Bites Sized [1]

Prompt #1 – Outside the Window

by O Ranges

[cr image: Here]

No prior knowledge of Yami Shibai is needed to read this fic.

*

Dengung serangga saling bersahutan terdengar jelas melalui jendela kamar yang terbuka lebar. Dari jendela itu, tampak pemandangan jalan beraspal dengan jejeran rumah berhalaman cukup luas. Matahari bersinar terik di langit biru yang bersih dari gumpalan-gumpalan putih awan. Udara panas menyengat. Sesekali, kala angin bertiup, fūrin[1] yang tergantung tepat di depan jendela akan mengiringi dengungan serangga-serangga di luar sana dengan suara jernihnya.

Sejatinya akan lebih ideal jika jendela itu ditutup rapat dan pendingin ruangan menyala dengan suhu serendah mungkin. Namun apa daya, pendingin ruangan yang berada di kamar ini rusak tepat saat musim panas datang menyambut dua hari lalu. Tukang reparasi telah dipanggil namun sampai saat ini bahkan batang hidungnya pun belum kelihatan.

Sekarang, berbaring di lantai ber-tatami, Oikawa Takeo tengah membaca Shōnen Jump[2] edisi terbaru bersama adik kembarnya, Takumi. Pawakan bocah berumur tiga belas tahun itu mirip dengan saudara kembarnya; surai cokelat gelap dengan sepasang alis tebal menaungi dwimanik cokelat madu. Yang menjadi pembeda hanyalah surai Takumi yang sedikit bergelombang dan acak-acakan, sementara milik Takeo lebih rapi dan mudah untuk … eh, dijinakkan.

Sebuah kipas angin kecil yang diletakkan tak jauh dari tempat keduanya bersantai berputar pelan memberi sedikit kesejukan atas hawa panas yang menyelimuti ruang. Manik cokelat Takeo bergulir menyusuri setiap detail gambar dan deret huruf yang tersusun rapi dalam kotak dan balon dialog yang tersaji. Ia tidak terlalu suka membaca komik, namun beragam ekspresi yang melintas di wajah Takumi pun binar yang menghiasi matanya dirasa cukup untuk menahan dan membuat Takeo betah membaca dengan si adik. Bagaimanapun juga, Takumi benar-benar adik laki-laki yang manis.

Bocah bersurai cokelat itu lantas meregangkan otot, lalu bangkit, berniat mengubah posisi. Namun sesuatu di luar jendela menangkap perhatiannya. Kerutan serta merta terpeta di dahi Takeo. Tanpa suara ia menghampiri ambang jendela, memicingkan mata.

Tak butuh waktu lama untuk menangkap sosok yang berhasil menarik perhatiannya beberapa saat lalu. Seketika bocah itu meringis kecut.

Di sana, melalui jendela kamar ini, Takeo melihat punggung putih Kasa Kamisama[3] tak jauh dari jalan pertigaan menuju rumahnya. Berjarak beberapa langkah dari Kasa Kamisama, berdiri seorang anak laki-laki memegang jaring panjang untuk menangkap serangga, lengkap bersama kotak untuk menyimpan serangga tangkapan.

Manik cokelat Takeo singgah beberapa saat pada siluet familier Kasa Kamisama, sebelum akhirnya membuang muka dan segera beranjak menuju sisi kiri Takumi. Ia memaksakan diri untuk kembali memberikan atensi penuh pada komik yang tengah dibaca si adik. Kendati telah beberapa kali bertemu dengan wanita itu, Takeo tidak pernah merasa nyaman dengan kehadiran Kasa Kamisama yang selalu memakai kimono putih dan memegang payung sewarna darah dengan mulutnya. Leher panjang yang dapat menekuk dengan fleksibel itu pun nyaris mengingatkan Takeo pada Rokurokubi[4] yang Takeo benci setengah mati.

Jika dilihat dari posisinya, Kasa Kamisama tengah berhadapan—dan bertemu pandang—dengan seorang anak lelaki yang jelas ingin menghabiskan hari dengan berburu serangga. Tanpa bantuan cenayang pun sudah terlihat bagaimana nasib anak laki-laki itu nanti. Tidak pernah ada yang selamat dari cengkeraman Kasa Kamisama.

Takeo menampik rasa bersalah yang seharusnya tak pernah ada. Anak laki-laki itu bukanlah urusannya, pun bukan siapa-siapanya. Jika Kasa Kamisama menampakkan diri dan memutuskan anak itu menjadi mangsa kali ini, maka salahnya sendiri karena tidak memberikan osonae[5] pada Benten[6] atau pada dewa pelindung lain agar ia tidak menjadi sasaran empuk yōkai[7] yang giat berkeliaran saat musim panas hadir. Takeo yakin saat esok tiba, anak itu pasti sudah raib dari dunia ini.

Ia melirik Takumi yang masih tenggelam dalam komiknya—sama sekali tidak menyadari akan bahaya yang begitu dekat mengintai. Tangan Takeo terulur dan mengusap lembut surai cokelat si adik, tepat saat kipas angin melewati mereka sehingga kecil kemungkinan timbul pertanyaan mengapa tiba-tiba surai cokelat itu bergerak-gerak sendiri.

Senyuman kecil terpoles di wajah Takeo.

Selama ia berada di sisi Takumi, bahaya apa pun tak akan dibiarkannya mendekat, karena kehadiran ia kembali di dunia ini semata atas keinginannya menjaga dan melindungi saudara kembarnya. Tak lebih.

Fin.

 *

Catatan:

  1. Fūrin – Japanese glass wind bells
  2. Shōnen Jump – Majalah mingguan di Jepang yang berisi kumpulan komik dengan target pembaca remaja pria
  3. Kasa Kamisama – Umbrella Goddess. Satu-satunya yang membuat ini fanfiksi adalah kemunculan Kasa Kamisama yang rupanya tidak ada dalam cerita rakyat Jepang.  Dikatakan saat seseorang melihat Kasa Kamisama, orang tersebut akan dibawa oleh dia
  4. Rokurokubi – Hantu berleher panjang dalam cerita rakyat Jepang
  5. Osonae – Sesajen
  6. Benten – Dewi pelindung para seniman dan pelajar
  7. Yōkai – Superior spirits. Usually in form of demons
  8. Berniat menjadikan ini drabble 200 words, tapi jari Titan berkhianat. Antara sebel sama takjub juga bikos La Princesa berhasil nyeret Titan ikut this prompt-thingy. But thanks a lot tho, Kaput. Ini lumayan sekali untuk mengusir wb x)
Advertisements

11 thoughts on “Bites Sized [1]

  1. omg sebagai ex-buchou dari ekskul jepang aku inginㅡ

    kak, takeo-takumi sweet banget sih????? ke-sweet-an mereka dibarengi sama creepy-nya kasa kamisama jadi waduuuuuuw. Aku sampe mikir ‘ini lagi si takeo ngintip, kasa kamisamanya nengok ke dia ga ya terus eyecontact’ huhuhuhu. Untung enggak ya :’)

    Btw yoksi kaktitan, aku jadi dapet pengetahuan baru tentang Kasa Kamisama. Aku tau soal yamishibai yang anime tapi belom pernah nonton, kak ahahahaha. Anyway, nice storyyyyy 😉 senengnya pagi-pagi baca tulisan kaktitaaaan ❤ ❤ ❤

    Like

    1. hai dhiluuuu ❤ ❤

      Takeo-Takumi itu sibling relationship goals haha. dan karena dasarnya si Takeo ini arwah, Kasa Kamisama ngga terlalu peduli sama dia meskipun dia eye contact sama si Takeo :"D

      thank you sudah mampir dan baca ya dhiluuu asdfjfgalkshfahs i'm literally bursting with happiness here 😀 😀

      Liked by 1 person

  2. HAHAHAHAHAHANJAY SEMPET KUKIRA SI MAS TAKEO IS THE OTHER KASA-KAMISAMA (versi lebih posesif ke korbannya–Takumi–/slaps/)
    Tapi ternyata malah end up jadi kaka-adek ideal 2016 biar juga sudah beda dunia yha :’) duhlah mau ngusrek rambut sodaranya aja ngapa kudu jadi kek kipas angin toh kamu mas….

    ANYWAY YAMI SHIBAI IS LYFEEEEEEEEEE ❤
    AND GWEAT JOB TITAN AILAIKETTTT!!!

    Liked by 1 person

    1. ngga kok hahah si takeo mah arwah byasa aja yang gentayangan jagain adeknya. aku gemash sendiri sama takeo-takumi tbh :”D

      THANK YOU SO MUCHIE, KAPANG! AW YEAH, YAMI SHIBAI IS LYFFFEEEEE (999x) ❤ ❤

      Liked by 1 person

  3. Sama sekali gak nyangka sama twistnya. Kirain tokoh utamanya emg kebetulan bisa liat makhluk halus tp dia bukan tipe pembela kebajikan yg gila urusan jadi selow aja pas liat ada anak kecil yg bentar lagi menghilang dr dunia.

    Ngomong2, aku mau tanya deh. Aku liat author di blog ini kebanyakan lbh milih pkae kata surai dibanding rambut. Aku tahunya surai itu buat binatang, buat ngegambarin bulu di tengkuknya. Apa memang bisa diartiin jadi rambut secara umum ya?

    Like

    1. halo, Hanna! ❤

      takeo di sini memang bukan karakter utama yang memilih jalan lurus hahah. kalau bukan anggota keluarganya, maka dia cuek-cuek aja meskipun di depan mata ada anak yang mau diculik ke dunia lain :"D

      dan surai itu sinonimnya rambut kok. jadi memang bisa menggantikan kata rambut secara umum 😀

      anw, makasih udah mampir dan baca ya ❤

      Like

  4. i love yami shibai series huhuhu dan kalo titan ga ngasihtau bahwa yami shibai itu sampe 3 season aku ga bakal tau (cuma nonton 1 season).
    btw titan, ini epik. seremnya dapet dan natural banget, ngga dibuat-buat. asik banget baca ff ini! nulis terus, titan!

    Like

    1. tos dulu dong kaeciiii hahah titan juga suka banget sama yami shibai series awawa yuk ditonton sampe season 3 😀

      and asdfjklhasdhg thank you so muchie, kaeci! titan akan berjuang!! ❤ ❤

      Like

  5. Wah, Titaan!
    Seperti biasa, kalau baca ceritanya Titan itu mestu kudu banget membaca deskripsinya yang bikin ngiri abis. So detailed, but not too dense. Aku suka deh pokoknya.

    Oh, cuma aku mau kasih masukan untuk bagian ini, deh, Titan.
    Ia tidak terlalu suka membaca komik, namun beragam ekspresi yang melintas di wajah Takumi pun binar yang menghiasi matanya cukup dirasa untuk menahan dan membuat Takeo betah membaca bersama dengan si adik.

    Agak terlalu kompleks kalimatnya jadi agak ambigu kalau sekali baca. Seperti misalnya ‘cukup dirasa’ dengan ‘dirasa cukup’ kayaknya memberikan efek yang berbeda di kalimatnya. Trus ‘bersama’ kayaknya sudah cukup untuk menggambarkan aktivitas Takeo dengan Takumi, jadi sepertinya tidak perlu kata ‘dengan’ lagi. Maaf kalau ternyata aku yang salah tangkap, so please let me know :).

    Trus jadi nambah ilmu juga soal mitologi Jepang, jadi makasih banyak telah menuliskannya jadi cerita yang asik dan bikin cengo di akhir (kukira Takeo itu dalam fase yang sama dengan Takumi ternyata tidak??? Dia kembali lagi ke dunia kan ya?) 😀

    Keep writing, Titan! 🙂

    Like

    1. kaami~ uwuuuu i’mblushingritenowstahp it ❤ ❤

      sarannya titan pertimbangkan dengan baik dan memang lebih sesuai dengan apa yang kaami tulis. thank youuu, kak. udah titan edit ini hehe 😀

      aaaaaaaaaasdajdajdgajdhahdau glad that you enjoyed this story?? ❤ ❤ dan iya, si takeo ini kembali ke dunia buat jagain si takumi. titan terinsipirasi dari mitos tentang saat saudara kembarmu mati, maka arwahnya akan tetap berada di bumi untuk menjagamu. lupa deh baca mitos ini dimana, tapi karena asik ya titan terapin aja di sini 😀

      yosh! thank you so muchie, kaami!! laf laf ❤ ❤

      Like

  6. hahahaha can’t deny that!! XD ❤ ❤

    asdfjklaskdh thank youuu!! dan iyaa kapuut, cerita horor rakyat jepang mah kalau udah horor ngga ngira-ngira dah levelnya. suka bikin jantungan D:

    huehue sama-sama kak. glad that i made decision to participate hahah writing this story had been such a pleasure ❤

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s