[Special Event: The Inauguration] Lies

image

LIES by dhiloo98

Fanfict ini di-publish 8 April 2013

 Sepasang remaja itu tak pernah tahu jalan hidup mereka. Akan berliku-liku atau lurus. Namun siapa sangka bila akhirnya akan cukup memuakkan.

.
.
.

** Lies**

Pagi di hari minggu itu dimulai dengan celotehan sepasang saudara kembar,

“Apa pedulimu? Kau kira kau ini siapa?!” teriak si lelaki bertubuh setinggi 180 cm lebih sambil menjambak rambut sang adik.
“Yak! Chanyeol-a! Neo!!” balas sang adik sambil menendang kakaknya. Lelaki itu jatuh tersungkur sembari memegangi ulu hatinya yang terasa sakit. Sementara si gadis hanya membenahi rambutnya sambil tersenyum mengejek.

“Me-me-memangnya kau mau pergi ke mana serapi itu?” tanya Chanyeol sambil berusaha berdiri.

“Aku? Entahlah,” jawab Chanri sambil segera berlari menjauhi sang kakak, takut-takut akan mendapatkan balasan atas pukulannya tadi.
“Aku pergi, Chanyeol-a.” lanjutnya sambil mengayuh sepedanya. Chanyeol yang masih meringis hanya dapat menutup pintu sambil mengernyit.

**Lies**

“Ditemukan mayat seorang pelajar laki-laki tewas mengenaskan dengan luka tusuk di sekujur tubuh, diduga kasus pembunuhan ini dilakukan oleh satu orang. Belum diketahui motif apa yang dipakai sang pelaku. Namun, disinyalir pelakunya adalah laki-laki. Sampai saat ini, belum diketahui identitas lengkap sang korb-“

Televisi di rumah itu sekejap mati. Pemilik rumah itu kembali duduk dengan senyum sinis.

**Lies**

“Aku pulang!” teriak Chanri di depan pintu rumah. Rumahnya nampak sepi dan hal tersebut membuat kerutan di dahinya bertambah – ia keheranan.

Yeollie-a? Apa yang sedang kau lakukan?” teriaknya lagi.
“Yeol? Eh? Dia pergi? Kenapa tidak bilang?” Chanri kembali mengernyit ketika tidak menemukan saudara kembarnya di kamar.

Ini mencurigakan. Chanri bahkan dapat mencium sebuah keanehan di sini. Bukan suatu kebiasaan bagi Chanyeol untuk meninggalkan rumah tepat saat sang adik tengah berada di luar rumah – dan hell dia bahkan tidak meninggalkan satupun note di lemari pendingin.

BRAK

Gadis itu berjengit kaget. Suara debam tanda pintu terbuka itu terlampau mengejutkan sampai-sampai degup jantungnya tak lagi beraturan.

“Astaga! Chanyeol-a, apa kau tidak bisa mengetuk dulu?!”

Reaksi yang ditimbulkan tentu bukan sesuatu yang aneh mengingat volume yang ditimbulkan pintu tersebut telah berhasil mengagetkan gadis berambut pendek sebahu itu. Namun, berlainan dengan Chanyeol. Lelaki itu bergeming. Tidak ada secercah senyum bahagia yang biasanya mengisi sudut demi sudut bibir di antara sejumput ketampanannya. Kedua tungkai kakinya berjalan cepat seraya kedua lengan panjang itu mendekap tubuh sang adik posesif.

“Ceritakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi antara kalian berdua?” tanya Chanyeol serius.
“Siapa kalian yang kau maksudkan?”
“Apa dia menyakitimu terlalu jauh? Bagaimana? Sejauh apa?” Chanyeol menghiraukan pertanyaan balik adiknya. Ia bahkan sudah terlebih dahulu menambahkan pertanyaan dengan nada yang tak bisa dicegah.

Sejenak tubuh gadis itu melemah. Kedua lengannya terulur untuk membalas dekapan hangat sang kakak.Sudah lama sekali kehangatan ini tak menyambangi dirinya – sekalipun itu dari boneka beruang yang selalu bersamanya setiap malam. Orang tua mereka telah lama meninggalkan dunia yang fana ini. Mereka berdua menjadi korban pembunuhan atas urusan saham milik pribadi – meski kasusnya terlanjur ditutup beberapa tahun belakangan.

Chanri balas memeluk Chanyeol. Ia biarkan dirinya terlihat lemah hanya di hadapan saudaranya. Sulit baginya melupakan semua yang belakangan ini terjadi. Sulit baginya untuk mencoba kabur dari kenyataan. Chanyeol mengelus puncak kepala adiknya dengan penuh kasih.

“Apa kau menyesal? Kau tidak boleh menyesal. Ingat itu. Dia, pantas mendapatkan itu.” ucap chanyeol lirih.

“Chanyeol-a! Bagaimana ini? Aku bahkan sama sekali tidak bermaksud,” balas Chanri terbata-bata.

**Lies**

Di  tengah dinginnya angin musim gugur yang menusuk tulang. Seorang gadis berjalan dengan langkah gemetar menuju rumah. Ia tinggalkan kendaraan yang ia punya. Bibirnya pucat, begitu pula dengan buku-buku jarinya. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai, dan air mata mendesak keluar dari pelupuknya.

“Sehun-a!”

Teriakan gadis lain dari dalam studio karaoke yang baru saja mereka sandangi melengking keras sampai ke telinga gadis tadi.

“Aku tidak peduli, begitupun kau yang tak pernah ingin peduli.” lirihnya sambil terus berjalan.

*Flashback 12 minutes ago*

“Kenapa? Kau tidak suka? Apa kau lupa bahwa ada banyak gadis di dunia ini?” balas lelaki berseragam SMA itu pada gadis di depannya.

“Enyahlah dari kehidupanku! Jangan pernah menegurku, dan lupakan soal kasus pembunuhan 10 tahun lalu! Ingat? Kau tahu? Sesuatu yang berharga darimu hampir kuambil, jadi jika kau masih berani, akan benar-benar kuambil itu. Camkan!” lanjutnya sambil menuding kepala si gadis dengan jari telunjuknya.

Hati gadis itu remuk, mengetahui kekasihnya sendiri merupakan penyebab di balik pembunuh kedua orangtuanya, penyebab utama kebencian dirinya pada mereka. Maka ia juga ingin melihat hati lelaki di depannya remuk. Mengapa tidak? Dunia ini adil kan? Maka dia akan benar-benar melakukannya.

Aak!” jerit lelaki itu tertahan saputangan yang mengganjal mulutnya.

Hati gadis itu memang remuk, dan ia membuat hati orang didepannya terkoyak. Tertanam oleh benda runcing yang ditemukannya di sekitar meja. Darah segar mengalir. Sementara itu seseorang yang melihat kejadian itu hanya membungkam mulutnya dengan telapak tangan.

*Flashback end*

Ting tong!

Chanyeol melepaskan dekapannya, menyuruh Chanri beristirahat sedang dirinya melayani tamu.

“Apa di sini anda anak yang bermarga Park?” tanya paman berseragam polisi itu dengan mimik serius.

“Ya, anda benar. Ada apa?” tanya Chanyeol sopan.

“Apa ada seseorang bermarga Park lagi di rumah ini?” tanya ahjussi tadi sambil mencoba menelisik ruangan tamu kediaman keluarga Park tersebut. Chanyeol menggeleng cepat.

“Tidak, tidak ada. Aku anak tunggal.” jawabnya sambil membuka pintu rumahnya agak lebar. Mencoba membuktikan bahwa hanya dirinyalah di rumah itu. Paman tadi percaya.

“Kalau begitu mari ikut kami,” jelas paman tadi sambil membawa Chanyeol ke kantor polisi.

2 Months later

“Chanyeol-a mianhe..” jerit Chanri sambil terisak. Chanyeol yang sudah memakai seragam tahanan hanya bisa tersenyum sambil memeluk adik kecilnya yang selalu terlihat lugu di hadapannya.

“Kau tidak pernah bersalah atas ini, oke? Akulah yang melakukannya. Aku yang membunuh Oh Sehun, aku yang membuat Hyunjae lupa ingatan dalam kecelakaan sore itu. Ingatlah itu aku? Aku yang melakukan semuanya dan bukan kau, Chanri-a.” ucapnya tulus dengan nada lirih yang membuat perasaan gadis dalam dekapannya terkoyak.

“Kenapa kau melakukan ini Yeoll~ah?” balas chanri sambil memukul dada Chanyeol.

“Aku pembunuhnya, yeol. Aku, bukan kau. Kenapa harus kau, yeol?! A-a-aku yang pantas dihukum mati, bukan kau. ” Tangis Chanri semakin pecah.

Sst, jangan menangis. Kau gadis baik-baik, anak dan adik yang penurut. Sedang aku? Hanya seorang pria, anak, dan seorang kakak yang buruk. Aku tidak sebaik kau, aku tidak sepenurut pria lain. Kakak lain, bisa membatasi kasih sayangnya, tapi kenapa aku tidak? Kenapa aku berlebihan? Kenapa aku tidak menurut ayah dan ibu, menjaga dan mempercayaimu, aku tidak melakukan itu dengan baik. Aku menambahkan akhir yang memuakkan di cerita kita. Aku, mencintai adikku sendiri. Adik kembarku sendiri,” jelas Chanyeol sambil mempererat dekapannya pada Chanri. Chanri membulatkan matanya, mencoba mencerna semua kata yang diungkapkan Chanyeol. Hatinya makin bergemuruh. Dentuman itu makin kencang. Semua rasa bergabung di lubuk hatinya. Menyesal, marah, sedih, pilu, kecewa, dan sepercik perasaan bahagia ditangkap di sana. Juga berjuta rasa lain yang tak bisa ia deskripsikan dengan kata kata.

M-mianh-” katanya terpotong oleh kecupan chanyeol di pucuk kepalanya. Tangisnya bertambah parah.

“Sudah kubilang maafkan oppamu yang bodoh ini ya? Hemm kurasa kau butuh istirahat, kembalilah ke rumah, tidur dengan tenang. Kumohon berhenti menangisi kebodohanku, hiduplah dengan baik. Kau harus tumbuh dengan cepat agar tak akan ada yang berani melecehkanmu. Arraci?” ucap Chanyeol sambil menatap mata adiknya yang dipenuhi air mata.

“Jangan ubah posisi kamarku, aku akan sering berkunjung. Tidur di sana, melihatmu, melindungimu saat tidur, dan akan selalu ada di sini.” katanya diakhiri dengan memegang dadanya sendiri.

Chanri berusaha menyamakan tingginya dengan sang kakak. Mengecupnya sebentar dan buru-buru menenggelamkan kepalanya di dada bidang sang kakak.

Mianhae, oppa. Nan neol saranghae,” katanya kemudian berlari ke luar secepat mungkin.
Chanyeol membelalakan matanya, kemudian tersenyum kecil. Ya, setidaknya di masa-masa sebelum kematian menjemput ia bisa tersenyum. Berhasil mengetahui perasaan gadis itu yang sebenarnya. Ya, setidaknya ia tak terlalu bodoh karena Chanri juga memiliki perasaan yang sama. Perasaan terkutuk yang membuat hubungan mereka mempunyai sebuah tali mistis yang tak dapat membedakan apa itu kasih sayang dan apa itu perasaan cinta.

END

a/n:

  • Aku mau meminta maaf yang sebesar-besarnya dan seluas-luasnya. Karena, dear readers, maafin aku yang dulu (HAHAHA)
  • INI. SANGAT. CRINGEWORTHY
  • Aku mau meminta ampun kepada jagat raya karena, wow, ini sangat bikin ketawa dan malu dan introspeksi tapi seru! Jadi kurasa aku harus menghargai tulisanku sendiri dan ke depannya bisa berbuat yang lebih baik lagi supaya tidak ada lagi penyesalan semacam ini HAHAHAAHA.
  • Nggak bisa menahan diri untuk nyelipin ‘HAHAHA’ karena emang ini ‘HAHAHA-able’ banget.
  • Terima kasih buat Q dan temannya yang sudah merealisasikan event ini ❤
  • Salam kenal semuanya! Aku Dhila, 98l! 😀

 

Advertisements

13 thoughts on “[Special Event: The Inauguration] Lies

  1. Hello, dhila. ini cherry dr garis 94 🙂
    selamat datang di ws sbgai anggota resmi, yah. slamat syudah melemati ospek yg syedih ini. :))

    nan johaeyo! jinja moshita! naneun tersedak waktu bca flashback 12 minutes ago. untung ga flashback 12 seconds ago, bsa kejer aku X,DDD
    oppa, eomma, appa, anyok berjamaah flashback2an :’)))

    ga nyangka dhila skrang bsa lebih berjuta kali kerennya :’))

    Liked by 1 person

    1. Haii kak cherry! Yay thank you! iya yaampun aku baca ulang ini tuh mau bersedih aja tidamau happy soalnya ini sangat menggelitik XDD era flashback banget lah 2013 itu HAHAHAHAHAHA. Aw terima kasih kak Cherry, makasih juga udah main ke fic iniiii. semoga ke depannya kita bisa lebih dekaaaaat. See you 😀

      Liked by 1 person

  2. ketika dulu masih ngefreelance di ifk baca tulisan dhiloo98 itu udah yg teriak2 gaje krn epiknya
    ternyata
    ada masa di mana dhiloo98 pernah seperti ini yha sudahlah. nulisnya chanhun pula. hahahaha iya takketawain kok *apa sih Liana *Liana senang krn dhiloo98 pernah alay pake chanhun bias seluruh rakyat
    nunggu tulisan lainnya, keep writing dhila!

    Liked by 1 person

    1. HAHAHAHAHAHA
      Iya kak :’) ada masa di mana aku sangat alay i couldn’t save my face anymore. yaampun aku ketawa reread fic ini HAHAHAHA. Iyaaniiihhhh. Yaampun sehunieee. Dulu mah nulis anak exo lancarnya minta ampun, eh sekarang :””””” anyway thanks udah mampir ke sini kaklianaaaa ❤ see you

      Like

  3. ARACI KELUAR AKU BAHAGYA tapi takut ketawa maafkan aku Dhil :^( tapi udah keren loh ini bahasa Korea-nya udah dimiringin, huhuhu. Deskripsi perasaan sedihnya juga gak terburu2 utk seukuran debut, mantep laah.
    Aah, aku salut sama idenyaaa. Dark-nya juga dapet, wkwk. Dhila yang sekarang udah deh ya joss banget 😀 Terimakasiih sudah menginspirasi, Dhil. Selamat atas re-debut dan debutnya di WS. Keep writing 😀

    Liked by 1 person

    1. Hai kak dhilaaaaa!! HAHAHAHAHA sampe sekarang aku masih bingung kenapa kok bisa-bisanya pake bahasa korea gitu di fic. Ampun deeehh. Aw, aku yang berterimakasiih. thanks juga udah main ke sini ya kakdhilaaaa. Yhaayyy happy redebut! seeyaaa ^^

      Liked by 1 person

  4. ANYYEONG THORRRR~ New readers, mispang imnidaaaa ^^ bangaptaaaa!

    THOR WAE DID YOU KILL HUNNIE OPPA??? WAEEEEEEEEE?!?!?!?!?!?!!!!

    yoksi yha Dhil jaman itu tuh ‘flashback’-‘flashback end’ itu trending sekalih untuk alur bolak-balik asique sekali flesbek bersama oppa nan neol saranghaeeeee

    DHILA NOMU SARANGHAE TOO!! KEEP WRITING DAN SELAMAT REDEBUT YHAAAA ❤ ❤ ❤

    Liked by 1 person

    1. KAKPANG ANYEONG BANGAPSEUMNIDA YEAY. Aw maafin aq reader sehunnie kill-able sehingga terjadilah HAHAHAHA. Iya yaampun era flashback dan flashback end aku malu banget huhuhu perlukah kita jayakan kembali era ini????HAHAHAHA. AIGOO NADO SARANGHAE MISPANG NEOMU GOMAPSEUMNIDA SUDAH MAIN KE YEOGI (geter banget nulis komen ini ampunHAHAHA) SARANGHANDA MISPANG ❤ ❤
      p.s : sekarang aku tahu rasanya re-debut (pass the hug)

      Liked by 1 person

  5. SEBENTAR MAU NGETAWAIN KOMEN KAKPANG DULU xD anw ANNYEONG CHINGU ANNYEONG. CHINGU KENAPA SEHUN-OPPANYA DIBUNUH :((((( (oke setop jangan dilanjutin). aku masa langsung beneran ketawa pas bagian flashbaaaack! kayaknya segmen flashback jaman dulu tuh adalah suatu keharusan yha :’) terus terus pas araci muncul, aku ngakak lagi hahahahah. tapi kalo ngeliat tulisan kamu yang sekarang arghhh :”””””) keep writing dhilaaa ihiiiiw. and congrats on your re-debut hihihi ❤ ❤ ❤

    Liked by 1 person

    1. OHIYA ADA ARACINYA YA ALLAH AMPUNI. Yampun araci coba araci:((((( aku sangat sangat introspeksi wow HAHAHAHAHAHA. Iya kak galengkap kalo gak ada flashback-nya mesqipun hanya 12 menit. very very. Yeheayyy happy re-debut ❤ ❤ ❤ ❤ thanks sudah mampir kakfikaaaa

      Like

  6. Kakdhilaaaaa why aku baru baca hahhaha. ini bikin aku nganga karena yeah EXO gitu loh. aku ga pernah baca ff kakdhila yang exo lagi. eh tapi aku juga belom pernah baca ff exo kak dhila yang ada nan neol saranghae sehun-a chanyeol-a wkwkwkkwk HAHAHAH (biar pas sama notesnya). Hihi uda ah ga baek ketawa di atas kenistaan /? semangat terus ya kakdhiiiil kumendukungmu! ❤

    Liked by 1 person

    1. HAIII NISWAAAAA
      warbyasa ya era flashback dan era nan neol saranghae dan era kecup dan juga tak lupa sehun-a XD awww thankyouuu. Yosh semangaattt. Thanks ya niswa udah mampir 😉 seeyaa

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s