[Special Event: The Inauguration] My Winter Memory

74453

Written on April 18th, 2013

Title : My Winter Memory

Author : Lia Kyu

Genre : Romance

Rating : T

Length : One Shot

Main Cast:

– Cho Kyuhyun

– Han Ji Young

– Other

.

Prolog

Saat itu tengah musim dingin. Gadis kecil itu menengadahkan kedua telapak tangannya untuk menyentuh bulir-bulir salju yang jatuh dari langit. Gadis kecil itu merasakan sensasi dingin yang menyenangkan dari benda putih di tangannya. Ia terus melakukan hal itu sambil menunggu seseorang.

Tak lama kemudian, terdengar suara derap langkah kaki yang kian mendekat. Membuat sang gadis kecil menghentikan kegiatannya dan menengok ke sumber suara dengan penuh harap.

” Hosh hosh hosh.”

Muncullah seorang anak laki-laki yang terengah-engah, karena sejak tadi ia lari begitu cepat. Anak itu menunduk dan salah satu tangannya memegangi lututnya. Jaraknya dari gadis itu kira-kira 10 meter.
Sang gadis kecil segera memanggil anak laki-laki itu, seseorang yang dari tadi ditunggunya.

” Kyuhyun oppa! Kenapa kau lama sekali? “

Anak laki-laki yang jauh lebih tinggi daripada gadis kecil itu kemudian berdiri tegap. Ia terdiam sejenak. Tatapan matanya tak seperti biasanya.

” Mian, Ji Young-ah. Sebenarnya aku datang kemari hanya ingin mengatakan sesuatu. “

” Mwo ? ” tanya gadis kecil itu penasaran.

Anak laki-laki itu menarik napas sebelum menjawab.

” Cukup sampai disini saja kebersamaan kita. Jangan temui aku lagi. Aku benci padamu. ” kata sang anak laki-laki dengan nada datar dan wajah yang dingin.

Sang gadis kecil langsung terkejut. Ia tak mempercayai satu pun kata yang terucap oleh anak laki-laki itu. Tidak sama sekali. Air matanya sudah menggenang, dan akan mengalir sebentar lagi. Ia tak tahu kenapa tiba-tiba orang yang selama ini disayanginya bersikap seperti ini.

” Wae? Waeee????! ” Gadis kecil itu bertanya dengan suara keras, meminta penjelasan.

Tubuh anak laki-laki itu bergetar. Ia tidak pernah memikirkan apa jawaban yang harus diberikannya pada gadis kecil itu karena ini memang begitu mendadak. Ia menatap lurus lurus ke arah gadis kecil itu. Menarik napasnya panjang sekali lagi. Namun ia masih belum mendapatkan jawaban yang tepat atas pertanyaan gadis itu.

” Karena kau……. ” Sang anak laki-laki menggantungkan kalimatnya membuat gadis kecil itu tak sabar untuk mendengar kelanjutannya.

” Kau…kau…. ” Kata demi kata, kalimat demi kalimat seperti tertahan di ujung lidahnya. Lidahnya terasa kelu.

” Kau… JELEK! Ya. Kau jelek sekali! ” ucap anak laki-laki itu akhirnya dengan suara yang kencang. Sedetik kemudian, anak laki-laki itu sangat menyesal karena memberikan alasan yang sangat sangat konyol dan bodoh.

Gadis kecil yang masih sangat polos, lugu dan tak tahu apa-apa itu hanya diam. Tercenung. Terhenyak. Terpaku. Tak mengeluarkan kata-kata sedikitpun.

Satu demi satu bulir air mata mulai membanjiri matanya yang bulat sempurna. Ia masih terus menatap ke arah anak laki-laki itu. Sang anak laki-laki itu merasa bersalah membuat gadis kecil itu menangis sedih. Namun, sebelum rasa bersalahnya membelenggunya lebih dalam lagi, ia langsung berjalan pergi dengan langkah cepat dan meninggalkan gadis kecil itu yang tangisannya kian kencang dan meraung-raung.

” Mianhae, Ji Young-ah. ” bisik Anak laki-laki itu sambil terus berjalan dan berusaha keras untuk tidak berbalik. Setitik air matanya jatuh membasahi lapisan salju yang dipijaknya.

^___^

” Aisssh ~ Aku tidak mengerti! ” keluh Ji Young sambil menggaruk-garuk kepalanya. Kemudian ia mencoba membaca soal itu berulang-ulang dan berusaha mengerjakannya, 3 detik kemudian ia membanting penanya dan berteriak frustasi ” Arrrgghh ~ Siaall ! Aku yakin aku tadi mendengar penjelasannya! “

Tiba-tiba pintu kamar Ji Young terbuka dan Ibu segera menghampiri tempat Ji Young belajar.
” Omo, ada apa Ji Young? “
Ji Young menatap ibunya. ” Aku benci sekolah.” ucap Ji Young singkat.
” Wae? Kau kan anak yang jenius. Masa soal begitu saja kau sudah menyerah? ” tanya Ibunya.

Tatapan mata Ji Young pada ibunya berubah sebal. ” Eomma ~ Aku bosan. “

Ibu Ji Young mengelus kepala anaknya itu lembut. Ia kemudian tersadar ada sesuatu hal yang dilupakannya.

” Ji Young-ah, kau masih ingat dengan Cho Kyuhyun? Itu, anak laki-laki keluarga Cho yang dulu jadi tetangga kita. “

Ji Young tersentak mendengar nama yang sudah lama dikuburnya itu disebut lagi. ” Hmm, memangnya kenapa, Eomma? “

” Tidak apa-apa . Eomma hanya mendengar, katanya keluarga Cho sudah kembali dari New York dan menetap lagi disini. “

” Jeongmal? “

” Ne. ” Ibu Ji Young menganggukkan kepalanya.

Ji Young mendengus. ” Bukan urusanku. “

Ibu Ji Young mengendikkan bahunya melihat anak perempuan satu-satunya itu yang acuh tak acuh. ” Ya sudah. Eomma mau tidur dulu. Kau juga, istirahatlah. ” ucap Ibunya sambil mengelus kepala putrinya sekali lagi.

Setelah Ibu keluar dari kamarnya, Ji Young menatap buku-buku pelajaran dan buku tulisnya yang belum terisi penuh itu dengan enggan. Ia malas untuk mengerjakannya lagi. Dan tak ada niat untuk membereskan meja belajarnya yang berantakan.

Matanya tertuju pada album foto lama yang sudah berdebu di rak buku paling bawah. Tangannya tergerak untuk mengambil benda itu. Ia mengusap sampul album itu dan mulai membukanya. Mulai dari halaman depan, fotonya yang masih bayi digendong oleh kedua orangtuanya dengan penuh kebahagiaan. Selanjutnya, ada foto-fotonya ketika masih balita. Ia tersenyum sendiri melihat foto lama dirinya. Kemudian ia terus membuka halaman per halaman sampai matanya menemukan sebuah foto yang tak bisa diabaikannya.

Fotonya saat berusia 9 tahun bersama seorang anak laki-laki yang jauh lebih tinggi darinya, sedang tersenyum sambil menggenggam es krim penuh warna. Latar belakangnya di taman bermain. Ji Young masih ingat jelas, waktu itu sedang musim panas.

Tiba-tiba luka lama yang tersembunyi di balik hatinya mencuat kembali menatap foto anak laki-laki itu. Cho Kyuhyun. Sekarang, bagaimanakah rupa dirimu?

Ji Young mengusir pertanyaan itu dari benaknya. Walau bagaimanapun, semenjak kejadian di musim dingin delapan tahun yang lalu, membuat ia membenci anak laki-laki itu. Sekaligus, ia membenci musim dingin. Bahkan ia membenci tersentuh salju sekalipun.

Laki-laki itu pergi tanpa memberikan alasan yang jelas. Alasan yang tidak bisa diterima. Walaupun saat itu ia masih kecil, ia tahu kalau alasan yang mengatakan dirinya “jelek” adalah suatu kebohongan besar. Dan kalau dipikir-pikir lagi, hal itu dapat membuatnya tertawa. Benar-benar alasan yang konyol. Beberapa bulan setelah itu, ia baru tahu kalau ternyata anak laki-laki itu pindah ke New York.

Ah, sudahlah. Tidak usah dipikirkan. Bukankah memang selama ini aku sudah lupa? Ingat Ji Young. Kau benci padanya. Jangan ingat dia lagi.

Ji Young kemudian menutup album foto itu, menaruhnya di tempat semula, dan membanting dirinya di atas tempat tidur, dan tertidur pulas.

^___^

Suara dering ponsel mengganggu kesibukan pria itu hingga ia terpaksa mengangkatnya, sambil terus mengerjakan pekerjaannya yang menumpuk.

” Wae Eomma? Aku sedang sibuk. “

Terdengar rentetan suara khas seorang Ibu dari ujung sambungan.

” Kyuhyun-ah, tolong ibu ya. Belikan susu kalsium yang biasa ibu beli di minimarket dekat perusahaan. Di rumah sudah habis. “

” Omo, ya ya. Nanti aku belikan. Sudah dulu ya eomma. Aku sibuk. ” ucap Kyuhyun dengan nada yang dibuat selembut mungkin dan langsung mematikan sambungan telepon.

^___^

Kyuhyun harus menarik mantelnya lebih erat lagi karena suhu musim dingin yang benar-benar ekstrim jika sudah malam hari seperti ini. Ia masuk ke dalam minimarket terdekat setelah pulang kerja, seperti permintaan Ibunya tadi. Ia menelusuri bagian rak aneka macam susu kemasan, dan menemukan salah satunya yang ia cari.

Tak berlama-lama lagi, ia langsung menuju ke kasir. Ternyata ada seorang gadis di hadapan kasir itu, masih berseragam sekolah tengah sibuk mencari-cari sesuatu di dalam tasnya? Uangkah mungkin?

Bermenit-menit telah berlalu dan gadis itu belum selesai juga. Bahkan ia menuangkan seluruh isi tasnya ke atas meja kasir. Kyuhyun mengetukkan ujung sepatunya ke lantai sambil berkacak pinggang dan melirik jam di sebelah tangannya. Lama-lama ia jengkel juga. Bukan hanya Kyuhyun, sang kasir lebih jengkel lagi tampaknya. Terlihat dari tampangnya yang sudah bersiap untuk mengusir gadis itu.

Kasir itu sudah mulai mengusir sang gadis secara halus, ketika tiba-tiba gadis itu membalikkan badannya dan menatap Kyuhyun lekat. Tatapannya seperti ingin minta tolong. Oh, Kyuhyun mengerti.

” Help me. ” bisik gadis itu, namun masih terdengar jelas di telinga Kyuhyun. Namun Kyuhyun diam saja. Tak menanggapinya. Ia malah membuang muka ke arah lain. Dari sudut matanya, ia tahu gadis itu kesal.

” Ah, tenang saja. Orang ini akan membayarnya semuanya. ” gadis itu tiba-tiba berkata seenak perutnya pada kasir sambil mengarahkan telunjuknya ke Kyuhyun. Sontak Kyuhyun kaget.

Kyuhyun memelototi gadis itu tanda protes. Tapi gadis itu mengacuhkannya.

Kyuhyun mendengus keras dan terpaksa mengeluarkan dompetnya. ” Sekalian dengan yang ini. ” tunjuk Kyuhyun ke arah kotak susu yang dibelinya. Sang kasir dengan sigap menggabungkan barang-barang itu.

” Semuanya 156.000 won. “

Alis Kyuhyun terangkat. Terkejut dengan harga yang disebutkan kasir. Ia melirik kantong belanjaan besar gadis itu. Sebenarnya apa sih yang dibelinya?  Batinnya.

Dengan berat Kyuhyun menarik beberapa lembaran uang dari dompetnya. Ia benar-benar kesal dan jengkel. Ia harus mengeluarkan uang 156.000 won untuk sekotak susu kalsium? Ia rugi 86.000 won. Uh.. Sial.

Sebelum Kyuhyun keluar dari minimarket, ia menatap gadis itu membawa barang belanjaannya yang banyak dengan kerepotan. Ia menunggu gadis itu sampai menatapnya. Gadis itu harus mengatakan kapan ia akan mengembalikan uangnya atau setidaknya Gadis itu harus mengucapkan terima kasih dulu kan?

Akhirnya gadis itu menatapnya juga. Ia datang menghampiri Kyuhyun. ” Gomawo. Ahjussi.” ucap gadis itu sambil tersenyum tanpa dosa.

Kyuhyun makin merasa jengkel dipanggil Ahjussi. ” Agasshi, kau berutang padaku. ” kata Kyuhyun sambil menunjuk gadis itu. Tanpa menunggu gadis itu menjawab, Kyuhyun berlalu begitu saja tanpa mengatakan apapun. Kemudian sudah setengah jalan menuju mobilnya diparkir, Kyuhyun berbalik lagi.

” Jangan panggil aku Ahjussi! Aku masih muda.” teriak Kyuhyun dengan nada marah.

Gadis itu hanya menatap punggung Kyuhyun yang berlalu tanpa berkedip. ” Semarah itukah dia? ” Gadis itu menyalahkan dirinya sendiri karena lupa membawa dompetnya hari ini.

Kyuhyun baru akan masuk ke dalam mobilnya, ketika terdengar suara teriakan yang menusuk gendang telinganya.

” Ahjussi! Aku pasti akan membayar hutangku!”

Kyuhyun hanya melihat gadis itu sekilas dan tak peduli, dan kembali masuk ke dalam mobil. Tiba-tiba..

” Ahjussi, kapan kita bisa bertemu lagi, atau tidak kau bisa berikanku alamatmu? “
Jantung Kyuhyun hampir melompat keluar mendapati wajah gadis itu menempel di kaca mobilnya. Gadis itu segera menjauh saat mengetahui Kyuhyun akan membuka kaca jendelanya. ” Tidak perlu. ” Kyuhyun segera akan menutup kembali kaca mobilnya lagi, namun gadis itu menghalanginya. ” Wae? Kau yang bilang aku harus membayar hutangku. ” tanya gadis itu. Kyuhyun melengos. ” Aku tidak mau bertemu lagi denganmu! ” teriak Kyuhyun membuat gadis itu menjauh.

” Huh. Ahjussi menyebalkan! ” teriak gadis itu tak kalah kencangnya.

Mobil hitam Kyuhyun mengerem mendadak dan kaca mobilnya terbuka lagi. Kepalanya melongo keluar. ” Kau tuli ya. Jangan panggil aku Ahjussi ~ “

Gadis itu mendengus dan ingin melempar batu ke mobil Kyuhyun yang mewah itu, tapi tidak jadi, karena tiba-tiba ponselnya berbunyi nyaring. Dari Ibu gadis itu. Gadis itu mengangkatnya enggan, belum sempat ia menempelkan ponsel ke telinganya, ia sudah kembali menjauhkannya lagi.

” Ji Young-ahaa!! Kau mau pulang atau tidak???!! “

^___^

Sejak pagi, hujan salju dengan deras turun dari langit. Walaupun hari natal sudah lewat seminggu yang lalu, namun salju sepertinya akan terus turun tanpa mengurangi volumenya.

Ji Young tengah meringkuk di balik selimut tebalnya di sudut tempat tidur. Ia benar-benar sudah malas bergerak kalau cuaca sedang sedingin itu. Ia sama sekali tak berniat untuk pergi sekolah dalam cuaca yang bisa membekukan siapa saja–hanya menurutnya– itu.

Ia benar-benar tak mau melihat salju, apalagi menyentuhnya.
Ia sangat berharap musim panas akan tiba besok pagi.

Tiba-tiba Ibu masuk ke kamar dan membangunkan Ji Young. ” Ya! Ayo bangun. Saljunya sudah mulai reda. “

” Tidak mau! “

” Ayo bangun! ” paksa Ibu sambil menarik kuat-kuat selimut yang menutupi seluruh tubuh Ji Young.

” Ah, Eomma. ” Ji Young pun menyerah dan bangkit dari tempat tidur. Ia menatap keluar dari jendela kamarnya. ” Salju belum berhenti sepenuhnya. ” Setelah berkata seperti itu, Ji Young kembali menarik selimut di tangan Ibunya yang tengah lengah. Ia kembali meringkuk diatas tempat tidurnya. ” Pokoknya aku tidak mau ke sekolah ~ “

Ibu hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat anak gadisnya yang keras kepala. Sampai sekarang, ia masih bingung, kenapa putrinya itu begitu membenci salju. Padahal, ia ingat sejak dulu anak itu paling menyukai salju. Selalu menunggu kehadiran musim dingin. Namun, entah kenapa sejak Ji Young berusia 9 tahun, segalanya berubah. Ia menjadi seorang anti-winter terutama salju.

^___^

Ji Young mendorong trolinya ke arah yang berlawanan dengan tempat Ibunya berada menuju ke bagian makanan-makanan ringan. Ia terus berjalan tanpa benar-benar memperhatikan keadaan di sekitarnya. Ia menunduk dan hanya melamun.

” Auuuu! “

Mendadak ia tersentak karena sepertinya ia menabrak sesuatu–ia tidak mendengar suara ringisan itu–. Lamunannya buyar dan kepalanya langsung terangkat untuk melihat siapa yang ditabraknya.
Betapa terkejutnya ia karena yang ditabraknya bukan ‘sesuatu’ melainkan ‘seseorang’. Orang itu tertunduk sambil mengusap-ngusap pinggulnya yang terkena besi dari troli Ji Young.
Ji Young langsung maju dan mengucapkan permintaan maaf dengan sangat bersalah.

Pria yang ditabrak Ji Young itu mendongakkan kepalanya menatap Ji Young. Saat itulah Ji Young dapat melihat dengan jelas wajah orang yang ditabraknya. Wajah itu……tak asing.

^___^

Malam ini Kyuhyun menemani Ibunya belanja kebutuhan sehari-hari di supermarket. Supaya tidak bosan, ia tidak mengikuti ibunya ke bagian sayur mayur, dan memperhatikan ibunya itu memilih-milih ini dan itu. Ia lebih memilih berjalan ke bagian aneka makanan ringan untuk dijadikan cemilannya.

Disaat asyik-asyiknya ia memilih mana yang akan dibelinya, sebuah benda yang keras dan cepat menubruk pinggulnya hingga ia terhuyung ke samping dan hampir jatuh. Untung saja ia masih bisa menjaga keseimbangannya. Ia mengusap-ngusap pinggulnya yang sakit luar biasa dan sedikit mengumpat. Kemudian telinganya mendengar kata-kata maaf yang terluncur dari sosok yang berada di hadapannya. Penasaran ia mengangkat wajahnya dan bersiap untuk memarahi siapapun yang menabraknya itu. Matanya bertemu dengan mata gadis itu. Gadis itu……tak asing. Ah, ia ingat.

Gadis itu juga nampaknya tersentak. Ia berpikir sejenak, dan sepertinya ia juga mengenali Kyuhyun. ” Maaf, apa kita pernah bertemu sebelumnya? “

Kyuhyun membenarkan posisi tubuhnya dan melihat gadis itu tak percaya. Gadis ini sungguh lupa atau pura-pura lupa? Baru saja ia bertemu dengan gadis itu tiga hari yang lalu dan dia tak mengenalnya? Kenapa setiap bertemu dengannya selalu saja ia kena sial?

” Kau..tak ingat padaku? ” Kyuhyun menunjuk dirinya sendiri.

Gadis itu diam sambil terus berpikir. Beberapa detik kemudian ia menjawab, ” Aku sepertinya pernah bertemu denganmu, tapi aku tidak ingat kapan dan dimana. “

Ckckck. Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Melihat gadis itu dengan tatapan ‘payah sekali’. ” Kau punya hutang padaku. 86.000 won!

Gadis itu terkejut dan menutup mulutnya. Ah, akhirnya gadis itu ingat. ” Kau ahjussi menyebalkan itu ya. “

Kyuhyun baru saja akan mendebat perkataan gadis itu, saat Ibunya muncul dari belakang.
” Kyuhyun-ah, apa yang kau lakukan disini? “

^___^

Ji Young baru ingat dengan jelas dimana ia pernah bertemu dengan pria itu ketika mendengar ucapan yang baru saja didengarnya. Kata-kata itu begitu saja meluncur dari mulutnya. ” Kau ahjussi yang menyebalkan itu ya. “

Ji Young merasakan amarah pria itu segera memuncak, namun tiba-tiba seorang wanita paruh baya muncul dari belakang pria itu.
“Kyuhyun-ah, apa yang kau lakukan disini? “

Kyuhyun? Nama itu membuatnya terpaksa kembali memikirkan orang itu. Dan itu membuatnya merasakan sesuatu yang tidak ingin dirasakannya. Sedih. Rindu. Sesak.

Mata Ji Young tak sengaja menatap wanita paruh baya yang baru saja memanggil pria di depannya itu Kyuhyun. Ia tak percaya akan penglihatannya sendiri. Wanita itu, ia sangat mengenalnya. Walaupun sudah terdapat kerutan di wajahnya karena sudah dimakan usia, namun Ji Young tak mungkin melupakan wajah itu. Suatu kenyataan yang entah diharapkannya atau tidak itu menyeruak muncul. Apakah, pria di depannya ini, Choi Kyuhyun?

” Ahjumma? ” panggil Ji Young tanpa bisa dicegah.

Wanita paruh baya itu langsung mengarahkan matanya ke arah Ji Young. Raut wajahnya bingung. Ia sedang berpikir, apakah ia mengenali Ji Young atau tidak.
” Apa kau mengenalku? ” tanyanya.

” Aku Ji Young. Tetanggamu dulu. Kau tidak mengingatku? ” ucap Ji Young

Dengan tampang tak percaya, wanita itu berseru senang. ” Benarkah kau Lee Ji Young? Kau sudah tumbuh besar, aku sampai tak mengenalimu sama sekali. Oh, ya. Kau juga tentu masih ingat kan? Ini Hyun Woo, teman sepermainanmu dulu. ” kata wanita itu sambil menepuk-nepuk punggung Kyuhyun.

Mata Ji Young kemudian beralih ke arah Kyuhyun. Pria itu juga tengah mengamati Ji Young lekat. Jadi, dia benar-benar Kyuhyun yang dulu? Yang meninggalkannya di tengah salju?

Tiba-tiba Ibu Ji Young muncul dan melihat siapa yang berbicara pada putrinya. Sama seperti reaksi yang ditunjukkan oleh Ibu Kyuhyun tadi, ia langsung berseru tak percaya. ” Oh, Nyonya Choi, sudah lama sekali kita tidak bertemu. Bagaimana kabar anda? Kapan-kapan mainlah ke rumah kami. Rumah kami masih di tempat yang dulu. “

Kedua wanita paruh baya itu kemudian bercakap-cakap santai sambil membayar belanjaan mereka ke kasir. Sedangkan Kyuhyun dan Ji Young sudah berdiri di depan Supermarket, menunggu Ibu masing-masing. Tak ada kata yang terucap dari mereka berdua. Mereka begitu terlihat canggung.

” Kau banyak berubah. ” Kyuhyun memutuskan untuk memecahkan keheningan itu lebih dulu.

” Kau juga. ” balas Ji Young singkat.

” Apa kabarmu? Kapan kau kembali? ” Ji Young bertanya tanpa memandang Kyuhyun.

” Aku baik. Sebulan yang lalu aku kembali ke Seoul. Kau sendiri? Bagaimana keadaanmu? “

” Aku tidak baik. “

Kyuhyun terkejut mendengar jawaban Ji Young. “ Wae? ” tanyanya penasaran.

” Karena sekarang musim dingin, dan dari seluruh penjuru mata memandang yang aku lihat hanya salju. ” Ji Young terdiam sejenak. ” Aku benci itu. “

Kyuhyun tertegun. Bayangan Ji Young kecil yang tengah menangis tersedu-sedu di atas hamparan salju muncul lagi di benaknya. Membuatnya kembali diserang perasaan bersalah.

Sebelum Kyuhyun berkata lebih lanjut, sebuah tangan menepuk pundaknya pelan. ” Kyuhyun-ah, sudah saatnya kita pulang. ” Ternyata Ibunya dan Ibu Ji Young sudah selesai di dalam supermarket dan muncul di hadapan mereka.

” Ji Young, Nyonya Lee, kami pamit dulu ya. Kapan-kapan aku pasti akan berkunjung ke rumahmu. Sampai jumpa. “

Kyuhyun menundukkan badannya sekilas, menatap Ji Young sejenak dan berjalan meninggalkan Ji Young dan Ibunya. Kyuhyun merasakan sesuatu yang bergejolak di dadanya. Perasaan itu…rindu. Ya. Kyuhyun merindukan gadis itu.

^___^

Untuk kesekian kalinya Kyuhyun mengubah posisi tidurnya, namun rasa kantuk yang ditunggunya itu belum juga menghampirinya. Matanya tetap tak mau terpejam, padahal saat itu sudah beranjak dinihari. Wajah gadis itu selalu membayanginya. Ia benar-benar tak menyangka, gadis yang bertemu dengannya tiga hari yang lalu di minimarket, membayar belanjaan gadis itu karena ia tak membawa dompet, gadis yang memanggilnya “Ahjussi”, gadis yang menabraknya dengan troli hingga pinggulnya biru dan sampai sekarang masih terasa nyeri, ternyata gadis itu…adalah Ji Young. Gadis kecilnya.

Dari dulu hingga sekarang, ia tak pernah melupakan gadis kecilnya itu. Ia selalu merindukannya.

Kata-kata yang diucapkan Ji Young tadi terus terngiang di telinganya.

” Karena sekarang musim dingin, dan dari seluruh penjuru mata memandang yang aku lihat hanya salju. Aku benci itu. “

Kyuhyun berpikir. Apakah itu semua ada hubungannya dengan dirinya? Yang ia tahu, Ji Young kecil sangat mencintai semua yang berbau musim dingin. Ia selalu menunggu musim dingin tiba, karena ia sangat suka melihat salju yang jatuh menyentuh kulitnya.

Apa aku harus menemui Ji Young lagi? Batin Kyuhyun.

Hari sudah mulai terang ketika Kyuhyun baru dapat terlelap.

^___^

Ji Young melangkah menelusuri jalan yang sebaagian besar ditutupi oleh salju itu. Dalam hatinya ia mengeluh karena musim dingin ini tak kunjung berakhir. Ia sudah tak tahan lagi setiap hari dan sampai dua bulan lagi dia akan terus melihat salju.

Headphonenya terpasang tepat di kedua telinganya. Dari ujung rambut sampai ujung kakinya, terlindungi oleh mantel panjang yang membuat salju tak akan menyentuh kulitnya. Ia memakai sepatu yang tebal dan hangat, melindungi telapak kakinya yang menapaki salju.

Ji Young terus berjalan dengan cepat. Tiba-tiba sebuah mobil hitam berhenti tepat di hadapannya. Kaca mobil itu terbuka, dan menampakkan sosok di dalamnya. Choi Kyuhyun.
” Ji Young-ah, masuklah. Aku akan mengantarmu. “

Ji Young yang terpaku melihat kehadiran Kyuhyun, kemudian menurut dan masuk ke dalam mobil. Ia menurut hanya karena ia tak mau lebih lama lagi berjalan di tengah-tengah salju. Kyuhyun memandangi penampilan Ji Young dan berkata, ” Sampai segitunya kah kau membenci salju? “

Ji Young hanya diam saja tak menjawab apa-apa. Kyuhyun hanya mendesah melihat Ji Young yang tak memberikan respon apapun.

Mobil itu terus melaju kencang, hingga Ji Young mulai sadar, mobil itu tidak melaju ke jalan menuju rumahnya. ” Kita mau kemana? “

Kyuhyun tersenyum karena Ji Young akhirnya mengeluarkan suaranya juga. ” Ke suatu tempat. “

” Kemana? ” tanya Ji Young dengan alis terangkat.

” Rahasia. ” jawab Kyuhyun dengan senyum yang membuat Ji Young tambah penasaran.

^___^

Ji Young langsung tercengang ketika tiba di tempat yang mereka tuju. Walaupun tempat itu sudah berubah sedikit, tapi Ji Young masih sangat mengenali tempat itu. Ia masih ingat ia sering menunggu Kyuhyun datang sambil bermain salju dan membuat boneka salju. Ia ingat mereka berdua tertawa gembira sambil melemparkan bola-bola salju ke arah lawan masing-masing.

Di tempat itu pula, kenangan indah yang tak akan pernah Ji Young lupakan tercipta.

Gadis kecil itu tengah istirahat setelah puas bermain dan duduk di kursi kayu dekat pohon cemara. Seorang anak laki-laki yang sedari tadi bermain dengannya duduk disamping sang gadis kecil.

” Ji Young-ah. ” panggil anak laki-laki itu.

” Ne, Oppa. ”

” Aku ingin selalu bersamamu. Selalu ada untukmu. Menjagamu. “

Gadis kecil itu heran mendengar perkataan Sang anak laki-laki yang begitu tidak biasanya.

” Wae oppa? Kenapa tiba-tiba kau berkata seperti itu? “

Anak laki-laki itu tidak menjawab dan hanya terdiam. Kemudian tiba-tiba ia berseru, ” Karena aku, mencintaimu Ji Young ya. Berjanjilah padaku, saat kita dewasa nanti, kita akan menikah. “

Wajah sang gadis kecil bersemu merah. Mereka saling mengaitkan jari kelingking masing-masing, sebagai bukti janji yang mereka buat. Pohon cemara di dekat mereka juga menjadi saksi bisu atas perjanjian tulus mereka.

” Ji Young-ah. Duduk disini. ” Kyuhyun berteriak memanggil Ji Young sambil menunjuk bagian kursi yang tidak didudukinya.

” Untuk apa kau membawaku kemari? ” tanya Ji Young langsung ketika ia sudah duduk di samping Kyuhyun.

” Aku hanya ingin mengenang masa lalu. Apa tidak boleh? “

” Aku sudah tidak mau lagi kemari. “

Kyuhyun menatap Ji Young yang sudah mulai berkacak-kaca.

” Ji Young-ah. Mianhae. ” bisik Kyuhyun.

Ji Young menoleh ke arah Kyuhyun dan berkata, ” Tidak perlu. Permintaan maafmu sudah terlambat. ” Ia menggigit bibirnya sendiri, menahan tangis.

” Kau membenciku? “

” Ne. Aku benci kau. Musim dingin. Dan salju. Karena mereka mengingatkanku padamu yang meninggalkanku begitu saja. “

Kyuhyun menghela napas berat. Ia tahu, yang harus disalahkannya sekarang, adalah dirinya sendiri. Ia sendiri yang membuat gadis itu membencinya. Tapi, itu lebih baik.

” Kenapa kau tidak memberitahuku kau akan pindah? Aku pikir..aku pikir aku tidak akan pernah bertemu lagi denganmu. ” Gadis itu mulai terisak.

” Ayahku ingin kami pindah ke New York dan berencana akan menetap selamanya disana. Aku hampir gila karena keputusan itu. Sangat sulit untukku meninggalkanmu. Apalagi selamanya? ” Kyuhyun memberikan jeda pada perkataannya dan melanjutkan, ” Aku berusaha untuk memberitahumu, tapi aku takkan pernah sanggup. Lalu, ide itu muncul begitu saja. Yang bisa kulakukan saat itu hanyalah membuatmu membenciku, hingga kau tak akan pernah memikirkanku lagi. Dan..melupakanku. Selamanya. “

Air mata Ji Young tak dapat dibendung lagi. Tangisnya pecah setelah mendengar pengakuan Kyuhyun. Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, tak mau Kyuhyun melihat wajahnya yang tengah menangis.

Kyuhyun meraih tangan Ji Young, salah satu tangannya menggenggam erat tangan Ji Young, dan satunya lagi mengusap air mata yang berjatuhan di pipi Ji Young.

That you know ? I never forget you, even one second in my life. You always in my memory. And now, I’m very happy meet you again. I just wanna say..I love you. In formers, for now and forever.

Ji Young menatap mata Kyuhyun dengan dalam. Perasaannya benar-benar membuncah. Kata-kata yang diucapkan Kyuhyun seperti menyihirnya. Ia tak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini.

Ji Young langsung memeluk pria di hadapannya itu. Kyuhyun bahkan terkejut dengan perlakuan Ji Young, tapi kemudian ia mengelus rambut gadis itu lembut.

” Walaupun aku selalu bilang aku membencimu, tapi dalam lubuk hatiku yang paling dalam, sebenarnya aku merindukanmu. Percayalah. ” bisik Ji Young di dekat telinga Kyuhyun. Sontak hal itu membuat Kyuhyun tersenyum dan mengeratkan dekapannya pada gadis kecilnya itu.

Rintik-rintik salju mulai jatuh lagi. Salju jatuh tepat di atas kepala mereka. Untuk pertama kalinya, Ji Young sangat senang benda putih itu jatuh menyentuh kulitnya. Ia tak membenci salju lagi. Ia mencintai musim dingin.

Pria itu yang membuatnya benci terhadap musim dingin dan salju. Hebatnya, pria itu pulalah yang membuatnya mencintai salju kembali. Ia ingin selalu pria itu di sampingnya. Di sisinya. Selamanya. Seperti janji yang pernah mereka buat dulu. Di tempat itu. Di tempat yang sama.

^___^
Epilog

Musim panas telah tiba. Taman yang dipenuhi oleh salju saat musim dingin kini sudah dipenuhi oleh bunga-bunga indah yang tengah bermekaran. Si sebuah kursi panjang, tampak Kyuhyun tengah tekun mengerjakan sesuatu di laptopnya. Namun, tiba-tiba sebuah panggilan mengusiknya.

” Ahjussi ! Kau sedang apa? “

Ah, Ji Young. Gadis itu tengah berdiri di hadapan Kyuhyun.

” Jangan panggil aku Ahjussi. Sudah berapa aku katakan? ” Kyuhyun berbicara dengan nada pura-pura marah.

” Sirheo! “

” Ya! Kalau kau masih memanggilku Ahjussi, aku akan mengejarmu. “

” Coba saja, Ahjussi menyebalkan! ” Ji Young langsung berlari sambil tertawa dan Kyuhyun mengejarnya.

” Awas kau kalau tertangkap. “

Setelah sekian lama berlari, akhirnya Kyuhyun dapat mencengkram lengan Ji Young hingga gadis itu tak bisa kemana-mana lagi.

” Apa yang akan kau lakukan? ” tanya Ji Young dengan nafas terengah-engah.

Kyuhyun berpikir sejenak dan sedetik kemudian ia mencium bibir Ji Young sekilas, begitu cepatnya hingga Ji Young tersentak.

” Huh! Oppa ~ ” sahut Ji Young sambil memukul-mukul pelan Kyuhyun. Kyuhyun hanya tertawa senang. ” Makanya jangan pernah panggil aku Ahjussi, Arraseo? “

Mereka berdua selalu bersama-sama dan tak pernah terpisahkan. They live happy, forever…

The End
Note:
1. Sumpah Q TEGAAAAAAAAAAAAA
2. JIR PANJANG BANGET YA. SILAKAN DI-SKIMMING AJA.
2. Baca dari awal aja udah kegelian huehue :” LEBIH DARI SEKADAR PARAH TYPO-NYA. MALU BANGET.
3. Maafkan kejahiliyahan saya yang nista ini sobat 😦
4. Blog yg ngepublish ini udah hilang ditelan bumi (ini freelance), jadi pake tanggal selesai ditulis.
Advertisements

6 thoughts on “[Special Event: The Inauguration] My Winter Memory

  1. FF FF redebut betul-betul membuktikan kejayaan super junior dan SME di kalangan Kpopers era satu, ya hahaha. Dan lebih dari itu banyak banget yang makai cast Kyuhyun. Kyuhyun pamornya naik juga gara-gara ff, dia harusnya berterima kasih sama kita-kita ini wkwkwkkw. sekian randomnya.

    Aku udah nggak ngakak sih baca ff redebut. toh sebetulnya aku masih suka baca ff oppa nuna unnie saranghae asalkan plotnya bagus. Dan ini plotnya bagus, rapi meskipun idenya mainstream hehe. Pokoknya liakyu yang sekarang sudah jauuuh lebih baik. Tetap semangat untuk menulis dan real lifenya kak ♥

    Like

  2. OMO! WAE WAE WAEEEE? Author kok ceritanya udahan? Kyuhyun femes banget buat debutan yaa.. wkwkwk
    Dan liaaa, selamat telah melewati zaman jahiliyaaah.. 😄
    Kata2 korea tentu aja ga lepas ya li, dan ceritanya juga khas jaman2 2013 gituu..wkwk
    Untunglah, sekarang kamu udah jadi lebih kereeen.. selamat, Lia! 😘😘

    Like

  3. Aishh jinja jeongmal, kalau lia pikir ini kejahiliyahan, pasti ni masuk kejahiliyahan tingkat bulu, kalau aku tingkat gajah, cuz kamu lebih maju krn ada dialog english nya. jadi ga perlu syedih lia, aku aja bangga, waks /nanges di kolong meja/
    kalau kata niswa, harusnya kyu makasih ke kita, kayakny ga mungkn deh. cuz dia juga bakal mikir jutaan kali bwt makasihin ff nista kita wkwkwk
    smangat derap maju pantang mundur, lia! <333

    Like

  4. HALO CHINGU!! KYU OPPA WAE SO SWEET YAAA CHINGU! AKU BOLEH MINTA SEQUELNYA NGGAK CHINGUUU??? JEBAAAL xD aslik lah li beneran nguquq hahahaha xD nih yha kalo sampe sekarang masih ada yang suka pake elipsis tapi titiknya banyak banget gatel pengen aku koreksiin tau ga???? xD yokshi ah liaa kalo dibandingin sama yang sekarang mah jauh bangeuuuut hehe. keep writing!!

    Like

  5. HAI. LIA. HAI.

    MASI IDUP GAK LI?
    AKU SEKARAT KEBANYAKAN TAWA FORGIMME TAPI SRSLY INI YANG KEEMPAT LI, NASKAH REDEBUT KEEMPAT DENGAN SUJU MUAHAHAHAHA OPPA SO FABULOUS YHA AT THAT TIME IDOLA SEGALA USIA DAN DEBUT!!

    “Sumpah Q TEGAAAAAAAAAAAAA”–KAPAN SIH Q SAJANGNIM NDAK TEGAHHHHH :’) HATIQUE DAH QEBAL SEPERTINYAH

    tapi demi apapun aku suka sama narasimu Li. Uda ada bakat uda keliatan mah masa depan menulis Lia lebih cerah dari jidat suho (slaps)

    KEEP WRITING LI! SELAMAT REDEBUT LIA_KYU EAEAEA

    Like

  6. HAHAHA LIA INI TELAT BANGET TAPI SELAMAT YA UDAH SUKSES MELEWATI MASA OSPEK!! XD

    titan nguquq baca ini pls forgive me tapi tapi serius kalau waktu itu titan baca ff lia mungkin titan bakal kesemsem juga penasaran sama oppa yg satu ini. kyu femes banget ya, kebanyakan temen titan yg ELF itu kyuhyun stan. siwon kalah ih XD /dor

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s