[Writing Prompt] The Yule Ball

PicsArt_05-26-11.18.59

by slmnabil

prompt : pink spotlight

°

Bagi Cedric, gadis Ravenclaw itu bukanlah orangnya. Kalian hanya tidak tahu saja.

°

Setiap orang dalam ruangan mencatatnya di halaman paling belakang sebagai nilai moral hari ini:

Jangan mengajak cewek ke pesta dansa saat pelajaran Mantra. Cinta mungkin buta, tapi Flitwick tidak.  

“Nona Perkins, silakan ke luar.”

Presensi Aubree Perkins di kelas mantra sampai segitu saja. Tepat saat dirinya menyuarakan “Apaan, sih, Jared?!” di tengah pembelajaran Profesor Flitwick, gadis itu langsung didepak dari kelas. Jared Macmillan yang sebelumnya jadi pusat perhatian karena dianggap mengacau, malah menunjukkan air wajah kebingungan. Iyalah! Seisi kelas tahu kalau seharusnya Aubree meneriakkan “Apaan, sih, Cedric?!” dan bukannya Jared. Maklum, Flitwick cenderung lebih mengandalkan pendengaran daripada penglihatannya. Karena mendengar Aubree yang berteriak dan Jared malah tampak bodoh, jadilah ia tetap boleh ikut pelajaran.

“Kenapa mantan pacarmu bawa-bawa aku?” bisik Jared pada Cedric begitu Aubree pergi sepenuhnya.

“Sudah jelas, bukan? Dia tidak mau mantan pacarnya yang sekarang jadi peserta Triwizard kena masalah. Bisa rusak reputasinya, dong!” sahut Ben diselipi sarkasme.

Cedric berhenti mencatat. Mungkin bagi orang-orang Turnamen Triwizard adalah bahasan paling keren saat ini, dan awalnya Aubree pun berpikir demikian. Yah, setidaknya itu bertahan agak lama sampai ia harus mengonfrontasi naga Moncong Pendek Swedia. Cedric memang beruntung karena tidak mati—ada bagusnya ia jago di transfigurasi—tapi ia lebih suka menghadapi naga sekali lagi daripada bertengkar dengan pacarnya.

“Teman-teman, aku benar-benar minta maaf untuk apa yang akan kulakukan. Dan omong-omong, Aubree bukan mantan pacarku. Dia memang pacarku, cuma sedang marah saja.”

Ben dan Jared berpandangan sekejap. Yang terdengar selanjutnya adalah, “Apaan, sih, Jared?!” tahap dua yang membuat Profesor Flitwick perlu mengeluarkan murid untuk kedua kalinya.

°

Tak perlu sukar menebak untuk menemukan ke mana perginya Aubree. Rumah kaca. Anak-anak Hufflepuff memang suka sekali Herbologi, apalagi Aubree. Cedric sering menduga kalau alasan sebutan itu diberikan karena fanatisme pacarnya pada tanaman.

Cedric melewati kebun sayur dan masuk ke rumah kaca nomor tiga, tempat tanaman-tanaman yang unik dan berbahaya diletakkan. Persis di bagian Mandrake, Aubree tengah mengenakan penutup telinga dan memindahkan beberapa tanaman berjambul keunguan itu ke pot lain. Untung Mandrake-nya belum begitu besar, kalau tidak Cedric bisa tewas mendengar jeritannya. Segera ia mengambil penutup telinga dan menderapkan langkah mendekat.

Menyadari kehadiran Cedric, Aubree jadi agak bersungut-sungut. Ia menghentikan kegiatannya sejenak untuk melemparkan isyarat “Minggat sana!” sebelum mendelik sebal.

“Aku sudah mengorbankan Macmillan, lho, untuk bisa sampai di sini. Masa bicara denganku saja tidak mau?”

“Apa, sih, maumu?”

Cedric menarik dua kursi lalu melafalkan “Duduk” tanpa suara. Aubree menangkap senyuman separo Profesor Sprout dari rumah kaca sebelah, jadi daripada menyuguhkan tontonan tidak berkualitas sama sekali, lebih baik dia mengikuti kemauan Cedric dan melepas penutup telinganya.

“Jadi?”

“Kautahu kalau anak-anak asrama mengatakan kita sudah putus?”

Aubree mantap mengiyakan. “Bukankah begitu kebenarannya?”

Cedric mengikuti intuisinya. Ini pasti soal Triwizard. Dia masih ingat perdebatan di ruang rekreasi hingga larut malam. Mungkin karena penghormatan terhadap Prefek, tak seorang pun menegur mereka untuk tidur. Aubree mengatakan banyak hal—yang sebenarnya hanya berorientasi pada satu bahasan—menginginkan Cedric untuk berhenti, karena berhati-hati agak tidak mungkin. Dan inilah hasilnya, mereka bertengkar.

“Aku mengerti kau khawatir, tapi ini bukan turnamen yang bisa kutinggalkan begitu saja, Bree.”

“Dan aku bisa, mudah saja melakukannya.”

“Pikirkan soal Kementrian Sihir, Dumbledore, reputasi Hogwarts, terutama ayahku. Aku bisa saja dilemparkan ke Azkaban.”

“Tentu saja itu lebih baik daripada menawarkan diri untuk dibunuh.”

Aubree tahu betul kalau Cedric—dengan segala kecakapannya—mampu menyelesaikan tantangan-tantangan Triwizard. Ilmu Transfigurasinya nomor satu, wawasan soal mantra sihirnya pun tak bisa dihiraukan. Kalau-kalau butuh terbang dia tak perlu khawatir karena sudah menjadi kapten sekaligus Seeker Hufflepuff untuk Quidditch sejak kelas lima. Tapi rasanya ada yang bakal tidak beres saja.

“Dengar, Bree. Ini akan mudah. Kita akan menghadiri pesta dansa Natal, lalu aku menyelesaikan tantangan di danau selama satu jam, dan menghadapi tantangan yang terakhir. Semuanya akan segera berakhir, oke? Dan aku akan baik-baik saja.”

Memang terdengar lebih menjanjikan kalau Cedric yang mengatakannya. Profesor Sprout—yang diam-diam menguping—pun mengacungkan dua jempol padanya.

“Kira-kira kau akan lebih aman tidak kalau aku menarik Mandrake ke luar sekarang?”

Cedric mengendikkan bahu. “Mandrake itu penangkal racun, bukan penyebar racun. Bijaksanalah, Bree. Aku ini hebat, tenang saja,” guraunya.

“Dasar tukang pamer.”

“Jadi kita baikan ya? Sudah boleh, ‘kan aku memberitahu yang lain kalau aku sudah mendapat pasangan ke pesta dansa?”

Atensi Aubree teralihkan ketika sekelompok gadis Ravenclaw kebetulan melintas di depan rumah kaca. Oh, tentu saja mereka memerhatikan Cedric.

“Kita kenal sejak kelas empat, dan kau masih sempat-sempatnya berpikir kalau aku akan berkoloni dengan menari?”

“Masa aku datang sendirian, Bree? Tega sekali, sih.”

Bertepatan dengan itu pandangannya bertemu dengan Cho Chang, gadis Ravenclaw kelas lima yang Aubree rasa sejak tadi sudah memperhatikan. Dia pasti berharap Cedric akan mengajaknya.

“Bagaimana dengan Cho Chang?”

Cedric terlihat kecewa. “Yah, Bree, aku, ‘kan mengajakmu.”

“Ajak Cho dan kita baikan. Setuju?”

Tak ada sahutan.

“Diggory, tolong, dong! Pestanya malam ini.” Lawan bicaranya masih membisu. “Begini saja, begitu pestanya selesai temui aku di ruang rekreasi. Akan kubayar penolakannya. Bagaimana?”

“Itu baru namanya kesepakatan. Setuju!”

°end

  • I don’t own anything, except for some character.Harry Potter belongs to J.K. Rowling.
  • Sekiranya sesama Potterhead bisa memaafkan nabil yang bikin ff model gini yang ga harry potter banget
  • Yay! Tugasku sudah tuntas
  • Cedric ❤ ❤

 

 

Advertisements

19 thoughts on “[Writing Prompt] The Yule Ball

  1. OH MAN YOU HAVE NO IDEA HOW MUCH I ADORE THE TWO OF THEM!!!!!

    Aku tuh baca ini, ya Allah mas Cedric, udah bikin tiga chaser gryffindor cekikikan saking gantengnya, punya pacar DAN NAMANYA AUBREE HOW LOVELY?????? terus pengertian banget gila pokoknya aku larut banget!! tapi tuh semanis-manisnya ini, ini pait banget bil:( karena janjinya cedric gak terlaksana:( karena dia meninggal:( ya Allah sedih banget ini (iya terus ini daritadi muter lagunya adele yang hello heuheuheu) ini cantik dan aku suka hufflepuff dan profesor sprout memang paling top! Jadi aku suka ini ❤ Mau dong punya cowo kayak cedric, tapi jangan mati muda yaaa!!!!!

    p.s : sering-sering bil bikin hp!au!!! ini baguuuuus

    Like

    1. WAAAA MBADHIIILLLL ❤ ❤ ❤ nabil juga sangat cinta merekaaa wahahaha

      gantengnya cedric emang melebihiii batas normal yhaaa :))) nabiil jugaa suka nama aubree. hayuuk ah kerjasama kita culik cedric dari j.k biar ga jadi mati hohohoo

      terima kasih sudah mampir mbadhiiil

      p.s sering-sering buat kalau mbadhil jugaa sering-sering buat hehee ❤

      Liked by 1 person

  2. Saya gatau koreksi ini bakal bener atau nggak ((koreksi macam apa coba kayak begini))

    Silahkan, kalau gak salah seharusnya silakan. Menggendikkan saya gatau sih, tapi kalau gak salah mengendikkan (tapi inimah gak yakin, hehe), sama satu lagi yang gak yakin itu seharusnya memperhatikan atau memerhatikan. Soalnya huruf P berlaku penasalan, jadi aku kadang masih bingung juga.

    Buat ceritanyamah, ADUDUDUDUDUUUUH bikin pengen nonton lagi HP plis 😁 kebayang lah gimana ceritanya itu ngalir, karena mungkin sebelumnya udah nonton HP dan pas baca cerita kebayang aja kaya gimana suasananya. Unyu banget woooow :3 apalagi yang waktu pake penutup telinga di rumah kaca, berasa nonton filmnya lagi :’3 kangen Daniel Radcliffe duh.

    Bil, sebentar lagi saya bakal ditinggal lama sama mama dan bapak. Pajama party di rumah saya sambil nonton HP yuk :’3

    Like

    1. JUUUULLL ❤ koreksiaannya gomawoo pisan laah, you are da beeesst

      iyaa iihhh nabil juga kebayang pas nulisnya ;))) pengeen nonton lagi jugaaa ❤

      hayuuulah caw kapaan wahaha. mau pada ke mana jul? umroh?

      Like

    2. Cenahmah akhir juli angkatna, atawa awal agustus. Mau berganti status cenah, pengen pake H wkwk kasian saya di rumah ada bahan sendiri kalau hari biasa :’3 siapin HPnya ya wkwk

      Like

    1. halo nabil, aku kembali membawa segenggam janji (tsah) (dangdut abis)

      ANYWAY ANYWAY THIS IS TOO CUTEEEEEEEEEEEEE. aduh duh kenapa sih anak hufflepuff itu anget-anget semua. cedric lah, tonks lah. teddy lupin lah, huehuehue. TERUS JADI SELAMA INI CEDRIC PUNYA PACAR….. akh aku pundung dulu lah. mas ganteng ini kenapa menarik sekali, sih. tapi jahat ya mereka jadiin cho chang taruhan—padahal pas cedric mati cho chang galau abis sama cedric. dasar php. hmph!

      tapi aubree-nya so adorableeeee ❤ berantem tapi ngorbanin orang lain. CEDRIC-NYA JUGA LAGI. adegan di dalam rumah kaca itu lho, bil… aduh, aku ga kuat banget. lucu-lucu manis. dua-duanya pengen kucubit gemashhhh.

      setuju sama kata dhila, kamu sering-sering bikin hp!au, dong! ini lucuk parah, apalagi kamu ngambil side character yang biasanya ga dapet spotlight (prompt, prompt) cx semangat terus yaa, nabilll :))

      Liked by 1 person

    2. Kakk eviiiin ❤ yukk ah dangutan doeloe

      Waduuu, sepertinyaa banyak yang pundung karena mas cedric punya pacar wahahaha :)) cho chang kasihaan memang 😦

      sebenernya karakter mereka di sini nabil research dulu sifat-sifat hufflepuff kaya gimana sih? jadi terlahir laah karakter aubree hihi.

      kak evin juga ikutt doong. yuhuuu spotlight spotlight

      terima kasih kakk eviin sudah mampir ❤

      Like

  3. Aduh, twistnya lebih kejam karena Cedric wafat. Si Bree pasti nyesel karena nolak ajakan dansa Cedric untuk yg terakhir kali. Trus berasa kasian bnget sama Cho Chang yang jadi pelarian, waks /ngenes/ Udahlah, Nabil, ini ambyar skali. Aku sempet nangis di scene Harry meluk Cedric yg udah tewas. Jadi nano2, ambyar byar ;w;

    Like

  4. NABIIIIL WAAAA WHY INI SANGAT ADORABLE SEKALIIII :’) meni nervous gitu ih bacanya. aubree iyain gak yaaa, iyain gak yaaa wkwkkk. bener kata fatim, sedih banget pasti si aubree waktu terakhirnya cedric-nya mati, terus kasian cho chang cuman jadi pelarian hahahaha xD anw dari kolase yang kamu kasih di atas kegambar banget lho aubree-nya di aku haha, cuman mukanya masih samar-samar sih wkwkk. yang penting gaya rambutnya sama kayak yang di paling ujung kanan bawah hahaha. sukaaaaa ih :)) keep writing yaaaah nabiiil.

    Like

    1. KAK PIKEUUU, NABIL NUNGGUIN KAK PIKEU KOMENTAR MASA? HIHI 🙂 soale ff harry potter pertama di sini kan punya kaka hoho. “Berhasil ga ya? Berhasil ga ya?” Akhirnyaaa bacaa jugaa hihi.

      Nabil ga yakin sih ini ada “pink” nya, “spotlight” nya juga takut gak keliatan. Tapi makasih udah mampir kaa pikeuu ❤

      Like

  5. Nabil, nabil! Hi! Telat gak aku bacanya? Hahaha.

    Langsung ke part favorit aja deh, ini: “Yah, Bree, aku, ‘kan mengajakmu.” & “Ajak Cho dan kita baikan. Setuju?”. MASA GEMES BANGET SAMA CEDRIC PLUS AUBREENYA DI SITU. Dan Robert Pattinson di film tuh love banget 💝💝 buat tulisan sendiri, aku suka bil, santai dan gak saklek (kayak kamu biasanya lah) 👍

    Keep making something ya! 🙂

    Liked by 1 person

    1. Kalau kak sher mah setelat apa juga diladenin koook sama nabill hohoooo :)) iyaaa robert pattinson emang kereeeen banget disiniiii heeehee

      terima kasih ka tariii sudah menyempatkan waktu ❤ lufff luff

      Like

  6. NABIL!
    Aku termasuk golongan potterhead yang telatnya gak ketulungan nih HAHAHAHA
    dan satu-satunya scene yg bikin aku mewek parah dari semua seri Harpot ya pas Cedric-nya mati (NAH MALAH CURCOL)
    Jadi pas ketemu fic ini tuh (iya iya telat banget telat), rasa bapernya jadi terobati. apalagi ada tambahan Aubree x))

    Selalu suka deh sama tulisan nabil. khas-khas teenlit terjemahan gitu ugh enak banget ngikutinnya x)
    keep writing yaaaa

    Liked by 1 person

    1. KALIA!
      Selama masih termasuk golongan yang benar, tak apa ka HAHAHA XD
      NAH IYA! Cedric itu bukan cuma idola ciwi-ciwi hogwarts, kita juga naksirr makanya pas mati sangat disayangkan sekali :(( TJIE BAPER TJIE, awas loh diharkosin /eh

      uwaaaa, makasihh kak liaa ❤ walaupun kumasih jauh sekali dari itu :') kak lia juga semangat nulisnyaa :))

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s