[Writing Prompt] Bestfriend Next Door

Somi

Sleepyhead

by Joieland

.

“Tidurlah yang nyenyak. Aku tidak akan menghinamu seperti dia.”

.

Pintu menjeblak terbuka saat TV milik ayah Vernon baru saja memulai The Avengers: Age of Ultron. Seorang gadis dengan penampilan serampangan–rambut  kusut masai, kaus kebesaran berwarna navy, dan celana selutut dengan ujung yang berserabut–mendaratkan bokongnya dengan keras di sebelah Vernon. Saat melihat mata sembab gadis itu, Vernon memutar bola matanya jengah. Fokusnya kini kembali lagi ke layar TV yang baru memutar film kesukaannya kurang dari semenit.

“Vernon.”

“Somi.”

Gadis yang duduk di sebelah Vernon tadi namanya Somi. Blasteran Korea-Amerika, persis seperti Vernon dan sejak sebelum mereka lahir rumah mereka sudah bersebelahan. Disebabkan oleh banyaknya kesamaan di antara mereka ditambah dengan umur keduanya yang sebaya, kalian jangan heran kalau hubungan pertemanan mereka sudah dalam fase masuk-kamar-tanpa-mengetuk-pintu. Pun seperti saat ini, alih-alih menggunakan format tanya jawab, mereka kompak menggunakan percakapan yang terdengar ganjil saat mengobrol.

“Kemarin aku putus dengan Armand.”

“Masalahnya?” tanya Vernon sambil menyuap dua keping keripik kentang yang sudah ia siapkan di sisi tubuhnya yang lain. Tiba-tiba Somi mengehentak-hentakkan kakinya, menimbulkan suara gaduh di lantai parkit rumah Vernon dan menumpahkan bungkus keripik kentang ke paha Vernon.

“Armand itu ternyata benar-benar … ARGH! Kenapa sih dia harus marah kalau aku bilang tidak suka pada aroma parfumnya? Apa laki-laki memang sulit menerima kritik dan selalu merasa pilihannya yang paling benar?”

“Kurasa perempuan, deh, yang seperti itu,” Vernon menanggapinya dengan santai sembari memunguti keripik kentangnya yang berserakan lalu menyuapnya lagi. Suapan pertama untuknya, suapan kedua untuk Somi.

“Nah! Itu kau tahu!”

“Hanya gara-gara itu? Hanya gara-gara berdebat soal aroma parfum kalian putus?”

Sambil mengunyah keripik kentang, Somi tiba-tiba terisak. Vernon lekas menekan tombol pause karena daripada tidak fokus menonton, lebih baik menonton lain kali.

Hey, come on, kenapa harus sampai menangis sih?”

“Dia selalu memarahiku kalau aku tiba-tiba tertidur saat ia mengajakku mengobrol. Katanya aku tidak perhatian, tidak peduli, tidak sensitif, tidak punya perasaan, tidak punya rasa malu, tidak punya–“

Stop!” Vernon mengangkat tangan kanannya sebatas bahu; menegaskan kalau itu adalah titah yang tidak bisa dibantah, “Apa kau mengatakan alasan kau selalu tertidur di mana saja saat siang hari?”

Somi menggeleng lemah dengan sisa suara isakan di batang tengorokannya. Raut wajah Vernon sudah cukup menyiratkan kalau ia membenarkan tindakan Somi.

“Mengatakan alasannya pada pria seperti itu hanya akan menambah rentetan kritikan sadis untuk dirimu. Bagus saja kau putus dengannya, aku mendukung penuh!”

Vernon dan Somi kompak menyandarkan kepala mereka ke lengan sofa. Keduanya menghela napas dengan nada yang berbeda. Yang satu nada kelegaan, yang lain nada keresahan. Nada keresahan tentu menjadi milik Somi, yang membuat dua siku-siku terpatri jelas di alis Vernon.

“Kau tidak setuju denganku, huh?”

Somi menggeleng. Ia masih berjibaku dengan komentar pedas dan cercaan yang pernah ditujukan Armand untuknya. Hatinya terlanjur ditoreh oleh luka yang menganga lebar ditambah dengan siraman air garam. Terlalu perih untuk tidak dihiraukan. Ia menjadi terlihat seperti sleepyhead karena sebuah alasan kuat, yaitu karena sang ibu yang selalu dihantui mimpi buruk setiap malam sehingga tidak bisa tertidur. Somi harus menenangkan ibunya setiap malam dengan mengajak beliau mengobrol, menonton tv bersama, atau berdiskusi tentang berita di hari itu.

Singkatnya, Somi si serampangan hanya berusaha menjadi anak gadis yang berbakti pada orangtua. Well, ibunya menjadi seorang single parent semenjak ayahnya meninggal.

“Aku hanya … masih terbawa perasaan.”

“Dasar perempuan–aduh!”

Telapak tangan Somi sukses menampar kepala Vernon. Sebenarnya sakitnya tidak seberapa kalau orang lain yang melakukannya, tapi kalau dilakukan oleh Somi, rasa sakitnya jadi empat kali lipat.

“Kau sih, tidak pernah berkencan!”

Kali ini ucapan Somi yang menyusul untuk menamparnya. Kali ini tamparannya tepat di wajah sehingga membuat semburat merah muncul dari bawah kulit bule milik Vernon. Sang korban lantas bungkam dan memilih untuk melanjutkan menonton film The Avengers dalam diam.

Semenit.

Dua menit.

Tiga menit berlalu dalam hening. Hanya suara dari TV yang mengisi ruang keluarga kediaman Tuan Choi dan suara jantung Vernon yang berdentam terlalu kencang sampai menulikan pendengarannya sendiri. Tentu saja keadaan seperti ini benar-benar tidak beres. Daripada merusak kesehatannya, Vernon akhirnya memilih untuk buka mulut lebih dulu.

“Aku tidak pernah berkencan karena aku tidak menyukai perempuan–“

Dengkuran halus yang datang dari bibir Somi berhasil menginterupsi kalimat Vernon tanpa belas kasihan. Vernon mengembuskan napasnya keras-keras, nyaris bersorak karena sudah bisa dipastikan kalau Somi tidak mendengar apa yang dikatakannya.

“Karena kau tidak akan mendengarnya, jadi aku akan jujur. Aku tidak pernah berkencan karena aku tidak menyukai perempuan … selain dirimu.”

 Senyum lebar dengan deretan gigi rapi ditujukan Vernon untuk Somi. Gadis itu masih terlelap, bahkan dengkurannya terdengar makin keras. Apa yang membuat Vernon bahagia adalah bukan jawaban dari Somi, tapi kenyataan kalau ia tidak harus menanggung malu dan membuat hubungan keduanya merengganglah yang menjadi sebabnya. Kalau sampai hubungan mereka renggang, Vernon rasa ia lebih baik pindah negara saja. Pindah planet kalau perlu.

 Dengan gerakan sangat perlahan, Vernon mengambil selimut tipis yang terlipat rapi di lengan sofa, lalu menggelarnya di atas tubuh Somi.

“Tidurlah yang nyenyak. Aku tidak akan menghinamu seperti dia.”

 

FIN

Advertisements

13 thoughts on “[Writing Prompt] Bestfriend Next Door

  1. wah jadi penyebabnya somi suka tiba-tiba tidur murni karna dianya kurang tidur malem yah huhu. kukira somi kena sindrom yang tiba-tiba tidur tuh, kan serem :(( literally meringis pas bagian somi cuma pengen jadi anak gadis yang berbakti sama orangtua. aslik nampar banget buat aku huhu. suka sukaaaa karakternya vernon, dan aku literally ciein vernon pas doi confess walopun somi-nya udah tidur hahahahaha. aku suka ceritanyaaaa ehe. keep writiiiing 😀

    Like

    1. Hai Fik 😀
      Iya bener, dia suka ketiduran itu karena malem2 ga tidur. Di ciyein aja ga papa si Vernon emang suka gitu, maklum anak muda /dibuang/.
      Wah terima kasih ya sudah suka ceritanya ^^ terima kasih udah komen juga he he

      Like

  2. Jiiirrrrr baper aelah…
    Aku langsung terharu gitu pas bagian yg mengungkapkan alasan Somi suka ngantuk di siang hari #prokprokprok
    Pas Vernon ngomongin perasaannya saat Somi tidur itu tuh scene yang awawaw, demenanku banget! Aku suka greget org yg nunjukin real personality-nya pas orang yg ia suka lagi tidur atau gak denger, di filem drama novel apapun itu :^
    Keep writing yaa! Ini manis sekali buatku 😀

    Liked by 1 person

    1. Hai Dhila ^^
      Sama, aku juga suka greget sih kalo ada yg ngomong blak2an padahal lawan bicaranya lagi di alam mimpi XD.
      Okeeee terima kasih ya buat kesediannya membaca dan komen di sini ^^

      Like

  3. “Aku tidak pernah berkencan karena aku tidak menyukai perempuan–“

    DUAR! Aku kirain Vernon nggak normal, umm. Eh ternyata masih ada lanjutan xD HEHEHEHE
    Ih aku suka banget lho friend-love relationship! The favorite one malah.

    Keep writing ya kak 😄

    Like

  4. Haloo mbak nisjoo duh akhire ada kesempatan mampir ke ceritamu yhaa kak meskipun ngga di blog ((soalnya aku ga sempet-sempet cek blognya. scrolling dashboard ajadeh xD))

    eniweiii kata-kata terakhirnya manis banget deh uhuhu aku jadi baper kaaan :” trus vernonnya manis banget gitu aduh FRIENDZONE YAHHHH OMG OMG :”””
    uda deh ngerusuhnya, keep writing sistah ^^

    Like

  5. Oke Shipp sepanjang masaku Vernon-Dahyun raib seketika dihancurkan Vernon-Somi. Hahahaha …… 😄 suka banget sama Vernon disini. Duh gusti kuatkan hamba pada kalimat terakhir. Cheessy bangeet sungguh…….
    Dan err- Armand mengingatkanku sama orang Indo 😀

    Btw dek Somi … Kok situ engga peka2 ya? Hahaha mau digantin perannya sama aku engga? hehehe

    Like

    1. Semenjak Somi debut hanya ada ship ini di hatiku (halah) XD.
      Armand kaya nama vokalis band ya haha..
      Thank you udah baca dan komen ya ^^

      Like

  6. aku mencium sesuatu berbau friendzone ehe
    Tapi nggak apa-apalah, yang penting bisa ada di samping Somi. Iya, kan Sol? Apalagi Somi nya anak baik gitu. Aku mendukungmu bang Vernon
    Btw, keep writing authornim ^_^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s