[Writing Prompt] Move On

move on

Penname: @andditaa

Prompt: Holding Hands

.

Sore itu, Yeohan cantik sekali.

Yah, menipu sangat kalau kubilang dia tampan, ‘kan, mengingat dia memang perempuan. Um, pengecualian, sih, buat saudara kembar laki-lakinya—si Junghan—yang kau harus tahu, bisa terlihat rupawan versi pria dan wanita dalam waktu bersamaan. Dan menyebut Yeohan jelek juga dusta. Terbukti, ketua divisi pemasaran sudah jatuh hati dan mengajaknya berkencan.

Berterimakasihlah aku, juga seluruh lelaki pada pihak divisi humas yang sedia menggelar HUT perusahaan seperti pesta, sehingga para karyawati bertransformasi bak bidadari-bidadari khayangan. Termasuk Yeohan; amat langka, loh, menemukan dia berbalut gaun lurus polos warna putih tulang tanpa lengan.

Tapi aku tidak paham mengapa kini Yeohan tengah bertingkah murahan. Meringkuk sembunyi dia di belakang meja tempat memamerkan es batu miniatur menara (sesekali bercelingak-celinguk entah mencari apa). Tepat berada di sebelahku yang sedang berkurumun dengan beberapa orang kawan.

Baru hendak kutegur, pasang manik wanita itu menemukanku tengah mengamatinya heran. Serta-merta ia letakkan telunjuk di depan bibir, mengisyaratkan agar aku bungkam saja. Kemudian Yeohan membuka-buka mulutnya, seperti berucap sesuatu namun tak mampu kutangkap. Sebab alunan musik serta riuh celotehan manusia menyesaki ruang dansa.

Maka kuhampirilah dia. Selain karena memang ingin mengambil segelas minuman.

Alih-alih disambut, aku justru didorong menjauh. “Aku, ‘kan cuma tanya, masih ada mantanku, tidak, di dekat meja prasmanan? Buat apa kemari?” desisnya galak.

“Aku bukan ahli bahasa isyarat, Yeo. Lagian mantanmu yang mana?”

“Alan Kennix, yang mana lagi?”

Kontan jus jeruk yang kuteguk menyembur keluar beberapa tetes. Aku terbatuk-batuk, wanita itu mengomel seraya menepuki punggungku.

“Jorok banget—”

“Kapan putusnya, astaga?” sergahku. Disusul cubitan Yeohan di lengan. Dimana aku tak kuasa untuk meringis kesakitan.

“Pelankan suaramu.”

“Bukannya tiga bulan lalu kalian baru menjalin hubungan?”

Yeohan memutar jengah bola mata.

Ya, Alan Kennix, lelaki separuh bule itulah sang ketua divisi pemasaran. Yang notebene adalah ketua divisiku, ketuanya si Yeohan sekaligus kekasihnya juga.

“Perasaanku belum lama kalian makan siang bareng di kantin kantor.”

Yah, siapa yang bisa menebak masa depan, sih, Cheol.” Bersedekap Yeohan, “omong-omong,” maniknya kembali bergerilya ke sekitar. “Kamu serius, tidak lihat Alan?”

“Tidak.” Kuteguk minuman sebelum melanjutkan. “Tapi dia pasti datang, karena ketua divisi mana yang absen di acara kantor semeriah ini?”

Kebisuan di antara kami mengisi ruang jeda. Aku sempat memperhatikan gelagat Yeohan. Sesekali berotasi gelisah di tempat; masih memburu sosok sang mantan. Membuatku menyalin polah tingkahnya.

Oh, agaknya aku mendeteksi postur jangkungnya Alan. Tapi, kok … menggandeng seorang perempuan? “Itu Alan.”

“Mana, mana?” Yeohan merapat.

Kuarahkan daguku pada jajaran pria-pria berjas di seberang. “Tapi dia dengan siapa, ya, Yeo?”

Lantaran nihil jawaban, aku menoleh. Menyua bibir merah delima Yeohan menyeringai tipis, menunduk ia memainkan ujung-ujung kuku, sehingga geraian surai sebelah kanan jatuh menutupi separuh parasnya. “Pacarnya yang baru.”

Mulutku langsung terkatup. Ber-o dalam hati saja sudah cukup bagiku agar hawa kesedihan ini tidak beranak-pinak jadi raksasa masa lalu yang menelan Yoon Yeohan bulat-bulat.

Si cantik harus move on.

“Kalau lihat dia kemari atau mau menghampiriku, beritahu aku, ya, Cheol.”

“Dalam perjalanan.”

“Ha?” Yeohan batal beranjak dan netranya membulat. “Serius?”

“Tinggal semeter lagi.” Bisikku.

“Eh?”

“Ke arahmu.”

Refleks Yeohan mencengkeram tangan kananku. Rahangnya jatuh bertepatan saat sapaan bariton dari Alan hinggap di kedua koklea kami.

“Hai, Yeo.” Manik biru ketua divisi pemasaran memindaiku dan Yeohan. Bisa kurasakan kecurigakan dalam ulasan senyum yang ia bagikan. “Kalian berdua—”

Bersitatap adalah reaksi pertamaku serta Yeohan.

Mendadak Yeohan melancarkan reaksi kedua dengan memodifikasi gayanya mencengkeram tangan. Kini lenganku malah ia gamit erat. Ketika kutarik, kembali ia bergelayut bahkan merapatiku serupa tumbuhan rambat.

“Wah, selamat buatmu, Cheol.” Alan menepuk pundak kiriku

“Eh, aku tidak—”

“Terimakasih, dan omong-omong, kekasihmu, ya?” Yeohan menyengir lebar penuh kepalsuan. Visinya berpindah pada wanita yang dirangkul Alan mesra.

Aku meneguk saliva.

“Oh, iya, dia baru saja kembali dari London sebulan lalu.”

Bukan main! Jadi hubungan Yeohan dan pria ini hanya bertahan dua bulan? Atau memang tiga bulan dengan intrik perselingkuhan?

Giliran Yeohan ber-o ria. Jemari lentiknya bergerak merapikan anak-anak rambut ke balik telinga, sebelum kami menerima pertanyaan menohok lainnya.

“Kalian sendiri, sudah berapa lama?” Alan Kennix menggoyang-goyangkan gelas sampanye yang sebenarnya diisi sekedar minuman bersoda. Ah, terlalu banyak gaya.

Aku memandangi raut resah Yeohan; menimbang-nimbang sejauh mana kiranya lakon yang harus kami pamerkan. Tapi kami bukan lagi anak remaja. Sudah cukup dewasa untuk mengerti bahwa berbohong adalah pilihan paling tidak bijaksana. Saat terbongkar, dipastikan akan berujung pada malu dan keburukan.

Amat riskan.

“Sepertinya belum lama, ya, kalian paca—”

“Maaf, Al.” Selaku, beralih pada cengkeraman Yeohan di lengan. Kulepaskan secara sempurna ketika terasa tidak seerat sebelumnya.

Tak ayal Yeohan terkejut. Bertambah membola matanya begitu telapak tangan ia yang dingin kugenggam erat, seraya memberinya kurva positif bermakna ‘tenang saja’.

“Kami mau ambil makan dulu. Sampai nanti.” Pamitku lalu menarik Yeohan cepat menjauhi Alan bersama kekasih barunya.

Yeohan terus mencecar kesal—panik—punggungku, dan baru berakhir begitu kami tiba di meja prasmanan. Ia rebut tangannya lantas berkacak pinggang. “Semua orang melihati kita, dasar Choi Seungcheol. Apa kata mereka nanti, ha?” omelnya.

“Paling-paling orang kantor menggosipkan kita.” Aku mengaduh kala Yeohan kembali menggebukiku.

“Sialan, kamu, Cheol. Sialan!”

“Supaya tidak jadi bahan–aduh–gosip, besok–aw–aku mau berkunjung ke rumahmu.”

Otomatis Yeohan berhenti. “Apa?” Alisnya bertautan.

“Bohong itu tidak baik, Yeo. Jadi aku mau ….”

Yeohan menyipitkan mata, tangannya beringsut mencomot sepotong pangsit di meja prasmanan. Membuatku menelan ludah sebab merasa ia bakal mengamuk jika ucapanku kulanjutkan. “Mau apa?”

“Mau minta izin keluargamu buat meresmikan hubungan kita.”

Sejurusnya pangsit di tangan Yeohan berpindah, berjejalan dalam mulutku disambung dua-tiga buah lainnya secepat kilat hingga pipiku sakit. Nyaris muntah karena kepenuhan.

“Makan, nih, hubungan kita. Makan sana sampai meledak!”

Kendati Yeohan berbalik pergi tanpa bertanggung jawab—aku terbatuk dan tersedak hebat—kepingan pink di parasnya membuatku yakin, aku bisa menyelamatkannya dari bayang-bayang perselingkuhan mantan.

Omong-omong, aku serius, loh, soal meresmikan hubungan.

fin.

  • Teruntuk Kak Q, kumau memohon maaf, Kak, atas terlalu mepetnya mengirim fic ini dari waktu deadline. Sekaligus mau mengucap banyak terimakasih karena sudah diingatkan dan masih dilayakkan untuk di-post di WS, blog yang aku taksir banget, semoga semakin sukses! ^^
  • Terimakasih yang sudah menyempatkan diri mampir membaca^^
  • Salam kenal juga dari dua OC kesayangan, Yoon Yeohan dan mas Alan Kennix^^
  • Mohon maaf lahir batin semua. Happy Ramadhan^^
Advertisements

10 thoughts on “[Writing Prompt] Move On

  1. Kak ditaaaaaa
    Suka nih sama ffnya apalagi ini sudut pandang seungchol. Iya gak? Hehe
    Suka den pokoknya:3
    Tetep semangat ya, Kak!❤

    Like

  2. Bwahahaha kak dita ku ngakaaak. Yaampun seungcheol-nya lucu bangeet, ada aja rencana terselubungnya. mudah-mudahan sukses dah sama mbak Yeohan, jan ketuker sama junghan yg juga cantek yah. Lol XD
    Oh ya, tadi aku nemu 1 typo: kecurigakan harusnya kecurigaan kan? hehe. udah itu aja, selebihnya udah oke. Keep writing yaah ^^

    Like

  3. Halo! Pertamanya kirain ini fiksi Jeonghan x Seungcheol soalnya foto di atas itu mirip sekali sama Jeonghan 😀 Eh, apa itu emang Jeonghan? Atau cewek yang kebetulan mirip Jeonghan?
    Yoon Yeohan penampilan macam bidadari tapi kelakuan ala Mang Badri alias tetep urakan gitu ya, tapi kusuka karakternya XD Seungcheol juga karakternya di sini nyebelin banget, kirain dia waras tapi ternyata sama aja koplaknya.
    “Makan, nih, hubungan kita. Makan sana sampai meledak!” => Btw ini line kesukaanku aku ngakak banget bacanya, wkwkwk xD
    Eh tapi ternyata mas eskups seriusan suka sama mba yeohan, nih. Cuma Yeohan-nya mau ngga tuh, galak banget soalnya.
    Ceritanya ringan tapi manis, heuheu… Nice, keep writing yaa ^^

    Like

  4. KAK DITA KAK DITA KAK DITAAAA INI MANIS MANIS UNYU GEMESH BANGET IH YA ALLAH NABIL SUKA BANGET! nyanteee banget nabil bacanya, kadang senyum-senyum sendiri juga hoho :)))
    seungchol kode kodean belum jelas kaliii, atau si yeohan nya ga pekaan. kalau ini dibikin series bilang bilang yhaaa :)))

    Like

  5. KAKDITA BOLE NGUMPAT NDAK? YG INI MAH NGEBALANGNYA GAUSAH PAKE KAPAK ATAU GERGAJI TAPI PAKE CINTA TSAAAAH INI BANG CHEOL JANGAN KE RUMAH DULU DEH J A N G A N!!!! NTAR KALO KETEMU JOOEUN BISA BERABE GAK GAK GABOLE ENTAR BANG CHEOL JADI GALAU MAU PILIH KAKYEO ATAU DDJOO.

    EH EH MAU NGUMPAT BENERAN INI MAU NGUMPAT KENAPA CHEOL SAMA KAKYEO MANIS SEKALEEEEEE? KENAPAAAAA? YA MESKIPUN KELAKUAN KAKYEO NDAK BANGET DI SINI TAPI TETEP UCUL KAYA DDJOO KYAAA KYAAAAA

    AH UDAH AH CAPEK NGETIK PANJANG PANJANG YG ADA INI KOMENAN BAKAL LEBIH PANJANG DARI FICNYA ENTAR😂😂😂😂😂

    P/s: sengaja kepslok dijebolin biar lebih berasa serangan balangan cinta ddjoo ke bangcheol dan kakyeo😘😘😘

    Like

  6. Saya kira ini bakal bromance, gara gara poat covernya xD untung nggak Ya Allah, aku diselamatkan :”

    Ficnya manissss bangeeettttt. Emang bener sih bohong itu gak baik, jadi ya mending diresmikan sekalian xD aya aya wae wkwk…

    Tapi, itu, akhirnya, aduuuuh kasian Cheol dipaksa makan banyak banyak begitu, jahat amat ya mbak Yeonha XD

    Intinyamah kusukaaaaa 😀

    Like

  7. Aku suka gaya bercerita kamu. pendek, variatif hehe
    Bukan pengamat anak2 17, tp aku sering dnger couple seungcheol jeonghan.
    Adegan favoritku waktu seungcheol ngabarin mantan yeohan udah jalan mendekat. Ga tahu kenapa, bayanginnya manis! xD

    Like

  8. PLIS SEUNGCHEOL MODUS MBANGET YA DIRIMU MUAHAHAHAHA XD
    KAK DIIITT INI GEMESIIINN!!
    aku bayangi jeonghan versi cewek XD wkwkwk kebayang deh cantiknya kebayang kebayang hahaha
    Dan btw itu si alan songong banget yak –”
    Sukses ya minta restunya abang eskop x3 wkwkwk semoga ga disumpel pangsit lagi sama yeohan hahaha
    Keep nulis kak ditaaa ^^♡

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s