Halve It

darts-673229_960_720

by Ms. Pang

.

“I used to dash by, feeling like a dartboard, a big red bull’s-eye that Mother pinged darts at.” ― The Help

.

Deret angka pada jam tangan digital menunjukkan pukul 23.45 waktu setempat, sisa 15 menit menuju batas perjanjian.

Dengan kecepatan di atas 80 kilometer per jam Jawa memacu Ford Taurus-nya membelah jalanan lenggang. Denyut kehidupan di kota kecil ini telah berangsur melemah sejak pukul sembilan malam tadi. Untuk itu ia merasa tidak perlu mencemaskan keselamatan pengendara lain—ataupun citranya sebagai petinggi negara.

Arjuna Jawaga, lelaki 35 tahun, seorang politisi muda yang tengah menduduki posisi penting di kursi pemerintahan. Malam ini, kelangsungan karier politik dan keutuhan dirinya akan ditentukan oleh seseorang yang menantinya di ujung perjalanan.

Tak sampai lima menit ia tiba di sebuah hotel yang lokasinya di dekat pusat kota. Dengan tergesa Jawa menuju lobi yang rupanya tak kalah sepi dari jalanan di luar. Seorang pria bertubuh gempal dengan setelan jas hitam pekat mendekat, sekadar mengonfirmasi identitas dan mengecek senjata tajam yang mungkin dibawa, sebelum menggiringnya masuk ke lift. Punggungnya bersandar pada dinding lift, berharap kedua tungkai di balik celana bahan yang sedang dikenakannya mau berhenti gemetar, sementara si pria gempal menekan tombol dua puluh—mengantarkannya pada hukuman yang menanti.

Tidak butuh waktu lama untuk kemudian lift berdenting nyaring menandakan mereka telah tiba di lantai yang dituju—yang mana terdengar layaknya bel kematian di rungu Jawa.

“Mr. Vaughan is waiting for you.”

‘I know,’ Jawa mendengus sembari berjalan melewati si bodyguard yang berdiri diam menjaga pintu kamar.

Betapa ia berharap jabatan prestisius yang tengah disandang, pun kontak aparat keamanan yang berbaris dalam ponsel akan mampu menyelamatkannya dari malam terkutuk ini.

Namun fakta menyedihkannya adalah jabatan dan kolega yang melekat pada dirinya akan sirna begitu saja kala hari semacam ini datang, dan lagi-lagi ia kembali berhadapan dengan seorang mafia yang memiliki andil besar dalam usahanya meraih posisi tersebut.

Ujung lorong dari kamar berukuran suite menariknya kembali pada realita dengan menampilkan sosok pemuda di awal dua puluhan dalam balutan bomber jacket dan jeans, yang tengah memainkan beberapa anak panah dan melemparkannya pada papan sasaran bulat di dinding. Oh, Jawa ingat ini adalah permainan yang sama dengan yang ia temui di salah satu pub dalam kunjungan politiknya ke Jerman—namanya dart.

Pemuda tersebut baru saja melempar dart terakhirnya saat menyadari ia tidak lagi berada dalam ruangan itu seorang diri. Lantas berbalik dengan cepat siap menyapa sang tamu dengan antusias, hingga pandangannya tiba di kedua telapak tangan Jawa yang terkulai di sisi tubuh.

“I see you’re coming out empty-handed.”

Jika perubahan raut wajah seseorang dapat merubah suhu ruangan menjadi sedingin Kutub Utara, maka pemuda yang satu inilah orangnya.

“Surely you know that I took the fastest flight just for it, right?” tanya si pemilik kamar dengan dingin sembari mencabut ketiga dart yang menancap erat di papan sasaran.

“Yes, I acknowledge your effort, Sir, but—” Kalimat Jawa terpotong oleh suara ‘thud’ yang berasal dari dart yang menancap pada bagian outer bullseye.

“It’s Jake—drop that Sir stuff already. And honestly, stop giving me excuses. I have no need for them.”

Dart kedua kembali dilemparkan dan kali ini tepat menancap pada bullseye, dengan bunyi ‘thud’ yang lebih keras. Demi Tuhan, rasanya lidah Jawa turut tertancap benda tajam tersebut, lantas mati rasa dan menolak bergerak selamanya.

Namun ia tahu benar, ini bukan saat yang tepat untuk tinggal diam. “Then I suggest you to wait until dawn, Jake.”

Sementara jemari Jake memainkan dart terakhir, sepasang manik sewarna walnut-nya menyapu lanskap di luar balkon, di mana jumlah lampu kota yang berkelip sama sedikitnya dengan sisa kesabaran yang ia miliki.

 “Seems that I have no choice. Fine, we shall wait until dawn,” ujar Jake akhirnya.

Tanpa aba-aba, anak panah terakhir dilemparkannya ke arah Jawa namun sedikit melenceng hingga menancap—lagi-lagi dengan bunyi ‘thud’ yang keras—pada sebuah lukisan di dinding.

“But whether it is right kidney or the left one, I will take one of them. Don’t worry, I’m an expert in this matter.”

“Wha—if you’re that obsessed with my organs, then why you don’t take my brain instead?” meski sejatinya Jawa yakin pulang dengan satu ginjal akan lebih baik, dibanding pulang tanpa nyawa.

Untuk sejemang Jake balas menatap ‘calon pendonornya’ dengan sebelah alis yang berjingkat, sebelum tawa derasnya mengudara dan menggema di seantero ruangan.

“Oh come on, don’t be too high of yourself, Jawa.” Yang mana disaat bersamaan ada senyum terpeta di wajah pualam si pemuda bersurai cokelat kemerahan yang tengah melangkah mendekati presensi Jawa. Lengan kirinya bergerak meraih sesuatu di balik punggung.

“Ironically, your kidney will attract much more penny than that bloody dusty brain of yours. Believe me.”

Pada detik itu juga Jawa tiba pada titik pertahanan terakhir untuk tidak mengompol ditempat, terlebih dengan senjata api ditodongkan di pelipis kepala.

“In case you’ve forgotten, I didn’t give you that position so you can act like a lazy sod. Now tell me, is it because I came so easy to you?”

“For God’s sake, it isn’t like I’m no longer afraid of you!” Jawa mengambil jeda sejenak untuk menarik napas dan mencoba menurunkan nada bicara yang tanpa ia sadari telah melengking kelewat tinggi. Hingga pemuda di hadapannya melebarkan pandangan dan, mungkin, sempat tergerak hendak menarik pelatuk. Kemudian dengan sisa harapan terakhir ia melanjutkan pembelaannya,

“–Tapi harus berapa kali saya katakan kalau warung nasi jagung langganan sampean tutup tiap malam Jumat legi, Mister Jek?!”

~끝~

PANG’s Notes:

  1. Halve it: salah satu jenis permainan dart yang popular di Inggris dan beberapa wilayah di Amerika Utara, yang mengharuskan pemainnya mengenai sasaran tertentu (yang sudah ditentukan sebelumnya), dengan tiga anak panah.
  2. Sampean: Anda/Tuan. Digunakan pada kalimat ngoko alus & krama lugu.
  3. Malam Jumat legi: Malam Jumat manis (pada kalender penanggalan Jawa). Di daerah saya, beberapa pedagang kaki lima memilih untuk libur berdagang pada hari tersebut karena mengadakan/menghadiri pengajian, karena diyakini pada malam tersebut do’a lebih diijabah/mudah dikabulkan. Sekian.
Advertisements

17 thoughts on “Halve It

  1. Demi tuhan kakpang kalimat terakhir bikin jawdrop lima meter *lebe*
    Aku udah bayangin scene mereka itu kayak pengusaha pembangkit listrik di yunani yg ketemu sama mantan tentara di DoTS, yang adegan nagih berlian..xD Aku udah di tingkat ekspektasi yang tinggi yang ‘wah cucok nih aku baca malem2 aura intimidasi-nya pekat’
    Mr.jek kudu cepet2 datang sebeljm imsak besok ya..xD
    Well done kakpang!!! Emang plottwistnya juarhee 😀

    Liked by 1 person

    1. HALOOOOOH DHILA! YUK IKUT GERAKAN SAHUR NASI JAGUNG BARENG MISTER JEK SEBELUM IMSAAAAAAAK!!!

      Ngomongin mantan tentara DoTS aku jadi kangen sama Augus/Agus/Argus dan jambangnyaaaa wakakakakaka

      Liked by 1 person

  2. Dibagian atas udah kerasa mencekam gimana gitu. Eh pas baca kalimat terakhir…

    YAA ALLAH INI KENAPA JADI GINIIIII.
    nice ff, Kak. Kusuka:3

    Liked by 1 person

  3. [ “–Tapi harus berapa kali saya katakan kalau warung nasi jagung langganan sampean tutup tiap malam Jumat legi, Mister Jek?!” ] — SELERA HUMOR KAPANG YHA LORD KENAPA SIK aku nyaris njungkel nih :”

    adoh, si jake sekalinya keluar lagi kaya gini yha. huahahah jake, imej lo buyar nih dipikiran gua lol XD ((terus dibegal kapang))

    serius, ini mah kupikir apa gitu ya dari awal baca udah waaah apa nih, serius nih. sampe tengah mandek bentar ngucek mata DAN IYA, ITU SI JAKE. AKHIRNYA BOCAH ITU MUNCUL JUGA THANKIES KAPANG, udah yok lanjut kalo jake muncul urusannya pasti ada hubungan sama organisasi gelap dan sebangsanya. dan bener sik, antara pengen ngetawain jawa ((jahat deh)) sama kasian juga. tapi terus ENDINGNYA!! nasi jagung omg XD

    atuhlah kapang, kusuka ini ❤ ❤ terutama adegan si jake mainan dart huahah

    keep writing yak ❤ ❤

    Liked by 1 person

    1. HAEEEEEEE TITAN!

      Sebelum kubegal akan kutraktir nasi jagung dulu ko don wori be hepi dibegal mispang, ahey!

      maapkeun aku Titaaaaaaaaan tapi si Jake palanya kek batu dibilang malem jumat legi ngotot aja, yowes say gudbai to your imej, Jake lalalala~ toh Titan luv your dart’s performance huahahahahaha

      thankies a lotsie Titaaaaaaaaaaaaaan!!! You too you too! ❤

      Like

  4. Kayaknya Sir Jake, si mafia ini butuh aqua, biar kepalanya mendingin X,,,D
    aku sempet curiga ada penamaan tokoh Jawa. Ternyata, lah dalah . . . Filza, mah githu orangnya.
    Dan emang iya, agaknya Jumat kliwon lebih tersohor, tapi sebenernya Jumat legi lebih beraura sakralnya.

    Liked by 1 person

    1. HAI KAFATIIIIM!

      Boleh kak aqua biar ngga keseretan abis makan nasi jagung hahahahaha

      Huahaha Jawa is orang Jawa bikos he is Jawa (slaps)

      kalo jumat kliwon syukurlah orang-orang ngga terlalu banyak yang ngga jualan jadi kebutuhan pangan tetap terjamin biar juga serem kak hahahaha

      Liked by 1 person

  5. HAHAHAHAHA DUH SEBENERNYA AKU GAMAU BERHENTI KETAWA.
    Aku tuh udah curiga nih kenapa namanya Jawa. Dan emang BBANG! Plot twisted!
    Maaf kakpang, but aku salpok. Malah bayangin kalo Jawa ngomong english-nya pasti medok HAHAHA
    Duh sukak banget nih alur sama setting-nya awawawawawa

    Kakpang aku nemu penggunaan kata depan yg gak dipisah. Ituuuuuuu aja, selebihnya badai HEHE.

    Keep writing ya <3<3

    Like

    1. “Maaf kakpang, but aku salpok. Malah bayangin kalo Jawa ngomong english-nya pasti medok,”–tiada maaf bagimu Liaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ((datz so accurate whyyyy)) huahahahahahaha Java English is an addiction smhw (slaps)

      Siap Li kalo deteksiku bener berati uda kubenerin (lah)

      Thankies koreksinya Liaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa keep writing tooooo!!! ❤

      Like

  6. QAMPRED AKU NGAKAK PAS TERAKHIR KENAPA TIBA-TIBA JUMAT LEGI SIH ELAH KIRAIN INI CERITA MAFIA BENERAN NGUNU UDAH DEG-DEGAN YA ALLAH TIBA-TIBA WARUNG NASI JUMAT LEGI MUNCUL AND I REALLY REALLY HAD A GOOD LAUGH THANKS TO YOU KAKPANG THANKS TO YOU OKE SEKARANG MATIKAN KEPSLOKNYA. aslik lah fika dibohongin abis-abisan bete sialan :'< kakpang kenapa sihhhhhh harus jumat legi kenapaa!!! (kzl.)
    btw aku gatau soal kalender jawa sih, tapi kayaknya jumat kliwon sama jumat legi tuh asa sering disebut gitu kakpang :" hahahaha. anw keep writing kakpaaaang!!

    p.s: tadi ada kalimat: masuk ke dalam lift. itu menurutku kata 'dalam'nya ngga usah deh kakpang, bikos yang namanya masuk kan pasti ke dalam hihihi. udah itu sadjaaa! 😀

    Like

    1. ini…………………….cerita mafia kafika…. mafia cari makan tapi :<

      kepsloknya kaaaaaaak duhgusti da qampred is so qampred yha yeoksi kafika XD nuhuniseyo Jake kelaparan butuh makan :')
      di kalender jawa aku juga notis dua malam jumat itu huhu kliwon is so skerieh while legi is so apa ya kaya auranya takzim ?????????????? yha adem ayem tapi tapi tapi (okskip)

      Thankies kafikaaaaaaaaaaaaaa koreksinya dan kepsloknyaaaa ❤ thankies so muchiesss

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s