[Writing Prompt] Stare

Rahasia

by titayuu

.

Mungkin terdengar romantis ketika Song Minho ditatap cukup lama oleh siswi di sekolah barunya. Belum lagi yang menatapnya mempunyai wajah lumayan. Tapi tidak ketika dia mengetahui satu fakta (mereka menyebutnya rahasia) yang membuat rahangnya jatuh hingga ia nyaris lupa memungutnya.

Detik pertama dia memperkenalkan diri di depan kelas, Lea sudah menatapnya dengan ekspresi yang berbeda. Jika kebanyakan teman-teman sekelasnya memandang dengan tatapan penasaran, lain halnya pada gadis itu. Minho merasa dirinya bagaikan Chris Evans atau semacamnya—yang membuat percaya dirinya berakumulasi lebih banyak.

Matanya yang bulat mengikuti arah tubuh Minho yang berjalan menuju meja yang ditunjuk oleh guru, dan koneksi tatapan itu terputus ketika Minho mulai menantang. Dia tersenyum sembari memangku dagu, gadis itu melarikan atensi ke arah  papan tulis. Dia malu, Minho tahu persis. Beberapa detik coba ia tahan untuk menatapnya, tapi guru terlanjur menepuk bahu Minho seraya membawa wajah yang menafsirkan ‘kau anak baru, mau kutendang kau ke sekolah lamamu?’. Konklusinya, Minho berpura-pura tak tahu kalau diam-diam gadis itu memerhatikannya.

Keuntungan memiliki sifat yang pandai menempatkan diri, Minho sudah memiliki beberapa teman di hari pertamanya. Di hari yang sama, saat jam istirahat datang, Minho menemukan Lea sedang makan sendiri di meja paling ujung. Mulanya dia ingin mendekat, namun teman-teman barunya lebih dahulu menarik tubuhnya ke meja lain. Kesempatan itu dicuri Minho untuk tahu lebih banyak mengenai gadis yang membuatnya penasaran itu.

“Lea Allen, setengah Amerika dan pindah ke sini saat usia dua belas,” Begitu informasi yang dideklarasikan oleh Kang Seungyoon usai lelaki itu meneguk air mineralnya. “Memangnya kenapa?”

“Dia memang selalu terlihat sendiri?” Minho menjauhkan punggung dari sandaran kursi. Kedua alis tebalnya turut naik.

“Dia—ya, begitulah.” Seungyoon menaruh sumpitnya, lalu melirik Lee Seunghoon di sebelah kiri. Ada hening yang mengganjal setelah itu.

“Mau dengar rahasia yang sudah tak jadi rahasia?” Itu suara Seunghoon.

Giliran kening Minho yang berkerut. Nafsu makannya minggat seketika, sumpitnya ditaruh di atas piring, dan dia segera mendengar dengan saksama.

“Dia berteman dengan sosok yang tidak bisa kita lihat,” bisikan Seunghoon semakin mengecil sesudah ia lepas memerhatikan sekitar. “Katanya, kalau dia memerhatikan satu objek dengan cukup lama, itu mengindikasikan bahwa ‘temannya’ ada di dekat objek itu.”

Pernyataan Senghoon menurunkan suhu tubuh Minho secara drastis. Setelah mengetahui rahasia itu, Minho mencoba berspekulasi bahwa tidak terjadi apa-apa. Dia berupaya untuk tak melakukan kontak mata secara langsung dengan Lea selama beberapa hari. Berkenalan resmi saja belum pernah. Bulu ditubuhnya otomatis berdiri tiap tatap bersua. Kendati hari yang tak pernah ia harapkan tiba.

Dia ditugaskan mengerjakan laporan ilmiah bersama Lea. Berdua.

Ikatan ‘tugas’ membawa mereka ke perpustakaan saat jam istirahat tiba. Konversasi hanya sebatas mengenai pembagian tugas, atau semacam satu-dua saran yang tak begitu penting. Minho mencoba fokus pada buku, meski ia tahu bahwa gadis di hadapannya masih terpaku menatapnya.

Karena tak leluasa dan leher belakangnya mendadak dingin, Minho mulai memecah hening. “Boleh kutanya sesuatu?”

“Apa?”

“Cukup sensitif, tapi aku tak tenang kalau tidak bertanya langsung.” Minho menggigit bibir, melihat Lea mengalihkan atensi. Tak lama gadis itu mengangguk–memberi lampu hijau untuknya. “Kenapa sejak pertama, kau selalu menatapku?”

Kedua alis nona itu bertaut, keringat dingin membanjiri telapak tangan Minho. Dia berupaya mencari padanan kata yang tepat agar tak salah dan menjerumuskan diri sendiri. Tapi dia tak sabar untuk langsung bertanya tepat di inti permasalahan.

“Apakah ada kaitannya dengan rahasia yang sudah beredar?” Suaranya mengecil. Dia menelan ludah sejak mencuri jeda sejemang. “Apakah kau bisa lihat hantu di sekitarku? Atau alasan paling logis, kau menyukaiku?”

Di bayangan Minho merefleksikan adegan Lea yang mencekik lehernya karena mengetahui rahasia gadis itu. Lea memanggil teman-teman tak kasat mata untuk membunuh Minho seketika. Minho berteriak meronta untuk dibebaskan, namun yang terjadi sebenarnya adalah Lea yang sedang tertawa sampai seluruh orang di perpustakaan menatap mereka.

“Kau berlebihan,” ucap nona Allen. “Wajahmu mengingatkanku pada teman lamaku, itu saja.”

Bahu Minho merosot, matanya membola bersamaan dengan kata ‘serius?’ serta anggukan singkat dari gadis di hadapannya. Senyumnya perlahan merekah sebelum menabrakkan punggung ke sandaran kursi. Minho sudah mengira kalau dia dikerjai. Tipuan lama untuk anak baru, tentu saja. Pembalasan untuk Kang Seungyoon dan Lee Seunghoon segera ia rancang. Ha, lihat saja.

Minho kembali semangat mengerjakan tugas dan membuka lembar buku tanpa melenyapkan senyum. Sampai perkataan Lea kembali membuat detiknya berhenti.

“Tapi temanku itu meninggal dua tahun lalu, dan dia beberapa kali mengikutimu.”

..

Advertisements

17 thoughts on “[Writing Prompt] Stare

  1. Hahahahahaha, aku ngakak baca paragraf terakhir..xD

    Singkat tapi puas bacanya. Kuyakin si Minho gak bisa tidur agak sebulan. 😄
    Aku juga pernah dengar pengakuan teman/senior yang katanya bisa lihat. Pengen gak percaya tapi ekspresi mereka terlalu meyakinkan. Ngeliat mereka udah menatap ke arah yang kosong udah mengindikasikan kalo ada apa2. Bikin parno aja jadinya 😦
    Keep writing ya kak! 😀

    Like

    1. Aku juga kalo ddnger pengakuan kaya gjtu berasa pengin ilang ingatan aja. Serem hahah
      Mending gatau apa2 asal jangan diganggu. Kan sama2 punya dunia sendiri hehehe

      Anw makasih udah baca, dhila! ♥

      Liked by 1 person

  2. Hai Kak Tita!
    Finally Mino-Lea strikes again! Lea ini emang anaknya one of a kind ya, kalo nggak galak ya misterius kek gini hehehe…
    Mino as always confidence level-nya ora ono lawan, di bagian tengah pas Seungyoon sama Seunghoon revealed Lea’s secret itu udah agak merinding, tapi kenapa pas bagian imajinasinya Mino di perpus sama Lea itu jadi lawak lagi pls seseorang kerangkeng Song Minho -____-
    TAPIIII terakhirnya dibikin merinding dangdut lagi yha kutarik kata-kataku kak yang dikerangkeng Lea aja gajadi Minho 😄 Line terakhir emang bikin rahang jatoh sih, btw Minho coba dicek dulu pipis di celana gak tuh dengernya?
    Nice Kak mengobati kangenku sama pasangan ajaib ini 😀 Keep writing ^^

    Like

    1. Hahahha lea dikerangkeng salah dia apa? :((

      Sudah bosen bikin alur lea mino yg galau2 jadi pernasran aja bikin yg kaya gini hehehe mino pipis? Oke nanti coba kucek dulu sian nanti diketawain hoon sama yoon ahahha

      Anw makasih udah nyempetin baca, rani! ♥

      Like

  3. Sudah kuduga kalau temen Lea yang mirip sama si Minho ini udah meninggal hahahahaha Aku sempet punya temen yg sejenis Lea dan malah kukepo2in. Agak ngiri juga punya kelebihan kayak githu (ngiri, serius?) xD

    Like

    1. Aku juga pernah nemu org kaya gitu tapi aku gak pernah berniat buat kepo. Serem kalo kepo trs bayangin terus gatau bedanya halusinasi sama beneran kalo makhluk itu menampakkan diri hiiiih xD
      Aku sih gak ngiri hahsh

      Makasih udah baca! ♥

      Liked by 1 person

  4. “Tapi temanku itu meninggal dua tahun lalu, dan dia beberapa kali mengikutimu.”–literally aku juga lagsung mincep…

    UWOH KA TITA KUSUKA ENDINGNYA HUAHAHAHAHAHAHA BANZAI!!!
    Aha ngerjain anak baru kek model begitu kayanya emang sering yha tapi kalo urusannya sama roh halus baru ini dan taraaaaaaaaaaaaa ternyata bukan lelucon ha ha ha ha ha ha ha mampusminomampuspakejimatgih

    I LIKE IT KAK ❤ ❤ ❤

    Like

    1. Hai kakpang!
      Iya boleh cara ini dipake buat ngerjain anak baru biar berkesan ((sesat)) xD
      Pake jimat….. aku bayangin jimat yg difilm vampire cina loh maafkeun xD

      Makasih udah baca! ♥

      Liked by 1 person

  5. “Tapi temanku itu meninggal dua tahun lalu, dan dia beberapa kali mengikutimu.” ((OKE!! strike one, strike two, strike three!!) aslik aku kira tuh ya pas mino sama lea jalan bareng tuh bakal menguak rahasia kalo sebenernya yang lea bisa liat yang ngga keliatan cuma gosip doang dan berakhir akhirnya mereka jadi temen dan begitulah. EH TAUNYA BENERAN BISA LIAT HAHAHAHAHA aku mah kalo jadi mino udah yang diem di tempat terus panik gitu nanya: mukanya kayak gimana? terus sekarang ngga ada kan? gue salah apa diikutin gini hah. wkwkwkwkwk xD ih sukaaaa sama ceritanyaa!! keep writing yaa titaaaa ehehe.

    Like

    1. Terlalu romantis kalo mereka berakhir jalan bareng terus jadi temenan, kak. Aku gak sesayang itu sama mino jadi mesti kunistain haa xD
      Aku mah gak mau kepo kalo jadi mino, mending kabur atau suruh usir ih
      Kalo kepo malah parno mending gatau sekalian hahahs

      Makasih udah baca kaak! ♥

      Like

  6. EDHAN KAK TITA SLAAAAAY

    “Tapi temanku itu meninggal dua tahun lalu, dan dia beberapa kali mengikutimu.”

    Kak serius nabil kira awalnya ini cerita tentang naksir naksiran gitu. Anak baru sama cewenya deket terus akhirnua jadian. Tapi…… wkwkwk kayanyaaa nabil harus selalu expect something yang bakal bikin ceritanya kak titaaa strike out wkwkwkwkwk. Kak titaaaa, nabil suka sekali iniiiii iiih. Topiknya ga terlalu waaah, tapi penyajiaaan mantaaaaap

    Keep writing kak tita ❤

    Like

  7. MUAHAHAHAHAHAHAHAHA PLIS NGUQUQ 😄 MAMAA~
    Bayangin wajah si minho habis lea bilang gitu … muahahahaha xD ngakak ya ampun xD
    Tapi itu kenapa temennya lea ikutin minho ya? ._.
    Dan plis imajinasi minho –” ga kebayang kalo lea beneran panggil semua temen gak kasat matanya cuman buat bunuh dia wakokoko dasar xD
    Keep nulis kak tita ^^

    Like

  8. HAHAHAHAHA ini awalnya manis yaaaa, kak. cewek, terus cowok pindahan. terus cowok pindahannya udah narsis aja ada anak yang suka pada pandangan pertama. eh ternyata si cewek bisa liat. dan si anak pindahan mirip temennya… yang udah meninggal….

    mana diikutin lagi aku mau menangos dulu 😦 aku kalo jadi minho kayaknya udah kabur-kaburan cari benda-benda suci deh kak biar ga diikutin lagi, habisan aku agak-agak parno sih kalau udah berdekatan sama yang begitu huhu 😦

    really fun plot twisttt, kak tita! semangat yaaa! :))

    Like

    1. hahaha aku pun selalu parno bahkan kalo lagi sendiri malem2 terus denger sesuatu gitu, viin xD
      anw, makasih udah bacaa. eviin! ;))

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s