Namanya Tidak Tertulis di Sana

picture was taken from here.

.

by angelaranee

.

Warning: Might be not suitable for some readers. Parental guidance are required for readers under fifteen years old.

***

“Kamu nggak mau coba baca buku tamunya?” tanya Isdi. “Memangnya nggak penasaran, kira-kira di antara teman-teman yang kamu undang, siapa saja yang menyempatkan untuk hadir?”

Setya mengulum senyum sembari menggeleng pelan. “Nggak perlu.”

Pria itu berbohong. Nyatanya, setelah Isdi terlelap di sisi kiri ranjang, Setya masih terjaga dan menekuni lembar demi lembar dua buah buku tamu resepsi pernikahan mereka. Isdi dan Setya sama-sama anak tunggal dari keluarga berada. Pernikahan mereka digelar dalam balutan kemewahan dan gegap gempita, pernikahan ala pangeran dan putri kerajaan idaman setiap pasangan.

Namanya tidak tertulis di sana. Tidak ada tulisan tegak bersambung milik Wicak. Setya menghela napas, mungkin ia menaruh harapan terlalu tinggi.

Wicak tidak mungkin datang, tak peduli meski seribu undangan Setya kirimkan hanya untuknya. Wicak sudah berubah. Ia sudah punya keluarga—memperistri seorang wanita Manado yang cantik jelita dan sepasang anak laki-laki kembar yang lucu.

Wicak sudah lupa. Lupa akan kisah persahabatan yang pernah menjadi milik mereka di masa lampau. Lupa akan ciuman pertama dan terakhir mereka di Puncak Mahameru malam itu. Lupa akan Setya.

Ya, karena pada akhirnya, segala sesuatu yang terlarang memang sebaiknya ditinggalkan pula dilupakan. Toh, Setya juga sudah punya Isdi yang akan menemaninya tidur setiap malam, yang akan memberikan keluarganya keturunan, yang akan mencintainya sampai mati.

Pria itu menghela napas, pasrah. Mungkin ini saatnya Setya mulai berjalan dan meninggalkan apa yang memang seharusnya sudah menjadi kenangan belaka.

.

.

.

-fin.

Advertisements

14 thoughts on “Namanya Tidak Tertulis di Sana

  1. Oops. Lagi-lagi fenomena lagibete yang menguap ke permukaan. Duh, membacanya membuatku de javu dengan fiksiku sebelumnya yang juga terbit di sini hehe. Tulisan kali ini simpel ya, Ran, aku menunggu proyek ospekmu hihi ❤ and…. be IFK part plsplsplss lets be family, hihi. Keep writing, anyway :3

    Like

    1. Halo, Kak Niswa!
      Aku dapet inspirasi untuk nulis ini di tengah pelajaran Sosiologi, waktu itu guruku lagi membahas masalah salah satu temannya yang kebetulan problemnya 11-12 sama tiga tokoh di atas.
      Proyek ospekku 50% jadi aja belum ada sepertinya, soalnya selalu ada aja poin yang bikin kurang puas dan berujung tekan “backspace” berkali-kali :”
      Soal gabung sama IFK, sepertinya bakal kupikirkan lagi, Kak Niswa, hehehe… Tapi makasih sudah ditawari buat gabung!
      Last, makasih udah baca dan komen ^^

      Like

  2. wait….so…..setya….dan…..wicak…….

    OMOOOOO WHYY

    ini topiknya sensitif, but kamu menyampaikannya ga menghakimi terus menunjukkan setya sama wicak akhirnya bisa nyelesein masalah mereka. diakhiri introspeksi, guud joob raniii ❤

    Like

    1. Halo, Kak Nabil!
      Pertamanya aku juga agak ragu mau ngedraft ini di WS soalnya topiknya sensitif. Secara fisik sih Setya-Wicak udah selesai ya, tapi secara hati mah siapa yang tahu, hehehe…
      Makasih udah baca dan komen ^^

      Like

  3. alo rani! oke aku sempet kebaca komen kak niswa jadi kekagetanku berkurang. tapi aku tetep kagum loh sama kamu yang beranin ngangkat topik pelangi ini dengan cara yang halus dan gak terkesan pro atau kontra. keep up with the good work, rani ❤ ❤

    Like

    1. Halo, Ais!
      Sebenernya aku sudah discover dan bahkan mempelajari soal “pelangi” ini sejak lama, mungkin sudah sekitar 3 tahun terakhir, hehehe… Tapi aku baru bener-bener berani publikasi tulisan bertema “pelangi” sekarang dan syukurlah ternyata hasilnya nggak bikin geger negara.
      Makasih udah baca dan komen ^^

      Like

  4. Halo ranii, aku engga tau apa aku pernah nyapa sebelumnya. Tapi panggila ku vana aja ya, garis 96. ^^

    Aku suka sama ceritanya, so simple tapi mengena. I mean engga banyak yang bisa angkat topik ini dengan sudut pandang seperti ini. Kita yang baca jadi engga mihak siapa pun.

    Keep writing yaaaa, rani. 🙂

    Like

    1. Halo, Kak Vana! Sepertinya kita pernah kenalan, tapi nggak apa lah biar makin kenal 😀
      Ngangkat topik kaya gini dengan sudut pandang yang cenderung netral susah ternyata. Selalu ada aja anxiety karena takut apa yang aku lihat netral, ternyata nggak bagi orang lain. Tapi seneng deh kalo ternyata berhasil ><
      Makasih udah baca dan komen ^^

      Like

  5. hai ran! aw ini topik sensitif yang aku aja mau nulis gajadi-jadi. aku pas baca Setya cari-cari nama di undangan langsung kepikiranㅡhm, jangan-jangan……..

    anyway, nice one! ❤

    Like

    1. Halo, Kak Dhilu!
      Wah kenapa nggak jadi nulis, Kak? Padahal hasilnya mesti kece kalo di tangan kakdhilu xD
      Iya Mas Setya masih susah move on dan menerima kenyataan sepertinya.
      Makasih ya udah baca dan komen ^^

      Liked by 1 person

  6. setya? wicak? adududu. tapi kayaknya isdi udah tau ya soal itu hem … tau ga? kupikir isdi itu cowok hahaha terus yang kayak, ini kenapa semuanya cowok sih????? lalu setelah dua kali baca, barulah paham. nice rani, keep writing!

    Liked by 1 person

    1. Halo, Kak Nisa!
      Kalo dariku sendiri, Isdi nggak tau soal orientasi Setya karena di mata orang Indonesia topik seperti itu kan masih dianggap sangat tabu, jadi kalo Isdi tau bakalan lebih banyak kemungkinan dia nggak akan mau nikah sama Setya.
      Terus nama Isdi itu kayanya emang bisa buat cowok maupun cewek, ya, makanya jadi ambigu, wkwkwk… Aku pernah lihat nama cewek ada “Isdi”-nya, sih.
      Anw, makasih udah baca dan komen ^^

      Like

    2. wah kayae kemarin aku salah tangkap, kirain isdi nyuruh setya untuk ngecek si “doi” dateng atau ga hahaha. maaf yaaaaak aku kurang fokus, my bad :))

      Like

  7. Ranii, ini tuh simpel tapi sarat makna huwo.. komentar2 di atas udah mewakili banget, wkwk. Dan aku suka kamu menutupnya dg introspeksinya si Setya, ehehehe.
    Good job Rani, kamu udah brhasil ngangkat tema pelangi ini dengan mulus 😀 keep writing yaa! 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s