapan keheranan kepada seseorang yang berada tepat di diagonalnya.

“Aku mau curhat.”

Tiga kata tambahan, dan yang tadinya cuma satu alis yang terjungkit kini dua-duanya nyaris tertelan deretan poni.

Kalau boleh jujur, gadis itu sebenarnya sudah punya gambaran alasan teman sekelasnya tadi memanggilnya. Sekadar perkenalan singkat, Xu adalah dokter cinta terbaik di kelasnya—kata teman-temannya, loh, Xu tidak senarsis itu untuk melabeli diri sendiri dengan gelar sedramatis itu.

Kata mereka yang pernah menumpang curhat, saran dan tips dari Xu relatif singkat dan praktis, namun akurat dan tepat sasaran. Awalnya Xu cuma melayani sesi curhat dari sahabatnya saja, lama-lama banyak temannya yang lain ikut mengantre menjadi pasiennya. Maka tak mengherankan jika jam istirahat Xu banyak terpotong karena banyak yang datang mencarinya—sekadar untuk curhat atau meminta tips percintaan.

Malangnya, Xu tak terlalu bangga dengan gelar tak resmi yang menjadi embel-embelnya. Beda ceritanya jika ia menyandang posisi dokter cinta ketika ia sedang punya pacar—setidaknya ia bisa menyombongkan sedikit harga dirinya, kan? Tapi dengan kondisinya sekarang, Xu justru merasa dirinya adalah pengejawantahan dari kata ironis.

Ya, begitulah.

Dan omong-omong tentang teman garis miring pasiennya, yang barusan memanggilnya ini adalah satu dari sedikit teman yang tak pernah meminta tips dari Xu. Jangankan membicarakan ranah pribadi seperti kehidupan percintaan, mengobrol seputar sekolah dan pelajaran saja mereka jarang. Ia bukannya mau pilih-pilih teman, tapi ada sesuatu tentang Mark yang membuat Xu sedikit kikuk.

Tapi lihatlah. Siang ini, tanpa hujan dan angin yang menerjang sebelumnya, temannya itu tiba-tiba memanggilnya dan bilang mau curhat. Adalah hal yang lumrah jika Xu tak langsung merespons justru menatapnya heran dengan alis terangkat.

“Curhat apa?” Xu bertanya sembari akhirnya beranjak mendekat, supaya percakapan mereka tak dicuri dengar anak-anak lain.

“Begini,” Mark memulai. Ia tampak berpikir dan menyusun kalimatnya dengan hati-hati—kebiasaan yang serentak dimiliki semua remaja yang pernah menjadi pasien Xu—sembari menjilat bibirnya beberapa kali agar gugupnya berkurang. “Aku menyukai seorang anak perempuan. Dan aku mau tanya cara-cara yang efektif untuk menyatakan perasaanku padanya.”

“Hmm,” Xu mendengarkan dengan seksama. “Lalu?”

“Aku sudah punya ide bagaimana mau menembaknya.” Mark berkata lagi. “Aku cuma mau tanya bagaimana pendapatmu.”

“Baiklah,” Xu manggut-manggut, masih menyimak. “Bagaimana idemu?”

“Aku tidak terlalu kreatif atau romantis, jadi ideku biasa saja,” Mark menjilat bibirnya lagi sembari beberapa kali menelan ludah. Ia bergerak-gerak tak nyaman di tempat duduknya, kentara jelas bahwa ia sedang gugup. “Hmm, kupikir-pikir ulang, mungkin aku akan memberinya pertanyaan sederhana. Semacam: would you be my girlfriend? Laugh if yes, write the complete history of dinosaurs in chinese characters if no.

“Bagaimana menurutmu?”

Xu tak langsung menyuarakan opininya. Ia malah tergelak keras-keras mendengar ide dari Mark yang—bertentangan dengan deklarasinya—justru kreatif dan tak biasa. Selama ini ia mengira Mark adalah lelaki pemalu, ternyata selera humor lelaki peranakan Kanada ini boleh juga.

“Kau tertawa.” Suara Mark terdengar lagi, membuat Xu perlahan-lahan menarik napas dan menghentikan kekehannya.

“Ah, maaf, maaf. Idemu boleh juga.” Xu mengulas senyuman simpul kini setelah kekehannya berhenti. “Aku yakin gadis yang akan kau tembak pasti mau menerimamu—walau terpaksa. Daripada harus menulis sejarah lengkap dinosaurus menggunakan karakter hanja juga, kan?”

“Tentu saja. Kau kan baru saja tertawa.” Kali ini giliran Mark yang menyungging senyum enigmatik—membuat Xu harus mencerna maksud ucapan lawan bicaranya dua kali. Ketika ia mengerti apa maksudnya, kedua bola matanya membelalak lebar. Sepasang alisnya sudah lesap di balik deretan poninya—tak hanya nyaris.

Sementara senyuman Mark Lee terpecah menjadi seringai jahil kala ia melanjutkan serangan verbalnya. “Berarti kau menerimaku menjadi pacarmu.”

“Apa?”

.

-end

.

  1. ditulis di tengah kemacetan jakarta, dan sopir yang ngamuk-ngamuk bikos salah ambil jalan yang malah makin macet (the art of NOT using waze, jangan ditiru gaes!). maafkan bila gak konsen tulisannya. bikos …
  2. ditulis di tengah writers’ block dan aku kehabisan kata-kata, huft syedih.
  3. it should be taeyong, but mark wins based on age wise, EHE.
  4. yha lord judulnya.
  5. still hoping you’d enjoy, nevertheless.
Advertisements

9 thoughts on “The Art of Misusing Dinosaurs Attack

  1. YAAMPUN kak putri buat markkk. CIYEEEEEE-in kak put sampai subuh. bisa yha, kak di tengah kemacetan kak put nulis beginian. yha maksud aku, kan, itu pasti lagi bosan-bosannya, kalau aku pasti udah kesal setengah mati lah pokoknya. udah judulnya kak put, yaampun. pertama aku mikir kak put buat apa yha, kan. rupanya dokter cintaa gitu. hahahaha, ini kaya aku juga ihh, yang ada teman-teman ceritanya sama aku, giliran aku masih sendiri /eaaaaaa, ini bukan curhat lho kak put/
    kak put mah walau webe tulisannya tetap kece. aku yang terakhir baca udah notice nih waktu mark kasih tau cara nembak cewe ala dia dan senang waktu tebakanku ternyata benar. besok besok kalau ada yang nanya cara nembak cewek, mungkin aja aku kasitau cara ini lah yaa, kak putt ^^

    keep writing, kak putt ^^ semangat melawan webe-nya yaaa ❤

    Like

  2. CERDAS SEKALI MARKEEUUUUU
    suka banget! lucuk, ya itu bukan pernyataan cinta tapi nyiksa sekaligus maksa duh. yah tapi siapa yg bakalan nolak si markeu sih, ayolah.
    keep writing kakak XD

    Like

  3. Kak putri halo!
    Aku seneng nyengir-nyengir gimana gitu kak put nulis Mark wkwkwk terus perasaanku udah nggak enak nih waktu Mark menyampaikan usulan dia ke Xu. Eee, ternyata bener wkwk. Tapi, aku juga ikutan ketawa kok, berarti aku….. ((NGGAK)) Bisa banget deh bikin pilihan yang sulit dan menjebak peulis deh Mark sini kukantongin. Judulnya emang mengecoh banget yha, kukira ini bakal fantasi 😂😂 Well, semoga kak put berhasil menumpas wb!

    Like

    1. hehehehe :”D
      iya kakput kemarin sempet aku private soalnya mau ganti tema tapi nggak jadi. duh, aku juga jadi nggak enak baru nitip like dan belum komen di yang punya hajat, maaf ya kak :” nanti ku coba mampir untuk komen ✌️✌️

      Like

  4. HAHAHAHAHAHAH MARK WHY ARE YOU SO CUTE YA ALLAH CUTIE PIE KALO MAU NEMBAK YAUDAH TEMBAK AJA ATUUUUH😆😆😆😆😃😃😃😃 yosh mari matikan kepslok sebelom ditendang keluar blog (hey it rhymes).

    ya allah literally nyengir-nyengir pas udah keliatan ini bakal dibawa ke mana. pas mark ngomong “Kau tertawa.” aku tuh udah yang throw my hands up in the air saying eeeyooo, terima terima terima wkwkwk. lucu dan adorable sekali kaaaak, dan aku jatuh cinta sama judulnya ahaha lucu dan conyonyi banget. conyonyi pangkay sejuta yeokshi my conyonyi sister😸😸

    keep writing my favorite writeeeer❤❤❤❤ayo kita berperang melawan webe! hehe.

    Like

  5. JIR JIR JIR ITU COVERNYA……..
    Saking imutnya aku sampe lupa siapa namanya selama lima detik. Uh, MARKEU. BISA AJA DEEEEEH XD KAKPUT BISA AJA DEH.IDENYA HAHAHAHA.
    Daripada nulis sejarah dinosaurus pake karakter cina enak kuceburkan-diri-ke-rawa-rawa-saja.

    Keep writing ya kak xD moga-moga webe kakput cepet sembuh amin (dan aku juga) xD

    Like

  6. KAK PUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUT KANGEN BANGET BACA TULISAN KAK PUT, KANGEN BANGEEEET! ❤ DAN INI FLUFF DONG, AKU BISA APA, AKU BISA APAAAAAAAAA

    oke, calm down, vin. maaf kak atas serbuan caps-nya, hahaha xD aduh ini unyi munyi sekali si mark, mau nembak aja alasannya banyaaaak banget. tapi idenya boleh juga sih; nulis sejarah dinosaurus apa terima gue? ya terima lah. 1.) males amat nulis sejarah reptil. 2.) pake HANJA LAGI 3.) mark yang nembak. huehuehue.

    seandainya ada teman-sekelas-slash-gebetan macam begini yaaa xD hahahaha.

    semangat terus kak puuut tercinta! ❤

    Like

  7. SERIUS. Aku speechless ama ending-nya aaaaaaargh. Kusuka kusuka kusuka gimana mark bisa njebak segitu pinternya. doh kejatohan ide dari mana toh kanjeeeng :3

    Uda ah ga mau ngomong apa-apa lagi soalnya suka bangeet. dan aku lagi otw ngerjain game ketiga, ehehehehehehe. semangat nulis, bikin game, sama mencintai taeyong yha, kak (ditampol) xD

    Like

  8. Kakak cantik aku datang :3

    Dan lupakan sejenak kalo dedek ini tuh kategori bibit – brondong masih kurang muda – dimana menyapa para fanseu saja masih pake seragam sopa :33

    Tapi ini so kejuuuuuuuuuuuu aaaaaakkkkkk apa ya aku bisa bayangin ketawanya dia yg tengil ganteng gitu dengan gigi yg kecil kecil berderet rata (?) :33

    Aku gemas

    Oke

    Terdengar sepertu tante girang
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    Komennya kok formal bgt ya. EYD gitu :((

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s