Claps

Processed with VSCO with a8 preset Processed with VSCO with a8 preset

by slmnabil

Satu kali tepukan untuk ya, dua kali untuk tidak. Kau siap?

*

Kecuali kamu senekat Claudette dan Scarlett, hapuslah ‘pergi tanpa izin orangtua’ dari agendamu. Sekalipun sepele seperti ke luar menjelang malam untuk memeriksa apakah tetangga yang kau taksir sudah tiba di rumah, atau sampai yang luar biasa mendesak seperti kehabisan stok batangan protein—yang akan mengharuskanmu mengantre selama satu jam pelajaran untuk mendapat jatah makan siang di sekolah. Karena orangtua, memiliki kekuatan supranatural yang entah asal muasalnya dari mana. Tahu-tahu ada, tahu-tahu bikin celaka.

Kalau saja hari itu Claudette tidak dikatai penyuka sesama jenis karena selalu saling membayangi Scarlett, keduanya tidak akan nekat melarikan diri dari sekolah. Jadi mereka tak perlu menyisir hutan yang letaknya bermil-mil jauhnya dan malah berakhir tersesat tanpa petunjuk arah.

“Setidaknya petualang lain bisa pasang ‘di sini toilet’ agar terkesan murah hati,” kata Claudette di tengah keterdesakannya ingin buang air kecil—plus gelombang panik karena tidak tahu jalan pulang.

“Sudahlah, pilih tempat saja sesukamu. Toh, tidak bakal ada yang sadar,” sahut Scarlett.

Claudette praktis bergidik. “Aku, ‘kan, anggota klub pecinta alam!”

“Justru itu, di sini alam semua. Kau mencintai mereka, mereka pun mencintaimu. Selamat, kalian saling cinta.” Scarlett tertawa ringan. “Kalau kau meninggal karena patuh aturan, jangan gentayangi aku ya,” lanjutnya.

“Setidaknya aku mati terhormat,” kata Claudette diakhiri ringisan. “Bisa mampus aku kalau menahan lebih lama lagi.”

Melihat urgensi sahabatnya tak bisa diacuhkan lagi, Scarlett mengambil inisiatif untuk bergerak. Kalau semua diam di tempat, kapan beresnya?

“Hitung sampai dua puluh,” kata Scarlett.

Dwimanik sewarna obsidian Claudette menghunjam pandangan Scarlett yang tampak agak enggan. “Sempat-sempatnya kamu mengajak main petak umpat?”

“Lakukan saja, sih, apa ruginya?” tanya Scarlett sebal. “Aku tadi lihat jalan setapak di barat. Biar kupastikan apakah ada persinggahan, baru kalau ada kuberi aba-aba. Oke?”

“Pergi sama-sama saja tidak bisa?”

Scarlett menggulirkan pupil. “Manja benar kau. Ocehanmu yang berkelanjutan itu akan jadi beban. Mulai hitung ya?”

Claudette cukup yakin kalau sahabatnya tidak punya hubungan darah dengan The Flash—atau setidaknya mereka kerabat jauh, tapi luar biasa melihat presensinya tak lagi nampak di hitungan ke lima. Ia harap begitu mencapai dua puluh, Scarlett sudah kembali dalam jangkauan. Karena sumpah, rasanya Claudette beralih peran jadi pemeran utama film seram.

*

Tadi Claudette mengatakan kalau ia agak curiga soal kemungkinan kekerabatan Scarlett dan The Flash, ‘kan? Tolong lupakan, ia menariknya kembali. Karena hitungannya hampir menyentuh lima puluh.

Claudette mulai memperhatikan sekitar. Tarian pepohonan yang timbul akibat angin yang berhembus biasanya cukup untuk menentramkan hatinya. Apalagi ada tambahan harmoni gubahan kelompok paduan burung. Tapi bukan itu yang dibutuhkannya sekarang, ia butuh toilet.

Muncul keinginan untuk pilih sembarang tempat seperti yang sahabatnya usulkan barusan. Namun setelah beberapa kali berdebat dengan keyakinannya, Claudette lebih memilih untuk menyiksa diri lebih lama. Ia tidak mau mengkhianati kecintaan alam padanya.

Begitu mendengar derap langkah tergesa dan susulan acungan tangan Scarlett, Claudette bergegas mendekati sahabatnya. “Oh, kukira kau sudah mati,” katanya.

“Sayangnya belum. Maaf mengecewakanmu. Ayo, ada rumah di sana.”

Kalau ada rumah megah berinterior klasik di tengah hutan, rasanya agak tak lazim. Kalau ada gubuk reyot dengan sarang laba-laba di sudut-sudutnya, itu baru benar. Sialnya dari dua pilihan, Claudette dan Scarlett malah dihadapkan dengan situasi yang pertama.

“Kalau tidak darurat, mana mau aku masuk ke tempat seperti ini?” gumam Claudette terdengar ngeri sebelum menghilang di balik dinding—yang tentunya sembarang saja ia pilih.

Tak berniat melingkupi diri dengan kesan menyeramkan, Scarlett menderapkan langkah ke hiasan patung dan guci yang diletakkan di beberapa sudut ruangan. Lukisan seorang anak laki-laki yang diletakkan tepat di tengah pun praktis menarik perhatian Scarlett.

Tiba-tiba inderanya menangkap suara derap langkah cepat—yang semakin lama terdengar semakin jelas. Ia menduga itu Claudette, jadi ia tenang-tenang saja.

Paling-paling, ia ketakutan setengah mati, batin Scarlett.

Lalu ia menyentuhkan buku-buku jarinya pada lukisan, meraba teksturnya, menelusuri detilnya, dan berakhir pada bagian lehernya yang tampak diwarnai kemerahan.

Suara derap langkah itu kembali lagi. Dan Scarlett menyadari kalau Claudette tidak kunjung terlihat.

“Baiklah, Clau. Tunjukkan dirimu sekarang,” kata Scarlett, mulai ketakutan.

“Apa maksudmu? Aku sudah di sini dari tadi.”

Tak ada waktu untuk terkejut, menangis, atau berteriak. Karena sedetik setelahnya, suara itu  terdengar lagi. Keduanya sontak terperanjat.

“Siapa di sana?” tanya Claudette, suaranya bergetar.

Derap langkah lagi.

“Keluarlah!” seru Scarlett.

Derap langkah lagi.

Claudette menengahi. “Mungkin dia tidak bisa bicara,” katanya. “Baiklah, siapapun dirimu tolong jawab kami dengan  tepukan tangan. Satu kali untuk ya, dua kali untuk tidak. Kau siap?”

Clap.

Bola mata Scarlett membulat sampai-sampai mungkin akan ke luar.

“Apakah kau pemilik rumah ini?”

Clap. Clap.

“Apakah kau sedang berlibur di sini?”

Clap.clap.

“Maukah kau menunjukkan diri?”

Clap.Clap.

Scarlett tampak memutar otak. Ia butuh jawaban yang menjamin kalau mereka berdua akan ke luar hidup-hidup, bukan pertanyaan seperti yang Claudette layangkan.

“Apakah kau perempuan?”

Claudette menelengkan kepala ke arahnya. “Perempuan biasanya lebih bisa diajak negosisasi,” kata Scarlett.

Clap. Clap.

“Kau laki-laki?”

Clap. Clap.

Keringat dingin sontak mengaliri tubuh keduanya. Claudette punya dugaan apa yang akan terjadi selanjtunya. Ia tahu kalau diam-diam mereka berdua tiba-tiba jadi pemeran film seram.

“Apakah kau manusia?”

Clap.Clap.

Jantung mereka rasanya mengalami dislokasi sampai ke perut. Dalam hati diam-diam Claudette menyesal karena tidak pilih sembarang tempat saja.

“Apakah kau sendirian?”

Clap.Clap.

“Berapa banyak teman-temanmu? Satu tepukan untuk satu orang.”

Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap.  Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap. Clap.  Clap. Clap. Clap. Clap.  Clap. Clap.Clap. 

 end

  • Diangkat dari urban legend dengan judul yang sama
  • peace
  • much love
Advertisements

26 thoughts on “Claps

  1. ASTAGHFIRULLAH UNTUNG BACANYA PAA MASIH SORE HUHUHUHUHU ATUHLAH xD parah pas bagian berapa banyak temennya terus clap-nya banyak banget, akutuh yang: anjay ada banyaaaaaaaak! Parah parah masa keinget conjuring 1 yang apa-apa mainan tepuk tangan tuh huhu :(( ga kebayang aslik jadi scarlett sama claudette :” (btw aku suka ih nama-namanyaaaa hehe. Classy gitu awawaw). Udah ah aku masih merinding omg omg.

    Like

    1. YAH GA SERU DONG KALAU PETANG PETANG XD naaah iya kak itu exactly apa yang nabil rasain pas baca urban legend nya huhu :(((( oiya ya conjuring 1 main ucing sumput ge pake clap wahaaa. iyaaa namanya juga qusuqa ehe 🙂 makasiiih kafikaa syuda bacaaa ❤

      Like

  2. WOY GANYANTAI BANGET SIH INI AKU KETAKUTAN HUHUHUHUHU. Tadinya kukira pas Scarlett gabalik-balik, yang balik ke Claudette itu malah jadi-jadiannya Scarlett tapi untung deh engga begitu. ETAUNYA MALAH NEMU RUMAH GEDE:( Aku pas nemu kata ‘clap’ langsung ngebatin ‘wAH INI MAH UDAH. KELAR GUE.’ huhu untung belom maghrib! suka nama claudette dan scarlett, sekaligus gimana mereka bersahabat. agak mirip aku sama sobatku HAHA

    clapnya banyak banget woy atut:( tapi me likey ❤

    Like

    1. DIBAWA SHANTAY AJA HAHAHAHA. OMO JADI-JADIAN :((( Clap nya asyique yha mengaduk ngaduk perut kaya kalo liat si doi xd sosobatan enaknya emang yang modeel beginiaan ehee

      jan atut atut, nanti dia main ke sana lagieh xd makasih kakdhiluu sudah mampir ❤

      Liked by 1 person

  3. Huahahahahhahahahahahassseeem banyak banget yang tepok tangan .=. Untung belom malam2 amat baca ini 😦

    Pilihan namanya bagus. Trus mencekamnya dapet, huhu. Sukaa sama ceritanya Nabil 😀

    Like

  4. Hai Nabil! ^^
    Kamu inget aku? inget atau ngga? hahaha /plak

    Oke ini first /gak first banget sih/ mampir ke ws dan first ke lapakmu. Bekla oke ini aku beberapa kali udh teriak kaget ke temenku yg tiba” aja muncul pas lagi baca ceritamu ini dan … SUMPAH YA BIL INI AKU MERINDING DISKO BACANYA HUWAA BAT INI KEREN KUSUKA SEKALI OMAIGAT KUSUKA BAGIAN CLAP YG BANYAK ITU OMAIGAT /sudah juls sudah/

    Bagus bil! Tegangnya dapet lah omo padahal kumasih agak bingung soalnya nama Scarlett sama Claudette agak sama jadi bingung tadi ini orang yg mana trus ini yg mana /maaf atas kelemotan otakku/ 😂

    And last, as always, nice fic! ❤

    Like

    1. KAKJULESQU ❤ ❤ ❤ ❤ INGETLAH MASA KULUPA ❤

      ihh resep baca merinding disko, harus dijadiin prompt inimah fix ah xd UWAAA KEBANYAKAN INGIN MENGUMPAT SAAT CLAP BUT KAKJULES YEOKSI SELERA HORRORNYA PATUT DIACUNGI JEMPOL KHAKI WKKW

      heueuh namanya mirip-mirip xd makasih kakjules sudah mampir ❤ ❤

      Like

  5. Nabilll, aku abis mimpi hantu semalem. Terus sekarang baca cerita ini 😭😭😭😭

    Endingnya apik sekali. Aku suka banget sama endingnya. Penutup yang manis.

    Pas baca perkata “clap”, semakin ke bawah semakin merinding. Itu banyak bangeetttttt yaaaaaa. Aku cuma bisa berdoa moga tepuk tangannya ga nambah banyak. Kalo banyak dan berlangsung sampe subuh, ga asik banget itu. Terus lanjut sampe besokannya gitu? Hihi

    Like it 😘

    Like

    1. Kak kiyuroo haaai haai 😀 wah ini mah oke nih biar mimpi hantu lagi, jadi prolog nya aja kak inimaah ehee. Tadinya clap nya mau kubikin ficlet aja sekalian padahal xd makasiih kak udah baca ❤

      Liked by 1 person

  6. Aku favoritin interaksi claudette scarlettnyaaa hahaha mereka kayak yang keliatan sahabatan banget gitu dan oke untung baca ini nggak kemaleman :”
    Sumpah ya mereka berdua (ikutan ngeclap buat keberanian mereka) sumpah ya seriusan aku speechless abis dan terakhirnya woohoo epic parah astaga bener deh bikin merinding disko tegangnya dapet banget :”)

    O iya aku bella 97l salam kenaaal ^^

    Like

    1. Hai kak bella salam kenal jugaa 😀 ini nabil, 99l 😀 iyaa mereka sahabatan banget bangetan wkwk cees lah xd harusnya lebih malem kakbel biar lebih ramai hihi merinding disko kaak kali-kali hehe, nabil juga waktu baca urban legend nya ngerasain huhu 😦 makasiih kak belaa sudah mampir ❤

      Like

  7. NABIIILLLL SJWJWBWJAJA
    Astaga aku tuh bacanya pas kmrn sebelum tidur dan mikirin ampe gabisa merem huhuhu mana malem jumat kan….
    Kusuka dua karakternya lucu bgtbgtbgt. Trs kukira awalnya mereka bakal ketemu penyihir kan di rumah tengah hutan etapi malah lebih serem. Aku sih bakal ngibrit parah xD

    Pokoknya keep writing!

    Like

    1. KAK TITA ITU BACA SJWHABLAHABLANYA KUMAHA XD
      iyaaa yaaa pas malem jumat banget ini dipostnya, naiseu timing xd kusuka komennya bgtbgtbgt ihh resep juga hehe. iyaa ya kaya hansel gretel ketemunya penyihir. ayo kak tita kita ngibrit bersama wkwk

      makasiih kak tita ❤ kak tita jugaa ❤

      Like

  8. Clap-nya banyak pliiissss ngeri banget ini kalo aku cuma sama sohibku doang udah yang istighfar berapa kali ya. Pengolahan remake urban legendnya bagus, Bil! ^^

    Like

    1. tinggal berserah diri kepada Yang Di Atas yha kaeci kalau udah ginimah, ngewirid aja yang banyak hehe xd makasiih kakeci sudah mampir ❤ udah lama nabil ga main ke maynam euy kangen wkw ❤

      Like

    1. KAMU NULISNYA KENAPA KECE BANGET SIH BIL SAMPE KUKIRA INI CERITA ANAK ABEGE YANG HORE HORE ADVENTURE DI HUTAN SAMBIL NYANYI NAIK-NAIK KEPUNCAK GUNUNG

      E

      KOK

      TIBAKE

      AKU SAMPAI PADA

      CLAPCLAPCLAPCLAPCLAP

      Like

    2. YES AKHIRNYA ADA YANG BACA DI SAAT KEGELAPAN MALAM MENYELIMUTI YES YES XD KAKPANG JAN PUNDUNG PUNDUNG NANTI NYAWANYA ILANG SATU LAGI WKWK

      (KUPAKAI CAPSLOCK JUGA UNTUK MENGIMBANGIMU KAK XD)

      AH KAKPANG APAAN KAKPANG LEBIH KETJEH JUGA AH XD KAKPANG IHHH NAIK NAIK KE PUNCAK GUNUNG NABIL NGUQUQ DOELOE ❤

      HATUR NUHUN KAKPANG SUDAH MAIN ❤ ❤

      Liked by 1 person

  9. Aku tahu seberapa horornya ini pas pertama kali baca. Baca ini pas cerita yang bapak ibu nyasar di gunung pas badai salju, somehow merinding ya bayangin ini makhluk apa? Ghost? Demon? Atau makhluk liar?

    ANyway, aku suka gimana kamu nulisnya, awalnya santai asik kayak adventure gitu, terus mulai berasa horrornya, dan endingnya HAHAHAHA. Ya emang kamfay itu makhluk kebanyakan tepuk tangan.

    Keep writing ya nabil!

    Like

    1. Iya ih kak sher ya serem banget baca urban legend nya sampe nabil terketuk /? pengen mengangkat ceritanya wkwk xd

      kaya naik gunung ya kak, landai dulu teros makin naik makin puncak wahaha xd the power of claps uhuuy ❤ makasih kaksher sudah mampir ❤

      Like

    1. ((HAYU KITA NGEWIRID BERSAMA)) ((SAMBIL MENYAMBUNG SILATURAHMI))

      Kak nisa yang lebih keren ah ndak quad ❤ makasiih kak udah baca ❤

      Like

  10. KAMPRET AING KIRA BUKAN GINIAN :(((((( Pantesan u kelihatan agak mencurigakan pas bilang “cepet jul baca”. Udah gak bener rarasaan saya TvT
    Saya kira ini curhatan karena disebutin kalo si claudette pergi duluan, bukannya bareng. Tapi dipikir pikir si claudette kan baik yha, kalo scarlett disuruh jalan pas lagi kebelet watir oge 😦

    Ini saya gatau tapi setau saya berembus, bukan berhembus. Tapi cek lagi aja hehe.

    Fix wbnya udah hilang yha u. Ah asdfghjll….

    Pas saya baca yg nyinggung nekat liat tetangga yang ditaksir udah pulang apa belom w jadi inget sama doi wkwkwk…

    Udah ah, doi mulu bosen.

    Udah ah, udah panjang😂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s