[Writing Prompt] Of Brian Anders McClain and His Universe

tumblr_ndzrabPdmI1tiyj7vo1_500

by futureasy

Based on Prompt: Ingar-bingar

Brian McClain punya satu pertanyaan besar tentang bagaimana dunia berkonspirasi dalam suara. Dia sudah sangat yakin ada lantunan elegi baru setiap waktunya, mengisi seluk-beluk pengindraan sampai si empunya mengeluh penuh. Penuh atas kekacauan, sesak akan gempita. Delapan belas tahun hidupnya dihabiskan bermandi suara, apa pun itu, mencari tahu sebanyak mungkin, sampai suara dari dirinya sendiri jauh di dalam tanah. Laksana Hades.

Brian punya satu jawaban simple buat pertanyaannya.

Selanjutnya, dia ditemukan tewas.

.

Keluarga McClain tinggal di Broadway Ave No. 11, kedua orang tua bekerja, dua anak bersekolah, satunya tidak. Brian Anders mendengar banyak sekali pertanyaan atas dirinya, baik dari beberapa relatif, pun tetangga penggemar gosip. Bukan jadi rahasia lagi kalau Brian selalu menjawab dengan kepala menunduk. Tapi toh Liam—anak sulung dari tiga bersaudara itu—selalu bisa mengatasi pertanyaan-pertanyaan semacam itu.

“Brian butuh waktu, mungkin semester selanjutnya?”

“Kami sepenuhnya mendukung keputusannya. Saya harap Anda pun tidak repot-repot berkeberatan atas hal ini.”

“Hanya—sorry, saya sedang sibuk. Obrol lain waktu?”

Delapan belas tahun. Brian hidup hanya selama itu. Dia dan Aidan bahkan belum sempat menjalankan rencana mereka bertiga untuk liburan bersama dengan sempurna.

Well, kita memang tidak berniat buat menyewa kamar, kan? Kurasa tidak ada yang dirugikan.” Aidan—si bungsu—angkat bicara. Liam di kursi kemudi mengusap wajah sarat lelah. Hari itu malam kedua setelah Brian ditemukan tewas, terjun dari ketinggian lebih dari empat meter, di jurang terdekat dari lokasi mobil mereka parkir. Iya, itu hari pertama liburan mereka. Pertama kali ketiganya bepergian seorang diri, tanpa tujuan, libur yang telah ditunggu sejak Liam bahkan belum bisa menyetir mobil.

Tidak ada pesan, pun omongan orang yang hendak bunuh diri. Pria itu masih santai, mengikuti kebiasaannya yang pendiam, dan masih sempat menganggukkan kepala kala Liam bertanya apakah dia lapar. Tidak terduga.

“Kau lihat rupanya terakhir kali?”

Aidan mengangkat bahu, mata terpancang pada satu titik yang Liam tak tahu entah apa. “Dia duduk di pinggir jurang itu sejak kita sampai, Liam. Kupikir bagus untuknya, menikmati semilir angin, ‘kan? Brian selalu suka duduk sendirian, ‘kan? Lalu tahu-tahu, syut, dia meluncur.”

Sulit untuk menerima fakta bahwa si anak tengah bunuh diri. Maksudnya, dia memang selalu menghabiskan waktu sendirian ketika Liam dan Aidan pergi ke sekolah, dan terbiasa tidak membuka suara di mana pun itu. Tapi mereka saudara, selalu tahu apa yang terjadi di antara satu sama lain. Di situ, Liam merasa dirinya telah gagal. Manik hijaunya menelaah tepian jurang tempat Brian menjatuhkan diri, kini ditandai garis polisi, sekitar lima ratus meter di depan sana. Aidan, rambut hitam semrawut, mengunyah keripik tortilla dalam bisu.

“Apa kau pikir dia pernah bahagia?”

Liam tidak menjawab, malah mengadu kening pada setir di depannya. Mereka sungguh berantakan.

.

.

.

Aidan James McClain melihat kematian kakaknya dari jendela mobil. Pemuda bermata biru itu menundukkan kepala—tipikal Brian, kakinya menendang-nendang lemah, kemudian matanya bersirobok dengan iris hijau Aidan begitu dia tersenyum.

Aidan ingat matanya membeliak saat itu, karena, well, Brian tidak pernah tersenyum untuknya. Mana tahu itu berlangsung dua detik sebelum tubuh kakaknya menjatuhkan diri ke bawah sana, jurang yang gelap, yang bebatuannya saja membuat Aidan merinding.

“Kau tidak tahu jawabannya, Liam?”

Aidan melirik sosok di kemudi ketika dia menaruh bungkus keripiknya, lantas menjawab pertanyaannya sendiri, “Pada dua detik terakhir itu, kurasa Brian sudah bahagia.”

.

.

Mereka pulang membawa duka, malam hari ketika kedua orang tuanya sudah sampai terlebih dahulu. Tidak ada bahu yang berguncang, semuanya toh sudah dikabarkan. Ibunya memijat keningnya sendiri, duduk di sofa ruang tengah, kepala bersandar pada sang suami.

Barangkali itu suara duka yang terpendam, sehingga keesokan paginya, ketika Liam mengunjungi kamar Brian yang begitu lengang, dia sekonyong-konyong paham. Lebih tepatnya, kumpulan notes di dinding yang membuatnya mengerti.

.

.

.

“Bilamana duniaku berkonspirasi dengan duniamu, bisakah keduanya membentuk harmoni?”

—Brian Anders, to the whole nature.

.

.

.

“Heningnya ruangan memberitahumu a) bahkan angin mampu berbicara, b) kenyamanan darinya lebih besar dibandingkan suara asli orang-orang itu, c) buat apa mendengarkan dunianya khalayak ramai, kalau isinya bukan hiburan?”

—Brian Anders, to all the people he met before, and the people he hasn’t met yet.

.

.

.

“Aku tidak butuh sekolah, ‘kan, Bu? Aku tidak perlu universitas, ‘kan, Yah? Aku tidak perlu berbicara untuk jadi saudara kalian, ‘kan, Liam, Aidan? Aku tidak perlu mengucap kalau aku terperangkap ingar-bingar, bukan? Katakan, ya.”

—Brian Anders, to the McClains.

.

.

.

“Kalau kau mencari ingar-bingar, sebetulnya dia tidak perlu dicari. Di kamar ini, di balik dinding, di seluruh dunia, di seluruh kesunyian ruang, bahkan seorang aku telah menemukan ingar-bingar.”

.

“Harapanku sebelum mati, bisakah ingar-bingar yang mencabut nyawaku?”

.

“Ini krusial, aku delapan belas tahun, dan aku bahkan belum pernah mencurangi monopoli.”

.

“Aidan dan Liam mengajakku liburan.”

.

So let me cheat them.”

.

“Hitung mundur kecurangan pertama.”

.

Bro, sorry, tapi aku mau libur duluan!”

Yours Sincerely, Brian Anders.

Fin.

A/N:

  • Perkenalkan McClain Brothers!
  • Credit pict from rebloggy
  • Well wish me luck for the upcoming university’s test:)
Advertisements

20 thoughts on “[Writing Prompt] Of Brian Anders McClain and His Universe

  1. MBAK FUTUREASY KOK INI BAGUS BANGET SIH?

    mbadhiiiiilll miris 😦 paduan kalimat-kalimatnya kaya nyuruh yang baca buat ikut mikir. bahasanya ga terlalu berat, apalagi ada selingan joke

    “Ini krusial, aku delapan belas tahun, dan aku bahkan belum pernah mencurangi monopoli.”

    ampuuun mbadhiil syudah pro sekaleee ❤ kutunggu serinya merekaaa yhaaa

    Like

    1. SLMNABIL HAI KAMU 😉

      hehehehe yah maaf jadi harus mikir:((( tapi im glad you like it ❤ haha yas, brian emang anaknya lovely buat ditulis jadi aku gabisa ganyelipin line itu!!! X) anyway, thanks ya nabil udah baca, suka dan komen ini! AYO LANJUTIN HOGWARTS!AU NYA!!!

      Like

  2. MBAK FUTUREASY KOK INI BAGUS BANGET SIH? (ERTEIN NABIL)

    HIdup McClain Brothers! Sukses banget kamu dhil menghidupkan karakter-karakter mereka xD
    Gaya bahasa kamu topmarkotop dah, bikin hanyut bangeet dhil. Nyante+serius gitu HAHAHA. Suram-suramnya juga dapet banget!
    Kumpulan notes-nya Brian bikin aku yang ‘astaga.astaga.astaga bocah ini ya adha-adha ajha’.

    “Bro, sorry, tapi aku mau libur duluan!” —- antara mau horein atau prihatin 😦

    POKOKNYA INDAH BGT INI DHIL!
    Keep writing ya. yang banyak!!!! hehehe.

    Like

    1. KAKLIA HAIIIIII HAHAHAHAHA Hayooo aku panen dipanggil mba lohyaawwwX)

      YAHU HIDUP MCCLAIN BROTHERS. Huhu gacukup jonas brothers doang yang bikin hati para gadis bongkar-pasang ❤ Yeayyyy aku seneng kalo pada suka merekaaa, soalnya aku juga suka lol XD Im glad, thanks kaaaaak. ini juga mungkin efek dari baca buku-buku kiriman kaklia sehingga aku jadi makin banyak pengetahuan karakter dan imajinasi???HAHA thankyouuuuuu kaaaaaak 🙂 😀

      Kaklia jugaa! keep writing!

      Like

  3. Hello, Mbak. Ini Cherry 94line. Salam kenal 🙂
    Ini pertama kalinya aku baca tulisan Mbak, apa ini juga pertama kalinya Mbah ngepost di Ws?
    Aku seneng banget sama tipikal tulisan2 kayak Mbak gini. Pendek dan nendang, tapi masi bisa dicicip keindahannya. Kepingin banget punya gaya macem gini, hehe

    Tiga bersaudara ini ngingetin aku sama sepupuku. Persi tiga cowok juga. Aku ga punya saudara kandung, jadi selalu suka merhatiin hubungan mrk dan sempat kepingin ngangkat mrk ke tulisan xD
    Brian ini, orang pendiam emang selalu punya kejutan. Kadang pemikirannya unik dan belok dari orang kebanyakan (aku jg pendiam xD ) Apa dia sebegitu kesepiannya dan pengen bebas sampai berani terjun?
    Oh, ya, aku pernah baca nama Mc itu identik sama Skotlandia. Apa mrk dari Skotlan?

    Liked by 1 person

    1. Halo kak Cherry salam kenal aku Dhila! 😀 jangan formal formal kak hahaha panggilnya dhila ajaaaa~

      Ini kali keduaku ikut event di ws, kaak! sebelumnya aku ikut first prompt event hehe. Thank you kak Cherry, aku seneng kalo kakak suka tulisannyaaa.

      WIIH!! Sepupu cowoku cuma satu :’D Angkat aja kak hahahahaha. Yosh, sepertinya kak Cherry memahami Brian very well yaaa. Simply karena dia udah nemu jawabannya sih, kak, kalo ingar-bingar itu sendiri sebenernya udah bisa dia temuin bahkan di tempat tersunyi sekali puuuun. And yap, keluarga McClain emang originnya dari skotlandia tapi aku belom mutusin mereka gimana. Apakah cuma keturunan aja dan sekarang udah ga di skotland lagi atau masih. Soalnya nama mereka itu Irish tiga-tiganya. Jadi yah, mungkin kalo aku nulis mereka lagi baru dapet gambarannya? haha since di us juga possible.

      Makasih kak Cherry! See u! 😀

      Like

  4. HUWAAA! Sudah lama sekali sejak terakhir baca cerita kamu Mbak Dhil 😜 dan aku di sini dibuat… speechless dan mikir. Speechlessnya karena meskipun pilihan kata kamu nggak berat, tapi ini tuh AW banget! Ibarat makanan favoritku, nachos, ini tuh crispy-crispy bikin lumer HAHAHA. Dan soal mikir, aku wondering dengan “jawaban simple dari pertanyaan” Brian tapi setelah aku telaah lagi jawabannya sendiri kamu jabarkan dengan tersirat/? Karena di kepalaku sendiri aku menemukan “maksudnya” tapi aku nggak bisa menjabarkannya. Pada akhirnya aku paham Brian memilih bunuh diri dan tidak ada ketidakwajaran mengenai itu kalau menilik pikiran-pikiran Brian yang kamu selipkan di atas. Correct me kalau salah, karena aku sendiri masih belum bisa melepaskan Brian dan Aidan dan Liam dari kepalaku 😁 anyway ini ada serinya? Kalau ada kamu harus kasih tahu aku ya! /maksa

    Maaf gak komen pake wordpress soalnya via hp Dhil, suka error hihi

    Liked by 1 person

    1. FIRA YOU CAME!! Aku seneng sekaligus grogi dan thankful waktu kamu mau baca ini (apalagi komen ini) soalnya udah lama banget since kamu baca tulisanku???? dulu aku alay banget aku gatau sekarang masih alay atau engga?? hahaha.

      YOHO NACHOS! Kamu bener kok fir! Jawabannya brian itu tersirat dan tidak tersirat sih aku malu banget harus pake notes buat ngungkapin itu hahaha. tapi ya, sama sekali ganyalahin brian atas keputusannya buat bunuh diri.

      Nahitu aku belom tauuu XD soalnya hm, ini nulisnya juga panggilan alam sih fir! HAHA tadinya aku punya set cerita yang beda buat mereka tapi tautau aku dapet ide terus langsung ketik eh jadi :””)

      Woles! Sumpah aku gapapa dikomenin via apa aja hahahaha. Thanks fiiiir udah ngeluangin waktu baca iniiii. Dan yap, nanti kukabari kalo aku buat mereka lagiii 😀 SEEU!!!!!

      Like

  5. DHILA OMG WHY INI SANGAT MENYENTUH WHY HUHUHUHU. AKU DARI AWAL UDAH YANG NAHAN-NAHAN BUAT NGGA TERLALU EMOSIONAL TAPI GIMANA DONG INI BAGUS BANGET BIKIN HANYUT BACANYA, BIKIN YANG PENGEN PUKPUKIN LIAM SAMA AIDAN, BIKIN YANG PENGEN GEGULINGAN GARA-GARA NOTESNYA BRIAN DI KAMAR HUHU. oke matiin kepslok dulu :((

    aku suka banget bahasanya, like, nyantai but nyelekit di waktu yang sama. kebayang banget di aku jenis mobil si liam sama aidan, terus suasana mereka berdua pas lagi ngobrol di situ. kebayang banget gimana mereka tuh kayak yang bingung, terus gimanaaaaa gitu keilangan sodara mereka ya allah :(( TERUS PAS MASUK KE KAMARNYA BRIAN DONG UDAHLAH AKU MO DIEM AJA TOO MUCH FEELS HEU 😥

    dhilaaaa ini bagus banget banget bangettttt sampe sejuta kali. pokoknya aku sukaa. kalo ada tombol like seribu bakal aku klik satu-satu pokoknya. yokshi as expected from futureasy. semangat ujiannya! kamu pasti bisa! x) dan keep writiiiiing!

    Liked by 1 person

    1. KAKFIKA HALO AMPUN KAKAK AMPUNI AKU ATAS SEMUA INI!!!! MARI KITA PUKPUK BERSAMA KAK SOALNYA AKU SEEMO ITU SAMA MEREKA HUHUHUHUHUHUHUHUHUHUHU.

      :’)

      UYEAH hamdalah soalnya aku bingung mau deskripsiin mobilnya gimana since aku gatau apaapa soal jenis dan brand mobilhahahaha kakfika emang top :’)

      Hehe makasih kakfika! Wah aku wordpress update sedikit aja udah gakuat gonta ganti widget gimana kalo mereka sediain updatean berupa more-than-one-likeXD SEMOGA ADA YA SOALNYA AKU JUGA MAU NGELIKE PUNYA KALIAN SEMUA DENGAN BANYAK SEKALI LIKES KALIAN AKAN KEBANJIRAN!!!!!

      Thanks again, kakfika! Yolsimihageseumnida! Hahahaha 😀 see u! this is so lovely okay huhu i love you kak

      Like

  6. aduh ini apa yang musti dikomentarin yak? maunya sih cuma ngetik “HUAAAA DHILA INI KEREN TITIK!’ doang tapi takut dinuguyain sama kamu hahahaha. parah diksinya tuh ya cantik banget, menghanyutkan, cocok dengan plotnya. karakter brian juga penuh misteri, dan note terakhirnya sukses bikin aku menghela napas panjang. ada-ada aja deh diaaaa :(( ini keren sekali udahlah ya aku fans kamu nomor 1! eh nggak, lebih maju lagi, nomor 0!!!!

    Liked by 1 person

    1. KAKNISA HAVE NO IDEA SEBERAPA AKU KANGEN DIRINYA (hug) (hug) (hug) (gelendotan) (gamau lepas)

      Jadi to be very honest kak, aku tuh kaget pas tau kaknis pennamenya jadi ADelma! Huhu quite contrary ya kak hu dhila hu katanya kangen tapi masa baru tau! tapi emang baru sadar :’))))

      APAAN DINUGUYAIN SIH IH KAKNISA YA BENER BENER!!!!!!!!!!!

      Hamdalah ini semua berkat tulisan-tulisan kakak semua yang menginspirasi dan mendidik si kecil dhila untuk menulis dengan gayanya masing masing aw I LOVE YOU ALL!!!! Iya brian 😦 Apa gak ada orang di rumahnya yang main ke kamarnya apa:( apa aku aja yang main ke kamarnya HAHAHAHA!

      huhu aku kayaknya gaperna baik dalam menanggapi pujian tapi THANK YOU KAKNISAAAAA!!! KALO KAKNIS FANS AKU TERUS AKU JUGA FANS KAKNIS MAKA KITA DISEBUT APA KAK!!!!!! (hug) (hug) (hug) ❤ ❤ ❤ ❤ POKOKNYA AKU SNENEG BANGET TAU INI KAKNIS YAAMPUN AKU SENANG WHY SO LATE DHILA HUHU ❤ ILY KAKNIS!!!!! SUKSES TERUUUUUUUUUUS :*

      (and yes, this is so lovely)

      Liked by 1 person

  7. yeokshi my dearest twinnie aku pengen teriak-teriak dulu karena HEI KAMU NGIRIM FIKSI KE SINI WOAAAAAAAAAAA DAN INI BAGUS BANGEEEEEEEEEET! AKU BISA APA MENGHADAPI KAMU YANG SEBAGUS INI 😦 hanyalah rempah-rempah. I’M SO PROUD OF YOU, DEAR ONE! (kiss kiss hug)

    aku ambyar seambyar-ambyarnya dan masih belum mengerti motif bunuh dirinya brian, sih, tapi sumpah ya dhila sayangku, ini tuh nampol sekali. kamu sekali lagi menulis dengan kepekatan dalam kalimat-kalimatmu yang super apik itu, bikin aku cuma bisa baca sambil mangap sambil berharap kamu mau ngajarin aku gimana cara nulis se-charming ini. sumpah deh, fiksi ini misterius dan tidak terpecahkan (seenggaknya buatku yang dodol ini) tapi menarik buat dibaca dan punya kesan sendiri di hati. TWINNIEEEEE YOU’RE DOING SOOOOO D4MN GREAT! ❤

    but, for the records, aku suka banget adegan brian mengeksekusi dirinya sendiri. gimana dia tersenyum dan syut—bye-bye, dek. dia itu bener-bener extraordinary character sampe aku ngira dia setengah… ga waras? huh, maafkan aku dhil. i'm sure you have a great explanation on this masterpiece.

    yeaps, semangat terus, national treasure! aku bener-bener ngerasa beruntung bisa kenal sama kamu. kamu hebat sekali. aku sayang kamu! keep writing, my twinnie! ❤

    Liked by 1 person

    1. TWINNIE BINNIE EVINNIE!!!!! ❤ ❤ ❤ First of all, why r you so lovely huh I CAN'T SEEM TO ANSWER THIS SUPER LOVELY COMMENT YOU KNOW!!! Thank you ;;;;;; Kamu rempah-rempah berarti bernilai tinggi oke kamu atiati kamu diincar penjajah! x))) Kamu rempah-rempah aku mah apa atuh, melinjo kering??? HAHAHA

      (kiss) (kiss) (hug) (hug) (hug)

      Huhu maafkan aku kenapa sih aku tuh kalo nulis selalu susah dimengerti:( dasar wanita:( tapi motif bunuh diri brian kurang lebih karena dia udah menemukan ingar bingar bahkan dengan keadaan sesepi apa pun itu sih viiin. kayak he has a million thoughts running through his head and he thought, oh it's okay, there' no point to bersosialisasi sama orang lain dan mencari ingar bingar orang di kepala dia sendiri aja udah berisik. jadi dia yah, mengakhiri hidup, mencari ingar bingar lainnyaa.

      X) What charming, yours are more charming! okay, let's say we all have our own charms?? case close?? haha (hug) seriously this is so lovely kamu gatau aku senyum senyum terus tiap baca komen ini!!!!!!! why are you so lovely (2)

      IHI AKU JUGA SUKA BAGIAN ITU! Paling suka! bayangin brian tatap-tatapan sama aidan terus dia syut JATOH MAS YAMPUN MAS JANGAN! the three of them are very charming dan aku nulisnya sayang banget sama tigatiganya x)

      It's me yang beruntung ketemu kamu! we share a lot of interests and we share the same month of our birthday! bersyukur banget ketemu kamu, viiin. thank you for being my dearest twin and all ❤ ❤ ❤ oh, how lovely is this! loveyaaaa ❤ ❤

      Like

  8. DHILAAAAAAAA

    gila aku cengo tau gak baca fic kamu :’) ini dae to the bak. daebak. bener-bener epik aku naksir banget sama diksi kamu :”’) judulnya juga terkesan mewah kalau bagi aku hahaha x)

    walaupun sebenernya aku juga masih belum 100% paham sama cerita kamu ini (biasalah suka lemot orangnya ;_;) tapi gimana ya ini bikin aku merinding sama karakter brian yang misterius. eksekusi ceritanya juga gak ketebak. posternya juga mendukung banget buat visualisasi cerita kamu. ahhhh pokoknya kamu juara lah dhil bikin cerita beginian! salut!!

    keep writing ya & sukses sbmptnnya! kamu pasti lolos lah ❤

    Liked by 1 person

    1. KAKSARI HELLO! HEY SEOULOVELY HOW I MISSED YOU!

      kangen komen kakak :’) makasih udah main ke sini, kaaaaak! ❤ sukses terus kak sari! beneran deh aku kangeeeeeeeen. hehehe, dahaengida! :))

      no no no no its not you, the problem is my writing.x) brian itu udah nemu ingar bingar bahkan di tempat tersepi sekali pun kaaak. jadi dia kayak yg 'yaudah lah ngapain lanjut hidup. toh sendirian juga udah rame' terus syuut meluncur deh dia :') MAS BRIAN KENAPA KAU LAKUKAN INI MAS!!

      Hihihi! syukur kalo kakak sukaaa ❤ ❤ ❤ Yep! sukses terus juga kak sari!!! aamin, semoga ya kak. aku sih firasatnya gadapet hahahahaha. nonetheless, thank you kaksariii ❤

      Like

  9. HELLOOOOO KAKPUT! Its a pleasure to have you here, in my comment section X) thankyouuu~

    Ah, aku bingung deh sama si indra indra ini XD awalnya aku nulisnya indera, kak. terus aku iseng cari di kbbi, in case salah kaaan, dan beneer! ternyata ‘indera’ itu bentuk gabakunya ‘indra’. terus aku lanjut cek ‘indra’ barulah dapet artinyaa. Jadi kuganti dari indera ke indra. Tapi mungkin aku salaaah, nanti bakal kucari cari lagi kaaaak! thankyouuu 😀

    HIHIHIHIHI WHAT UNFAIR, YOURS ARE MORE BEAUTIFUL XD Thanks kaaak, ini juga karena kakput waktu itu ngasitau aku soal 2nd event jadi aku nulis lagiiiiiX)) Senang rasanya bisa kembali bercengkerama dengan keyboard X) ❤

    Iya, kak, keluarga mcclain nih tipikal yang lempeng lempeng aja gada kelak keloknya dan brian sendirian dan kesepian dan dalam sendirinya itu dia menemukan ingar bingar. jadi menurut dia, wow gapapa loh sendirian juga, toh dia masih bisa denger ingar bingar. ingar bingarnya ini diasumsikan berupa thoughtsnya dia kaaak. brian pas sendirian itu isi kepalanya penuh, makanya ingar. jadi ya, apa poinnya nerusin hidup, dia mau tau (dan dia percaya) apa mati itu masih bisa diimpit ingar bingar. hehehet. and yass, he is different from the other.

    hehehehe thankyou thankyou thankyou! ayeay, i'll! makasih udah main ke sini kaaaaak ❤ seeu, bigsist!

    Like

  10. OH MI GOD. aku terpana sama tulisanmu (( YAAMPUN GILA BAGUS BANGET ))
    Feelnya Ya Tuhan, dapet banget di aku. Aku sampai.. wow, cara kamu bawainnya mantep banget sumpah hwhwhwhw

    Aku pertama-tama nggak ngerti soal Briannya. tapi makin baca turun, eh, si Brian bunuh diri, i feel like, SRSLY?!

    DANNNN, Brian pas sebelum terjun ke jurang, isi senyum ke adiknya itu bikin aku merinding gila. Mungkin kalau aku jadi Aidan bakal trauma takut setengah mati habis peristiwa itu.

    Pokoknya aku suka banget. Keep writing, yah. 🙂

    Liked by 1 person

    1. HAIIIIII! Pertama-tama, aku mau minta maaf yang sebesar-besarnya karena aku baru bales komen kamu yang lovely ini. Karena satu dan lain hal, utamanya karena pada waktu itu aku lagi sibuk-sibuknya dengan kegiatan nyari kampus. Jadi, please accept my apologize, Aras😶

      AND THANK YOUUUUU! Really! Walaupun udah ku-like dari entah kapan, your comment never failed to make me smile 😄 Aku seneng kalo kamu suka ini (hug) (hug)

      I KNOW RITEEEEE! Itu bagian favoritku banget pas nulis ini, karena aduuuuh baper 😦 Aidan be strong! Sama 😦 Aku rasanya gak punya keberanian sebesar Aidan deh kalo ngehadapin situasi kayak gitu 😦 bangga sama si bungsu hahaha.

      Salam kenal ya Aras! Aku Dhila 98l! and I really am sorry for the (super) late reply 😊😊😊 see ya around

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s