[Special Event: The Inauguration] Love Me Dead

136c9c2934ceb24acdc65ec3a3e10b2dr-choi-siwon

Author: Confeito

Date published: July 6, 2013

.

[ Affection ]

Siwon mengeratkan dekapannya pada tubuh kekasihnya. Ia membenamkan wajahnya ke leher putih itu. Wangi aroma jeruk dengan sedikit sentuhan mint dan bisa miliknya memenuhi indra penciuman si vampir.

Bliss.

Sudut bibir Choi Jinri tertarik, menampilkan lesung pipi manis yang sangat menarik. Jemari pianisnya membelai rambut Siwon dengan gerakan teratur. Manik coklat gelapnya memancarkan kilau kebahagiaan dan cinta yang mendalam.

Comfortable, my love?

 Siwon mendaratkan ciuman lembut di leher Jinri. “Very much so, dear.

 .

[ Blood ]

La tua cantante[1].

Itu adalah yang pertama kali melintas di pikiran Choi Siwon saat dirinya berpapasan dengan Jinri di sebuah gang sempit yang hanya diterangi oleh temaram cahaya lampu. Tubuhnya serasa membeku saat angin yang berhembus membawa aroma si manusia yang serasa memabukkan baginya.

Siwon telah bertemu dua la tua cantante sejauh ini—dan keduanya mati dengan kondisi mengenaskan. Bagi si vampir memiliki la tua cantante hanya mengundang masalah saja. Darah mereka yang pada umumnya jauh lebih menggiurkan daripada manusia biasa mampu membuatnya kehilangan kendali—kendati Hangeng, Sire[2]nya, telah melatihnya dengan keras. Apaboleh buat, dia termasuk masih muda dalam hitungan umur kaumnya. Kehilangan kendali atas monster yang bersembunyi dalam tubuh manusianya wajar terjadi.

Namun kali ini berbeda. Siwon tak kehilangan kendali seperti apa yang ia kira. Malah, dalam dirinya timbul keinginan untuk mengklaim manusia yang berpapasan dengannya tadi. Ia ingin agar wangi itu bercampur dengan aroma bisanya. Siwon ingin melindunginya, membuatnya nyaman, dan mencintainya.

Ah… mencintai, eh?

Siwon berbalik, menatap punggung gadis berambut pirang yang berjalan lurus menjauh darinya. Manik merahnya berpendar di kegelapan malam.

Mate.

 .

[ Cat ]

Jinri memiliki seekor kucing.

Haru, kucing Jinri, berbulu abu-abu dan memiliki sepasang mata kuning cerdas. Jinri memilikinya semenjak kucing itu masih kecil. Ia mengambilnya dari sebuah kotak kardus yang digeletakkan begitu saja di pinggir jalan. Semenjak saat itu Haru menjadi sangat lengket pada Jinri.

Sangat lengket, sampai-sampai Siwon harus menahan diri gara-gara kucing itu selalu mengeong meminta perhatian Jinri setiap kali Siwon akan menggarap kekasihnya.

Dan Jinri, yang mendengar suara kucing kesayangannya itu, pasti menghentikan aktifitas apapun yang sedang ia lakukan dan mulai memanjakan Haru.

Siwon berani bersumpah kalau ia melihat kilat congkak terpantul di mata kuning Haru yang terarah kepadanya setiap kali Jinri mengutamakan Haru ketimbang Siwon.

Kucing sialan!

 .

[ Death ]

Bersembunyi dalam kegelapan, Hangeng mengamati interaksi Childe[3]nya bersama kekasih manusianya.

Memang betul Siwon bukanlah seorang Newborn[4] lagi. Namun sebagai Sire, Hangeng mau tak mau khawatir juga akan Siwon. Siwon yang paling sulit dalam mengontrol diri jika urusannya sudah berkaitan dengan darah. Siwon yang menjalani latihan jauh lebih keras ketimbang dirinya sendiri untuk melepas statusnya sebagai Fledgling.

Siwon, yang telah ditakdirkan untuk memiliki pasangan seorang manusia.

Rasa khawatir yang berkecamuk di dada Hangeng belum bisa musnah sebelum Choi Jinri menjadi salah satu bagian dari kaum penjelajah malam. Sebagian karena ia mencemaskan kontrol Siwon, dan sebagian lagi karena manusia adalah makhluk yang rapuh — mereka mudah sekali terluka hingga pada poin dimana Kematian akan datang menghampiri.

Melihat tatapan yang ditujukan Childe pada si manusia meyakinkan Hangeng kalau Siwon akan berakhir dengan tragis seandainya Choi Jinri jatuh ke dalam pelukan Kematian.

 .

[ Eavesdropped ]

Kim Hyuna membeku pada posisi akan mengetuk pintu apartemen Jinri.

Salah dengarkah ia? Ia yakin tadi ia mendengar suara desahan temannya yang imut itu dari dalam apartemen. Gadis itu pun menempelken daun telinganya ke pintu.

Hyuna melongo. Matanya membulat, sementara rona merah perlahan merembet ke pipinya. Ya, tak salah lagi. Tapi siapa yang sedang bersamanya sekarang? Dan ya ampun, siang bolong begini! Bagaimana kalau ada tetangga yang dengar? Dan sejak kapan Jinri memiliki seorang kekasih?

Membatalkan niat untuk berkunjung dan merona sangat merah, Hyuna cepat-cepat melangkahkan kaki menjauh dari apartemen Jinri.

.

[ Frustrated ]

Bunuh, bunuh, bunuh, bunuh, bunuh, bunuh!

Siwon menyipitkan matanya pada kucing sialan yang saat ini sedang melingkar di pangkuan Jinri. Seperti biasa, Jinri memanjakan Haru dan memusatkan perhatiannya pada hewan peliharaannya itu—yang berarti ia mengabaikan Siwon… lagi.

“Sayang?”

“Hmm?”

“Kau tahu… film yang akan kita tonton di bioskop akan mulai 15 menit lagi,” kata Siwon sambil bersedekap, nada dan ekspresinya datar. Malam ini ia dan kekasihnya berencana untuk pergi ke bioskop untuk menonton film kesukaan Jinri yang baru keluar—dan mereka seharusnya sudah berangkat 30 menit yang lalu.

Jinri mengerjap. Ia mengecek arlojinya dan tersentak kaget. “O-oh! Kau benar. Tunggu, aku akan mengisi tempat makan Haru,” katanya sambil menggendong Haru menuju dapur.

Siwon melihat Haru memberinya deathglare dari bahu Jinri, dan si vampir merasa konyol karena ia membalas deathglare dari seekor kucing gara-gara tak mau kalah.

 .

[ Garlic ]

Siwon mengangkat sebelah alisnya. Si vampir kemudian memandang benda yang berada di telapak tangan kekasihnya dengan tatapan kosong. Matanya sesekali bergulir dari benda tersebut ke wajah Jinri, mencoba untuk membaca kelakuan eksentrik apa lagi yang ditunjukkan Jinri kepadanya kali ini.

“Sayang…” kata Siwon lamat-lamat, “-kenapa kau menyodoriku bawang putih?”

Si gadis berambut pirang mengangkat bahu. Dengan ekspresi serius ia berkata, “Aku hanya ingin tahu, benar tidak kalau vampir itu alergi dengan bawang putih…?”

Siwon memutar mata. Lupakan eksentrik. Mengambil bawang putih itu dan melemparnya sembarangan ke belakang, ia menarik lengan Jinri ke arahnya dan menautkan bibir mereka.

Sungguh, setelah sekian lama, Jinri baru mengetes teori menggelikan itu? Siwon tak habis pikir.

 .

[ Human ]

Siwon membuka pintu apartemen Jinri dan menguncinya kembali dengan kunci cadangan yang diberikan kekasihnya beberapa bulan lalu. Tanpa menimbulkan suara ia berjalan menuju kamar Jinri, membuka pintunya dan mendapati gadis yang sangat ia cintai dalam keadaan tertidur lelap—tak mengherankan mengingat sekarang pukul satu dini hari.

Ia menyelinap ke tempat tidur Jinri dan melingkarkan lengannya di tubuh kekasihnya.

“Mmm… Wonnie?”

Kelopak mata Jinri membuka, rasa kantuk yang menguasai terlihat jelas di manik coklat gelapnya.

Sleep, darling,” kata Siwon membelai rambut pirang halus gadis itu.

Jinri hanya mengangguk kecil dan kembali ke dalam pelukan Morpheus.

Si vampir memejamkan mata, mendengarkan detak jantung Jinri yang teratur dan mulai melambat. Melalui kontak tubuh ia merasakan kehangatan yang hanya ia temukan saat bersama kekasihnya.

Dekapan Siwon pada Jinri mengerat sedikit. Baru beberapa saat yang lalu ia menyaksikan kecelakaan mobil yang menewaskan pengendaranya seketika. Sementara beberapa pengendara yang kebetulan melintas berhenti dan menelepon ambulans, Siwon membeku di tempat. Tiba-tiba saja kecemasan yang irasional akan Jinri menyerangnya hingga ia cepat-cepat pergi ke memastikan bahwa kekasihnya masih hidup dan bernapas.

Hangeng benar.

Manusia itu rapuh. Kematian dapat dengan mudah menjemput mereka.

Aku tidak akan membiarkan Kematian merenggutmu dariku, batin Siwon sambil menatap wajah Jinri yang tenang dalam tidurnya.

Tidak akan.

 .

[ Immortality ]

Dulu, Siwon benci akan keabadian yang merengkuhnya sebagai konsekuensi menjadi bagian dari kaum penjelajah malam.

Si vampir tak mau mengakuinya, tapi ia tak pernah bisa hidup dalam kesendirian. Semasa ia masih manusia dulu, memang betul dirinya adalah seorang workaholic, namun ia masih punya keluarga yang mewarnai kehidupannya sehari-hari. Terutama Jiwon, adiknya tersayang, yang selalu berhasil membuatnya tersenyum dalam keadaan apapun.

Menjadi vampir bukanlah apa yang ia inginkan untuk menghabiskan hidupnya, tapi takdir berkata lain. Kecelakaan tragis yang merenggut nyawa keluarganya dan pilihan dari Hangeng yang membuatnya menjadi seorang vampir—memaksanya untuk menerima kenyataan bahwa kini ia menjadi predator tingkat atas dalam rantai kehidupan.

Namun kini, sembari mengusap lembut pipi Jinri yang tengah tertidur pulas, mungkin keabadian bukanlah hal yang buruk. Tidak dengan kehadiran Jinri di sisinya.

.

[ Justice ]

Remaja berambut hitam itu menyaksikan dengan mata kepala sendiri seorang lelaki asing kabur membawa harta keluarganya dengan kaos yang basah oleh darah. Mulutnya mengapit rapat gagang pisau yang dihiasi oleh cairan merah amis itu. Seringai sadis mengembang saat ia melihat si remaja yang membeku di ambang pintu—kaget luar biasa akan apa yang menyambutnya begitu ia pulang dari tempat kursus dan tiba di rumah. Si remaja terlalu shock untuk menghentikan kaburnya si pencuri yang membantai keluarganya.

Namun itu tak menghalanginya untuk mengingat jelas wajah si pelaku.

Si pelaku tertangkap 24 jam kemudian atas kesaksian si remaja, namun pengadilan membebaskannya dengan alasan bukti dan kesaksian yang terlalu samar serta pembelaan kuat dari pengacara yang dibawa oleh terdakwa

Oh, begitu marahnya si remaja. Amarah itu menggelegak bagai magma siap menyembur kapan saja, terutama saat si pelaku, yang kini telah bebas dari segala tuduhan, melempar senyum mencemooh padanya.

Sesuatu yang selama ini menjadi pondasi kontrol si remaja runtuh—digantikan oleh kegilaan yang selama ini tertidur lelap jauh dalam dirinya.

Satu tahun kemudian, si remaja melaksanakan pembalasan dendam yang telah direncanakan secara perlahan dan hati-hati.

This is my justice…

Manik coklat gelap yang biasanya memantulkan sinar kehidupan yang gemilang kini hanya menampakkan kekosongan dan kehampaan yang begitu mendalam. Wajah porselain remaja berusia 16 tahun itu kaku tanpa ekspresi. Di tangannya tergenggang sebilah pisau yang berlumuran darah—darah lelaki yang merenggut nyawa keluarganya demi untuk harta. Lelaki itu kini tergeletak tak bernyawa kehabisan darah setelah tusukan demi tusukan kuat yang dihujamkan oleh si remaja pada tubuhnya.

Remaja itu membersihkan bukti-bukti dan sisa keberadaannya di TKP, bagaimanapun juga ia telah merencanakan ini selama satu tahun dengan masak-masak. Melempar pandang terakhir kali pada lemari pendingin yang berisi potongan tubuh korbannya, ia pun menghilang ditelan oleh kegelapan malam.

Polisi yang tiba di rumah korban seminggu kemudian setelah menerima laporan dari kecurigaan tetangga di sana belum juga berhasil mengungkap pelaku pembunuhan itu hingga akhirnya kasus ditutup karena menemui jalan buntu.

Tiga bulan kemudian, Choi Jinri memutuskan untuk meninggalkan kota kelahirannya. Rumah yang dulu ia tempati bersama keluarganya telah terjual dan menjadi modal untuk memulai lembaran baru di kehidupannya.

.               

[ Kindness ]

Kim Kibum memandang seorang remaja yang sibuk melayani pelanggan dengan cermat. Sebenarnya ia agak enggan untuk mempekerjakan seseorang yang berumur 17 tahun, namun ada sesuatu dalam diri remaja berambut pirang itu yang membangkitkan insting perlindungan yang tak akan segan-segan ia berikan secara sukarela. Lagipula, cafenya juga membutuhkan pekerja ekstra karena jumlah pelanggan yang memang bertambah banyak akhir-akhir ini.

Si remaja, Choi Jinri, baru saja pindah di kota ini setelah menyelesaikan pendidikannya di kelas akselerasi di SMA Y. Ia lalu menerima beasiswa di Universitas X yang jaraknya tak seberapa jauh dari lokasi café. Jinri mengaku uang hasil kerjanya di café ini untuk biaya kehidupannya sehari-hari. Orang tua dan adiknya meninggal dua tahun lalu karena kejahatan perampok. Tak ada sanak saudara yang bisa ia andalkan, jadi kini ia harus berjuang seorang diri saja.

Nah, setidaknya ia mengerti darimana instingnya itu muncul. Ditambah kenyataan bahwa Jinri pada dasarnya orang baik yang berusaha untuk kehidupannya, mana mungkin Kibum menolak remaja itu begitu saja.

Well… itu, dan kenyataan akan keimutan serta kepolosan Jinri yang tak bisa diungkiri menjadi poin plus di mata Kibum untuk menerima si remaja berambut pirang sebagai salah satu pekerja di cafenya.

.

[ Love ]

Baik Jinri maupun Siwon pada awalnya tak mengerti apa itu cinta. Cinta itu rumit—tak bisa dijelaskan begitu saja dengan kata-kata. Rasa terdekat yang mereka temui adalah kasih sayang yang mereka rasakan untuk keluarga mereka.

Siwon yang workaholic tak punya waktu untuk menjajal zona kehidupan cinta. Perempuan yang menjadi tunangannya dulu hanyalah gadis aristokrat asing berlatar belakang keluarga terhormat yang dipilih oleh orang tuanya. Tidak cukup baginya untuk merasakan cinta. Hanya secuil yang Siwon pahami akan apa itu cinta melalui berbagai interaksi yang ia amati dan lakukan setelah hidup sebagai vampire selama kurang lebih dua abad.

Sementara Jinri, yang sibuk mengejar prestasi akademi untuk mempertahankan beasiswanya, tak sempat untuk membagi waktunya yang padat untuk cinta. Ia sudah cukup disibukkan oleh waktu untuk belajar, menikmati kehadiran keluarganya dalam hidupnya, dan bersantai dengan teman-temannya. Cinta bukanlah sesuatu yang ada di pikiran Jinri saat itu. Tewasnya keluarganya hanya dalam satu malam membuat Jinri semakin jauh dari cinta.

Karena itulah, saat takdir mempertemukan keduanya, Jinri dan Siwon tak segan-segan untuk menggapai dan menggenggam cinta yang mereka rasakan untuk satu sama lain. Kendati rasa itu masih baru bagi si vampir dan si manusia, kendati dengan memiliki rasa itu sama artinya dengan melangkah keluar dari ‘comfort zone’ yang selama ini menyelimuti keduanya dengan rapat dari sentuhan cinta.

.

[ Maid ]

Jinri memberikan sentuhan terakhir pada bibirnya dan mengamati refleksi dirinya di cermin. Bibir merah jambu alaminya tampak berkilau dengan lipgloss tak berwarna yang sengaja ia beli beberapa hari lalu untuk… eh, acara hari ini.

Gadis berambut pirang itu menjilat bibirnya, indra pengecapnya mengenali rasa ceri dari lipgloss yang ia pakai. Sudut bibirnya meliuk membentuk sebuah senyuman, ia bisa membayangkan dengan jelas bagaimana rekasi kekasihnya nanti dengan pakaiannya sekarang ini.

“Jinri?”

Senyuman Jinri melebar.

“Jinri, sayang?”

Menahan senyum penuh kemenangan saat melihat Siwon begitu si vampir tiba di ambang pintu kamar, gadis berambut pirang itu mengulurkan kedua tangannya yang dibalut oleh sarung tangan putih pada Siwon dan berkata,

Happy anniversary, love.

.

[ Normal ]

Kibum menghela napas panjang. Ia melempar pandangan gelap pada tumpukan paperwork yang menggunung di mejanya. Lelaki itu ingin sekali membakar paperwork-paperwork sialan yang selalu berhasil membuatnya menderita di tempat kerjanya sendiri. Namun ia tahu membakar tumpukan kertas itu bukannya mengurangi siksanya, tapi malah menambahi.

Bangkit dari tempat duduknya, Kibum menghampiri teko berisi kopi dan menuangkan cairan hitam itu pada cangkir yang tersedia. Matanya lalu bergulir pada deretan layar yang menyambungkan dengan CCTV di berbagai ruangan di cafe. Para pekerjanya sibuk melayani tamu seperti biasa dengan Ryeowook, Shindong dan Yesung berkutat di dapur. Pandangan Kibum lalu terjatuh pada seorang gadis yang tengah mencatat pesanan pelanggan di meja nomor 1, senyuman  sopan yang menyebabkan lesung pipinya terlihat terukir di wajahnya.

Choi Jinri. Gadis yang secara tak resmi Kibum klaim sebagai adik perempuannya sendiri.  Dan sepertinya bukan hanya ia saja yang mengklaim Jinri sebagai adik. Heechul, walaupun enggan mengakui, jelas menganggap gadis berambut pirang itu sebagai saudaranya sendiri. Sementara Hyuna secara terang-terangan mendeklarasikan Jinri sebagai adik(angkat)nya di hari pertama Jinri bekerja.

Suara ketukan di pintu memecahkan jalan pikiran Kibum. “Masuk.”

“Hei, Boss?” kepala Sungmin menyembul di balik pintu.

“Ya, Sungmin? Ada apa?”

“Er, ada seseorang yang mencari Jinri.”

Kibum mengangkat alisnya. “Siapa?”

Di sini, Sungmin tampak ragu-ragu. Namun sejenak kemudian ia meneruskan, “Well… dia bilang dia pacarnya Jinri.”

“APA!?”

 .

[ Opportunity]

Kibum menatap lelaki yang mengaku sebagai kekasih Jinri dari ujung kaki hingga ubun-ubun dengan pandangan menyelidik.

Dia… tinggi. Mungkin beberapa inci lebih tinggi darinya. Kibum bisa melihat lekuk tubuh yang terbentuk secara proporsional dibalik pakaian semi-kasual yang ia kenakan. Namun yang menarik perhatian Kibum adalah mata lelaki tersebut.

Merah.

Lensa kontak kah?

“Choi Siwon?” kata Kibum berbasa-basi mengingat nama yang laki-laki itu berikan pada Sungmin.

Dia memiringkan kepalanya. “Ya. Dan Anda?”

“Kim Kibum, pemilik sekaligus manager di cafe ini,” kata Kibum sambil mengulurkan tangan.

Si lelaki tersenyum sopan dan menyambut uluran tangan itu. “Senang bertemu dengan Anda. Nama saya Choi Siwon.”

Kibum mengangkat sebelah alis. “Langsung saja, ada urusan apa Anda mencari salah satu pegawai saya, Tuan Choi?” ia bertanya sembari bersedekap.

“Ah,” senyum sopan yang mulai membuat jengkel Kibum masih menghiasi wajah Siwon, “-saya datang untuk mengantarkan ponsel Jinri. Dia meninggalkan ini di meja makan tadi,” katanya sambil menunjukkan Kibum ponsel putih yang ia kenali sebagai milik Jinri.

Mata Kibum menyipit. “… meja makan?”

“Kami tinggal bersama.”

Untuk sesaat, Kibum bungkam atas keterbukaan Choi Siwon mengakui bahwa ia dan Jinri tinggal bersama. Sepertinya dia benar-benar kekasih Jinri.

Well then…

Bibir Kibum melengkung membentuk senyum mencurigakan. Kalau benar dia adalah kekasih Jinri, maka Kibum tak akan melewatkan kesempatan emas untuk menginterogasi Choi Siwon habis-habisan.

 .

[ Pleasure ]

Siwon memejamkan mata. Desahan halus keluar dari bibirnya.

“Jinri…”

Mata Jinri berbinar.

Siapa sangka Jinri akan memberi hadiah kepada Siwon sebagai ucapan terima kasih  karena telah mengantarkan barangnya yang ketinggalan ke tempat kerja dan menghadapi interogasi Kim Kibum?

Heh, Siwon tak ada masalah dengan itu.

.

[ Quiet ]

Sunyi.

Terlalu sunyi.

Dengan raut cemas Siwon mengecek arloji yang melingkar di pergelangan tangan untuk yang kesekian kalinya. Ia tahu betul jatah jam kerja kekasihnya di cafe habis tepat pada pukul delapan, sementara perjalanan yang harus Jinri tempuh untuk sampai ke apartemennya memakan waktu kurang lebih satu jam. Jadi Jinri seharusnya sudah tiba di rumah sejak satu jam yang lalu pada pukul sembilan. Namun sampai pukul sebelas malam lebih kekasihnya belum juga tiba di apartemen. Parahnya lagi, ponsel Jinri tidak aktif saat Siwon mencoba untuk menghubunginya.

Adalah sebuah kebohongan besar jika Siwon mengaku ia tak merasa cemas.

Mengambil keputusan cepat, Siwon meraih kunci mobilnya di atas meja. Namun sebelum ia dapat meraih gagang pintu, ponselnya berdering.

Click.

“Halo?”

“Halo, Choi Siwon?”

Siwon mengernyit. Ia tak mengenali suara di seberang telepon. “Ya, siapa ini?”

Ini aku, Kim Kibum-” kernyitan tipis menghiasi dahi Siwon. “-dengar, bus yang ditumpangi Jinri mengalami kecelakaan. Jinri sekarang berada di rumah sakit M.

Ponsel Siwon terjatuh dari genggaman tangannya, memecah kesunyian yang menyayat.

.

[ Restless ]

Hangeng duduk dengan tenang di atas atap bangunan yang bersebelahan dengan gedung rumah sakit. Di sebelahnya terdapat sebuah peti persegi panjang yang terbuat dari kayu, cukup besar untuk dapat dimasuki oleh satu orang.

Gerakan angin halus di belakang tak membuatnya mengalihkan pandangan dari rumah sakit tempat pasangan Siwon dirawat.

“Bagaimana?”

“Aku masih menunggu isyarat dari Siwon,” kata Hangeng pelan. Tangannya menggenggam sebuah ponsel yang layarnya menyala samar.

Song Qian duduk di samping Hangeng. “Aku harap Siwon tak mendapat masalah karena tindakannya ini.”

“Tidak selama rencananya berjalan sukses,” kata Hangeng kalem.

Qian menghela napas panjang dan mengangguk. “Kau tahu… semuanya akan menjadi lebih mudah jika Siwon mengubah pasangannya menjadi vampir saat pertama kali mereka bertemu,” katanya kemudian.

“… Kau sendiri tahu alasannya, Qian. Siwon ingin memenuhi keinginan Jinri untuk tetap menjadi manusia selama beberapa saat,” katanya lamat-lamat, teringat akan diskusinya dengan Siwon beberapa bulan lalu. “Bagaimanapun juga, bukan hal yang mudah untuk dapat melepaskankan statusnya sebagai manusia di usia yang begitu muda.”

Qian kembali menghela napas. Ia bisa mengerti keinginan Jinri. Ia sendiri menunggu selama dua tahun setelah pertemuannya dengan Hangeng untuk menjadi seorang vampir. Itu saja mereka nyaris kehabisan waktu dari batasan maksimal yang ditentukan para tetua jika seorang vampir mendapati pasangannya adalah seorang manusia.

Sekarang, ia hanya berharap tidak akan ada yang menjadi penghalang bagi rencana yang akan mereka lakukan malam ini.

.

[ Secure ]

“CCTV?”

“Sudah diurus oleh Shindong.”

Hangeng meletakkan peti yang dibawanya di lantai dan membuka tutupnya. Di sana terbaring seorang gadis dengan postur tubuh dan wajah yang identik dengan Jinri. Model dan warna rambutnya pun sama persis. Kelopak matanya tertutup. Dada gadis itu bergerak naik-turun dengan teratur.

Qian mengerjap. “Itu…”

“Yesung yang menyiapkan ini beberapa bulan lalu. Sifatnya yang paranoid terbayar juga,” jawab Hangeng, mengangkat gadis dalam peti dan membaringkannya di kasur yang semula ditempati tubuh Jinri yang asli. “Cukup mudah menemukan manusia yang memiliki postur tubuh seperti Jinri. Selainnya adalah berkat operasi plastik dan keahlian Yesung di bidang kimia.”

Hangeng bekerja dengan cekatan menyusun posisi gadis itu di atas kasur rumah sakit. Pakainnya telah diganti dengan pakaian yang sebelumnya dipakai oleh Jinri. Di sudut ruangan berdiri Siwon, menggendong Jinri asli yang tertidur, diam mengamati semua itu dengan ekspresi tak sabaran. Sesekali ia melemparkan pandangan cemas pada Jinri, yang kendati telah melewati masa kritis, masih dalam keadaan lelah sekali. Qian menutup kembali peti itu dan pergi memastikan bahwa Kibum dan Sungmin masih terbius tidur.

Tak lebih dari satu menit, Hangeng telah selesai mengatur keadaan di kamar mirip seperti sedia kala—hanya gadis yang berperan sebagai Jinri palsu saja yang berubah, namun tak akan ada orang lain yang tahu akan semua itu.

“Keadaannya akan memburuk secara alami lusa berkat obat dari Yesung,” kata Hangeng, mengangkat peti itu dengan mudah. Ia menatap Siwon dengan serius. “Selama itu, kau harus tetap mengunjunginya. Jangan sampai ada yang curiga, Siwon.”

Bibir Siwon membentuk garis tipis, tapi ia menggangguk mengerti.

Hangeng mengangguk. Ia lalu mengerling pada sosok Jinri yang tertidur di dekapan Siwon.

“Kita bertemu di rumahmu—dan aku akan memulai proses perubahannya.”

.

[ Tomb ]

Pemakaman Jinri dihadiri oleh seluruh rekan kerja dan beberapa tetangga di apartemen yang kenal Jinri dengan baik. Mendung gelap kelabu hari itu cukup untuk melukiskan bagaimana perasaan orang-orang yang hadir di sana.

Dari sudut matanya, Kibum melihat sosok Siwon yang berdiri dekat di makam Jinri. Penampilan lelaki itu tak serapi biasanya. Wajahnya pucat pasi. Lingkaran hitam menghiasi matanya. Sekali dua kali, Kibum menangkap bagaimana tangan Siwon bergetar pelan.

Kibum mengusap lelah matanya. Memang benar ia hanya mengenal gadis berambut pirang itu dalam waktu singkat, tapi Kibum sudah menganggap Jinri sebagai adiknya sendiri selama ini. Sekarang, tak kan ada lagi senyum cerah Jinri yang menyambutnya saat tiba di kafe. Tak kan terdengar lagi tawa riang Jinri diantara para pelanggannya.

Isakan tangis Hyuna tertangkap oleh indra pendengarannya. Ia merangkul pundak rekan kerjanya itu, tahu bahwa Hyuna, sama sepertinya, sudah menganggap Jinri sebagai adiknya sendiri. Kehilangan Jinri dalam waktu yang begitu singkat menjadi pukulan berat bagi mereka berdua. Ia tak mau mempercayai bahwa Jinri telah tiada, namun itulah kenyataannya. Kenyataan pahit yang harus ditelannya.

Di sisi lain, Siwon menarik keluar kacamata hitam yang ia bawa dan menenggerkan benda itu di hidungnya, menutupi kilatan emosi yang terpantul di matanya. Manik merahnya menatap peti mati yang perlahan tertutupi oleh tanah dengan ekspresi aneh tak terbaca.

.

[ Unintended ]

Transformasi Jinri jauh lebih lama dari yang Hangeng perkirakan. Ini jelas membuat Siwon cemas setengah mati akan apa yang terjadi pada pasangannya. Apalagi saat Sire-nya sendiri tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Namun mereka bisa melihat bahwa proses yang tengah dialami Jinri berjalan dengan lancar, kendati tak secepat perubahan manusia ke vampir pada umumnya.

Baik Hangeng maupun Siwon tak dapat melakukan apa-apa. Mereka tahu proses tersebut harus berjalan tanpa gangguan apapun. Siwon hanya bisa menunggu pasangannya untuk bangun dan melihat apabila ada sesuatu yang salah ata tidak.

Siwon harap semuanya baik-baik saja. Cukup buruk ia melihat kopian kekasihnya terbujur kaku di dalam peti mati. Kendati ia tahu itu bukanlah Jinri yang asli, bayangan yang muncul dalam kepalanya selalu membuatnya bergidik takut.

.

[ Vampire ]

“-! Jinri!”

Kerutan halus menghiasi Jinri. Telinganya berdengung menangkap bunyi yang dirasakannya terlalu keras.

“-lah, Siwon. Suaramu terlalu keras untuk pendengarannya yang masih sensitif.”

Perlahan, ia membuka matanya. Ingatannya meloncat secara acak, membuatnya sedikit bingung akan apa yang terjadi pada dirinya sebenarnya.

“Jinri?” kali ini dengan suara yang lebih pelan.

Ah…

Jinri menoleh, mendapati kekasihnya berada di dekatnya. Matanya memantulkan kecemasan bercampur kelegaan yang tak bisa ia pahami.

“… Wonnie?” bisik Jinri dengan suara parau. Ia lalu menekan tenggorokannya, merasa haus sekali sampai-sampai tenggorokannya serasa seperti terbakar.

Hangeng berjalan mendekat. “Jinri? Apa kau merasa ada yang aneh dalam dirimu?” tanyanya dengan nada hati-hati.

Jinri menjilat bibirnya. “Selain merasa sangat haus…? Aku baik-baik saja,” jawabnya. Entah kenapa ia merasa ada yang aneh dengan suaranya.

Hangeng dan Siwon bertukar pandang. Siwon lalu membantunya untuk duduk, sementara Hangeng sendiri mengambil tempat duduk di sebelah Childe-nya.

“Aku dan Siwon akan memberimu penjelasan akan apa yang terjadi…”

.

[ Wicked ]

Mata Siwon dengan jeli mengamati leher Jinri bergerak disetiap tegukan. Darah si manusia yang keluar dari mulut Jinri membentuk garis di dagu vampir muda itu. Ia melihat bagaimana Jinri mengikuti dengan baik instingnya dalam berburu dan menyantap mangsanya, hal yang biasanya jarang dapat dilakukan oleh newborn.

“Wonnie?” tanda tanya terdengar jelas di nada Jinri. Vampir muda itu mengendus udara sesaat. Ia mengerjap dan melempar pandang tak percaya pada pasangannya itu.

Siwon menelan ludah saat ia melihat kilat geli yang terpantul di iris merah Jinri tak lama setelahnya.

.

[ XXX ]

Siwon berjengit saat punggungnya menghantam lantai dengan kasar.

You’re getting more and more aggressive, darling…

Mhmm, I didn’t hear you complaining.

Sudut bibir Siwon meliuk membentuk seringai. Komplain? Kau bercanda?

. 

[ Yellow-eyed ]

Beberapa minggu setelah kematian Jinri, entah bagaimana caranya, tapi saat Jinri dan Siwon kembali ke rumah setelah selesai berburu, mereka mendapati seekor kucing abu-abu yang sangat familier tengah duduk santai di depan pintu masuk utama. Kucing itu mengeong saat melihat sosok mereka mendekat.

“Haru!”

Haru segera melesat menghampiri Jinri dan melompat ke dalam dekapannya, menjilat dagu pemiliknya itu dengan sayang. Sepertinya ia sama sekali tak peduli akan kenyataan bahwa pemiliknya bukanlah manusia lagi.

“Oh, Haru… bagaimana kau bisa menemukan kami? Apakah kau kabur dari Hyuna? Lupakan itu, kau pasti kedinginan di luar sini. Kau sudah makan?” rentetan pertanyaan dilontarkan oleh Jinri yang begitu senang melihat kucing kesayangannya lagi, apalagi setelah ia mengira ia tak akan bisa menjumpai Haru lagi.

Haru mengeong. Saat mata kuning cerdas itu beralih pandang dari pemiliknya dan bertemu dengan Siwon, si vampir melihat ekspresi kemenangan seperti terlukis di sana (kendati itu sepertinya mustahil).

Siwon membelalak.

Apa-apaan?!

. 

[ Zip ]

Salju turun menyelimuti kota dengan putihnya. Dari seberang jalan, Jinri diam mematung mengamati kafe tempatnya dulu bekerja. Kepalanya tertutup pleh tudung parka yang nyaris menutupi setengah wajahnya, bibirnya tersembunyi dibalik syal merah yang melingkar di leher. Sorot matanya sendu menatap para pekerja di kafe yang tengah sibuk melayani pelanggan.

Vampir muda itu menggelengkan kepalanya pelan. Ini sangat berat, berpisah dengan orang-orang yang telah ia kenal dengan baik. Terutama Kibum dan Hyuna. Namun ia tak memiliki pilihan lain. Vampir dan manusia. Keduanya berada pada dunia yang berbeda. Manusia tak bisa hidup berdampingan dengan vampir, begitu pula sebaliknya. Mungkin agak kejam mengatakannya, tapi ia bersyukur bahwa seluruh keluarganya telah meninggal. Kalau tidak, mungkin perpisahan yang harus ia jalani demi bersama Siwon, pasangannya, belahan jiwanya, akan berlangsung jauh lebih menyakitkan daripada ini.

Jinri melempar pandang terakhir kali pada kafe milik Kibum, sebelum akhirnya berjalan menjauh—menutup kehidupannya sebagai seorang manusia.

.

Fin.

.

Catatan:

  1. La tua cantante – your singer. Singer disini berarti seorang manusia yang memiliki aroma (dan rasa) darah yang lebih menggiurkan dibandingkan manusia-manusia lain bagi vampir tertentu.
  2. Sire – creator, sebutan bagi vampir yang mengubah manusia menjadi salah satu anggota kaumnya (vampir).
  3. Childe – creation, mudahnya Childe adalah ‘anak’ dari Sire yang mengubah mereka (manusia) menjadi vampir.
  4. Fledgling – a young, newly created vampire. Fledgling hanya memiliki sedikit control akan rasa haus darah dan kehidupannya sangat tergantung pada Sire mereka.

 .

A/N:

  1. Ditulis kembali pada naskah raw yang untungnya masih tersimpan agar mirip dengan naskah di FFn (iya, termasuk catatannya). FFn tidak mengijinkan Titan untuk login maupun copy-paste.
  2. To readers and my 17-year-old self, I’m sorry.
  3. Please kill me /sobs
Advertisements

16 thoughts on “[Special Event: The Inauguration] Love Me Dead

  1. MO NGUMPAT SO BAD

    HU
    HU
    HU

    INGET PUNYAKU OPAH 1 XKUL HUHUW SAMPISSSS INI MAH UDA PAKE ISTILAH LUAR SEMESTA GA NGERTI DECH AKU UDA POK AME AME LANJUT THOR SEQUEL JUSEYOOOOOO XD

    WONNIE OPAH MA LUVVVVVV HUAHAHAHAHA

    TITAN WHY SO GOLDEN AAAAAAAAAA KEEP WRITING CONFEITOOOOO EONNIIIII

    Like

    1. HAHAHAHA DID YOU KNOW I CRINGE WHENEVER I READ THIS FIC?? PLOTHOLES EPRIWERE AND REDUDANCY OH GOSH

      and dear god, stop with the wonnie oppa astaga titan kok bisa-bisanya yha nulis kaya gini. efek tersepona siwon kali yak. kubelum ketemu om-om enam gemez sih waktu itu :”)) /dor

      THANKSALOT EONNI. SARANGHAE ❤ ((bener gak?))

      Liked by 1 person

  2. TITAN INI MAH GOLDEN KALO DIBANDINGIN SAMA NASKAH AKU YANG HINA DINA, PERLU DIINJEK, PERLU DIKETAWAIN HUFT. INI MAH MASIH SEJUTA KALI LEBIH NORMAL YHA ASTAGAAAAA😢😢😢😢

    I really keep my cool tapi pas “Wonnie…” muncul kampret aku nguquq di ruang tunggu! Titan tanggung jawab wkwkwkwk! Mana udah ada istilah asing-asingnya pula huffffffft. Titankuuuu keep writing yaa! Stay cobonyi!!

    Like

    1. AH APA KAFIKA KITA MENGALAMI HAL YANG SAMA PERCAYALAH!! :”D

      lmao i regret nothing kafika. paling ngga ini ngga bikin kafika jenuh di ruang tunggu hahah. thanks to harry potter fanfiction yha, titan jadi tau istilah-istilah itu XD

      thank you so muchie kafikaa ❤ ❤

      Like

  3. Adaw, titanny jdwalny pas sibuk2nya orang nyuci gelas piring (ga) :’))))

    temany sesuatu skali, dan waw, mature nyrempet, aku kalah sama titan (cherry kn mash di bwah umur.(fitnah))
    apa iniii, vampaier wonnie yg umurnya 2abad. pasangannya sama mbak jinri. kugabisa diginiin;;;; mana istilah vampaernya kubuta. dan rumah sakit M HAHAHAHAHA samalah jaman semono, macem nama jalan aja masih xxx (ya kali, jalan khusus orng dewasa) X,DDD

    tp ini ga masuk golongan jahiliyah, kok X,D keren lah titan. makin keren. smangat, maju trus pantang nyerah, titan!

    Like

    1. haaiii kafatiiim ❤

      KAK PERCAYALAH KAK TITAN INNOCENT. TITAN YANG SEKARANG BUKANLAH TITAN YANG DULU :")))

      atuhlah kak jaman masih tersepona sama siwon mana dia cool nyerempet narsis banget gitu tiap kali titan nonton acaranya suju. dan hahahahahahahahahahaha titan taunya mah wonnie dipasangin sama jinri gitu di ff jadi ya jeder oke mereka cocok ((pikiran yg simpel banget astaga)). asli kalo urusan nama itu titan have no idea at all bikos kekurangan bahan bacaan kekoriyaan jadi yha pake huruf abjad aja deh heu :" /dor

      huhu thank you so muchie ya kafatim ahay. stay awsom :")) ❤ ❤

      Liked by 1 person

  4. KOK BAGUS SIH. GA ADIL INI GA ADILLLL. KENAPA BAGUS KAK TITANNN????? Aku bukannya ketawa malah jadi menghayati kan kesel :”””)
    Arghhhh seandainya redebutku kaya naskah ini sih aku ndamalu :”3 berzih suci dari namja yeoja dan saranghaeyo.
    Ya sudah lah pokoke teruslah menulis. Anw…. kenapa aku lebih suka nama pena confeito yaa ngingetin aku sama es krim gitu nyummy :3 HE HE HE.

    Like

    1. ASTAGA NISWA JANGAN DIHAYATI. plotholes epriwer dan redudancy yha lord rasanya pengen gali lubang terus ngumpet selamanya di situ heu :””

      ini berzih suci dari namja yeoja dan saranghaeyo soalnya titan mah ngga ngerti istilah begituan, nis. i’m familiar wif dem but not familiar enough to know what does it means. jadi yha kumenistakan bahasa inggris dan bahasa indonesia sebagai gantinya XD /dor

      thanks a lotsie niswa ❤ 3

      ps: kujuga lebih suka confeito sebenernya but penname ini mengingatkan titan pada jaman jahiliyah so… :"))

      Like

  5. ASTAHAAAA GOLDEN DIAMOND SEKALI INI DEBUTNYA TITAAAAN.. ; n ; AKU MULAI INGIN MENGUMPAT PADA NASKAHKU WKWKWK
    Banyak part2 kecil yang mengandung karakter2 lain yang tiba2 muncul, agak bingung sih, tapi aku masih bisa telan. Hehehe. Penceritaannya unik, dan aku suka karakter jinrinya. Pas gitu. Jinri has sexy aura somehow.

    Titan, ternyata re-debutmu di lebaran ini nggak separah itu ah.. selamat sudah bebas dari ospek iniii! 😘😘

    Like

    1. GOLDEN DIAMOND KW KAK HAHAHAHA TITAN NGE-DRAFT INI AJA RASANYA PENGEN NUTUP TAB MULU :”D

      dan serius, titan pas baca ulang ini tuh ikutan bingung loh karakter ini kok di sini? bukannya dia harusnya di situ? sik, ini alurnya cepet banget sih?? ngunu deh :”D
      hamdalah yha jinri bearable kalo gitu. titan paling takut kalo udah nulis karakter cewe dan itu terkesan mary sue. not funny mate :”))

      hihi, thank you so muchie kamala ❤ ❤ udah terlepas dari beban ospek dan rasanya antara mau ngilang selamanya sama ketawa ngenes :"D

      Like

  6. Titan……….

    serius kamu……..

    INI GOLDEN BANGET O.O OMG.
    ampun deh aku sampe gigit jari :”((
    Bagus banget ini mah. Sejak debut sudah bagus ……… apalagi berikut-berikut-berikut-berikutnya……. daebak thor!
    Titanie eonnie keep writing yaaaaaa ❤

    Like

    1. haeee liaaaaa ❤

      tidaaak jangan iri lia :"D titan masih pengen lempar lapi pas baca ulang ff ini dan yha lord, rasanya sesuatu sekali pas ini publish dan dibaca banyak orang hahahahahahahahahaha maafkan titan reader :""

      kamsahamnida, lia eonnie ((bener gak?)) lots a love for yaaaa ❤ ❤

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s