Pengakuan Si Aku

desk 1.jpg

credit pic

© cherryelf

Aku tercipta dalam kepalanya. Lewat kesepian, kadang menyusup dari keramaian. Aku mendengar tiap ketuk jantung dan napasnya, yang selalu kian menguat kala banyangku menyambanginya. Tanpa lewat sapa hai atau hoi, tahu-tahu dia melabeliku sebagai miliknya, ambil peran dalam liku hidupku.

Aku menerima saja dan percaya. Dia tampak meyakinkan dengan sikap keragu-raguannya. Itu kudapati lewat jentikan jarinya yang terkadang berhenti.

Oh, lihat! Dia mogok lagi.

Mengabaikan derik jangkrik, dia membeku persekian detik. Satu tarikan napas panjang, kepalanya terhempas ke kursi. Sementara jemarinya mengetuk permukaan meja tanpa irama berarti. Kali ini matanya menerawang. Aku dapat merasakannya ketika ia mulai membangun kembali kepingan tentangku. Aku tahu dia sedang berpikir keras tentang ratusan jalan kemungkinan menyangkut hidupku.

Maka izinkan aku untuk mendeskripsikan diriku lewat kacamata bacanya. Dari rangkai kalimatnya, aku mengenal diriku sebagai lelaki canggung, agak pendiam, namun berani mengambil risiko dari tiap keputusan yang dipilih.

Dalam beberapa situasi, aku digambarkannya kelewat riuh. Mungkin ia menganut paham, air tenang menghanyutkan. Semisal, esok hari jika ia memberiku pekerjaan sebagai salesman yang cakap bicara dan rajin menyusuri gang-gang perumahan. Di lain waktu dia mengubahku sebagai akuntan yang irit suara, penghuni kubikel kerja.

Sedangkan visualku, ia ingin aku lebih tinggi beberapa inci dari rata-rata kaum lelaki. Namun akhir-akhir ini ia lebih senang menempatkanku agak ke bawah.  Menyusut jadi 170 senti saja.

Keplinplanannya itu kadang membuatku jengkel. Anehnya, itu tidak berlaku jika menyangkut masalah asmara.

Cintaku jatuh pada seorang gadis. Tak pernah diubahnya sosok gadis itu. Mungil, semanis lelehan coklat dan secerah matahari musim panas. Satu-satunya makhluk yang membuatku melambung dan terjatuh berjuta kali.

Seribu satu cara telah kutempuh. Seribu satu jalan pula si gadis menolakku. Tak satu pun kesempatan kami dapat bersanding. Acap kali aku terpuruk, bermonolog di pojok ruang kedukaanku. Sementara ia sepertinya menikmati kesakitanku yang tak pernah laku. Yang tak pernah mengecap cinta rasa nirwana.

Aku menunggu. Kali ini, apa lagi yang ia ingin dariku.

Ketika gerakan jari-jarinya kian melompat-lompat lincah, terseok-seok aku mengikutinya. Napasnya memburu. Dadaku meradang. Setitik air meleleh lewat celah cekung matanya. Aku terbatuk-batuk tanpa sedetik menangkap udara.

Setelah akhirnya ia berhenti untuk menangkap momen eksekusi. Mungkin sedang merangkai cara terbaik untuk cepat-cepat mengakhiri.

Sakitku belum mereda ketika ia meneguk segelas kopi pahit yang segera membuatnya tertidur lama. Di sisinya, tergeletak setangkai bunga mawar segar bertulis ‘Teruntuk Dian di Surga’.

Advertisements

7 thoughts on “Pengakuan Si Aku

  1. Kak cherry puitis bangeeet asliiii. ngerakangkai kalimat-kalimatnya bisa ajaaa. uhuuuuy boleh dong diajarin? hhehe xd tapi endingnya sad yaa? huhuuuuu jarang-jarang nabil baca sad ending 😦 tapi hidup mah ngga selancar jalan tol di hari kerja yha wkwk

    keep writing kak cherry ❤

    Liked by 1 person

    1. nabil, makasih sudah datang lagii. <333
      ya, dan ini sad huhuhu iya, kan masalah hidup sepadat jalan raya di jakarta pas jam2 sibuk X,DDD

      Like

  2. Kak Cherry ini sudut pandangan (OC) ya???
    Huhuhu mengalir sekali tulisannya, aku sukaaaak
    Tapi masih agak mudeng dibagian kalimat terkahir, yang kopi pahit kok malah buat tidur? Eh, itu meninggal? Sama ‘Teruntuk Dian disurga’nya ini siapa yg dieksekusi? Oc.nya? Atau cinta oc.a ? Atau malah penulisnya? Hahahaha

    Liked by 1 person

    1. yap, yng bercerita tokoh yng dikarang penulis. kisah cintanya si aku yng ditolak terus sama satu cewek yng sama sebenernya kisah cinta si penulis, yng endingnya ceweknya keduluan innalillah dulu.
      smua dieksekusi mati :’))))
      maafkan membuatmu bingung ya, dan makasih sudah datang <333

      Liked by 1 person

    1. yaaap! dan kisah si aku ini sebnernya gambaran diri dari si penulisnya (kalau dia gagal melulu soal cinta–tapi kisah cinta penulis di sini kurang au eksplor, tahu2 endingnya ceweknya maut;;; ) endingnya innalillah semua :’))

      makasih liana udah mampir <333

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s