[Special Event: The Inauguration] Just a Simple Present

22919cdbabf9c76c7d38f03064583fc0

by SheCa

I’m not sure when was it published, but my laptop said, “Last modified:  March 28, 2011 at 12:22 PM.”

~

Aku masuk ke kamarku dengan langkah kesal, tanpa mempedulikan berbagai kata-kata yang keluar dari mulut seorang Choi Siwon. Dia masih berusaha mengerjarku kedalam kamar, tapi aku menyuruhnya berhenti tepat di depan pintu kamarku. Aku sedang tidak ingin di ganggu oleh siapapun, termasuk dirinya, walaupun dia adalah namjachinguku.

“Emma ayolah temani aku, biasanya kau mau menemaniku” dia memsang tampang aegyo-nya, aku menjauhkan pandanganku dari mukanya. Mungkin hanya beberapa orang yang bisa melihat tampang kekanak-kanakannya, tapi ku sarankan jangan melihatnya. Itu menjijikan.

“Karena aku yang selalu menemanimu! Tidak bisakah kau membiarkan aku menikmati kamarku sehari saja?! Ketika kau SuShow aku akan mengurus pekerjaanku, tapi ketika kau selesai aku rela menemanimu Choi Siwon! Kau bukan anak kecil yang akan kuturuti permintaannya, dan aku bukan satu-satunya orang yang bisa kau ajak pergi Choi Siwon!” aku berkata panjang lebar

“ayolah aku hanya ingin pergi ke taman” dia berada di luar kamar sedangkan aku berada di dalam kamar, tidak dibatasi apapun. Karena pintu kamarku masih terbuka lebar. Ketika dia mulai mendekat memasuki kamarku, aku menunjuknya dengan jari telunjuku. Menyuruhnya agar dirinya tetap diam disana

“Choi Siwon, hari ini tidak kemana-mana! Aku ingin di kamarku!”

“Ayo lah Em……” BRAKK… aku menutup pintu didepanku dengan keras, tidak peduli bagaimana keadaan orang didepanku. Aku menyenderkan punggungku di pintu tersebut, masih merasakan bahwa seorang Choi Siwon menungguku diluar. Apa dia merasa bersalah karena aku sungguh-sungguh tidak memanggilnya dengan oppa? Kebiasan buruk atau mungkin baik? Ketika aku marah aku akan menggunakan bahasa seformal mungkin, sepertinya dia berfikir aku sungguh-sungguh tidak inging bicara.

Ada sebuah magnet pada kalender mejaku, yang kuletakan diatas rak buku. Aku berjalan menuju kesana, melihat kalender dan menelusuri tanggalan, dan tanganku berhenti pada tanggal esok hari. Aku mentapnya tak percaya, aish besok tanggal 7 April. Siwon kan ulang tahun, gawat. Terang saja tadi dia minta ditemani jalan-jalan, mungkin kerena besok hari yang special baginya.

Aku segera membuka pintu kamar, berharap dia masih ada didepan pintu, berharap dia masih ada untuk menungguku. Tapi ternyata dia sudah tidak ada, dan ketika aku sampai depan pintu rumahku, suara mobil mulai meninggalkan rumahku. Argh sial, bagaimana bisa aku melupakan tanggalan? Itu sudah menjadi hal yang harus aku ingat dalam bekerja.

“oh my twin is sad because of boy, harusnya ini masuk keajaiban dunia. Untuk pertamakalinya kau menangis hanya kerena namja tak itu.”

“hhhsssssssh” aku mendengus pelan “aku tidak menangis BABO! Bukannya membantuku, kau malah memojokkanku? Dasar kembaran tak berguna!”

“heh? Tidak berguna!? Kuberi saran kau agar kau sadar bahwa aku lebih bisa berfikir jernih,daripada dirimu! Lebih baik kau perbaiki sebelum terlambat, karena kau tidak mungkin mau menjatuhkan harga dirimu didepan Siwon dengan cara kau memohonya balik, agar ia mau menemanimu” dia menarik nafasnya sebentar “Dia besok ulang tahun buatlah sesuatu, jangan membeli!”

Yah memang dia lebih bisa berfikir jernih, tapi apa yang harus aku buat. Aku tidak bisa membuat kue ulang tahun, kecuali jika yang berulangtahu ingin segera meninggalkan dunia ini. Hanya satu hal yang bisa ku buat, coklat! Aku akan membuatnya special untukmu Siwon, dan kau harus bersyukur karena kau bisa memakan coklat buatanku tanpa harga yang mahal.

~~~~~

Hah…….. aku menghempaskan diriku diatas kasurku, menatap langit-langit kamarku, masih berfikir tentang seluruh perkataanya. Apakakah aku begitu kejam karena tidak mau memberikannya waktu sendiri? Hei! Aku hanya ingin mengajaknya jalan-jalan! Aish kenapa jadwalku padat sih, sulit sekali mencari waktu yang tepat! Tapi jika aku juga tidak menjadi artis, pasti appa akan menyuruhku mengurus perusahaan!

Memang sudah nasib seorang Choi Siwon untuk menjadi orang sibuk. Tapi apakah takdir jika seorang Choi Siwon mendapatkan seorang Emma? Orang yang sama sibuknya dengan diriku ? Sama-sama memiliki perusahaan yang harus diurusi? Apakah aku bisa melepasnya jika keadaan memisahkan aku dan dirinya? Bagaimana aku bisa bertahan, jika ia menolak?

ANI, dia belum tentu takdir, tapi hatiku sudah terpikat padanya. Dia tidak sesibuk yang dipikirkan, dia bisa libur kanpanpun dia mau. Hanya dia yang punya perusahaan yang harus diurus, appaku sudah membebaskanku dari urusan itu. Dan aku tidak bisa melepasnya semudah keadaan menghalangiku dan dia. Aku tidak akan bisa bertahan jika tidak ada dirinya, karena dia yang membangkitkanku.

Aku melihat keluar jendela, sudah sore, dan aku sangat lelah. Dengan segera aku melempar jaketku ke lantai, dan kembali merebahkan diriku ke kasur, dan masuk ke alam yang berbeda.

~~~~~

Aku membuka mataku perlahan, mendudukan tubuhku, dan mengedarkan pandanganku ke sekeliling ruangan. Aku merasa masih terlalu pagi untuk bangun, aku kembali menidurkan tubuhku, tapi ……DUKK……. sialnya kepalaku terantuk ujung kasur, aku memegang kepalaku pelan, aish rasanya sakit.

Kini tanganku meraba-raba meja disebelahku, mencari handphone yang aku taruh di atas meja, hilang? Ada dimana handphone itu, ah kemarin kan masih ada jaketku, aku turun dari kasur, dan berjalan lunglai menuju jaketku yang tergeletak di lantai. Mengecek hapeku, mataku metapnya nanar, tidak ada sms darinya di hari ulang tahunku, padahal aku berharap dia yang pertama mengucapkan ‘saengil chukka haeyo, Choi Siwon’ sebagai orang pertama. Tapi harapan itu menghilang.

Apa memang aku yang salah? Tidak ada gunanya aku meratapi kesalahanku kemarin, yang harus aku lakukan adalah memperbaikinya sekarang juga sebelum semuanya telambat. Dengan segera aku mandi kilat, memakai baju secepatnya, dan menuruni tangga rumah. Ketika aku sampai di depan pintu sebuah suara mengagetkanku.

“SANGEIL CHUKKAE OPPA, WISH YOU ALL THE BEST!!” suara Jiwon memekakan telingaku

“ah ne, gomawo” aku berkata singkat, dan melambaikan tanganku padanya, tanda aku akan segera pergi.

~~~~~

Aku masih ragu untuk membuka pintu rumahnya, memang aku di izinkan masuk kapanpun kecuali malam hari. Tapikan sekarang dia sedang dalam mood yang tidak baik padaku, aku menundukan kepalaku, pandanganku terpaku pada sebuah sepatu high heel yang lumayan tinggi. Aku memukul kepalaku sendiri, untuk apa kau mengurusi sepatu Siwon.

Aku kembali menatap pintu, membukanya perlahan, menengok ke kanan dan ke kiri, mencari apakah ada orang dirumah ini. Aku memasukan kaki kerumah, menutup pintu dibelakangku secara perlahan, dan kembali menatap rumah ini. Dari luar terlihat kecil, tapi dalamnya seperti labirin, luas sekali, walaupun katanya dia tinggal bersama saudaranya, tapi aku belum pernah melihat saudaranya.

Hanya ada satu tangga untuk menuju keatas, tangga itu berada di sebelah kanan ruang santai. Rumah ini memilik 4 kamar, kamar mandi di setiap kamar + kamar mandi utama, kolam renang outdoor dibelakang rumah, perpustakaan, dapur, ruang santai, ruang tamu, garasi untuk 2 mobil, ruang makan yang lumayan besar, ruang latihan pribadi (biasanya sih untuk latihan beladiri, dan penggunaan senjata), yang pasti banyak. Saat aku akan melangkah memasuki ruang santai itu, sebuah suara mengagetkanku.

“Emma berada dikamarnya, hati-hati ketika masuk” dia berhenti, baru aku akan mengikuti suara itu

“jangan cari aku, tujuanmu kesini bukan menemuiku, tapi saudaraku”. Aku tidak akan menarik kata-kataku bahwa aku tak pernah menemui saudaranya, dari dulu aku hanya pernah mendengar suaranya, dan yang kupikirkan adalah ‘jika dari cara mereka berkata, mereka cocok jadi kembar’.

“Cepat cari dia!!!!!” suara itu membuyarkan lamunanku. Aku segera berlari ke atas menuju kamarnya, berlari sampai atas tangga, tapi berjalan pelan menuju kamarnya, aku masih ragu untuk menemui dirinya. Ku beranikan diriku saja menemuinya, membuka pintu kamarnya perlahan…

BRAAKKK…..

“SUDAH KU…… eh siwon?” tadi, yang terjadi adalah sebuah buku melayang, mengenai tembok tepat disebelah kanan wajahku. Sedangkan orang yang melemparnya masih fokus pada buku di tangannya, sambil berteriak keras. Tapi ketika melihatku dan menyebutkan namaku nadanya berubah menjadi dingin.

Dia memandangku, menatap wajahku dingin, dan akhirnya mendesah pelan. Dia turun dari tempat duduknya di jendela, menaruh buku pelan diatas meja, bersender pada tembok, dan kembali menatapku. Dia mendesah pelan

“Bukankah sudah kubilang jangan ganggu aku dulu, aku butuh isatirahat”

“ ’mianhae atas hal yang kemarin’, hanya itu yang mau aku katakan”

“tinggal di rumah atau bermain bersama yang lain di dorm juga sudah membantu Siwon, arasseo?”

Aku memandangnya meminta penjelasan lebih lanjut, aku tidak bisa meninggalkannya. Aku ingin bersamanya saat ini, untuk pertama kalinya aku sangat merindukannya. Aku akan lebih merasa senang jika ia memarahiku, meneriakan namaku dengan geram, daripada bersikap diam dan menyebut namaku dengan dingin.

 Tiba-tiba sebuah tangan meremas bahuku. Bukan, bukan meremas bahuku kasar, dia meremas bahuku untuk menguatkanku. Dia memandangku dalam, sungguh! Dan tiba-tiba hatiku berdesir, desiran halus yang hangat, yang bisa membuatku tersenyum. Mata itu, yang memandangku, telah terpejam sekarang. Desiran halus itu menghilang, di gantikan oleh perasaan bersalah, takut jika aku telah menyakitinya.

“kuatlah! Kita tidak bertemu hanya sementara, bagaimana jika kita tidak akan bertemu lagi suatu hari? Kau sudah sering meninggalkanku saat SuShow kenapa sekarang tidak?”

Aku mendesah pelan,  dia bukan tipe orang yang berfikir sambil terbawa rasa emosional, apapun yang aku katakan ia pasti berhasil menyudutkanku kembali. Aku menyerah melawannya, aku menatap meja tempat ia menaruh buku, melihat masih ada 2 buku tebal, yang sepertinya belum ia baca. Aku harus mundur, dan menunggu waktunya agar lepas dari dunianya. Aku berjalan kearah pintu dan membukanya….

“Siwon…….” Ucapannya menggantung, dan ia malah  memberikan senyumannya.

~~~~~

-AUTHOR POV-

Seorang namja memasuki sebuah rumah dengan mudahnya, dia punya kunci rumah itu? Tapi itu bukan rumahnya, rumah itu milik dua orang yoeja. Apa yang ia perlukan di dalam rumah itu? Bukan dia yang perlu, orang yang berada di rumah itu yang memerlukannya. Namja itu menaiki tangga menuju lantai dua, secara pelahan. Sedangkan di bawah, ada seorang yoeja yang mengawasinya dari bawah sambil bergumam kecil.

“hmmm yoeja itu masih saja menyukai namja itu, tapi dia memang imut. Bolehkah sekali-sekali aku yang pergi dengannya, hehhhhh….”

Sang namja berdiri di depan pintu, membukanya dengan perlahan, dia tau kebiasaan orang yang tinggal di dalamnya. Berbahaya jika kau masuk dengan ribut, bisa-bisa kau terkena lemparan yang berbahaya. Dia telah membuka pintu setengah bagian, ketika dia melihat seorang yoeja sedang bersiap-siap melempar sebuah buku kepada dirinya. Tapi ketika yoeja itu melihat siapa yang datang, terukir senyuman yang manis dari dirinya.

Si namja langsung duduk di samping yoeja itu, lalu menyenderkan tubuhnya di kursi, seakan rumah itu adalah miliknya sendiri. Tapi yoeja itu tidak protes, bahkan malah terlihat senang dengan kedatangannya, dia ikut menyenderkan tubuhnya, dan menaruh buku yang tadi akan ia baca diatas meja, seakan dia akan menikmati dunianya bersama namja itu. Namja itu melirik wajah si yoeja, mereka mulai tertawa kecil.

“Sudah lama menungguku? Mian, aku telat datang kesini, Emma

“tidak apa Ryeowook, aku saja hampir lupa bahwa aku menunggumu”

“Ayo, katanya kau mau berbelanja!” Emma tersenyum kecil, dia membetulkan letak topi yang dipakai Ryeowook.

“Tidak ingin dikelnali fansmu kan?”

Dengan segera Emma, memakai jaket dan berlari menuruni tangga, sambil menarik Ryeowook. Anehnya dia menggenggam tangan Ryeowook dengan erat, dengan namjachingunya saja belum tentu dia mau digenggam dengan mesra atau erat. Dia membawa Ryeowook kedalam mobilnya, mereka pergi ke suatu tempat. Tanpa disadari, ada seorang yoeja yang  menggenggam kamera sedang memperhatikan kepergian mereka.

“Aku hunting photo bolehkan?”

~~~~~

Emma dan Ryeowook sampai di sebuah supermarket, mereka ingin membeli berbagai bahan untuk membuat coklat, dan mereka masih diikuti oleh yoeja tadi. Mereka terus memilih bahan dengan baik, saat Ryeowook ingin mengambil coklat putih yang letaknya lumayan tinggi, Emma hanya tertawa.

“Hahaha, makanya jadi namja jangan terlalu pendek!”

Ryeowook memanyunkan bibirnya, membuat Emma kembali tertawa. Emma berjinjit berusaha mengambil coklat putih itu, ketika tangannya sudah berhasil mencapai coklat putih itu, dia tidak bisa menjaga keseinmbangannya, dan…………. Hasilnya dia jatuh kedalam lengan Ryeowook. Mereka saling memandang lumayan lama, dan mereka akhirnya tertawa. Mereka segera memilih bahan-bahan, dalam diam, masih malu dengan kejadian tadi.

Setelah selesai mereka segera kembali ke mobil, tapi tanpa sadar Ryeowook menggenggam tangan Emma dengan lembut, semburat merah mulai muncul diwajah mereka berdua, sayangnya mereka tidak saling melihat satu sama lain. Dan sialnya yoeja yang mengikuti mereka, berhasil memoto tangan mereka yang sedang bergenggaman, sebuah evil smirk muncul dibibirnya, dia kembali bergumam.

“Kepada siapa sebaiknya foto ini di berikan?”

~~~~~

Emma, dan Ryeowook sedang berada di dapur, menghias coklat yang sudah mereka buat dengan baik. Hasilnya bagus, Ryeowook membantu merapihkan coklat yang sudah mereka buat, sedangkan Emma masih melanjutkan mengukir coklat yang paling besar dengan hati-hati. Keheningan masih menghiasi mereka, hingga akhirnya Ryeowook memandang ke arah Emma.

“Sampai kapan kau menyembunyakan dirku dari mereka?” perkataan itu membuat Emma berhenti dari pekerjaannya, dan menatap Ryeowook dengan perasaan bersalah. Dia tidak mengerti harus menjawab apa, karena ia sendiri bingung apa yang akan ia lakukan?

“Sampai waktu yang tepat, biarkan ini jadi rahasia dulu”

“aku tidak mau jika ada hyungdeul yang melihat kita, lalu berfikir bahwa aku berusaha merebutmu dari Siwon Hyung, padahal aku juga berhak memilikimu. Sampai kapan kita bertahan?” sebuah senyuman pahit menghiasi bibir mereka berdua.

“aku tidak tau kapan itu, tapi aku janji bahwa mereka akan mengetahui bahwa kau adalah dongsaengku, berjanjilah jaga rahasia ini sampai waktu yang tepat”

Dia menunjukan jari kelingkingnya meminta jawaban dari Ryeowook, dan Ryeowook menyambut jari kelingking itu.

—–

Di tempat lain, seorang yoeja sedang menggenggam sebuah foto dan memasukannya kedalam amplop kecil. Dia menyelinap dengan lihai ke halaman rumah seseorang, dan memasukan amplop itu ke sela-sela pintu rumah. Selihai rubah dia menghilang dari halaman rumah itu.

~~~~~

“OPPA ADA SURAT UNTUKMU!!!” Jiwon berteriak dengan kencang, padahal mereka hanya berjarak 10 meter.

“ne, tapi kau tidak perlu berteriakkan?”

“penedengaranmu sudah agak rusak oppa”

Dia memeletkan lidahnya, dan memberikan sebuah amplop pada oppa-nya, Siwon yang merasa aneh dengan surat itu hanya mebolak-balik benda itu. Dia merasa aneh karena surat itu tidak terdapat pengirim maupun alamat rumah yang di tuju. Hanya amplop putih dengan namanya.

“dari mana kau ambil ini?”

“itu terselip di bawah pintu depan, tidak tau dari siapa”

Pertanyaan Siwon terjawab sudah, surat itu tidak dikirim. Lagipula kenapa harus lewat surat? Orang yang memberikannya dengan cara itu adalah orang yang tidak tau perkembangan zaman. Dia memberikannya lewat surat tanpa perantara, kerena orang itu tidak bisa percaya pada orang lain, dan karena dia tidak mau ada yang tau tentang dirinya.

Siwon meninggalkan adiknya di ruangan itu, dia ingin membaca surat itu dengan tenang di kamarnya, memilih duduk di kasurnya, dan membuka surat itu pelahan. Dia membeku melihat isinya, tidak ada kertas penuh dengan tulisan penting, hanya ada sebuah foto, foto dua tangan yang sedang bertautan erat, dan dia yakin itu tangan Emma dan Ryeowook. Meyakinkan dirinya karena jam tangan dan  baju yang mereka kenakan sama persis dengan yang ia lihat.

Tanpa pikir panjang dia segera berlari menuruni tangga, sambil menggengam foto itu erat, dia pergi kerumah yoejachingunya…………..

~~~~~

Siwon membuka pintu rumah seseorang dengan perlahan, menutupnya dengan hati-hati. Mungkin dia akan meluapkan amarahnya, tapi dia juga takut membangunkan ‘monster’ yang mungkin ada di dalam jiwa saudara Emma, mengingat betapa tegas suaranya. Dia menaiki tangga secara hati-hati, tapi begitu di depan pintu kamar dia membukannya dengan keras.

Emma yang berada di dalam, matanya sudah membulat karena amarah terhadap orang yang tidak memiliki sopan santun, karena orang itu tidak mengetuk pintunya dulu. Tapi ketika menyadari siapa yang datang, dengan segera dia merapihkan coklat yang tadi dibuatnya dan memasukkan kedalam laci meja terdekat.

Siwon mengahampirinya, memandangnya dengan ganas, tapi pandangan Emma tidak kalah ganas. Mungkin tidak ganas, tapi tajam, dingin, dan dia begitu tenang, menyiratkan keberanian dan selalu siap untuk beradu kata  kapanpun. Siwon menarik tangan Emma lembut, tapi Emma menghentakannya dengan keras, Siwon tersenyum pahit.

Beberapa menit hanya keheningin yang menyelimuti mereka, hingga akhirnya Siwon merogoh  saku celananya, dan menampakan foto yang ia bawa di depan mata Emma. Emma hanya diam, berusaha setenang mungkin .

“KAU TIDAK INGIN DI GANGGU KARENA KAU INGIN PERGI DENGAN NAMJA LAIN?” Siwon berkata dengan geram, dan Emma menyembunyikan senyuman penuh rahasianya dari Siwon. Tiba-tiba dia tersenyum.

“jika aku pergi dengan namja lain bukan hakmu juga melarangku seutuhnya? Dan, pernahkah aku melarangmu jalan dengan yoeja lain?” ketengan seutuhnya dia miliki.

“HAH? AKU SAJA BELUM PERNAH MENGGENGGAM TANGANMU SEERAT INI? MASALAHNYA LAGI ADALAH DIA MEMBER SUPER JUNIOR KAN? KIM RYEOWOOK?”

“KALAU IYA KENAPA? DAN KAU! KELUAR DARI KAMARKU SEKARANG!” dia mulai terbawa amarah, dan mendorong SIwon keluar dari kamarnya. Sebelum Siwon keluar dari kamar  Emma, dia melempar foto itu ke arah Emma, meninggalkan Emma dengan penuh amarah.

Setelah Siwon pergi, Emma mengambil foto itu. Bertanya-tanya siapa yang berhasil mengambil fotonya bersama Ryeowook? Dia membalikan foto itu, mendapati tulisan ‘Who Is Them?’. Dia terus berfikir, dan dia yakin yang menulis kata-kata itu adalah saudara kembarnya. Hanya satu orang di dunia yang memiliki tulisan seperti itu, dibuat miring dengan sangat rapih, denga huruf W yang dibuat dengan sangat unik.

Tanpa ragu dia menuruni tangga rumahnya dengan geram menuju kamar saudaranya, membuka pintu kamar tersebut dengan kasar. Orang yang berada di dalam hanya memandang penuh tanda tanya, sedangkan Emma sedang kesulitan menarik nafas, karena berlarian. Dia melemparkan foto itu ke depan saudaranya, dan reaksi saudaranya hanya sebuah senyuman kecil.

“AMY untuk apa kau mengambil fotoku dengannya hah?”

“tidak pernah merasa apa? Ia tidak pernah mendapatkan kasih saying Noona-nya? Padahal ia sangat ingin mendapatkan itu!?”

“bukan begini juga caranya?”

“aku akan memperbaikinya tenang saja!”

Tidak ingin memperpanjang pertengkaran mereka Amy memasang headsetnya dan Emma meninggalkannya sendirian.

~~~~~

SIWON POV

Padahal tadi aku berharap bahwa dia akan meminta maaf, dan mengucapkan saengil chukkae. Tapi ternyata semua itu hanya harapanku saja, hyungdeul juga tidak mengucapkan saengil chukkae padaku, mereka juga sepertinya tidak mempersiapkan kejutan untuku. Apakah semuanya sudah melupakan hari ini? Terlalu pusing aku memikirkannya, tanpa sadar aku tertidur dengan lelap.

~~~~~

Terbangun dari tidurku, aku melirik ke arah hapeku, sudag jam 7 malam,  eh ada BBM dari Yesung

From : Yesungie

Dongsaeng yang malas, kenapa kau tak akan telpon? Cepatlah kau pergi ke dorm!

Hah telpon? Aku melirik ‘missed call’ dan benar saja ada 18 miss call dari hyung dan dongsaengku. Aku segera pergi menaiki mobil, dan menuju dorm. Aku menuju dorm lantai sebelas, dan di sana ada Ryeowook, entah tapi amarahku memuncak ketika mengingat foto tadi. Tapi aku tetap berusaha menahannya, tidak baik marah-marah di tempat ini.

Dia hanya tersenyum melihatku, dan segera menarikku ke lantai. Ketika dia membuka pintu sudah ada bunyi-bunyi yang memekakan telinga. Semua member Super Junior berkumpul disana, meneriakan satu hal yang sama ‘saengil chukae Siwon, saranghae’. Setidaknya mereka mengembalikan mood-ku menjadi sedikit lebih baik.

Aku tersenyum, mereka juga tersenyum melihatku bahagia. Tiba-tiba Eteuk hyung menunjuk kebelakang tubuhku, disana ada sebuah kue besar yang menutupi pembawanya. Tapi rambut panjang terurai di bahunya, aku terus memandangnya, lebih mengharapkan Emma daripada kue yang ada di depanku.

Dia menyingkirkan kue itu dari depan mukanya, dia tersenyum manis, jantungku berdegup 2 kali labih kencang dari sebelumnya. Masih tidak percaya dia ada disana, dia mantanku! Yang membawa kue adalah dia! Bukan yoejachinguku yang sekarang, tapi yoejachinguku yang dulu! Yoejachinguku yang melupakanku karena kecelakaan yang merebut ingatannya selama dua tahun, dan saat itu adalah saat bersamaku! Apa dia sudah ingat semuanya?

Wae? Wae, setiap aku sedang dalam masalah dan aku ingin menguatkan bahwa aku bisa, selalu ada yang bisa meruntuhkan tembok kekuatanku itu? Dia meruntuhkan tembok keyakinanku bahwa aku bisa terus menyayangi Emma, jika dia benar-benar mengingat masa lalunya hancur sudah tembok itu. Mungkin aku memang menyayangi Emma, tapi aku juga bukan namja yang bisa menghancurkan hati yoeja lain dengan mudah.

Dia menyodorkan kue itu padaku, dan Ryeowook mendorongku menuju di dirinya. Apa dia benar-benar ingin memisahkanku dan Emma? Aku hanya tersenyum pada yoeja didepanku, dia menaruh kuenya di meja, dan menyerahkan pisau kepadaku. Aku memotong kue itu, masih bimbang menyerahlan potongan pertama ini pada siapa? Tapi seluruh hyungku memaksaku menyerahkan pada yeoja disebelahku, sendangkan dua dongsaengku sedang mengurus perkerjaan mereka, Kyuhyun main game, sedangkan Ryeowook sedang melihat handphonenya.

Aku kembali focus pada kue ditanganku, menyendok satu suapan, dan memberikannya pada yoeja didepanku. Semua orang di tempat ini bertepuk tangan dengan riuh, mereka sepertinya lupa bahwa aku sudah bersama Emma (-____-). Setelah selesai dengan berbagai kegiatan, aku menghempaskan diriku di sofa. Tapi pandanganku tertarik pada sebuah hadiah dengan ukuran kecil.

“dari E.L.F sepertinya, tadi di letakan di depan dorm” Eteuk Hyung mengatakannya sambil melihat kea rah I-phone nya

“aku rasa mention kepadamu akan sangat banyak! Ehm, mianhae mengajak yoeja itu kesini, dia yang memintanya……”

“Tidak apa hyung, dia juga tidak memintaku agar kembali padanya kan?”

Dia tersenyum mendengar jawabanku, aku kembali menatap  kado kecil itu. Ketika aku akan membukanya, Eteuk hyung pergi, ia mendapat telpon.  Didalam kado itu terdapat photo, dengan full body dari photo yang kudapat tadi siang. Itu… bukan photo Emma ataupun Ryeowook! itu hanya photo orang lain, aku meremas photo itu, dan memaki diriku sendiri.

“argh Emma, jeongmal mianhae”

“AH HYUNG IYA! EMMA MENITIPKANKU INI, KEBETULAN TADI SIANG KAMI BERTEMU!” suara Ryeowook terdengar begitu keras di ruangan ini, dia menyerahkan selembar kertas. Aku menerimanya dengan ragu, masih berfikir. Kenapa dongsaengku yang kadang jail ini bermuka polos? Aish, Siwon bukan saatnya kau memikirkan hal itu, aku kembali focus pada surat di tanganku, dan memasukan photo tadi ke sakuku.

For Siwon Horse~

Temui aku di taman dekat sini! Jam 9 malam, jangan pakai mobil, jalan saja.

Aku melirik jam tanganku, 15 menit lagi jam 9, sial. Aku berlari secepat mungkin, sendangkan hyung dan dongsaengku melihatku bingung, memang siapa peduli? Setidaknya aku bisa bertemu dengan dirinya

~~~~~

Aku berlari menembus angin yang begitu dingin malam ini, jika bukan karena yoeja itu aku tidak akan mau berlari sepanjang taman ini. Dia sudah mendiamkan diriku hari ini, dan tiba-tiba dia mememinta diriku agar datang ke taman. Aku rasa dia sudah rela menjatuhkan harga dirinya hanya meminta maaf padaku, tapi itu hanya mimpiku saja, tentunya. Aku memandang seluruh sudut taman, melihat sekeliling tidak nampak dirinya disekitar taman itu.

DRTT… DRTT… kenapa sih yoeja itu suka sekali sms? kenapa tidak menelfon saja? Dasar merepotkan!

From: SweetyWolf~

Haish, hanya ada satu petak White Rose di taman ini!!

Haish gawat aku melupakan bungan kesukaannya, mawar putih, sepertinya dia suka semua bunga warna putih sih. Aku segera berlari kencang sambil merapatkan jaketku dan menuju petakan kecil bunga itu. Ketika aku sampai di sana, semua terasa hening, tidak ada seorangpun disana. Tapi beberapa saat kemudian, aku dapat merasakan hembusan nafas di leherku.Ketika aku membalikan diriku, aku bisa melihatnya.

Dia cantik…. Memang tidak anggun seperti yoeja lain yang menggunakan dress panjang, tapi aku sendiri tidak bisa membayangkan dirinya memakai dress. Dia di depanku tidak memakai make up sama sekali, wajahnya terlihat fresh. Rambutnya di kuncir, tapi masih menyisakan setengah bagian rambut yang terurai, bukan membuatnya berantakan tapi malah terlihat semakin manis.

Memakai baju berlengan pendek berwarna biru, ditutupi dengan Jacketnya berwarna abu-abu, memakai celana panjang, dengan sepatu berwarna putih kesayangannya. Dilehernya tergantung kalung serigala dengan ukiran yang rapi dan matanya dari berlian biru, berkilauan indah. Ditangannya ada sebuah kotak berwarna merah dengan hiasa pita simple, berbentuk panjang dan lebar. Kemunkinan isinya sebuah buku, aku kan tidak suka baca buku, apa lagi modelnya, misteri atau fantasy.

Dia menyodorkan kotak itu kepadaku, aku mengambil kotak itu ragu, tidak mengerti apa yang harus aku lakukan. Aku membuka kotak itu perlahan, dan…. Aku terpana mellihat isinya. Disana ada berbagai macam coklat berukuran kecil, dengan warna, bentuk dan . Aku memandangnya, dia tersenyum ke arahku.

“cobalah, ada beberapa rasa disana, bisa kau makan sepuasnya”

Aku melihat-lihat coklat yang ada di dalam kotak itu, pilihanku jatuh pada coklat berwarna coklat tua berbentuk hati, dengan ukiran panda yang lucu. Aku mengambil coklat itu, ketika sudah sampai didepan mulutku, tetapi…………….

PLASSH……

Tanganku terkena semprotan air, ketika aku menengok sudah ada member-member Super Junior, mereka sedang memegan pistol air. Kenapa mereka selalu datang disaat yang tidak tepat? Selalu merusak suasana yang baik? Dan kenapa yoeja di depanku hanya tertawa melihat diriku diganggu oleh orang lain? Aku menatapnya tajam, dan ketika dia menyadari bahwa dirinya sedang dilihat, dengan segera dia sadar dari tawanya.

“hmm oppadeul silakan ambil coklat yang kubuat, habiskan saja, dirumahku masih ada kok. Tapi sepertinya air yang kalian semprotkan kurang banyak! Lihat bajunya tidak basah! Hahaha….”

Dengan segera mereka mengambil kotak yang berada ditanganku, dan memakannya dengan lahap. Dia menariku, menjauh dari kumpulan orang-orang aneh itu. Aku masih menatap hyung dan dongsaengku dengan kesal, bisa-bisanya mereka menggangguku. Tiba-tiba ada benda kotak yang diperlihatkan tepat didepan hidungku, kotaknya tidak beda jauh dengan yang tadi.

Aku menyambarnya dengan kesal, dan dia hanya mendengus. Aku membuka kotak itu, isinya sama saja tapi berbeda bentuk. Bentuknya hati, dengan gambar serigala dan kuda yang sedang berdampingan, mereka terlihat akrab dan bahagia. Sepertinya ini melambangkan aku dan dirinya. Dia menyentuh hidungku pelan, membuat diriku menatapnya.

“Selalu ada yang special untukmu Siwon!”

Aku segera memasukkan kotak itu dalam saku jaketku, sebelum dia menarikku, entah kemana. Aku tidak memperhatikan jalan, yang ku pastikan adalah genggaman tangannya tidak akan pernah melepaskan tanganku. Hembusan angin semakin dingin di daerah yang ia tuju, memperdengarkan deru air yang ada di kolam, memberikan bau segar dari rerumputan yang terkena tetesan air, memberikan perasaan damai. Ada sesuatu yang lebih hebat, pemandangan disini begitu indah, cahaya menghiasi rumput, beberapa lilin diatur rapih, membentuk sesuatu.

Dia berjalan ke antara dua angka itu, aku mengitu langkahnya, dan sekarang aku bisa melihat jelas. Lilin itu membentuk angka 25. Hembusan angin meniup rambutnya lembut, menutupi beberapa bagian wajahnya aku dengan segera menyingkirkan rambut itu. Seketika aku sadar, lilin itu tetap tidak mati, cahayanya masih tersisa. Dia memilih tempat dimana lilin itu terlindungi oleh pohon, aku  memandangnya terkejut, dia hanya memberikan senyuman simpulnya. Aku kembali melihat lilin itu dan menghitungnya, hanya ada 24 rasanya.

“mana lilin yang ke 25? Kau lupa harusnya 25”

“Siwon! kau kau cahaya yang ke-25, yang akan menerangi hidupmu sendiri!”

Sepertinya itu malah terdengar seperti sindiran. Dengan sengaja aku menendang lilin yang berada di ujung angka dua. Aku kembali menatapnya memberikan tatapanku yang merasa tak tahu, dia menatapku geram.

“ups mianhae, aku tidak sengaja merusak karya indahmu, sekarang lilinnya hanya tinggal 23. Aku lilin yang ke-25, maka kau yang akan aku jadikan lilin ke-24” dia memutar bola matanya, menandakan di tidak peduli “aku akan tetap memaksamu menjadi cahayaku”. Dia menutup mulutnya dengan tangan, seperti sedang menahan sesuatu, menahan tawa atau menahan muntah (-___-‘’).

“Siwon cepat buat permintaan, dan mari kita lihat pemandangan yang lebih indah”

Aku menatapnya tidak percaya, dia masih punya kejutan? Membuat semuanya hanya dalam waktu satu hari? Ajaib. Ketika aku menatapnya dia sudah mendengus dengan  kesal, dan mengetuk-ngetuk kakinya, dia tidak suka menunggu. Aku dengan segera mengucapkan permintaanku, ketika aku akan meniup lilin pertama, dia sudah berteriak lebih dahulu.

“YAAK CHOI SIWON, jangan ditiup. Kau ikut aku saja dulu”

Dia membawaku ke bawah sebuah pohon, dia menunjuk cabang yang agak rendah, dan menyuruhku naik. Aku menatap dengan pandangan ‘aku-harus-naik?’ dia menjawabku dengan tatapan ‘kau-bisa-naik-pohonkan-Choi-Siwon?-tidak?-kau-kubunuh’. Aku menaiki pohon itu dengan perlahan, saat aku sudah sampai di cabang itu, dia menyuruhku untuk bergeser, dan dia duduk di sebelahku.

Aku tidak pernah duduk sedekat ini dengannya, tanpa protes darinya. Dia mengambil sesuatu dari dalam tasnya, yang sudah ia gantungkan di cabang pohon lain.  Dia menyodorkanku sebuah cup kosong, dan mengisinya dengan coklat panas. Aku hanya memandangi cup itu, sedangkan dirinya sudah meminum bagiannya, dia menatapku, dan mengkerutkan dahinya.

“Tenang Choi Siwon, aku tidak akan meracuni mu. Lihatlah kedepan, cahaya lilin itu lebih indah bukan?”

Aku melihat kedepan, cahaya lilin itu memang lebih indah, memberikan angka 25 dengan sempurna. Walaupun agak rusak karena salah satu ujung aku tending, Emma Mianhae merusak karya indahmu. Aku melihat cup-ku, dan menyeruputnya sedikit. Enak, rasanya tidak terlalu manis, memiliki rasa pahit tersendiri, dan ada rasa susu. Dia menyenderkan tubuhnya pada batang pohon, aku hanya melihat wajah manisnya.

“Mianhae, karena tadi aku berteriak-teriak padamu”

“lupakan hal itu Choi Siwon” sebuah senyuman manis muncul di bibirnya

“Kenapa akhir-akhir ini kau memanggilku dengan formal? Tidak dengan Oppa?”

“Oppa? aku hanya bosan memanggilmu ‘oppa’” Alasan yang aneh menurutku

“seandainya kau bisa terus seperti ini, pasti menyenangkan”

“Mwo?” dia menegakkan tubuhnya

“seandainya kau terus damai, dan tidak bersikap seperti serigala”

“kau juga seperti kuda yang bisanya hanya berlari meninggalkan masalah”

“Tapi kau sendiri yang membuat masalah itu babo!”

“YAK CHOI SIWON KAU!!!!!”

Dengan bodohnya dia mencengkram lenganku, dan berusaha berdiri, padahal ini DIATAS pohon. Aku tidak bisa membuatnya seimbang, dan dia juga tidak bisa kembali tenang. Akhirnya

BUUKK…

Aku dan dirinya terjatuh dari atas pohon, untung tadi dia memilih cabang yang rendah, untungnya juga kami tidak jatuh saling menimpa. Dia berada disampingku masih mencenkram lenganku, ikatan rambutnya lepas seutuhnya, dan rambutnya menutupi wajahnya. Berfikiri bahwa dirinya sedang ketakutan sambil memejamkan mata, aku menyibakan rambutnya pelan, tapi ternyata dia masih memandangku garang.

“CHOI SIWON KAU…….” Sebelum dia menyelesaikannya

“EMMA AKU MAU COKLATMU LAGI”

“RASANYA, COKLATMU ENAK”

“BERUNTUNGNYA SIWON MENDAPATKANMU”

“HEI AKU MENDAPATKAN VIDEO MEREKA”

“VIDEONYA? MANA? AKU MAU LIHAT”

“YAK CHO SIWON KAU APAKAN EMMA?!”

“WAW!!!!! KALIAN BISA SKINSHIP JUGA”

“HYAAA AKU PIKIR KAU NAMJA YANG ALIM?”

“JANGAN DIRUMPUT, DIKASUR SAJA!”

Hyung dan dongsaengku yang masih berada agak jauh meneriakan tentang coklat, tapi yang sudah sadar dengan posisiku sekarang malah mengejekku. Tu.. tunggu tadi ada yang bilang video? Video tentang ini semua? MWO?

~~~~~

“Siwon  cepat buat permintaan, dan mari kita lihat pemandangan yang lebih indah”

Permintaan? Apa ya aku belum memikirkannya, tadi permintaan ku agar bertemu dengannmu kan sudah terkabul! Ah..

My wish is

Berharap apa yang aku miliki sekarang akan menjadi kebahagiaan

Berharap bahwa orang yang aku sayangi tidak akan pernah meninggalkanku

Berharap bahwa aku selalu bisa menjaga serigala yang memberi warna pada hidupku, seorang Emmeline Smith.

You are My Wolf, and I will be your fur. Always make you warm in the winter.

If I your horse, I think you will be someone who treats me.

Hope that we can always together.

You and me

Super Junior and E.L.F

~~~~~END~~~~~



Note:

  1. Trust me, ini gak diedit karena aku baca lagi aja gak kuat HAHAHA. (Jadi aku nulis apa ya di atas?)
  2. Fyi, I put it in a folder named “Masa Jahiliyah.”
  3. I DONT KNOW WHAT THE 12 YEARS (NEARLY 13) OLD ME WAS THINKING ABOUT.

 

 

Advertisements

21 thoughts on “[Special Event: The Inauguration] Just a Simple Present

  1. Ini Sher? Sher gak sih? X’D

    Ampuni aku Sher, jujur aku ngakak mulu pas baca cerita ini :^ Abaikan bahasa korea yang melimpah dan typo di mana2 (hmppft), aku salut seorang anak usia 12 tahun bisa bikin cerita dengan plot rempong kayak gini, huhuhu. Dan walau terselip emoticon dan beberapa istilah gaul ( XD ), aku udah nangkep jiwa seriusnya Sher di sini. Banyak kalimat formal juga yang bikin aku kagum. Aku aja 12 taun blom bisa bikin cerita sebagus ini 😀

    Yosh Sher! Ini menghibur sekali. Sher yang sekarang udah deh ya aku angkat tangan 😀 trimakasiih telah menginspirasi, Sher. Keep writing! 😀

    Like

    1. Bukan ini entah siapa aku juga gak inget HAHAHA.

      Jangan salut 😦 sesungguhnya bocah memiliki imajinasi lebih tinggi dari orang dewasa, tapi suka acak-acakan kalo manusianya macam aku HAHAHA. Ya aku memang selalu serius kok sesungguhnya, kecuali kalo kebawa…

      You’re very welcome kak, keep writing something good too 😉

      Liked by 1 person

  2. MASA JAHILIYAH ADALAH MASA-MASA INDAH TAREEEEEEEH ((E IYAKAN TARI KAN YA INI YA?!?!?!?! IYAIN DONG KALO ENGGA AKU MALU TAR UDA PAKE KEPSLOK PULAK))

    SIWON OPPA NAE NAMJACHINGU NOMU BABO, ANI???

    SHECA UNNI CONGRATS SUDA REDEBUT INI NOMU KIYOWO ❤ ❤ ❤

    Like

  3. Tar, satu yang menjadi pertanyaanku bagaimana bisa kamu nulis sepanjang itu dulu? Melihat tulisan kamu yg sekarang irit banget kayak kalo pake pertalite, aku sungguh tak menyangka.
    Terus Tar, aku juga mau ketawa bolehlah ya. HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA.
    Dah. Kthxbye.

    Like

    1. HAHAHAHA. Dulu tuh achievement gitu kak nulis panjang (sekarang juga sih, cuman aku mah sudah rela). Pakenya solar tau kak LOL.

      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥💋💋

      Like

  4. Mianhaeyo, kutelat ngerayain pesta siwonie horse, yesungie, eteuk, oppaya, eommaya ;A;
    kugak bisa bayangin, kan selalu wonie disaingi wookie, yg ibaratnya disentil aja langsung ngambang ;A;
    (lah opo iki)

    aw, tari. umur 12 aku belum kenal oppa ommaya. kumalah ambisius nulisin sihir2an versi jahiliyahku yang kusadur dari film harpot, yg baru beberapa abad kemudian aku baru ngeh ternyata itu film disadur dari novel tante rowling X,D

    at least, ini sudah jempol untuk anak 12 tahun, tari 😀
    congrats ya, km sudah menghabiskn masa kecil bahagia dgn ngespazin oppa ommaya ini. xD

    Like

    1. Telat itu buruk kak, mending gak usah dateng sekalian HAHAHA. Demi apapun aku gak ingrt aku nulis apa, jadi aku iya-iya aja ya LOLOL.

      Nah! Sesungguhnya mengenal oppaya ini agak buruk ya, memperlambat sistem belajarku LOL. Lebih bagus nonton harpot :”” nice kak!

      LOLOL. Yeah, thank you anhway kak ♥♥

      Liked by 1 person

  5. SAENGIL CHUKKAE OPPAMATANE. HAHAHAHHAHAAAA.
    aku gelindingan sampe saturnus anjir.
    Lalu aku berpikir, kamu umur 12 taun aja udah nulis, apa kabar aku 12 tahun yg masih maen perosotan dan petak umpet sambil berburu iwak gatul dan cebong di selokan. Ga kenal yg namanya nulis2an, boro2 nulis ff, nulis tegak bersambung aja masih kacau….
    Duh maaa jahiliyahmu produktif sekali mbak.
    Percayalah, ff pertamaku lebih hina daripada milikmu (meski punyamu juga hina sih, wokwokwok) /digibeng

    Udah ah, aku puas ngakak.
    Daebak eon, lanjut thor!

    Like

    1. KENAOA SIH KAKBEC KE CINI KENAPA SIH PAKE NYEBAR LINKNUA KENAPA SIH KAKNEC GAK SKRIPSIAN AJA. TERUS AKU TYPO TERUS INI.

      Gak apa-apa, masa kecil kaknec lebih bahagia! 👍👍 Aku malah gak bisa nulis sambung sekaranv 😦

      IH AKU LUPA MAU BONGKAR BLOG SEBELAJ NYARI FF KAKNEC!!!

      🔥🔥🔥🔥🔥

      Like

    2. Apasih skripsi gakenal, sudah putus… sudah berlalu, masa lalu. Bhay.
      Jarinya diajakin maen diselokan dulu sana biar ga typo, biar pro nulis tegak bersambung juga.
      NO. JANGAN BONGKAR2. HAJAR NIH.

      Like

  6. HAI SHECA UNNIE HAI!! HAHAHAHAHA sher tau ga, masa baru paragraf pertama aku udah ngakak kenceng banget huhu maafkan aku maafkan. sumpah yha. kata-kata “namjachinguku” really is my downfall xD SHER JANGAN MARAH TAPI AKU NGUQUQ HUHU. tapi kalo dibandingin sama tulisan kamu yang sekarang mah, wah jauh banget hehe. KEEP WRITING YHA CHINGU HAHAHAHA xD anw congrats on your re-debuuuut xD

    Like

    1. Gak perlu minta maaf kok kak, lapak ini memang disediakan untuk lahan tertawa LOLOL. Aku gak tau aoa yang aku tulis, aku sudah rela saja apapun yang sesungguhnya aku post LOL.

      Gomawo nae chingu! ♥♥ hahaha.

      Like

  7. Haloo Sher, baca ini aku jadi nostalgia lho karena aku juga pernah bikin ff bertabur istilah Korea ini ahaha. Tapi aku salut kamu 12 tahun udah bisa bikin ff yang panjang begini (aku 12 tahun baru suka ngayal dan baca novel-novel sewaan atau punya temen doang). Dan kayaknya era itu, ff kalau nggak multiPOV nggak keren ya :D. Sekarang Sher mah cerita-ceritanya keren abis d^^b

    Keep writing, Sher 🙂

    Like

    1. HAHAHA INI MAH APA KAK. Aku juga kaget pas scroll ini panjang banget :” sekarang 1500 aja udah bagus LOL. Iya baanget, jaman itu agak jaman sesat sih LOL.

      Keep writing too kak ami ♥

      Liked by 1 person

  8. kemarin aku marah. terus inget ngirim ularnya karena ini juga LOOOOOL.

    kenapa nggak ada mas kyuhyun aku scroll makin ke bawah sampe nyari pake ctrl+f ga ada, sekalinya ada cuma jadi cameo main game doang AH AKU KAN MAU MAS KYUHYUN!!!!!!!!!!!!! 12 tahun … aku masih mbolang dan ngerjain aljabar ya, mba sher sudah menulis ff. hebat. ini 4000+ words anjir, bikin gini lagi dong mba sher, tapi castnya harus suju!!! WAKAKAKAKKAKA.

    miane nyonya, aku bacanya ngga rampung soalnya udah ketawa sendiri 😦 TERUS AKU TAMBAH NGAKAK PAS NEMU LINK YG KUKIRIM HAHAHAHAHHA miane nyonya (2) gumawu.

    DAEBAK THOR GUMAWU. SANGAR LAH INI SILUMAN ULAR.

    💋💋💋💋💋

    Like

    1. Ngirim uladnya gara-gara kamu bacot sih bukan gara-gara ini ((kemudian dikick dari group)) LOL.

      HAHAHAHA. DULU KYUHYUN MAINSTFEAM BANHEG AKU SAMPE KESEL. DIMANA-MANA KYU. IDIH. 12 tahun aku sudah mengenal dunia fana samapah ini. OGAH SURUH BIKIN LAGI. Jangan dirampungin sih…

      GAK GOMAWO DASAR SILUMAN LEMPER. BHAY.

      Like

  9. HAHAHAHA TARI INI TELAT BANGET YA TAPI SELAMAT KARENA TELAH SUKSES MELEWATI MASA-MASA OSPEK!! XD

    dan astaga, beneran waktu itu tari masih berumur 12 tahun? whoa there, thumbs up dari titan nih, apalagi nulisnya bisa sepanjang ini XD

    yeokshi titan daritadi marathon buat bacain naskah-naskah debut WS writer dan untungnya banyak yg di fandom suju dan shinee. ambyar titan kalo boyben lain, gabakal bisa ngenalin mana yg mana XD

    YUK AH LANJUTKAN AKSIMU, THOR! 😀

    Like

    1. WAH KAK TITAN. KALO YANG INI MAH MENDING TIDAK USAH SAMA SEKALI DARIPADA TELAT. 😂😂😂

      Apa yang harus di thumbs up 😭 masa mudaku delusional sekali 😦 LOL. Iya, dulu kan sj hitz banget, kayak semua berawal dari ff suju.

      ❣️❣️❣️

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s