[Writing Prompt] Yours is Mine

yours is mine

Prompt: Favorite sweater

By Kryzelnut

.

You give me yours, I give me yours.

.

Sehun tidak tahu apa yang dipikirkan oleh manager EXO hingga memilihkan tiket pesawat yang terbang pada pukul sembilan—malam. Oh, ayolah, ini sudah memasuki akhir musim gugur dimana temperatur pada malam hari akan menyentuh angka rendah yang tidak Sehun sukai. Sekarang saja masih jam empat sore, tapi suhu sudah cukup menusuk tulang. Belum lagi angin yang terus berembus dengan tempo tak tentu—kadang sepoi-sepoi, seringnya sih, kencang. Berada di luar pada masa ini—dalam konteks malam hari—adalah hal yang ingin Sehun hindari sebisa mungkin.

“Daripada kau mengomel terus, lebih baik segera cari baju dan kemas-kemas, Sehun.”

Sehun memiringkan kepala guna menangkap sosok lain di kamar tidurnya yang sibuk dengan koper. Suho masih mengenakan kaus santai dan celana olahraga—indikasi absolut bahwa ia belum sempat bersentuhan dengan air alias mandi sore. Tatapan kesal dilayangkan pada Suho, yang seolah mengatakan Hyung-ini-nggak-pengertian-sekali.

“Aku harus pakai apa, Hyunggg?” balas Sehun dramatis.

Alis Suho terangkat kemudian menyatu, membentuk kernyit akan sikap menggelikan Sehun. Dan bukannya memberi saran tentang apa airport fashion yang cocok untuk malam ini, hanya satu kata yang meluncur dari belah bibirnya. “Ew.”

Sehun memajukan bibirnya, prolog dari rajukan yang—kemungkinan besar—akan keluar sebentar lagi. “Hyung, kau belum menjawabku.”

Mau tak mau, Suho beranjak dan memutar tubuhnya 180 derajat guna menghadap Sehun. Tapi belum sempat ia memberikan saran, berbagai macam barang sudah menyita perhatiannya terlebih dahulu.

Semua lemari terbuka—milik Sehun sendiri, sekaligus miliknya. Gantungan baju bertengger di mana-mana—Suho hanya bisa geleng-geleng saat menemukan salah satunya nyangkut di monitor. Baju tersebar di sana-sini … oke, semua baju Sehun kalau boleh Suho simpulkan. Karena lemari milik yang muda sudah kosong melompong sekarang.

“Astaga, Sehun.” Mata Suho berkedip dalam kurun waktu yang cukup lama, dan Sehun yakin Suho meragukan kesehatan matanya setelah ini. “Kita mau pergi lima jam lagi dan kau mengotori kamarku?!”

“Kamarku juga, Hyung,” sahutnya singkat, padat, dan tidak membantu.

Tangan Suho terangkat, sedikit melakukan gerakan memijat di pelipisnya. Sehun meringis, tetapi rasa bersalah sama sekali tak membuncah lantaran membuat pemimpinnya itu pusing akan kelakuannya.

“Itu nggak penting. Dan—ayolah—kau dari tadi bilang dingin, tapi kenapa masih topless sih?! Sana pilih dan pakai baju, aku mau mandi dulu!”

.

.

.

Tungkai kurusnya membawa Suho ke kamar diiringi senandung kecil. Selepas mandi tadi, badannya terasa lebih ringan dan rileks—terlebih pikirannya. Suho segera menekan engsel setibanya di depan pintu kamarnya. Pita suaranya segera bekerja untuk mengudarakan sapaan, “Sehu—”

“—YA TUHAN, KENAPA KAU MASIH BELUM PAKAI BAJU?!”

Cengenges dari Sehun dilemparkan lagi ke sisi Suho. “He he he, aku baru saja selesai beres-beres—”

“Kamar?” sela Suho dengan mata memicing—berharap menemukan kamar yang sudah kembali seperti sediakala, tapi realitanya masih tetap acakadut.

“Jelas bukan, Hyung,” jawab Sehun bangga, “tapi aku sudah selesai memasukkan baju ke koper.”

“Bagus. Lalu kenapa belum pakai baju?”

Tengkuknya digaruk, meski Suho yakin Sehun tidak sedang mengalami gatal-gatal. “Yah, sebenarnya aku sudah nemu baju yang cocok sih, tapi bajunya yang nggak ada.”

“Kau ini seperti kekurangan baju saja.” Suho lelah dengan alasan yang tak berbobot itu. “Lihat dong lemarimu, masih banyak pilihan lain kalau nggak ada. Memang bajunya yang bagaimana sih?”

Sweater kesukaanku yang abu-abu itu.”

Tidak jelas. “Sweater-mu banyak yang abu-abu. Ciri-ciri lain?”

“Kantongnya dua, pakai risleting.”

Suho sepertinya familiar dengan sweater itu. “Bisa nggak, langsung kasih tahu spesifiknya saja?”

“Jangan dong, Hyung, nanti nggak gereget.”

“Terserah. Lanjutannya?”

“Hadiah dari fansite—”

Suho paham. Ia segera kembali ke sisi kopernya, membuka pin yang diminta dan mengangkat sehelai kain—

Tanpa rasa bersalah, Sehun merebut sweater itu dan mendekapnya. “Nah benar ini, Hyung! Kok bisa ada di Suho-hyung?”

“Ini ‘kan hadiah dari fansite-ku, jadi ini punyaku!”

Sweater dipakai Sehun kilat. “Enaknya—”

“Hei, kembalikan! Itu mau kupakai besok!”

Sehun memamerkan cengiran tengil dan menyahut, “Hyung, ingat part-ku di On The Snow?”

“Yang mana?” Dan Suho dengan bodohnya ikut teralih fokus.

You give me yours, I give you mine.”

“Ingat. Memangnya kenapa?”

“Kalau sekarang ini, you give me yours, I give me yours. Makasih pinjamannya, Hyung!”

.

Fin.

.

  1. Terinspirasi dari foto Sehun waktu pakai sweater Suho hadiah dari fansite. Sebenernya emang sweater itu sih yang dimaskud HEHEHEH. Aku ada fotonya tapi lupa di mana huhuhu.
Advertisements

14 thoughts on “[Writing Prompt] Yours is Mine

  1. HHAHAHAHAHA hai kak Gab ❤
    Sehun gak modal banget pinjem sweaternya suho wkwkwk
    keep writing kak Gab, maaf reviewnya cuma seuprit doang haha

    Like

    1. HALOHAAA. Emang sih ya kayaknya anak ekso paling demen pinjem barang-barangnya holkay punya :’))) No problemo, terimikici udah sempetin baca dan review ❤ ❤ slr ya!

      Like

  2. Huhu Gab friendshipnya kental sekali belakangan aku lagi suka genre friendship huhu :’3 seperti biasa bahasa yang kamu pake tuh santai-santai enak begitu terus adegan-adegannya juga lucu huhuhu kamu suka ya bikin aku ngebayangin dada sehun :’/

    Like

    1. MEYDAAA ❤ ❤ wkwk bikos aku nda jago nulis romance, apalagi yang angst-angst gitu so berakhirlah dengan friendship ((seperti biasa)) sobs. Dada hunni memang menggoda duh Mey, mending kita liatin Baby Don't Cry aja yuk … /NDA. Eniwei, makasih ya udah sempetin baca dan komentar, maap baru bales ;___;

      Liked by 1 person

    1. Suho sebelumnya pasti udah beli kesabaran via lazada banyak :’))) makasih ya udah sempetin baca dan review! ❤ maap baru bales huhu ;___;

      Like

    1. Kak Lianaaa X)) yokshi, emang Sehun sifatnya kayaknya antara kiyut-kiyut ngeselin gimana gitu … HUHU ini pencapaian besar bikos dikangenin sama Kak Liana /nda. Makasih ya Kak udah sempetin baca dan review, maaf baru bisa bales ya ;AAA;

      Like

  3. HAHAHAHA beneran lah hun, sumpah, kaya kekurangan baju banget padahal lemari bajunya pasti penuh kayak apaan tau ._. gabisa bayangin kalo ternyata sehun beneran se-riweuh ini urusan baju, ya allah aku aja kalah riweuh ahahaha. fanficnya fresh banget kusukaaa ehe. keep writing yaaa 😀

    Like

    1. omooo :OOO yes yes sehun kayaknya rempong amat ya, secara dia uhuk-visual-uhuk WKWK. Makasih ya kakfik udah sempetin baca dan komentar X))) maaf baru sempet balesin ;AAA;

      Like

  4. yaampun aku rindu exooooooo. gimana yha ternyata mereka masih selovable itu dan aku gabisa move on :(((

    apalagi di sini tuh… sehunnya unyu unyu kaya sehun di ff tahun 2012 dulu huhu. Gakuat aku. Tulisannya juga ngalir banget kusukaaaa ♥ keep writing ya gabb :))

    Like

    1. HAHAHAHA sama nis :((( adu tapi mereka di monster uhuk gans sekali aku jadi demen semuanya … WKWK yes rindu FF sehun yang nggak cuma jadi pangeran cool, tapi juga bocah riweuh yang ngeselin X) thank you ya udah sempetin baca dan komentar, maap baru bales dan keep writing juga ❤ ❤

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s