Inhaler

C0067077 Asthma inhaler

by Cheery

.

Aku punya seorang teman, namanya Arthes.

.

Arthes itu benar-benar konyol. Kadang kebodohannya bisa jadi pelipur lara, tapi lebih sering sakit kepala aku dibuatnya. Ya, meskipun begitu, aku masih menganggapnya teman, sih.

Beberapa waktu lalu ia mengeluhkan sesak. Ia baru saja pindah rumah dan kawasan barunya sedikit berdebu, katanya. Jadi, aku—sebagai teman yang baik—menyarankannya untuk pergi ke dokter. Sepulangnya dari dokter, ia memutuskan menebus resep di apotek tempatku bekerja.

Namun, setelah tiga hari berlalu—yaitu hari ini—pukul tujuh pagi ia melangkahkan kakinya lebar-lebar menuju apotek. Kusuguhkan padanya muka layu serta mataku yang terlihat kuyu. Setali tiga uang dengannya yang juga tak terlihat akan menyampaikan kabar gembira padaku. Kemudian dengan mimik seriusnya ia berkata, “Apa kau tidak salah memberiku obat?”

Aku mengerutkan kening, memaksa untuk mengangkat kelopak mataku yang terasa begitu berat sisa dinas semalam. Duh, sekarang apa lagi yang ia ocehkan ketika bahkan matahari masih terasa hangat? Ia menyerahkan inhaler-nya padaku dan aku memeriksanya, “Tidak, kok.” Aku masih ingat benar resepnya.

“Kalau begitu obatnya tidak manjur. Semalaman aku tidak bisa tidur meskipun sudah menggunakannya. Apa aku harus menemui dokter lagi?” tanyanya meminta saran. Aku sedikit prihatin padanya. Menilik raut lesu dan kantung mata samar pada wajahnya, dapat kupastikan ia memang kurang tidur semalam. Oh, malang nian temanku ini.

Tentu aku merasa sangsi untuk mengiyakan. Ayolah, ini Arthes yang biasanya melakukan hal konyol. Apalagi, ia langsung pergi begitu aku memberinya obat tiga hari lalu tanpa memberiku kesempatan untuk memberikan penjelasan. Jadi, kuputuskan untuk memastikannya terlebih dahulu. “Bagaimana caramu menggunakannya?”

Ia memperagakan sambil memasang muka polos khasnya dan aku bimbang harus meringis atau menangis. Yang jelas, ia sudah kepalang menyulut emosiku dan aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak meledak.

“KAU PIKIR INI PARFUM?! MENGAPA KAU MENYEMPROTKANNYA KE LEHER DAN BAJUMU?”

“Eh? Salah, ya?”

Tuhan, ampunilah aku jika tiba-tiba ia sesak dan mati di sini.

.

Fin.

Advertisements

19 thoughts on “Inhaler

  1. That’s why… informasi obat itu sangat sangat penting. Huaah nurul, I feel you. Kadang pasien menganggap informasi itu buang -buang waktu, trus begitu ditanya eh malah kejadiannya kayak gini huhu.Syukurlah si Arthes masih baik-baik saja, aku nggak kebayang kalau kalimat terakhir itu kejadian :’).

    [“Ibu makenya gimana?” | “Oh saya pikir ini dimakan, Mbak” (padahal suppos xD)]

    Like

    1. Kak Amiiii bener banget, makan suppos adalah kasus yang paling mainstream ya sepertinya
      “Saya kira ini dimakan, soalnya baunya enak kayak cokelat” yha.

      Liked by 1 person

  2. Wah yaampun
    Ini mengingatkanku pada tatacara kie, sayangnya sekarang aku blm boleh ngeresepin obat sendiri hehe.
    Lucu ficnya tapi agak miris juga… Masa iya inhaler dipake kayak parfum…
    Keep writing!

    Like

  3. Wakakakakak lololololol
    Tapi ya kasian juga sih, huhu. Gak bisa tidur krna obatnya gak bener makenya 😦 miris juga krna emg gak satu dua org yang kayak gitu, huhu. Apalagi sampai makan supositoria 😦
    Salut ih kak nurul bkin crita inii. Ada pesan moralnya bbbbb^0^ddddd

    Keep writing, kak! 😀

    Like

    1. Kak dila jangan memanggilku kakak ah hehehe aku 97 loh kak
      Kasian tapi sebel tapi masih kasihan tapi- ah sudahlah…
      Makasih ya kak dila keep writing juga ^^

      Liked by 1 person

  4. HAHAHAHAHAHA ih gatau mau ngakak, apa mau meringis, apa mau nempeleng si arthes ya allah bisa-bisanyaaaaaaa😂😂😂 ih sukaaa. Keep writing yaaa nuruuul hehe.

    Like

  5. Yaampun aku cuma ambil sisi ngakaknya wkwkwk. Gila aja inhaler disemprot kayak parfum, Arthes ini gatau apa koplak? Wkwk kak Che sukses membuatku melongo dan kebelet ketawa XD XD XD Great job, ditunggu karya lainnya ^^

    Like

    1. Ketawa aja nis, jangan diempet, nda baik ehehehe aku juga mungkin bakal melongo kalo ketemu yang kayak gini. Tapi emang beneran ada yg make inhaler kayak parfum, aku sedih :((
      Makasih niswa udah mampir 😉

      Like

  6. haloo, kak nurul! HAHAHAHA ini lucu banget dia pake inhaler kayak parfum 😦 makanya kalo dikasih tau dokter diperhatiin dong, huhu :(( btw aku punya temen yg punya adek namanya arthes dan dia punya asthma juga, untung tau cara pake inhaler hahaha :”))

    semangat terus yaa, kaaak! :))

    Like

    1. Hai evin! Tau nih si arthes keburu ngilang aja mau dikasi tau. Wah untung ya adeknya nggak sekreatif mas arthes yg make inhalernya disemprot ke leher
      Anyway, makasih evin~

      Like

  7. kak nurul why sih? :(((( next time nabil pake parfum buat mouth fresher deh biar nyaingin hahahaha xd bacaan yang menyenangkan kak nuruuul :)) semangat terus nulisnya ❤

    Like

  8. GOOD LORD INI MAH ANTARA TITAN PENGEN NEPOK JIDAT SAMA KETAWA ADUH XD XD

    gemes banget sama si arthes asdfjaslashl thank you nurul buat fiksinya. ini menghibur sekali 😀

    keep writing ya ❤ ❤

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s