[Special Event: The Inauguration] Blue Without You

Blue Without You

by Shin Ha Mi | Pertama kali diterbitkan tanggal 24 April 2011

***

-Shui Lian PoV-

11 November 2010

Jika dalam hidup ini kita bisa mendapatkan kesempatan untuk memilih, tentunya saja sudah kupilih jalan yang membuatku tidak akan menyakitimu. Aku…sungguh bukan aku yang menginginkan semua berakhir seperti ini. Aku…bukan aku yang ingin meninggalkan. Bukan aku yang ingin mempermainkan ataupun menyakiti. Aku hanya ingin mendapatkan semua cinta dan kasih sayang itu. Aku hanya ingin merasa dicintai.

Maafkan aku…

Mianhaeyo, Kyuhyun oppa.. Mungkin aku terlalu memuakkan untukmu sehingga kau bosan denganku. Aku sangat menyayangimu. Jeongmal..

Dui bu qi *maaf*, Hangeng gege…

Wo shi zhen de hen ai ni *Aku sungguh sangat menyayangimu*. Tapi sudah jalanku membuatmu menangis. Meskipun bukan hatiku langsung yang menghendaki semua itu…

Maafkan aku juga, Siwon oppa…

Aku seharusnya tidak muncul di kehidupanmu..

Terima kasih karena telah menjadi bagian hidupku yang singkat ini…

Aku duduk di depan bara api yang panasnya mungkin akan sekaligus membakar semua perasaan di hatiku. Di depanku sudah tersedia semuanya. Semua pemberian kalian.

Ingatkah kau pada kalung cincin milik kita, Kyuhyun?? Aku masih menyimpannya sampai saat ini. Saat kau membuangnya dulu, aku memungutnya dan menyimpannya. Aku tidak akan melupakan semua kenangan bersamamu. Kau adalah penjaga terbaik dalam hidupku. Maafkan aku harus segera menghapus semua ingatan itu pergi sebelum aku benar-benar tidak dapat mengingat semuanya.

#FLASHBACK#

“Kau tahu kapan tanggal kita jadian??”tanyaku pada Kyuhyun oppa.

“Mollayo. Kenapa, Shui Lian??”tanya Kyuhyun oppa balik padaku.

“Aku hanya ingin mengingatnya saja. Mana mungkin hari sespecial itu aku lupakan begitu saja.”

“Ah, bagaimana jika kita tetapkan saja??”

“Jinjjayo??”

Kyuhyun oppa menganggukkan kepalanya dan nampak berpikir.

“Aku punya usul. Karena aku berulang tahun tanggal 7 dan kau tanggal 22, maka bagaimana kalau kita kurangi angka lahirmu dengan angka lahirku?? Jadi tanggal 15. Bagaimana?”jelas Kyuhyun oppa padaku.

“Aku setuju. Lalu bagaimana dengan bulannya??”tanyaku.

“Ah, karena kita bertemu di bulan Juni maka kita anggap saja bulan Juni itu kita memulai hubungan ini. Bagaimana??”

Aku tersenyum sambil memeluk Kyuhyun oppa erat. Jeongmal gomawoyo, Tuhan. Karena Engkau masih memberiku kesempatan untuk bertemu dengan namja sebaik Kyuhyun oppa. Entah berapa lama lagi aku bisa menikmati kebahagiaanku bersamanya. Aku mohon jangan cepat-cepat kau ambil nyawaku karena aku tidak ingin segera berpisah dengan Kyuhyun oppa.

***

“Shui Lian, coba tebak apa yang aku genggam ini?”tanya Kyuhyun oppa padaku.

“Apa? Aku tidak tahu, oppa.”

“Coba tutup matamu sebentar saja.”

Aku menutup mataku sejenak. Sebuah tangan melingkar di leherku. Perlahan aku membuka mataku.

“Kalung ini, sama denganku. Ini adalah janji cinta kita. Jeongmal saranghaeyo, Shui Lian.”

Kalung cincin ini, semoga kau tidak menyesal memberikannya padaku, oppa. Semoga memang inilah yang kau rasakan padaku. Aku menyayangimu…

***

Satu tahun sudah. Satu tahun sudah Kyuhyun oppa menjagaku. Sepertinya waktunya sudah cukup. Aku tahu ia mulai merasa bosan padaku. Ia sudah mendapatkan seseorang yang baru yang dapat mengisi hatinya. Meskipun belum sepenuhnya, tapi aku tahu ia mulai berpaling. Gwaenchanayo, oppa. Aku tidak akan apa-apa sekalipun kau berpaling. Mungkin itu akan memudahkanku. Karena sesungguhnya aku tidak pantas untukmu. Yeoja seperti aku tidak pantas mendampingimu berlama-lama. Aku akan pergi.

“Shui Lian…”

“Oppa…”seruku dan Kyuhyun oppa bersamaan.

“Oppa duluan.”

“Kau duluan saja…”

“Jeongmal goawoyo oppa. Atas semua yang kau berikan setahun ini.”seruku sambil menahan isak tangisku.

“Wae, Shui Lian??”

“Mianhaeyo. Aku tidak bisa lagi bersamamu. Aku akan segera pergi ke China. Aku tidak akan bisa meninggalkanmu jika kita tetap bersama. Mianhaeyo, oppa.”lanjutku.

“Oppa, aku sebenarnya tak ingin membuatmu terkekang. Aku tahu kau sudah menjatuhkan pilihan. Bukan denganku…”batinku.

“Apa maksudmu, Shui Lian??”

“Oppa! Aku tahu kau mengerti semuanya. Biarkan aku pergi.”

“Baiklah jika itu yang kau mau, Shui Lian.”

“Jika kau masih menyayangiku, kau tidak akan melepasku semudah ini. Semoga kau bahagia dengan dia yang lain, oppa. Dan semoga aku bisa melanjutkan hidup ini dengan cinta yang lain…”batinku.

“Kau! Karena kau yang meminta semuanya, lihatlah ini!”seru Kyuhyun oppa sambil melempar kalung cincin yang dipakainya ke kolam air mancur di depan kami.

Tangisku tak dapat kutahan. Benarkah kau sudah tidak lagi menyayangiku, oppa??

Seketika Kyuhyun oppa meninggalkanku yang mematung sendiri di depan kolam air mancur itu. Aku berjalan pelan ke arah kolam. Mengangkat satu kakiku dan memasukkannya ke dalam kolam. Aku mencari-cari kalung cincin itu.

“Meskipun engkau pergi, setidaknya aku akan mengenangmu sebagai salah satu hadiah terindah di hidupku, oppa.”batinku sambil mencari dan terus menangis.

Aku berhasil menemukannya. Kalung cincin yang dulu dikenakan oleh Kyuhyun oppa dan tidak akan pernah ia kenakan lagi untuk selamanya.

#FLASHBACK END#

***

Ingatkah kau pada lavender yang selalu kau berikan padaku setiap hari, Hangeng gege?? Kau selalu menghadiahkanku setiap hari, tak pernah terlewat. Ada beberapa batang yang kuawetkan dan kusimpan sampai sekarang agar aku bisa selalu mengingatmu. Ada juga beberapa helai surat darimu yang kau kirimkan dari Zhong Guo untukku di Korea saat aku pulang ke Korea  dulu. Aku selalu mengingat semuanya sampai akhirnya nanti aku akan lupa akan semuanya.

#FLASHBACK#

Aku pergi ke China. Tekadku sudah bulat. Aku meneruskan studiku di China dan melupakan Kyuhyun. Semoga jarak yang memisahkan ini membuatku benar-benar dapat melupakan Kyuhyun oppa dan membuka hatiku untuk orang lain, orang lain yang akan kusakiti hatinya. Betapa jahatnya aku mengharapkan cinta seseorang kemudian menyakitinya dengan mudah. Aku adalah yeoja paling jahat di dunia.

“Ni hao.”sapa seorang nan hai *anak laki-laki*  di depanku.

“Ni hao.”aku memberi senyuman terbaik saat membalas sapaan namja itu.

Wajahnya polos dan terlihat ramah. Senyumnya sangat bersahabat.

“Wo shi Hangeng. Ni jiao shen me??”tanyanya ramah. *Aku Hangeng. Namamu siapa??*

“Wo shi Shui Lian.”jawabku. *Aku Shui Lian*

“Kau bukan dari China??”

“Aku dari Korea Selatan.”sahutku.

“Senang mempunyai teman dari luar. Apakah kau di tingkat 3??”

“Bu shi. Aku di tingkat dua.”

“Kalau begitu aku kakak kelasmu. Hehehe. Senang dapat mengenalmu.”

“Aku juga.”

***

Perkenalan dan pendekatan hanya butuh waktu 2 minggu. Dalam dua minggu Hangeng oppa sudah membantuku melupakan Kyuhyun oppa. Hangeng juga ternyata orang Korea. Ia bisa berbahasa Korea dan Mandarin sepertiku. Hangeng lebih baik dari Kyuhyun. Meskipun ada sosok Kyu yang tidak dimiliki oleh Hangeng. Tapi aku tidak pernah sekalipun membanding-bandingkan Hangeng dengan Kyu. Karena bagiku Kyu hanyalah masa lalu dan masa sekarangku adalah Hangeng.

“Shui Lian, bisakah kita bicara sebentar?”tanya Hangeng gege padaku.

“Bisa, gege.”

“A Lian, sebenarnya aku ingin mengatakan ini sejak kemarin-kemarin tapi aku belum merasakan waktu yang tepat. Saat ini adalah waktu yang tepat menurutku.”ujarnya.

“Ada apa, oppa??”

“A Lian, wo ai ni, wo hen ai ni *aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu*. Maukah kau menjadi namjachinguku??”tanya Hangeng gege.

“Gege…”

“Aku serius. Aku juga tidak mengerti mengapa aku sangat menyayangimu. Pada saat pertama kita bertemu pun aku sudah merasakan bahwa pada akhirnya kita akan bersama-sama. Apa kau bersedia menerimaku?”

“Gege…”

“Aku janji akan selalu membahagiakanmu, A Lian.”

Hangeng gege, satu-satunya namja yang memanggilku dengan sebutan A Lian. Satu-satunya namja yang selalu memperhatikanku lebih dalam dari Kyu. Satu-satunya namja yang bisa menjadi teman, kakak ataupun appa yang baik untukku.

“A Lian…”

“Shi, gege.”

“Apakah kau bersedia?”

“Iya. Wo ye hen ai ni, gege *aku juga sangat mencintamu,gege*.”sahutku sambil tersenyum.

Seketika itu juga Hangeng gege langsung menarikku ke pelukannya dan mengecup keningku. Terima kasih Tuhan, kau telah mengirimkan aku satu lagi malaikatmu yang bisa menjagaku. Aku tahu ia hanyalah malaikat yang kau kirim untuk menemani hari-hariku yang tidak lama lagi. Terima kasih…

***

“Oppa, aku akan bermain dalam satu theater bersama teman sekelasku.”

“Apakah temanmu itu perempuan?”

“Bu shi. Ia laki-laki, oppa. Apakah aku boleh ikut?”tanyaku.

Aku tahu Hangeng gege sangat menyayangiku. Tapi sayangnya padaku terkadang sangatlah berlebihan. Ia bahkan sampai melarangku bermain dengan laki-laki. Padahal hanya sekedar teman bermain dan belajar saja. Seketika setelah aku bercerita pada Hangeng gege, ia langsung pergi meninggalkanku. Aku terduduk di taman sekolah sendirian.

“Aku tahu kau tidak akan mengizinkanku, gege.”seruku lirih.

Tiba-tiba saja ponselku berdering.

“Ni hao.”sapaku.

“Kita putus saja. Aku tidak bisa melihatmu bersama dengan namja-namja lain sekalipun hanya sebagai teman.”

“Tapi gege…”

Klik~ Hangeng gege mematikan teleponnya sebelah pihak. Aku menangis di tempat seketika. Hari ini adalah hari di mana kami melalui 10 bulan hubungan kami tapi ia malah mengatakan kata putus padaku. Apa maksudnya??

***

Aku melalui hari-hari tanpa Hangeng gege. Memang rasanya lebih berat daripada berpisah dengan Kyu oppa. Tapi aku harus bisa melaluinya. Untuk apa aku bersama dengan namja yang over protektif padaku. Sementara aku harusnya menikmati hidup ini sebelum malaikat pencabut nyawa merengutnya dari tanganku.

“A Lian…”panggil seorang namja yang tiba-tiba berdiri di hadapanku.

“Gege…”

“Bisa bicara?”tanyanya.

Aku mengangguk dan mengikuti langkahnya.

“dui bu qi *m,aaf*. Karena aku sudah terlalu cepat mengucap kata putus itu padamu.”serunya.

“mei guan xi, gege *tidak apa-apa, gege*.”

“Bisakah kita mengulang kembali?? Aku berjanji tidak akan mengekangmu seperti hari-hari kemarin.”janjinya padaku.

“Bagiku kata putus bukanlah kata-kata yang dapat sembarangan diucapkan oppa. Aku tidak suka kekangan. Dui bu qi. Aku memang masih sangat menyayangimu tapi aku tidak bisa lagi mengulang semuanya.”

“A Lian…”

“Aku benar-benar tidak bisa, gege. Dui bu qi…”seruku lirih sambll berlalu dari hadapannya.

“Tapi aku bisa mengizinkan semua kegiatanmu, aku tidak akan keberatan sama sekali dengan apapun yang kau lakukan. Aku percaya padamu, A Lian. Aku tidak akan mengekangmu seperti yang pernah aku lakukan.”

“Dui bu qi…”ujarku lirih sambil menitikkan air mata.

“Dui bu qi, gege. Aku tidak bisa hidup terkekang dan aku tidak ingin mengekangmu nantinya. Dui bu qi.”

#FLASHBACK END#

***

Aku sampai pada barang-barang terakhir yang akan kubakar. Ini barang-barang darimu Siwon. Kau, ingatkah kau pada kotak musik yang kau bawakan ini?? Juga satu buah alkitab mini dengan pembatas bertuliskan nama kita. Mungkin ini adalah dosa terbesarku, membakar sebuah alkitab. Tapi aku memang ingin memusnahkan semuanya. Semua yang beserta kenanganku ini.

#FLASHBACK#

Setelah menyelesaikan studiku satu tahun di China, aku kembali ke Korea. Aku tahu tubuhku melemah. Tapi sekembalinya aku dari China aku malah semakin aktif di kegiatanku bermusik. Sampai aku bertemu namja yang membuatku ceria kembali. Namanya Siwon. Kami dekat karena kegiatan yang sama-sama kami jalani. Dua minggu kami dekat sebagai teman. Hanya dua minggu waktunya mengenalku lebih jauh.

“Shui Lian, kau tahu, aku menyukaimu.”serunya saat aku dan dia duduk bersama di depan sekolah saat festival musim semi di sekolah kami.

“Mworago??”tanyaku heran.

“Iya, apakah kau mau menerimaku menjadi namjachingumu??”

“Na..namjachingu??”

“Geuraseo. Aku ingin kau menjadi yeojachinguku.”serunya.

“Tapi, Siwon-ssi…”

“Mungkin ini terlalu cepat untukmu. Tapi aku tidak main-main dengan semuanya. Jebal…”

“Bagaimana bisa kau menyukaiku??”

“Mollayo. Perasaan ini datang begitu saja.”sahutnya.

Aku diam sejenak. Siwon… Memang ia adalah namja yang mengisi hati dan hari-hariku selama ini. Aku… Tak bisa kupungkiri kalau aku juga menyayanginya.

“Shui Lian…”

“Ne.”

“Eoddeokeh??”tanya Siwon lagi. Kali ini sambil menatap dalam kedua mataku.

“Geuraesseo. Kau, namjachinguku. Saranghamnida.”sahutku sambil tersenyum.

“Gomapseumnida, Shui Lian. Saranghaeyo… Jeonmal saranghaeyo.”

***

Kepalaku.. Mengapa rasanya seperti tertusuk pedang tajam? Apakah waktuku sudah tiba?? Apakah aku sudah harus mengakhiri hidupku yang ditakdirkan singkat ini?? Apakah semua harus berakhir??

3 minggu… Baru saja 3 minggu aku berbahagia dengan Siwon. Apakah kebahagiaanku akan terengut sebentar lagi?? Tidak masalah jika itu kebahagiaanku. Tapi aku harus merengut kebahagiaan Siwon! Aku!! Yeoja paling jahat karena sebentar lagi aku akan membuat Siwon menderita. Aku bertekad, lebih baik aku mengakhirinya. Sebelum kebahagiaan Siwon terakhiri dengan kesedihan yang mendalam.

Aku mengambil ponselku dan mengetikkan sebuah pesan.

To           : Wonnie :))

Siwon-ya, odiseyeo?? Aku ingin bertemu. Kau sibuk?? Ke depan ruang band yaa 🙂

Selang beberapa detik kemudian, Siwon membalas pesanku.

From     : Wonnie :))

Waeyo, chagi?? Oke, aku ke sana sekarang.

Aku segera beranjak menuju ruang band yang ada di sekolahku. Aku tidak boleh terlihat lemah di hadapan Siwon. Ia tidak boleh menyadari kalau aku sedang tidak enak badan.

“Shui Lian, waeyo??”tanya Siwon saat sampai di depan ruang band.

“Ah, ada hal yang ingin aku bicarakan.”seruku.

“Apa??”

“Siwon-ah, sepertinya kita tidak lagi bisa bersama.”

“Mworago?? Apa maksud perkataanmu, Chagiya??”tanyanya.

“Mianhaeyo, aku tidak bisa lagi bersamamu. Aku tidak mampu lagi bersamamu.”jawabku sambil berusaha menahan air mataku.

“Jadi menurutmu, apa yang akan kita lakukan dengan hubungan kita, Shui Lian??”

“Sebaiknya kita akhiri saja semuanya. Aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini lagi, Siwon.”ujarku lirih.

“Arasseo! Baiklah, aku akan mengikuti kemauanmu. Araseo! Kamsahamnida, Shui Lian.”

#FLASHBACK END#

***

Aku… Sepertinya waktuku di dunia ini sudah akan habis beberapa saat lagi. Aku sudah terbaring lemah di rumah sakit. Aku tidak tahu. Aku benar-benar tidak tahu mengenai semua di sekitarku. Perlahan ingatanku mulai melemah. Kurasa bahkan aku sudah tidak ingat lagi siapa orang yang menjengukku di rumah sakit saat ini. Aku… Mungkin aku sudah dekat dengan ajalku. Aku sudah dekat dengan keabadianku. Aku sudah dekat dengan Tuhan. Kapankah aku akan pergi dari dunia ini?? Penyakit ini ternyata benar-benar mengambil seluruh hidupku. Sinar terang sekarang sudah ada di depanku. Di tengah sebuah pintu besar yang udaranya terasa amat sejuk. Apakah itu adalah pintu ke surga?? Apakah Tuhan sudah mengutus seseorang untuk menjemputku ke surga??

Aku bisa melihat sekarang. Aku bisa melihat tubuhku yang kurus dan sangat lemah terbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit itu. Tubuhku sudah seperti robot, penuh dengan kabel-kabel yang terhubung ke sana kemari. Aku juga dapat melihat eomma dan eonni menangis di sampingku. Aku perlahan menitikkan air mataku.

“Shui Lian, sudah waktunya kau meninggalkan dunia ini.”seru seseorang yang keluar dari pintu bercahaya yang kulihat.

“Chakkaman! Aku harus mengatakan sesuatu pada eomma dan eonniku. Izinkan aku berbicara sebentar dengan mereka.”sahutku.

Aku kembali masuk ke tubuhku. Menggerakkan jari tanganku sedikit.

“Shui Lian!!”seru eonni.

“A Lian!!”eomma ikut berteriak memanggil namaku.

“Eom..eomm..eomma…”seruku lirih.

“Kau sadar! Ada apa, Shui Lian??”tanya eomma.

“Eon…eonn…eonni…”

“Ne, Shui Lian. Ada apa?? Apa yang bisa eonni lakukan untukmu??”

“Mianhae…”

“Mwo??”

“Mianhae untu se..semua kesalahanku.”

“Shui Lian! Apa maksudmu??”

“Eomma…jeongmal gomawo.”ujarku semakin lirih.

“Shui Lian…”eonni dan eomma berkali-kali menyebut-nyebut namaku sambil menangisiku.

“Berikan su..surat..surat-suratku… Aku ha…harus pergi.”ujarku di akhir napasku.

“Shui Lian, waktumu sudah habis. Kajja!”seru seseorang yang menjemputku tadi.

“Ne. Aku sudah siap. Eomma, eonni, selamat tinggal.”lirihku sambil menghapus air mataku dan pergi.

Kudengar alat pendeteksi jantungku berbunyi nyaring.

“Shui Liaaaann!!!”teriak eonni dan eomma bersamaan.

Mianhaeyo, eomma, eonni. Aku harus meninggalkan kalian. Saranghae…

***

– Kyuhyun PoV –

“Aku hanya ingin menyerahkan ini padamu.”seru eonninya Shui Lian seraya menyodorkan sebuah surat padaku.

“Apa ini??”tanyaku padanya.

“Ini…surat terakhir yang ditulis Shui Lian untukmu.”

“Surat terakhir??”tanyaku kebingungan.

“Ne. Sebaiknya kau baca sendiri. Aku hanya bertugas menyampaikannya.”ujar eonni Shui Lian seraya berjalan pergi meninggalkanku.

Aku masih duduk di tempatku tak bergeming. Surat??? Terakhir??

Aku membuka surat itu perlahan.

Dear Kyuhyun oppa…

Annyeong haseyo Kyuppa.. Ingatkan kau padaku?? Ah, mungkin kau tidak lagi mengingatku karena kau sudah memiliki yeoja yang jauh lebih baik daripada aku bukan?? Oppa, jeongmal mianhae karena dulu aku sudah memutuskanmu. Jujur saja saat itu aku masih sangat menyayangimu. Kau adalah yang pertama bagiku. Yang pertama dalam segalanya. Oppa, saat itu aku tahu kau sudah tidak lagi menyayangiku seperti saat pertama kita bersama. Tapi aku juga tahu bahwa kau tidak tega memutuskanku begitu saja. Maka aku memutuskan untuk mengatakannya padamu. Aku juga mengatakannya karena satu hal. Aku tidak ingin membuatmu sakit jika terus bersamaku.

Ketahuilah, aku hanyalah yeoja lemah yang membutuhkan cinta dari orang-orang sekitarnya. Jika sekarang kau masih bersamaku, pastilah saat ini kau sedang menangisiku tak berhenti. Kau hanya akan sakit hati jika bersamaku saat ini. Aku tahu kau akan lebih bahagia jika kau bersama dengan yeoja lainnya. Sekarang aku sudah senang dan telah nyaman di tempatku yang baru. Aku akan selalu mendoakanmu dari tempatku ini. Aku akan selalu meminta pada Tuhan yang ada di sampingku agar menjagamu dan yeojamu. Jeongmal gomawoyo, Kyuhyun oppa. Saranghae…

                                                                                                                                                                               

                                                                                                                                                                                Shui Lian

Shui Lian… Kau?? Pergi selamanya…

***

– Hangeng PoV –

Sudah satu tahun lebih aku berpisah dengan Shui Lian. Bagaimana kabarnya saat ini? Aku sungguh-sungguh merindukannya. Aku tidak bisa menghapus bayangnya meski hanya sedikit saja. Meski ia sudah dengan seenaknya memutuskan semuanya tapi hati ini tetap berlabuh padanya. Shui Lian, andai saja ada kesempatan untukku kembali padamu…

Drrttt..Drrrttttt.. Ponselku bergetar agak lama.

“Yoboseyo??”sapaku.

“Yoboseyo. Hangeng??”tanya seseorang di sana.

“Shi-a. ni shi shui??”tanyaku. *Iya, kamu siapa??*

“Aku eonninya Shui Lian.”

“Ah, annyeong eonni. Ada apa??”tanyaku.

“Aku ingin menyampaikan sesuatu padamu. Shui Lian menitipkan surat terakhir untukmu sebelum ia pergi kemarin. Aku sudah mengirimkannya ke rumahmu. Kau bisa membukanya. Gomawo.”

“Ah, dia pergi ke mana, eonni??”

“Ia pergi ke tempat yang tidak akan bisa dicapai oleh orang yang masih hidup.”jawabnya lirih sambil menutup telepon.

“Tempat yang tak bisa dicapai oleh orang yang masih hidup?? Apakah ini berarti…”seruku dalam hati.

Aku berjalan perlahan ke depan rumahku dan mendapati secarik surat tepat di depan pintu. Aku membungkuk dan mengambilnya.

“zhi ge…”lirihku.

Aku bengkit dan beranjak ke dalam. Beribu tanya berlalu-lalang di pikiranku. Aku langsung membuka surat itu tanpa pikir panjang.

Dear Hangeng gege…

Gege, ni hao?? Aku berharap kau selalu baik-baik saja di sana. Aku bingung harus mulai menulis darimana. Tapi aku akan mencoba mengungkapkannya dimulai dari apa yang aku rasakan saat menulis ini. Perasaanku sakit, gege. Pasti kau akan bertanya mengapa aku merasa sakit. Gege, ni xiang ni ma?? *gege, apakah kau merindukanku??*. Aku.. sangat merindukanmu, gege. Sudah berapa tahun kita berpisah?? Hampir dua setengah tahun ya?? Lama sekali bukan. Hehe. Apa kau mengingatku, gege?? Gege, aku sakit. Aku bukan hanya merasakan sakit secara batiniah tapi juga lahiriah. Kau pasti tidak pernah tahu kan kalau aku sakit.

“Kau sakit… Mengapa tak pernah kau katakan itu padaku!”seruku sambil perlahan mengeluarkan air mata yang telah kubendung dan segera melanjutkan membaca tulisan Shui Lian.

Gege, aku rindu seorang nan hai yang selalu memanggilku dengan sebutan A Lian. Aku merindukannya. Kau pasti sudah tahu kalau aku memiliki namjachingu lagi setelahmu, Siwon. Kau memberitahukan padaku dengan suratmu dulu. Suratmu tepat di hari jadi kita yang ke satu tahun jika kita masih bersama. Kau bilang kau tidak bisa melupakanku. Kau masih saja ingat apa yang kusukai sehingga kau membawakannya padaku saat itu. Xie xie, gege. Aku sudah tidak bersama Siwon lagi. Lebih tepatnya aku tidak akan bersama namja manapun lagi. Kehidupanku hanya akan menghambat kehidupan namja yang ada di dekatku. Kau bingung??

Gege, dui bu qi. Dulu mungkin kau memutuskanku karena cemburu dan tidak suka jika aku berteman dengan nan hai. Jujur saat itu aku merasa sangat kecewa padamu. Tapi bukan itu satu-satunya alasanku mengapa aku tidak bisa menerimamu kembali. Sesungguhnya saat itu aku masih sangat menyayangimu. Aku masih ingin ada di dekatmu dan menjalani semua sisa hidupku bersamamu. Tapi aku tidak sanggup membayangkan semuanya. Membayangkan jika suatu hari nanti hari itu akan tiba. Hari di mana aku tidak lagi bisa mendampinginmu bahkan hanya sekedar mengingatmu pun tidak bisa. Aku akan mati… semua orang juga pasti mati kan. Tapi aku akan meninggalkanmu lebih dulu jika kita masih bersama..dan aku tidak ingin itu terjadi. Aku tidak ingin membuatmu sedih maka aku memutuskan pergi dari kehidupanmu, gege.

Gege, saat kau membaca surat ini, kau pasti tahu bahwa aku sudah tidak ada. Tapi sesungguhnya aku bukan benar-benar pergi. Aku hanya berpindah tempat. Jika kau masih memikirkanku, lupakanlah aku. carilah kebahagian untuk hidupmu sendiri. Aku akan mengawasimu dari jauh. Wo hen ai ne, gege.

                                                                                                                               

                                                                                                                                                                                A Lian

***

– Siwon PoV –

Benarkah hanya tiga minggu aku dapat menjalani semuanya bersamamu, Shui Lian?? Benarkah hanya sesingkat itu waktuku?? Apakah aku tidak bisa mendapatkan perpanjangan waktu?? Aku masih menyayangimu, Shui Lian. Bahkan kita belum sempat melakukan hal-hal menyenangkan bersama-sama. Aku belum mengajarimu bermain gitar, belum mengajakmu menemui keluargaku, belum sempat pergi tamasya bersamamu pula. Shui Lian, jeongmal bogoshipo…

“Annyeong!”sapa seorang yeoja yang membuyarkan lamunanku.

“Nuguseyo??”tanyaku.

“Aku Shui Lian eonni.”

“Mwo?? Ada apa eonni datang menemuiku?”

“Aku memberikan ini, surat Shui Lian untukmu.”

“Mana Shui Lian??

“Ia sudah tidak ada…”sahutnya lirih sambil pergi meninggalkanku.

Dear Siwon…

Annyeong…Kau ingat padaku kan?? Tentu saja kau harus ingat. Baru beberapa bulan kita berpisah masa kau sudah melupakanku begitu saja. Hehehe. Siwon, bagaimana permainan gitarmu sekarang?? Apakah kau maju pesat?? Ah, kau bahkan belum mengajariku bagaimana cara bermain dengan lancar kan?! Aku sungguh kecewa… Hahaha.

Siwon, aku merindukanmu. Aku merindukan candamu yang selalu membuatku tersenyum. Aku..aku sudah tidak bisa tersenyum seperti dulu lagi, Siwon. Aku sudah berbeda. Aku bukan Shui Lian yang dulu. Mungkin jika suatu saat kita berjodoh dan dapat bertemu lagi maka kau pastinya tidak akan mengenaliku karena kita pasti akan bertemu dengan wujudku yang lain, bukan sebagai Shui Lian lagi. Kuharap kau tidak kecewa padaku. Mianhaeyo, Siwon. Aku memutuskanmu hanya dalam waktu 3 minggu hubungan kita. Aku tahu ini sangat keterlaluan. Tapi aku harus melakukan semuanya. Karena selang beberapa waktu setelah perpisahan kita itu kondisiku semakin buruk. Sebenarnya aku menderita penyakit sejak dulu. Sejak sebelum aku bersama dengan Kyuhyun. Kau tahu kan mantanku yang bernama Kyuhyun itu!? Hehe..

Aku memutuskanmu saat itu karena aku tidak ingin kau nantinya akan bersedih karena kehilanganku. Aku tidak ingin menyakiti orang lain. Biarlah aku sendiri yang menanggung semuanya. Maafkan aku karena harus pergi meninggalkanmu. Siwon, selamat tinggal ya. jaga dirimu baik-baik. Aku akan selalu melihatmu dari tempatku. Gomawoyo sudah ada di bagian hidupku yang bermakna. Saranghae…

                                                                                                                                                                                Shui Lian

***

– Shui Lian PoV –

“Shui Lian adalah yeoja yang sangat ceria. Aku tidak menyangka ia akan berakhir seperti ini… Kau adalah yeoja terbaik yang pernah kukenal, Shui Lian. Kau mengingatkanku pada sosok ibuku. Kau juga sudah sangat murah hati kepadaku walaupun kerap aku menyakitimu.”seru Kyuhyun sambil bertumpu pada kedua lututnya di makamku.

“Geurae! A Lian adalah yeoja yang sangat berbeda. Ia aadlah yeoja polos yang sangat menawan. A Lian, bagiku kau adalah yeoja yang sangat manis. Kau mandiri dan sangat penyayang. Aku sangat menyesal karena pernah membuatmu kecewa. Padahal saat itu aku masih sangat menyayangimu. Aku memang nan hai paling bodoh di dunia karena telah menyia-nyiakan cintamu untukku itu.”sambung Hangeng yang berada di sebelah Kyuhyun.

“Bagiku Shui Lian adalah yeoja yang sangat lucu. Kau adalah satu-satunya yeoja yang berhasil membuatku tersenyum selalu. Kau juga yang selalu mengajariku menjadi anak yang baik dan rajin belajar. Kau adalah satu-satunya yeoja yang berhasil menjadikanku seorang anak baik. Kau adalah kawan, kakak sekaligus guru untukku Shui Lian.”lanjut Siwon.

“Aku mohon jangan menangis. Aku sudah tenang. Aku tidak ingin melihat kalian menangis lagi. Aku tidak sanggup melihat semuanya. Lihat ini, aku bahkan terus tersenyum melihat kalian bertiga menangis. Kyuhyun oppa… Hangeng gege.. Siwon… Jangan menangis. Jebal… Aku selalu mencintai kalian. jangan lagi buat aku bersedih.”seruku pada mereka yang tentunya tidak akan pernah bisa didengar.

Aku ingin sekali menghapus butiran mutiara yang mengalir satu per satu dari mata mereka bertiga. Aku ingin mengusapnya dan mengatakan jangan lagi menangis. Tangisanmu hanya membuat aku semakin bersedih. Lepaskanlah aku dan aku akan bahagia bersama kalian. Tapi apa dayaku. Semua jemari ini sudah tak sanggup menghapus kilauan mutiara itu, seolah kalian terlalu jauh untukku padahal jarak kita hanya beberapa meter. Aku tidak lagi mampu mengecup lembut kening kalian hanya untuk mengatakan “tenanglah, aku di sini selalu bersama kalian.”. aku hanya mampu melihat kalian dan menatap mata kalian dari jarakku sekarang ini. Satu pun dari tubuhku sudah tidak ada yang mampu menggapai kalian. mianhaeyo…

“Shui Lian, aku akan selalu mengenangmu. Doakan aku dan yeojaku. Kau tidak akan terganti, Shui Lian. Saranghaeyo…”

“A Lian… Aku akan menemukan kebahagiaanku. Bagiku kau tetap yeoja yang paling berharga. wo ai zhe ni dao yong yuan *Aku akan selamanya mencintaimu*…”

“Shui Lian, aku akan selalu menjadi namja yang baik. Aku juga akan terus berlatih gitar dan kau akan selalu menjadi seorang dewi di hatiku… Saranghae…”

– THE END –

  •  ternyata aku pernah menulis senista ini T.T
  • ini apa?!! panjang banget! > <
  • semoga kalian nggak mual setelah selesai baca ini.
Advertisements

7 thoughts on “[Special Event: The Inauguration] Blue Without You

  1. Anyeong Ha Mi eonniiiiiiii

    Jeongmal mianhaeyo yha I have a good laugh di hari predebut anda, bersama siwon dan kyu oppaaaaa XD

    Sudah wajar artefak kita kelabu kak yang penting masa deoan secerah jidat siwon oppa 😂

    SELAMAT REDEBUT KA MALAAAA ♡♡♡ KEEP WRITING!

    Like

  2. Mianhaeyo jeongmal neomu mijin. cetaaaar, aku penasaran apa yg lian perbuat di kehidupn sebelumny sampe dia punya mantan oppa2 kece :’))))

    -flasback on-
    Jinja kungikik sewaktu bca lian bakar alkitab dari siwon. jd kubayangin ada orng patah hati smpe punya nyali bkar alkitab yg itu brang dari mantannya wkwkwkwkwk wadaw kugakpernah mikir storyline macem ini X,DDD (istighfar)
    -flashback off-
    kak mala cetar membahana ulala, ga nyangka dulu pernah masuk ke dalam hasutan tipu daya oppa2 xD
    dan slamat skrang sudah terlepas dari belenggu yg menyesatkan xD
    yeokshi kak mala, jeosomhamnida~~ wo ai ni~~~

    Like

  3. YA ALLAH MBAK MALAAAA. INI MBAK DHAMALA PENULIS ITU KAN??? Hihihi gatega aku mau ketawa wkwkwkkw. Tapi begitu aku nemu ‘wonnie’ tidak tertahankan lagi TROLOLOLOLOL. Berasa satu squad gitu mbak dhamala sama kak titan wkwkwk. Tapi tapiii bahasa cinanya lumayan banyak dan bikin aku seneng bisa belajar hehehe. eh tapi itu hasil translate google apa gimana tuh? tar tetiba sesat lagi .___.
    Lucunya Lian ini OC terbanyak yang namanya kutemukan dengan berbagai cerita wkwk. Cuma nama depan / belakangnya doang yg beda. Ada apa dengan Lian? xD
    yha sudahlah punyaku juga ndak kalah nista………. /sobs/ Keep writing ya kak malaa, wo hen ai ni ahehehehey :*

    Like

  4. Pertama-tama : posternya kak aduh aku pengen ngakak tpi takut ToT. Etapi pas dulu cover ff orang biasa dan lumayan langka yang kayak bgini (kalimat puitis di dlmnya ituloh :^), malah ada warnanya yang nabrak banget, huhu.

    2011 mah yang beginian udah ketjeee parraaah sasuga kak mala, aku mah bisa apa dulu 2011 cuma bikin cerita gaje doang :’)
    Bahasa korea nyelip udah biasa (tapi ini cukup banyak aku takjub kakak udah tau artinya di masa itu dan bisa memasukkannya ke cerita debut :^), bahasa tiongkok nyelip menakjubkan, tapi tanda tanya dobel semua bikin aku nahan senyum.. huhu, kak mala ternyata pas debut juga pernah agak jahiliyah tapi gwenchana sekarang mah udah melejit huhu, doakan naega menyusul eonni :^

    Selamt atas re-debut-nya kakak. Khasnya kakak yang mengiris2 kalbu itu tetep gak ilang sejak debut, dan itu bikin aku seneng, wkwkwk. Good luck kak! 😀

    Like

  5. takpikir punya siapa ternyata punya mbak mala
    wait
    mbak mala
    HAH MBAK MALA NULIS PAKE CAST SUJU ADA HANGENGNYA LAGI PADAHAL TAHUN 2011 GITU 2011! *aka mas han udah keluar
    terus tulisannya kak mala sudah berevolusi sampe sebegitunya skrg sampe bisa cetak dalam lima tahun setelah debut … ha. kak mala aku speechless
    keep writing aja deh, btw nyari novel kakak kok susah ya? hahaha

    Like

  6. ANNYEONG CHINGU ANNYEONG xD hastagah emang kalo fanfic debut nggak akan lepas dari jeratan istilah koriya hahahahaha xD its olrait mal, bagian dari pendewasaan wkwk. tapi yaaa kalo liat tulisan mala yang sekarang, jujur kerasa banget perubahannya. yokshiii as expected from you mal! hehehe 😀 i’m proud of you really :””””””) anw congrats on your redebut yaaaa shin ha mi eonnie hahahahaha xD mari kita move on dari jaman jahiliyah! xD

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s