Checkmate

by aurora

Dan boom, Kiara meledak

Kiara pikir ia bisa menutupi rahasia ini dengan baik.

Ia mengenakan masker saat berangkat ke sekolah tadi pagi, menggunakan alasan ‘Kabutnya tebal banget’ sambil berharap Papa, Keanu, dan Kezia tidak menyadari sesuatu yang ia sembunyikan di balik masker biru yang malang itu. Seharusnya ia juga berangkat dengan Janet saja supaya rencananya jadi lebih mulus, kalau saja rumah mereka tidak berlawanan arah.

Untungnya Kiara bisa berakting dengan baik sehingga (dia pikir) tidak ada orang rumah yang curiga. Sempurna. Parfaito. Kiara (pikir) rahasianya bakal aman sampai menghilang dengan sendirinya nanti, menjadi sesuatu yang cuma diketahui oleh ia, Tuhan, Janet, masker biru yang malang, dan perabot-perabot kamar tidurnya.

Tetapi kesalahan terjadi sepulang sekolah, saat ketiga penghuni rumah sedang uring-uringan di ruang tengah; Papa yang membolak-balik majalah TIME edisi terbaru dengan kacamata melorot, Keanu—saudara kembar Kiara—yang beratensi sepenuhnya ke permainan apalah-itu-namanya di ponsel, dan Kezia si bungsu yang asyik mengganti popok boneka bayinya. Cuma Kiara yang dari tadi berada di kamarnya menjalankan aktivitas tidur siang (yang sesungguhnya bukanlah aktivitas).

Keempat manusia ini tidak tahu apa yang mesti dikerjakan—karena Sang Ratu sedang dinas ke luar negeri. Kiara dan dua saudaranya persis anak bebek yang ditinggal induk mereka. Lantas Papa adalah bebek jantan yang ditugasi menjaga anak-anak sementara betinanya berburu sampai ke wilayah asing.

Omong-omong, kronologis terbongkarnya rahasia Kiara kurang lebih seperti ini: Kiara mendapat panggilan alam di tengah-tengah mimpi indah naik komidi putar dengan Greyson Chance, maka langsung saja ia berlari ke toilet untuk memenuhi panggilan wajib tersebut, dan ketika ia sudah selesai, keluar dari toilet….

Hidungnya terasa gatal, seolah digelitik bulu-bulu kemoceng dari dalam. Pun paru-parunya seperti—ah, bagaimana mendeskripsikannya dengan tepat? Seperti ada ganjalan yang minta dikeluarkan? Seperti busur yang sedang ditarik untuk meluncurkan anak panah? Pokoknya pada momentum yang menyiksa tersebut, Kiara tidak bisa memikirkan hal apa pun selain membiarkan ledakan terjadi supaya rasa ngganjel bisa lepas dari dadanya.

Dan boom, Kiara meledak. Suaranya memecahkan kesunyian ruang tengah.

Dalam satu gerakan, tiga kepala menoleh cepat ke arah Kiara, yang buru-buru mencari kotak tisu terdekat untuk membersihkan hidung.

“Kak Kia jorok,” kata Kezia tanpa dosa, seolah lupa pada fakta bahwa dirinyalah peledak paling hebat di rumah ini—setingkat di atas Kiara.

Ew,” ejek Keanu, ia melayangkan pandangan lu-gue-pecat-jadi-kembaran pada Kiara sebelum kembali menekuni ponsel.

“Kia, kamu flu?” tanya Papa.

Mampus, batin Kiara. Ketahuan sakit flu oleh Papa sama menyeramkannya seperti kepergok mencuri mangga tetangga sebelah. Karena fakta bahwa pola hidup Kiara yang sangat tidak sehat bukanlah rahasia di antara dirinya dan perabot kamar, melainkan suatu pengetahuan umum untuk orang-orang rumah.

Setelah menyemburkan berbagai makian pada diri sendiri di dalam kepalanya, Kiara menyahut, “Iya, Pa. Sedikit.”

Papa mengembuskan napas. Kiara menggumpal-gumpal tisu sebelum membuangnya ke kotak sampah, dan mengambil posisi duduk di kanan Keanu. Kemudian menunggu kultum siang dari Papa dalam hitungan satu, dua, ti—

“Sudah Papa bilang, kamu tuh kebanyakan begadang! Enggak nurut, sih. Makanya sampai kena flu begini. Belum lagi jajanannya suka sembarangan, setiap hari main sama teman sampai habis adzan magrib, tidurnya di atas jam sebelas, bangunnya kesiangan, kerjaannya di rumah cuma guling-guling main hape, lengkap sudah. Aduh Gusti, kamu ini kenapa, Kiara Andradewi?”

Ya, kan?

Kiara tersenyum masam seperti kuda. Sambil garuk-garuk kepala yang tidak gatal, ia membalas, “Ya, sori, Pa. Imunitas Kiara ‘kan enggak sama kayak Keanu.” Seraya memandang sinis pada adik sembilan menitnya.

“Makanya ikut basket sama gue, dong. Olahraga, gitu. Jangan cuma nontonin cogan-cogannya melulu,” sahut Keanu resek.

“Berisik.”

“Hah? Bersisik?”

Sebuah bantal sofa mencium wajah Keanu.

“Kia,” kata Papa lagi. “Kamu itu cewek, Nak. Enggak baik kalau begadang terus. Mana bangunnya kesiangan pula. Enggak sehat. Lihat akibatnya, kamu jadi kena angin malam sampai flu begini. Padahal baru dua minggu sekolah. Orang lain jaga kesehatan, kamu malah seenaknya begitu.”

Kalau yang berbicara barusan adalah teman sebayanya, Kiara bisa dengan mudah melancarkan jurus pamungkas ‘Diam, kutu piranha impoten’ yang efektif. Tapi ini Papa, man. Salah-salah, Kiara harus angkat kaki dari rumah di usia enam belas tahun.

Papa memijat-mijat kening selama dua detik sebelum mengatakan, “Keanu, kamu keluar belikan Vicks sama bubur, sana. Kia, besok kamu enggak usah masuk sekolah biar istirahat seharian di rumah.”

Keanu kelihatan seperti orang yang ditugasi untuk memancing piranha, sementara Kiara dipenuhi gelombang kebahagiaan.

“Tapi WiFi-nya bakal Papa matikan.”

Well.

Kezia menyanyikan lagu ninabobo sambil menimang-nimang boneka bayinya.

finish.

notas:

  • First things first, makasih banyak buat Q yang udah ngasih saya kesempatan buat gabung di WS.
  • Sebut saja Ais. Dari garis ’00. Masih rookie (dan amatir).
Advertisements

23 thoughts on “Checkmate

  1. Ini… pengalaman pribadi penulisnya kah? Haha..

    Halo, Ais. Aku suka sama tulisan kamu. Somehow ngingetin aku sama masa remaja di mana salah satu kenikmatan terbesar dlm hidup adalah ketika ortu bilang, “yaudah, hari ini gausah sekolah.”

    Keep writing ya.. Ditunggu karya selanjutnya.

    Like

    1. LOL iya kak, jadi aku tuh pilek tapi takut ketauan papa ntar diomelin 😂😂 yosh makasih udah mampir ya kak, keep writing too 💙

      Like

  2. Aduh Gusti, kok Ais NGELAWAK banget sih??????
    Bahasanya omo bahasanya enak banget xDD
    Lalu Kiara sama Keanu juga kembaran yang unyuuuu xD
    Terus terus ‘kutu piranha impoten’ ASTAGA HAHAHAHAHA
    Keep writing ya ais 🙂

    Like

    1. kak lia aku tida ngelawak cuma nyeritain pas aku ‘meledak’ depan papa kok HAHAHAHA 😂
      yosh makasih udah mampir kak lia, keep writing juga 💙

      Like

  3. Baca cerita ais itu kayak ngemut permen kapas pakai cola *?* manis2 liar gitu, hahahah. Maafkan perumpamaanku yang aneh banget =,=
    Aku udah mikir kejauhan rahasianya bombastis gimanaa gitu, trnyata krna pilek xD. Ucul pokoknya suka 😀
    Keep writing ya, Ais 😀

    Like

    1. (ngemut permen kapas pake cola) (itu gimana kak dhila) (tapi unyu)
      nggaa rahasianya cuma pilek doang terus takut dimarahin papa :”) makasih kak dhila! keep writing too 💙

      Liked by 1 person

  4. hai, ais! asek apakah ini pertama kali kukomen di tulisanmu? anyway ini cute! aku suka cara kamu pake kata Papaㅡlangsungㅡinstead of ‘papanya’ atau ‘ayahnya’. Jadi kerasa keluarga dengan tiga anak deh! hahaha lanjootkan aiiis! 😀

    Like

  5. AIS HAHAHAHAHA AKU GABISA BERENTI KETAWA HABIS INI LAWAK BANGET XD XD
    Pertama, aku kira Kiara tuh lagi ngumpetin jerawat segede dosa apa jerawat yang muncul di bagian wajah yang tidak diinginkan. Aku pernah soale ada jerawat di atas bibir dan pake masker seharian di sekolah, hehehe…
    Terus ngomelnya si papa tuh typical banget ya, yang jadi masalah apa, yang diomongin sampe kemana-mana, hahaha… Mana Keanu juga nyebelin banget lagi. Waktu bagian “diam, kutu piranha impoten” aku ngakak pol XD Aku malah bayangin Kiara ngomong gitu ke Keanu soalnya.
    Aku suka gaya bahasamu, Ais! Terus ceritanya tuh simple tapi ajunice sekali, nggak bikin bosan meski dibaca berkali-kali. Eh btw yang bener itu “komidi putar” atau “komedi putar”, sih? Maklum aku nih penganut aliran EYD sesat jadi bingung, hehehe…
    Last, welcome to the club and keep writing!

    Like

    1. RANI HALOO 😀😀😀 wah aku ngga maksud ngelawak sih sebenernya :”) iya yoksi ortu tuh kalo ngomel bisa bercabang kemana2 ya heuheu.
      aku ngecek di kbbi sih both komedi sama komidi tuh bener, cuma andrea hirata nulisnya di novel ‘komidi putar’ ((yha aku menganut aliran beliau wkwk))
      lastly thank you rani, keep writing too sista 💙

      Like

  6. Hai Ais ^^ rasanya pernah kita pernah bersua di grup sebelah ya hihi
    Aku suka (lagi) ceritamu ini, simpel tapi nyenengin, ngingetin gimana fungsi keluarga–yang walaupun cuma sakit ringan–perhatiannya tetap segunung. LOVE ❤ ❤ ❤

    Like

  7. Hi ais! Ini bacanya berasa kaya saya yang lagi diceramahin TvT Kiaranya ‘gue banget’ dari mulai pulang sore mulu, jarang olahraga,kerjaannya guling guling maim hp,sampe begadangnya sama banget TvT dan saya lagi flu TvT lengkap sudah.

    Bagian terngakaknya adalah “dasar kutu impoten” XD lolololololol….. keep writing ya ais! 🙂

    Like

    1. hi zulfa! LOLL aku juga pas nulis berasa nyeramahin diri sendiri 😂😂 aku bosen sama karakter cewek yg suka bangun pagi pandai dan rajin menabung (?) jadi bikin karakter yang realistis aja HAHA. thank you zulfa, keep writing too 💙

      Like

  8. “Tapi WiFi-nya bakal Papa matikan.”
    Well …

    Literally me, kalo dimarahin gara-gara begadang mulu HAHAHAH. Ais, kok kamu bikin karakternya Kiara lucu banget???? Dan rasanya kayak baca fiksi tentangku sendiri. Hp-an mulu, olahraga pasti ‘mager’, demen nontonin cogan, dll. Kalo ketahuan flu juga langsung dimarahin :”) dan rasanya tuh udah kayak naik paus akrobatis, ngebelah atmosfer berlapis-lapis, dan menuju rasi bintang yang paling manis. ESALAH. pokoknya karakternya Kiara favorit banget, bener-bener kayak anak-anak zaman sekarang. dan ini family-nya kental sekaliii! aku sampe sekarang masih stuck kalo nulis family, kaku abiezs ;AAA;

    keep writing, ais!

    Like

    1. KAK GAB! wkwkwkwk iyanih karakter-nya kiara emang teenage nowadays bgt hahaha jadi banyak yg related :”) whaaa hamdalah kalo family-nya dapet soalnya aku juga masih belajar nulis family nih. kak gaby juga pasti bisa nulis yang lebih bagus dari ini kokkk 😀

      makasih kak gaby ❤ ❤

      Like

  9. this reminds me to ngebejek adekku yg suka keluar malem dan ga mau dibilangin sejak bisa naik motor, sehingga jadi sakit. *kakak tak baik yg males ngurusin adik malah kepingin marahin
    lucu! keep writing!

    Like

    1. kak li, percayalah adek kakak tuh one of the luckiest ppl to have you! uwaa makasih udah mampir kak ❤ ❤

      Like

  10. Kiara are u me? Begadang, males olahraga, guling2 main hp, dan bersin dikit pasti diomelin :((
    Ceritanya asik banget, dan bagian kutu piranha impoten, WHY AIS WHY? Kubaru tau piranha bisa kutuan 😦

    Keep nulis, Ais!

    Like

    1. HAHAHA KAK FATIMMM iya kiara emang related bgt ke semua cewek ya huhu anakku :”) ya dibisa-bisain lah demi merealisasikan umpatannya kiara xD /apaan

      makasih udah mampir kak! ❤

      Like

  11. whuaaaahahaha!! bentar ini masih kejebak konyol soal kutu piranha impoten!!! T_T
    well, halo Ais^^ (aku liat Lia dan Kak Liana dan seluruh komentator (sepakbola, eh bukan) di sini memanggilmu begitu^^ jadi maafkeun aku yg SKSD ini yay) sebelumnya salam kenal ya~ aku xian dari garis sembilan tujuh 🙂 rekan sejawatnya Jungkook, ahahah!
    hahaha, ini fiksinya lucu, konyol parah, dan sangat related sama keseharian anak2 sekolah di negeri tercintah. deskripisinya yang komikal itu point banget! yash, keep writting Ais~
    tetap semangat berkarya^^

    Like

    1. halo kak xian. pleasure to meet you and it’s okayy!! aku suka kok di-SKSD-in 😀
      whaaa alhamdulillah kalo kak xian enjoy baca ini soalnya ini pertama kalinya aku nulis family yg pure family gitu WKWK. your comment just brighten my morning :”)

      same thing goes to you kak, makasih udah mampir sini! ❤

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s